alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016892330/dahlan-iskan-rapat-bumn-nyeker-hingga-baju-khusus-direksi
DAHLAN ISKAN: Rapat BUMN, Nyeker hingga Baju Khusus Direksi
Referensi : http://www.solopos.com/2012/10/11/da...direksi-337930

Begitu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selesai pidato dan turun dari panggung, Menteri BUMN Dahlan Iskan bergegas mendampingi sang atasan yang hendak meninggalkan acara. Entah bagaimana awalnya, mantan Bos Jawa Pos ini, lupa mengenakan sepatu kets kebesarannya.

Para direksi BUMN, menteri hingga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak memperhatikan insiden kecil tersebut. Dahlan lalu bercengkerama dengan para pejabat perusahaan-perusahaan pelat merah di lobi The Sahid Rich Jogja Hotel selama hampir setengah jam.

Sampai kemudian salah satu stafnya datang, dan membawakan sepasang sepatu merek DI. Tanpa canggung, menteri yang juga wartawan ini mengenakan sepatu warna hitam bergaris abu-abu di depan para tetamu yang masih mengerubutinya.

Dahlan membungkuk di atas hamparan karpet merah, dan sejurus kemudian, sepasang sepatu kets itu terpasang rapi di kedua kakinya. Itulah Dahlan, satu dari sedikit menteri paling kreatif, praktis dan jauh dari formalitas di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Rabu siang (10/10/2012), Dahlan memang sedang menggelar Rapat Koordinasi BUMN di Jogja. Dia mengundang sedikitnya 110 BUMN di bawah pengelolaannya. Tak tanggung-tanggung, semua anggota direksi wajib hadir dalam acara ini sekaligus minimal dua komisaris.

Bisa diduga, The Sahid Rich penuh sesak. Tidak saja oleh manajemen BUMN, juga sejumlah menteri dan mantan menteri rombongan Presiden, yang sebelumnya menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY.

Bila dilihat sekilas, sulit untuk mengenali figur direksi jika dilihat dari pakaiannya. Namun, asal perusahaan para direktur itu justru lebih menonjol, karena dibalik baju-baju sederhana mereka, melekat logo-logo perusahaan seperti Bank Mandiri, Jamsostek, Pegadaian, Timah, maupun Permodalan Nasional Madani.

Semua itu tak lepas dari perintah Dahlan agar semua peserta rapat menggunakan pakaian dinas harian staf masing-masing perusahan. Jadi praktis, tak ada dasi dan jas pada perhelatan kemarin. Presiden pun, juga cukup memakai baju safari di acara tersebut.

“Kalau kami pakai putih celana hitam, ini seragam wajib para mantri BRI, staf pemasaran yang melayani nasabah di pedasaan,” tutur, Djarot Kusumayakti, salah satu Direktur di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Menurutnya, dengan mengenakan baju staf sebenarnya lebih simpel dan leluasa. “Kalau buat saya juga tidak masalah, lebih santai dan jauh dari kesan formal,” tutur Jarot yang di BRI menangani nasabah usaha mikro kecil dan menengah.

Direktur PT Timah Tbk Abrun Abubakar mengenakan kemeja abu-abu dengan logo Timah di dada kanan. Dia mengatakan, pakaian dinas harian memang merupakan instruksi dari Menteri Dahlan.

Sejumlah direksi PT Jamsostek, berkerumun di salah satu sudut lobi. Tampak Dirut Elvyn G. Masassya mengenakan kemeja lengan pendek hijau, warna korporat dari BUMN yang bergerak di perlindungan tenaga kerja tersebut. Demikian juga dengan jajaran direksi PT Bank Mandiri Tbk dengan kemeja biru.

Bagi Dahlan, instruksi dress code bukan tanpa alasan. “Saya minta menggunakan pakaian kerja, karena itu kan rapat kerja. Supaya lebih terasa saja iklim kerjanya. Moto kami kan: kerja, kerja, kerja, jadi lebih mencerminkan korporasi,” tuturnya.

Namun, di luar dress code, sebenarnya banyak hal yang diperoleh dari momentum istimewa rapat kerja BUMN itu. Salah satunya adalah janji Presiden untuk secepatnya mengeluarkan peraturan pemerintah guna mempercepat ekspansi perusahaan.

Selama ini, sejumlah BUMN memang memiliki kendala untuk mengakses pendanaan eksternal karena status perusahaan mereka. Salah satunya adalah perusahaan perkebunan yang hendak dibuatkan sebuah induk untuk memperlincah gerakan bisnis.

Tekad Dahlan untuk menjadikan BUMN sebagai perusahaan yang bersih dan lokomotif pertumbuhan dilakukan dengan mengelompokkan perusahaan pelat merah dalam tiga bagian. Pertama, sebagai penjaga ketahanan nasional. Kedua, mesin pertumbuhan, dan ketiga jagoan internasional.

Bila ada BUMN belum termasuk dalam tiga kelompok tersebut dan menolak dibubarkan, Dahlan menawarkan untuk merger atau dijual kepada investor. Rupanya, sang Menteri ini memang mau yang praktis dan simpel, tidak mau berbelit-belit dalam mengurai persoalan. Di Jogja, ia menunjukkan dengan sepatu yang tertinggal hingga baju staf untuk direksi.

Teruskan Perjuangannya Pak. Kalau emang ga mau di atur ya delete aja BUMN yang ribet. emoticon-Ngakak
bukan pencitraan mudah2an

Ngakak 

sekali lagi ane salut sama Pak DI

semoga makin maju BUMN kita emoticon-I Love Indonesia (S)
pak dahlan ini orang nya simple dan taktis...
dan ane rasa ini bukan pencitraan beliau,..orangnya memang sudah begitu sejak dulu, mau digimanain lagi?..malah ane suka orang seperti ini, yang apa adanya...gak parlente...

sangat berbeda dengan kebanyakan pejabat kita yang parlente (pake jas, dasi, dst itu kan ribet,...ngapain capek2, pake gituan)
Penting ekspresiinya ya I , DI.

Mumpung jadi mentri. emoticon-Cool
ah.. ini orang gag henti hentinya tebar pesona . mau nyalon apa pak DI ?
dulu pak Dahlan kebiasaan/kelakuannya seperti apa sih??

googling emoticon-Ngacir
penasaran jadi kenalan dulu..
moga2 gk pncitraan..., capres alternatif nih..