alexa-tracking

Keluarga Korban Bom Bali Berdatangan ke "Ground Zero"

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016894071/keluarga-korban-bom-bali-berdatangan-ke-quotground-zeroquot
Keluarga Korban Bom Bali Berdatangan ke "Ground Zero"
masih ingatkah agan tentang peristiwa kemanusiaan tragedi bom bali pada tahun 2002??

trit ini ane buat untuk memperingati 1 dekade peristiwa tersebut


Quote:


semoga arwah korban bisa tenang dan keluarga korban bisa lebih tegar dan dikuatkan hati nya..amiin emoticon-Add Friend (S)
22 Negara Hadiri Peringatan 10 Tahun Bom Bali

Quote:


Densus 88 Amankan Peringatan Bom Bali

Quote:
Ane juga turut berdoa bagi keluarga korban untuk diberikan ketabahan selalu.
Quote:


iya gan..amiinn..emoticon-Add Friend (S)
Ane nyumbang berita terkait peringatan bom bali, gan. emoticon-Malu
Tangis Keluarga Korban Pecah di GWK
Jumat, 12 Oktober 2012 14:49 WIB


DENPASAR, TRIBUN - Tangis keluarga korban membasahi 10 tahun peringatan tragedi bom Bali 2002 di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ungasan, Bali, Jumat (12/10/2012).

Korban selamat dan keluarga tak mampu menahan haru saat mengingat kerabat dan keluarga mereka menjadi korban kekejaman teroris di kawasan Legian tersebut.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan, tragedi pada Sabtu 12 Oktober 2012 malam silam tidak bisa dilupakan karena telah merenggut nyawa 202 orang, 88 orang di antaranya merupakan warga negara Australia.

Sementara, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang mewakili Indonesia mengatakan, momentum peringatan 10 tahun bom Bali ini dapat memperkuat toleransi, pemahaman bersama dari komunitas berbeda, dan ikut memerangi aksi terorisme dari kaum ekstremis.

"Kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah tiada. Dan kepada masyarakat Bali, warga Indonesia, dan warga negara asing yang pada 10 tahun lalu memberikan pertolongan kepada para korban. Kita semua menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya," katanya.

Selain upacara penghormatan yang dipimpin Pendeta Australia Chaplain Whitley, dalam peringatan 10 tahun bom Bali ini juga dilakukan penyalaan lilin oleh 22 orang korban dan keluarga korban yang mewakili dari 22 negara. Peringatan ini dihadiri sedikitnya 1.000 undangan dari korban selamat ataupun keluarga korban dari Australia, Indonesia, dan sejumlah negara yang warganya turut menjadi korban. (*)

http://jabar.tribunnews.com/2012/10/...n-pecah-di-gwk

emoticon-Turut Berduka

Air Mata Tumpah di Monumen Bom Bali
Penulis : Kontributor Denpasar, Muhammad Hasanudin | Jumat, 12 Oktober 2012 | 10:24 WIB


KUTA.KOMPAS.com — Monumen bom Bali di Ground Zero Legian, Kuta, Jumat (12/10/2012) pagi, menjadi tujuan banyak orang yang ingin mengenang para korban ledakan bom teroris di Sari Club dan Paddys Pub, sepuluh tahun silam.

Selain meletakkan bunga di monumen, mereka juga mendoakan kerabat dan sahabat yang tewas dalam salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di Indonesia tersebut. Sebagian besar pengunjung yang memberi penghormatan pagi ini adalah wisatawan asal Australia.

Dalam peristiwa bom Bali 2002 silam, korban terbanyak berasal dari Australia, yakni 88 orang. Beberapa dari peziarah itu tak kuasa menahan haru dan meneteskan air mata saat mengenang sahabat yang telah mendahului.

"Kami kehilangan temen dekat, pasangan orang Bali. Kami sangat sedih untuk semua orang di dunia, khususnya Bali. Kami berharap tidak terjadi lagi," ujar Jeanne Burmistarteman sambil terisak.

Warga Australia barat ini masih teringat peristiwa memilukan 10 tahun silam yang merenggut nyawa temannya. "Saya selalu mengingat mereka dan melakukan penghormatan hari ini," tuturnya.

Tak hanya Jeanne, sejumlah wisatawan asal Australia yang terkenang peristiwa tragis tersebut tak kuasa menahan tangis saat melihat foto-foto korban yang terpampang di monumen.

http://regional.kompas.com/read/2012...numen.Bom.Bali

emoticon-Turut Berduka

10 Tahun Bom Bali, Teroris Terbukti Gagal
Bali, 12 Oktober 2012. Orang-orang berlinang air mata berpelukan.

Jum'at, 12 Oktober 2012, 21:14 Elin Yunita Kristanti, Bobby Andalan (Bali)


VIVAnews – Jumat 12 Oktober 2012, atmosfer haru menyesakkan dada menaungi Taman Garuda Wisnu Kencana, Bali. Orang-orang berlinang air mata saling berbagi pelukan. Di tepian kolam itu, tempat karangan bunga Kamboja diletakkan, seorang ibu berpakaian hitam dan berjilbab bersimpuh. Dua tangannya menengadah, memanjatkan doa dari jiwanya yang masih terluka.

Masih di lokasi yang sama, seorang bocah bernama Made Bagus Arya Dana maju dan berdiri di panggung. Ia mengenakan baju putih dan topi khas untuk kaum pria di Bali. Usianya belum lagi genap 12 tahun.

Dengan suara bergetar, Arya Dana membacakan secarik surat, untuk sosok pria yang paling berarti dalam hidupnya, paling dikagumi, yang wajahnya hanya bisa ia tatap melalui foto: “Surat untuk Ayah”.

"1,5 tahun usiaku saat itu. Aku tidak pernah mengerti apa arti sebuah tragedi. Ku tak bisa memahami apa arti air mata ibu. Aku hanya punya satu harapan. Bahwa ayah akan pulang membawa mainan bagus buatku

Ku pandangi ibuku. Ibuku cerita. Ayah pergi bekerja dan pulang membawa mainan untukku. Ayah sangat menyayangiku. Betapa aku rindu denganmu. Hari berganti hari. Bulan berganti tahun. Penantianku tak kunjung berakhir.

12 tahun sudah usiaku kini. Aku mulai mengerti apa yang terjadi. Aku mulai bisa merasakan perihnya hati ibu. Ayah tak akan pulang lagi.

Di tanggal dan bulan yang sama ketika ayah pergi dan tak kembali. Aku baca surat ini untukmu, Ayah. Aku berjanji akan aku akhiri penantian ini. Akan aku raih masa depan yang gemilang. Akan aku jaga ibu untukmu. Semoga Tuhan selalu melindungimu."


Surat itu dibacakan dengan Bahasa Indonesia, lalu diterjemahkan dalam Bahasa Inggris. Air mata pun kembali mengalir di mata mereka yang disatukan oleh duka yang sama. Meski 10 tahun telah berlalu, sejak tiga bom meledak hampir bersamaan di Kuta, 12 Oktober 2002.

Kesedihan juga dirasakan pria asal Australia, Chris Dough. “Saya kehilangan sahabat, adik, dan kakak saya dalam tragedi itu,” kata dia.

Masih lekat dalam ingatan, ia menjadi pendamping sahabatnya itu saat mengikat janji sehidup semati dengan pujaan hatinya. Kala tragedi itu terjadi teman akrabnya sedang berbulan madu di Bali. “Bom telah mengambil nyawanya. Teroris telah merenggut orang-orang di sekitarku yang begitu aku sayangi."

Dough tak pernah melupakan, juga tak memaafkan aksi keji para teroris. “Saya tidak memaafkan teroris meski peristiwa itu sudah 10 tahun berlalu.”

Sementara, butuh keberanian bagi Paul Lawrenson untuk kembali menginjakkan kaki di Bali. Ia datang jauh-jauh dari rumahnya di Chippenham, Wiltshire, Inggris demi menghadiri peringatan itu.

Penggemar olahraga selam itu berada di Sari Club ketika ledakan terjadi, akibatnya ia kehilangan sebagian lengan kanannya. Butuh waktu enam bulan untuk kembali ke kehidupan rutin dan pekerjaannya di bidang pembuatan piranti lunak komputer.

Paul mengaku, masih menyimpan amarah. “Masih merasa marah tetapi ini bukan hari untuk meluapkan kemarahan tetapi mengenang para korban, dan saya merasa mereka masih di sana,” kata dia, seperti dimuat BBC.

Teroris telah gagal

Ini mungkin peringatan Bom Bali yang kali terakhir diadakan. Perdana Menteri Julia Gilard menyempatkan diri datang jauh-jauh ke Bali, meski ancaman keamanan berpeluang terjadi. Dari pihak Indonesia diwakili Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa. Sementara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan tak datang, bukannya khawatir dengan isu teror, tapi Pak Presiden dan ibu negara sedang check up kesehatan.

Dalam pidatonya, Julia Gilard menyebut, Bom Bali I sebagai serangan teroris terburuk, bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga bagi negaranya. “Sebanyak 88 warga Australia meninggal di sini. Dan mereka tidak tewas sendirian, juga 38 warga Indonesia. Total, 202 orang meninggal dan lebih dari 200 terluka," kata dia, Jumat 12 Oktober 2012.

Kondisi mengenaskan jasad korban yang tewas, serta mereka yang selamat dengan luka mengerikan, biasanya hanya ditemukan di tengah medan perang. “Tapi mereka bukan tentara, hanya orang-orang yang mencari suasana riang di tengah kehidupan yang begitu sibuk,” kata Gillard.


Orang nomor satu di Australia itu menegaskan, apa yang menjadi tujuan para teroris tidak akan tercapai. Ini buktinya: pahlawan-pahlawan kemanusiaan, dari semua golongan, muncul di tengah suasana ngeri dan mencekam. Sebanyak 900.000 warga Australia sampai saat ini masih mengunjungi Bali tiap tahunnya, merasa Pulau Dewata sebagai rumah kedua. Persahabatan antar dua negara, Australia-Indonesia pun makin erat. “Mereka, para teroris itu, telah gagal mencapai apa yang mereka inginkan,” tegas Gillard.

Secara personal, peristiwa Bom Bali sangat membekas dalam jiwa Gillard. Sehari sebelum bom meledak dahsyat, ia dan kerabatnya baru saja menginjakkan kaki di Australia, selepas berlibur di Bali.

“Sebetulnya kami ada di sini sehari sebelum kejadian. Kami kembali ke Australia pada Jumat dan akhir pekan terjadi peristiwa itu,” kata Gillard. Sepuluh tahun lalu ia masih menjabat sebagai anggota parlemen dari Partai Buruh. (eh)

http://fokus.news.viva.co.id/news/re...terbukti-gagal
Quote:





mantap gan...makasih udah nambahiin gan..
kita sama2 doain gan buat korban bom bali kemaren gan.. emoticon-shakehand
×