alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016884749/peraih-piala-citra-sinetron-terbaru
Peraih Piala Citra Sinetron Terbaru
Quote:judul asli : "KPK Vs Polri, SBY Raih 'Piala Citra' Rakyat Dapat Ilusi"

JAKARTA- Kisruh yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri dinilai hanya menjadi tontonan semu bagi rakyat.

Salah satu mantan aktivis Forum Kota (Forkot), Jeppri F Silalahi mengatakan, kasus antara KPK dengan Polri terlihat sangat janggal dan terkesan disutradai jika dilihat dari kronologis yang terjadi sebelumnya.

Kronologis tersebut menurutnya mulai dari pemanggilan Djoko Susilo ke KPK pada tangal 5 Oktober lalu yang disusul pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Kapolri untuk memberi arahan mengatasi perselisihan KPK dan Polri hingga aksi kedatangan Polda Bengkulu ke KPK untuk menjemput penyidik KPK Kompol Novel Baswedan usai pertemuan SBY dengan Kapolri.

"Tentu semua berharap pertemuan SBY dan Kapolri bukan merencanakan pengepungan KPK. Tapi jika yang dibicarakan bukan pengepungan KPK maka seharusnya Kapolri atau setidaknya para perwira yang mengepung KPK diberi sanksi tegas karena pengepungan itu sama saja dengan tidak menghormati pembicaraan Kapolri dengan SBY satu jam sebelumnya, "ujarnya dalam rilis yang diterima Okezone, Kamis (11/10/2012).

Ditambahkan aktivis yang pernah dipenjara di era Presiden Susilo Bambang Yudyonono ini, malam saat pengepungan tersebut hadir pula Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana di KPK yang juga ditemani oleh pimpinan KPK Bambang Widjojanto. Saat itu Bambang menyatakan jika Novel tak bersalah. Padahal publik apalagi Bambang dan Denny tahu jika yang berhak memutuskan tersebut adalah pengadilan dan bukan lembaga seperti KPK.

Selanjutnya, setelah kejadian tersebut maka kronologis di hari berikutnya adalah aksi massa dan sejumlah aktivis untuk menyelamatkan KPK. Aksi massa ini kemudian disambut oleh pidato Presiden SBY yang isinya memutuskan KPK berwenang mengusut kasus simulator SIM tapi kehilangan wewenang mengusut korupsi pengadaan barang lainnya di Polri termasuk kehilangan wewenang mengusut rekening gendut.

"Walau janggal dan seolah ada sutradara, tapi semua pemain bahagia. KPK dapat pembatalan revisi UU KPK, SBY dapat "piala citra", polisi boleh mengusut dirinya,politisi, akademisi, aktivis dan artis dapat panggung dan ironisnya, rakyat cukup dapat ilusi seolah ada pemberantasan korupsi," ujar Jeppri yang juga menjabat fungsionaris DPP PDI Perjuangan.

Kondisi ini lanjutnya berbanding terbalik dengan apa yang terjadi saat rakyat berkonflik dengan pemerintah seperti yang terjadi pada kasus Bima, Tiaka, Mesuji dan lainnya.

"Memang konflik sesama birokrat tak sama dengan konflik antar negara dengan rakyat yang ditindas. Skenario cerdas, tanpa ada pemecatan, tak ada kaca pecah, tak ada luka. Ada pelanggaran hukum namun tak ada yang dipenjara. Semua berbahagia," pungkasnya.

Sementara itu beberapa hari lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memuji isi pidatonya terkait kisruh antara KPK dan Polri.

"Terima kasih atas pujian terhadap pidato semalam. Tentu bila banyak kalangan dan masyarakat memuji substansi pidato tersebut. Beliau dengan rendah hati mengucapkan terima kasih. Sekali lagi terima kasih dan mohon dukungan agar negara kita menjadi lebih baik dan maju," ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha.

Lebih lanjut Julian menjelaskan, Presiden senantiasa mengikuti, menyimak, dan memberikan arahan dan instruksi kepada para menterinya untuk mengambil langkah dalam menyikapi semua isu publik, termasuk perselisihan KPK-Polri.

Quote:-----------------------------------------
sumber : http://news.okezone.com/read/2012/10...at-dapat-ilusi

komen : memang kemarin banyak yang terbuai... jujur ane masih kurang srek kalo kasus besar lain diluar simulator SIM diusut sendiri oleh polisi...
tetapi..oh... tetapi... wasit telah memutuskan.. hanya supporter yang bisa mengubah keadaan.

Spoiler for ilustrasi:
"KPK Sebenarnya Kalah Telak"

Yunisa Herawati - OkezoneSelasa, 09 Oktober 2012 18:12 wib
JAKARTA - Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perihal perseteruan KPK dan Polri mendapat apresiasi dari sebagian besar masyarakat. Akan tetapi, ada juga kalangan yang mengkritisi.

Pendiri LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), Adian Napitupulu, menyampaikan, masyarakat keliru besar bila menilai KPK menang setelah Presiden menyampaikan pidatonya. Pasalnya, isi pidato itu memiliki banyak kejanggalan dan rentan sekali dengan upaya pencitraan SBY.

"KPK sebenarnya kalah telak. Presiden menukar satu kasus dengan kasus korupsi lain yang nilainya jauh lebih besar," ujar Adian di Posko Perjuangan Rakyat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2012).

Adian memaparkan, dalam pidatonya pada Senin malam, Presiden menyampaikan,”Kembali pada isu ini (simulator SIM), tampaknya koordinasi dan sinkronisasi itu tidak berjalan baik. Oleh karena itu solusi yang kita tempuh adalah penanganan korupsi kepada Djoko Susilo ditangani oleh satu lembaga, yaitu KPK."

"Setelah mendengarkan kalimat itu, semua penonton tepuk tangan, tapi mereka melupakan kalimat dalam paragraf selanjutnya," paparnya.

Paragraf selanjutnya yang dimaksud aktivis mahasiswa 98 itu adalah "Tetapi kalau ada kasus pengadaan barang di Polri saya dukung diselesaikan di Polri, saya katakan Polri juga akan melakukan penertiban pengadaan barang di Polri."

"Padahal korupsi terbesar adalah pengadaan barang dan jasa," ingatnya.

Perlu diketahui, sempat beredar kabar bahwa selain mengusut dugaan korupsi proyek pengadaan Simulator SIM, KPK juga tengah membidik kasus lain di kepolisian dengan nominal kerugian negara lebih besar. Kasus yang dibidik berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.
http://news.okezone.com/read/2012/10...ya-kalah-telak
"Quote:Padahal korupsi terbesar adalah pengadaan barang dan jasa," ingatnya.

Perlu diketahui, sempat beredar kabar bahwa selain mengusut dugaan korupsi proyek pengadaan Simulator SIM, KPK juga tengah membidik kasus lain di kepolisian dengan nominal kerugian negara lebih besar. Kasus yang dibidik berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.


wuih cuy, kebayang kalo itu sampe dibongkar, bisa abis keseret semua pati polri.
ga usah semua deh, coba bongkar pengadaan kendaraan (roda 4, roda 2, kapal cepat, dll) di polri, itukan dari dulu yg menang itu2 aja orangnya, om H****
berapa banyak kapolri yg nikmatin kucuran duit dari doi. semua merk kendaraan kalo mau masuk ke polri ya harus lewat dia.
udah ah, isu sensitif emoticon-Stick Out Tongue

emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
wuih..mo ada sinetron barjas emoticon-Big Grin

mo sinetron..mo piala citra....yang penting tiap pagi bacaan di koran beda terus wkwwkww

masih mending sinetron..tau endingnya...ni kadang ceritanya gak jelas, ilang tengah jalan...penonton kuciwa..
penumpang gelap...awas penumpang gelap....emoticon-I Love Indonesia (S)
usul ke pemerintah..,,,kalo moratorium pengangkatan PNS dicabut,,buka lowongan PNS untuk formasi "provokator,...atau "korlap demo"..jadi agak berkurang tuh demo-demo gak jelas...emoticon-Ngakak
rakyat, duduk yg rapih.. nonton dagelannya.. emoticon-Army (S)
ada udang dibalik bakwan ternyata
harus terus dipantau nih
×