alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016895760/welcome-to-orba-lsm-selamat-datang-kembali-otoritarianisme
(Welcome To Orba) LSM: Selamat Datang Kembali Otoritarianisme.
(Welcome To Orba) LSM: Selamat Datang Kembali Otoritarianisme.

Organisasi wartawan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat(LSM) tidak berhasil dalam mengajukan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) tentang intelijen negara ke Mahkamah Konstitusi (MK), pada Rabu (10/10). MK justru menolak dan mengatakan bahwa UU No. 17/2011 tentang intelijen negara itu tidak mengancam kebebasan hak sipil, hak asasi manusia, dan kebebasan pers.

Para pemohon mengajukan uji materi, atau judicial review, atas 16 pasal dalam UU tersebut yang dinilai bermasalah dan berpotensi merugikan hak-hak konstitusional warga negara, diantaranya mengenai wewenang penggalian informasi, definisi ancaman keamanan negara, penyadapan dan rahasia intelijen.

Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengatakan pokok permohonan yang diajukan para pemohon tidak beralasan menurut hukum.

Dalam pertimbangannya, Mahkamah Konstitusi menilai kekhawatiran pemohon terhadap keberadaan pasal yang dapat dijadikan legitimasi untuk disalahgunakan oleh pihak intelijen merupakan kekhawatiran traumatis berdasarkan sejarah.

Oleh karena itu, menurut anggota majelis hakim Anwar Usman, diperlukan pengendalian dan pengawasan dalam peraturan pelaksana perundangan tersebut, agar kebutuhan intelijen tidak diartikan dengan penyalahgunaan kewenangan intelijen.

Mahkamah Konstitusi juga menilai UU Intelijen ini secara tegas memisahkan fungsi intelijen dari fungsi penegakan hukum.

“Fungsi penegakan hukum tetap harus dipegang oleh Kepolisian dan Kejaksaan, dan tidak dapat dipindahtangankan pada aparat intelijen. Intelijen merupakan bagian dari sistem peringatan dini yang tidak memiliki kewenangan penindakan,” ujar Anwar.

Mahkamah Konstitusi menilai UU Intelijen ini juga telah memberikan batasan dan prosedur yang jelas dalam melakukan penggalian informasi dan tidak dapat dilakukan sewenang-wenang.

Sementara itu, mengenai pembatasan akses informasi yang dinilai rahasia, hakim juga menilai UU Intelijen sudah memiliki kategori yang jelas dengan apa yang disebut sebagai informasi rahasia.

Mahkamah Konsitusi juga menyatakan kewenangan penyadapan yang diatur dalam UU Intelijen tersebut juga tidak bertentangan dengan Undang-Undang Dasar.

Wahyudi Djafar dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menyatakan beberapa pasal dalam Undang-Undang Intelijen ini telah melahirkan sejumlah ancaman bagi jaminan kebebasan sipil, perlindungam hak asasi manusia dan kebebasan pers.

“Saya ingin mengucapkan selamat datang kembali otoritarianisme, ketika kemudian Undang-Undang intelijen negara menjadi pijakan pertama atas kembalinya kebijakan-kebijakan masa lalu yang represif dan penuh dengan cara-cara yang otoriter,” ujar Wahyudi.

Koordinator divisi advokasi dari Aliansi Jurnalis Independen Indonesia, Asep Komarudin, mengatakan dalam putusannya Mahkamah Konstitusi tidak menjelaskan secara rinci informasi seperti apa yang dikategorikan sebagai informasi intelijen. Ketidakjelasan ini, kata Asep, bisa membahayakan jurnalis.

“Sangat-sangat mengancam aktivitas teman-teman jurnalis ketika teman-teman menemukan data tersebut terus kemudian dibuka yang sebenarnya ini bukan lagi informasi intelijen tetapi bisa saja langsung diklaim informasi intelijen. Ini kan sangat berbahaya,” ujar Asep.

Sementara itu, Direktur Strategis dan Pertahanan pada Kementerian Pertahanan, Mayjen Puguh Santoso, mengatakan aturan ini telah jelas membatasi peran intelijen dalam kerjanya di lapangan.

“Pengawasan tidak boleh lepas, itulah kontrol publik. UU penting didesain untuk menguntungkan salahs atu rezim. Itulah kepentingan bangsa,” ujarnya seraya menambahkan bahwa jika pihak intelijen melanggar aturan, maka harus ada pertanggungjawabannya.
SUMBER
Selamat Tinggal Reformasi, Selamat datang kemabli Orde Baruemoticon-Blue Guy Bata (S)emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-I Love Indonesia (S)
saya rasa itu perlu juga RUU intelijen cz negara yang hebat&kuat rata2 mempunyai intelijen yang kuat....atau kalau perlu negara kita mempunyai ISA seperti di malaysia
Quote:Original Posted By hatuey
saya rasa itu perlu juga RUU intelijen cz negara yang hebat&kuat rata2 mempunyai intelijen yang kuat....atau kalau perlu negara kita mempunyai ISA seperti di malaysia


betul gan. termasuk salah satunya membungkam bagi mereka yang kritis untuk bicara ya. seperti ayam sayur dipanci rumah ane. emoticon-Blue Guy Bata (S)emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-I Love Indonesia (S)
gw pribadi sih gak suka indonesia terlalu bebas... seakan2 gak ada batasnya... semua minta haknya dihargai tapi gak mau menghargai hak orang lain........
Selamat datang kembali!

Ane siap menyambut!emoticon-Cendol (S)
terlalu bebas bikin enek juga, terlalu ketat malah bikin parno emoticon-Hammer2
Selamat datang kembali ORDE BARU...... we missed you so much... kembalikan keamanan negara ini, hilangkan bunuh semua pihak2 yang merongrong rasa aman masyarakat negeri ini....emoticon-I Love Indonesia (S)
Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Kalau kamu tidak berbuat salah apa yang harus ditakuti ?

Kalau kamu pernah, sedang atau akan melakukan sesuatu yg salah, apalagi yg sifatnya makar, maka UU Intelligen ini mungkin memang harus kamu takuti.
Quote:Original Posted By zeroyonline

Selamat Tinggal Reformasi, Selamat datang kemabli Orde Baruemoticon-Blue Guy Bata (S)emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-I Love Indonesia (S)


udah baca belum UU nya?
Terlalu curiga seperti Orba, coba teliti dulu DPR jaman pak harto nggah nggih ama sekarang, kan beda, jadi jangan berlebihanlah.
Kalau nanti dipakai sebagai alat kekuasaan ya bongkar, kalau gak gitu tu separatis & kaum radikal ngawur terus buat ulah gak mampus-2.


-----------------------

Undang-Undang Intelijen

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2011 Intelijen Negara

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Nopember 2011
[ Unduh PDF ]

FAQ

Mengapa diperlukan UU Intelijen?
Jawab : Sejak era reformasi, sektor keamanan yang masih belum mempunyai landasan hukum dalam bentuk UU adalah Intelijen. Untuk itu, sejalan dengan jiwa reformasi, maka pelaksanaan fungsi intelijen perlu didasarkan pada suatu norma hukum yang menghormati nilai demokrasi dan hak asasi manusia.

Apakah yang menjadi tujuan utama UU Intelijen Negara?
Jawab : Tujuannya adalah sebagai koridor atau rambu-rambu bagi Personel Intelijen yang akan menjalankan tugas dan fungsinya.

Apakah UU Intelijen mampu menjamin penyelenggaraan Intelijen negara yang lebih bertanggung jawab?
Jawab : UU Intelijen Negara akan mampu menjamin Penyelenggaraan Intelijen yang lebih bertanggung jawab, karena Personel Intelijen dalam menjalankan tugasnya akan terikat pada berbagai rambu yang sudah ada, khususnya asas dan kode etik

Apakah UU Intelijen mengancam kebebasan masyarakat sipil dalam memperoleh dan menyebarluaskan informasi?
Jawab : Bagi Intelijen tidak semua informasi mempunyai nilal Intelijen, sehingga dapat dipublikasikan kepada masyarakat. Menurut UU Intelijen Negara hanya beberapa informasi tertentu yang dianggap sebagai Rahasia Intelijen, sehingga perlu dilindungi, seperti informasi yang dapat membahayakan pertahanan dan keamanan Negara. Namun demikian, masyarakat juga diberi kesempatan untuk mengetahui Rahasia Intelijen, selama masa retensi yang diatur dan ditentukan dalam UU.

Apakah UU Intelijen mampu menjamin hak-hak mendasar warga negara & tidak mengancam hak-hak privacy masyarakat sipil?
Jawab : Hak dasar dari masyarakat tetap dijamin dalam UU InteIen Negara, seperti tercermin adanya pemberian rehabifitasi, kompensasi dan restitusi. Selain itu juga adanya pemberian ancaman sanksi pidana terhadap Petugas Intelijen yang melakukan menyalahgunakan kewenangan penyadapan dil uar fungsinya.

Bagaimana publik turut mengawasi pelaksanaan UU Intelijen?
Jawab : Berdasarkan UU Intelijen Negara bahwa pengawasan terhadap Intelijen akan dilakukan secara ketat oleh DPR sebagai representasi dari rakyat.
Quote:Original Posted By blue_danube
gw pribadi sih gak suka indonesia terlalu bebas... seakan2 gak ada batasnya... semua minta haknya dihargai tapi gak mau menghargai hak orang lain........



Setuju... (tumben normal commentnya)

Ga usah jauh2... liat aja ormas2 skr banyak yg makin menginjak2 hak org lain

Demo buruh yg minta kenaikan ga masuk akal, banding2kan gaji dengan negara2 tetangga (tapi kalo dilihat buruh negara tetangga lebih tinggi gajinya tp Qualitas n Quantity yg mereka hasilkan 2-3x lipat dari buruh indo yg bisanya malas2an)
Quote:Original Posted By revolutionary
Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Kalau kamu tidak berbuat salah apa yang harus ditakuti ?

Kalau kamu pernah, sedang atau akan melakukan sesuatu yg salah, apalagi yg sifatnya makar, maka UU Intelligen ini mungkin memang harus kamu takuti.


agan belum tau rasanya diciduk kayak jamannya suharto dulu ya ? Dulu ada lembaga yg namanya komkamtib....ngeritik pemerintah diciduk dan tak akan pernah kembali lagi.13 aktivis mahasiswa kita yg gak pernah balik itu dikemanain ya ? Kita harus mempertahankan kebebasan berpendapat yg telah diwariskan oleh Gus Dur itu.....jangan mau dibawa kembali ke jaman kegelapan ...
Apakah UU Intelijen mampu menjamin hak-hak mendasar warga negara & tidak mengancam hak-hak privacy masyarakat sipil?
Jawab : Hak dasar dari masyarakat tetap dijamin dalam UU InteIen Negara, seperti tercermin adanya pemberian rehabifitasi, kompensasi dan restitusi. Selain itu juga adanya pemberian ancaman sanksi pidana terhadap Petugas Intelijen yang melakukan menyalahgunakan kewenangan penyadapan dil uar fungsinya.

Secara teori emang begitu gan....prakteknya siapa yg bisa menjamin? Theys lewat , Munir lewat.....diusut gak ? rehabilitasi , kompensasi....percuma nyawa gak balik lagi gan....
Quote:Original Posted By gedhang kukus
agan belum tau rasanya diciduk kayak jamannya suharto dulu ya ? Dulu ada lembaga yg namanya komkamtib....ngeritik pemerintah diciduk dan tak akan pernah kembali lagi.13 aktivis mahasiswa kita yg gak pernah balik itu dikemanain ya ? Kita harus mempertahankan kebebasan berpendapat yg telah diwariskan oleh Gus Dur itu.....jangan mau dibawa kembali ke jaman kegelapan ...


secara pribadi saya lebih suka ketertiban ala pak harto jaman orba. Mulai dari hal yang paling sederhana, lalu lintas, semua orang takut gak pakai helm, takut menerobos lampu merah dsb... jaman sekarang 3000 orang mati dijalan karena kecelakaan lalu lintas TIAP TAHUN.

jaman orba tidak ada gerakan-gerakan radikal kek bom bunuh diri, gerombolan garis keras macam fpi, fui dan gerombolan tai lainnya. Kenapa? karena semuanya diciduk duluan sebelum menjadi besar. Bom bunuh diri sudah membunuh berapa?

jaman orba memang kesenjangan sosial sangat tinggi, tapi tidak banyak ababil alay yang pamer kekayaan bokapnya seperti hari ini. Adapun beberapa orang saja dan sebentar saja sudah 'hilang'. Begitu takutnya orang kepada sistem KETERTIBAN, membuat masyarakat 'merasa' senasib sepenanggungan. Orang model Afriani ndak akan hidup tenang....

Saya bukannya tidak menghargai nyawa mereka korban orde baru, tapi coba pikir apalah artinya 13 nyawa plus 1-2 orang korban orde baru ?, saya berpendapat tidak semuanya bersih, saya berani bilang mostly orang2 macam riziq, munarman, afriani dll....

3000 orang tahun 2011 mati di jalan raya, tahun 2012 diprediksi lebih banyak lagi, puluhan (mungkin ratusan) korban akibat pelaku bom bunuh diri, ribuan orang mati sia2 karena sentimen agama, puluhan mati konyol karena ulah ababil yang pamer kekayaan bokap.... apa masih kurang?

Masyarakat yang bebas sebebasnya tanpa kontrol pemerintah adalah hal yang konyol, pemerintah dibuat untuk MENERTIBKAN agar manusia menjadi tertib dan baik bagi sesamanya. Jika ada satu dua biji manusia yang tidak bisa tertib, saya bilang sudah pantaslah 'ditertibkan' termasuk 'dihilangkan' dari equation.

Just my opinion.
Yeeessssss.....
Selamat datang kembali ketertiban dan petruss...
Ganyang langusng para preman , permapok dan pemerkosa...tanpa basa basi..
Kalo perlu karung, ane buka lapak jual an di fjb deh..
Prinsipnya newbi setuju emoticon-Smilie...
Cuma kalo bisa terapin setelah 2014 gih emoticon-Big Grin hehehehe...
Kalo itu barang yg pegang pemerintahan skrg, waduh dengan komplotan Anus Monas yg masi bercokol diatas sana, bisa ngeri ngeri sedap nih kaskuser sekalian emoticon-Ngacir...
baguslah, biar Indonesia di segani lagi di Asia.

oknum LSM mah jangan di percaya, mereka lebih senang kalo Indonesia tetep lemah kaya gini. Kita udah muak dengan ketidak tegasan pemerintah.

Sekalian, semua LSM harus terbuka untuk di audit secara pembukuan, biar ketahuan siapa yang bayar mereka emoticon-Big Grin
Ane setuju.. justru LSM2 gajelas ini lah titipan asing.. justru mereka yang lebih mencurigakan untuk disusupi kegiatan inteljen asing..

orba? selamat datang kembali.. petrus?? i miss you..
mbuh lah.. mikir anak bojo ae ws mumet...
Quote:Original Posted By blue_danube
gw pribadi sih gak suka indonesia terlalu bebas... seakan2 gak ada batasnya... semua minta haknya dihargai tapi gak mau menghargai hak orang lain........


belom waktunya kita terlalu bebas..ga kbisa dikontrol.

semua anggap dirinya yg paling betul
saya setuju uu ini diterapkan/sudah bosan lihat ormas2 gila.sudah saatnya petrus diaktifkan guna membasmi sampah yg membuat resah masyarakat,asal jangan disalahgunakan penguasa sj