alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016882425/wall-street-journal-media-sosial-kaskus-top-markotov-pilihan-utama-parpol-2014
[Wall Street Journal] Media Sosial KASKUS Top Markotov, Pilihan Utama Parpol 2014?
10 Start-up Teratas Indonesia
9. October 2012, 10:25:46 SGT
oleh Shibani Mahtani

Indonesia semakin dianggap penting oleh perusahaan teknologi kelas kakap dunia. Menurut data dari perusahaan riset IDC, Indonesia memiliki lebih dari 30 juta pengguna Internet. Sementara Nielsen mencatat penetrasi pengguna telepon seluler mencapai 78%. Indonesia adalah pasar utama bagi situs media sosial seperti Facebook, Twitter, dan YouTube. Bahkan, Google membuka kantor perwakilan di Jakarta Maret tahun lalu. Perusahaan start-up garasi yang berfokus pada isu teknologi mencoba mencuri potensi besar di pasar domestik dengan meluncurkan berbagai produk seperti portal e-commerce dan laman agregasi berita. WSJ melakukan survei informal atas perusahaan start-up papan atas berdasarkan wawancara dengan pemerhati serta investor di bidang teknologi. Sejumlah perusahaan dimasukkan ke dalam daftar karena mampu menyiasati problem pendanaan. Sebagian perusahaan yang lain memiliki potensi menarik pengguna serta penanam modal baru di masa mendatang.

1. Kaskus

[Wall Street Journal] Media Sosial KASKUS Top Markotov, Pilihan Utama Parpol 2014?

Ide di balik pendirian Kaskus amat sederhana: komunitas online yang disesaki forum dan iklan baris. Diluncurkan oleh tiga mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di Amerika Serikat (AS) saat mereka kangen rumah serta ingin menciptakan komunitas bagi pelajar Indonesia di AS. Kaskus lolos dari bubble yang mendera bisnis dotcom serta gesekan dari berbagai pemain baru.

Kaskus termasuk satu dari 10 situs yang paling sering dikunjungi di Indonesia dengan lebih dari dua juta anggota. Kaskus mampu membuat betah pelanggannya dengan menawarkan forum jual-beli yang tercatat memiliki traffic tertinggi di tanah air, bersaing dengan situs popular lainnya seperti Facebook. Situs ini bekerja sama dengan Unicef dalam mengampanyekan isu-isu anak seperti gizi, pendidikan, dan sosialisasi hak-hak anak.

Pada 2011, Kaskus bermitra dengan Global Digital Prima Venture, firma venture capital yang dikepalai bos Grup Djarum, miliuner Martin B. Hartono. Kaskus berencana memperluas pasar dengan meluncurkan KasPay atau sistem pembayaran online, serta plat form iklan KasAd. Lainnya adalah:
  1. Kaskus
  2. Blibli
  3. [URL="http://www.detik..com/"]Detik[/URL]
  4. Barito Labs & Ice HouseValadoo
  5. Valadoo
  6. Harpoen
  7. TeknoUp/TeknoUp Store
  8. Urbanesia
  9. Ngomik
  10. Dwarapala

http://indo.wsj.com/posts/2012/10/09...tas-indonesia/


Media Sosial, Jurus Murah Kampanye Politik
Lebih dari soal kampanye hitam, media sosial jadi resep untuk menang.
Jum'at, 20 Juli 2012, 22:25 WIB

[Wall Street Journal] Media Sosial KASKUS Top Markotov, Pilihan Utama Parpol 2014?

[Wall Street Journal] Media Sosial KASKUS Top Markotov, Pilihan Utama Parpol 2014?

VIVAnews– Ada resep jitu untuk menang Pemilu. Jika Anda kandidat, upayakan nama Anda kerap dipercakapkan di Twitter, Facebook dan Youtube. Maka, besar kemungkinan Anda bertengger jadi juara. Temuan itu diungkapkan Enda Nasution, Direktur Pelaksana salingsilang.com, saat mengulik hubungan media sosial dan hasil Pilkada DKI putaran pertama 9 Juli 2012 lalu. Para kandidat DKI-1 yang paling banyak diperbincangkan di media sosial, rupanya keluar menjadi pemenang putaran pertama. “Cukup surprise. Setelah Pilkada selesai, kami mengumpulkan data dari April sampai Juli 2012. Ada beberapa temuan mirip hasil quick count,” kata Enda kepada VIVAnews, Rabu 18 Juli 2012.

Korelasi positif dan tingkat akurasi percakapan di media sosial dengan hasil quick count aneka lembaga survei itu ditemukan bukan pada volume percakapan soal si calon gubernur. Tapi pada jumlah orang yang mempercakapkan si calon. "Volume percakapan mengenai kandidat tertentu bisa jadi indikator kepopuleran. Tapi tidak peduli ada banyak percakapan, kalau orang yang membicarakan si kandidat itu-itu juga, ya tidak berpengaruh,” kata Enda.

Lewat media sosial, dia menjelaskan, bisa dihitung jumlah orang yang bercakap-cakap mengenai tiap calon gubernur, dan wakil gubernur DKI Jakarta. Enda lalu memaparkan temuan timnya. Cagub-cawagub DKI Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) menempati peringkat teratas dalam volume percakapan maupun kuantitas orang yang membicarakannya di media sosial. Pada April 2012 misalnya, Jokowi-Ahok rata-rata didukung 2.715 tweeps. Sementara peringkat kedua, ditempati cagub incumbent Fauzi Bowo bersama pasangannya Nachrowi Ramli. Dukungan buat mereka 1.642 tweeps per hari.

Suara rakyat

Riset mirip Salingsilang.com juga dilakukan PoliticaWave, lembaga pemantau media sosial. Hasilnya pun tak jauh berbeda. Lembaga itu menyatakan, aktivitas di jejaring sosial dapat memetakan siapa calon gubernur yang nantinya memenangi Pilkada. Pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, tesis itu terbukti. “Survei popularitas cagub di media sosial ini dapat merefleksikan suara masyarakat. Dengan kata lain, suara rakyat tercermin di media sosial,” kata Direktur PoliticaWave, Yose Rizal.

Dalam survei PoliticaWave di enam media dan jejaring sosial – Twitter, Facebook, blog, forum online, berita online, dan YouTube, Jokowi-Ahok menjadi kandidat paling sering disebut menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran pertama. Sementara, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli ada di urutan kedua. Urutan berikutnya berturut-turut ditempati Faisal Basri-Biem Benjamin, Alex Noerdin-Nono Sampono, Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini, dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patri.

PoliticaWave memantau dukungan publik di Pilkada DKI itu sejak 1 Mei 2012. Pengukuran tak hanya kuantitatif, tetapi juga kualitatif. “Kami analisis makna percakapan yang terjadi, apakah mendukung atau kontra terhadap kandidat. Lalu apakah bernada sentimen positif, negatif, atau netral,” ujar Yose. Kini para pengguna media sosial juga tak melulu kelas menengah ke atas. Kalangan menengah ke bawah juga menyasar dunia ini. “Pengguna internet sudah melebar dengan adanya smartphone dengan harga terjangkau. Pulsa unlimited juga turut meningkatkan pengguna internet,” kata Yose.

Praktisi media sosial Arif Zulkifli menyimpulkan, temuan PoliticaWave itu mematahkan tiga asumsi yang berlaku selama ini. Pertama, Twitter adalah dunia chaos, dan tak terkontrol. Kedua, Twitter adalah milik kelas menengah pengguna smartphone. Ketiga, twitter adalah media dengan pola yang tidak dapat dibaca.

Efek dahsyat

Pasangan kandidat Jokowi-Ahok, sejak awal mengaku tak punya dompet yang buncit untuk berkampanye. “Pak Jokowi tak mungkin pasang iklan di televisi. Biaya kampanye kami terbatas,” kata Sekretaris Tim Pemenangan dan Penggalangan Relawan Jokowi-Ahok, Yuke Yurike. Jurus lebih murah pun dipakai. Mereka turun ke bawah, ke rakyat, dan juga promosi lewat media sosial. Kampanye simpatik lewat media sosial pun dilancarkan. Ini rupanya lebih efisien dari media konvensional. Yuke berkisah, betapa sulit mereka “menembus” media konvensional. “Kami adakan konferensi pers, dan kami sebarkan rilis pers, tapi hanya sedikit media yang memuatnya,” ujar Yuke. Mentok di media umum, tim sukses Jokowi-Ahok membetot kampanye di media sosial. Sambutan rupanya positif. “Awalnya mengalir saja. Kebetulan di media sosial banyak simpatisan, bahkan dari Kaskusers,” kata Yuke.

Para simpatisan Jokowi-Ahok itu awalnya tersebar acak, dan tak terkoordinir. “Tapi pelan-pelan di Twitter kami telusuri polanya. Kami akhirnya hafal pendukung mana yang berasal dari tim resmi, atau relawan,” Yuke melanjutkan. Dari situ, mereka merapatkan barisan lewat “kopi darat”. “Akhirnya kami semua bergabung. Perjuangan memenangkan Jokowi-Ahok pun jadi lebih enak”. Cara itu juga lebih hemat ongkos. Meski begitu, tim sukses Jokowi-Ahok mengaku tak punya “brigade” khusus di media sosial. “Kami ramai-ramai saja, bersama-sama. Tak ada tim khusus,” kata Yuke. Kegiatan Jokowi, dia menambahkan, banyak di-retwit orang secara sukarela. Lalu, apa kesimpulan Yuke? “Dahsyat. Semua tidak sia-sia,” ujarnya. Dia mengatakan, kampanye itu efektif karena orang-orang di Jakarta melek teknologi. Mereka bisa akses informasi lewat BlackBerry atau smartphone. Hasilnya, Jokowi-Ahok memang jadi juara di putaran pertama.
http://sorot.news.viva.co.id/news/re...mpanye-politik

---------------

Ini berita gembira bagi @TS yang suka analisa politik dan suka memposting di BP ... emoticon-Big Grin

Ngakak 

wah semakin mantap aja kaskus emoticon-Add Friend (S)

btw sistem kaspay tuh gmn yah emoticon-Big Grin
wiiiihh mantappp... kaskus no.1. emoticon-I Love Kaskus
dari bocah, tukang jaga warnet, sampe dokter, insinyur jg ngaskus yah gan emoticon-Recommended Seller
Quote:Original Posted By andrzkaskus
wiiiihh mantappp... kaskus no.1. emoticon-I Love Kaskus
dari bocah, tukang jaga warnet, sampe dokter, insinyur jg ngaskus yah gan emoticon-Recommended Seller


bener banget, ane salah satunya tuh!
ane juga banyak kebantu, untuk tambah pengetahuan dan pas butuh2 barang
Quote:Original Posted By andrzkaskus
wiiiihh mantappp... kaskus no.1. emoticon-I Love Kaskus
dari bocah, tukang jaga warnet, sampe dokter, insinyur jg ngaskus yah gan emoticon-Recommended Seller


Iye gan, gak membedakan usia dan pekerjaan. Abis itu bisa nyari duit sama nyari lowongan kerja emoticon-2 Jempol
di pemilukada kemaren, kaskus jd ajang 'perang pencitraan' antara pasukan nasi bungkus dgn jokowi-fanboy

emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
buru2 deh parpol2 dan para capres buat ID di Kaskus.
tapi2 siap2 aja dibata ya emoticon-Ngakak (S)
siap2x si mimin tambah kaya raya
dan user harus beli obat mata karena sepet liat warna warni seperti periode kemarin
Emang kok, yg mantau kan dari kalangan OP Warnet sampe Anggota Hewan emoticon-Embarrassment...
Aparat pun lumayan banyak. Beberapa isu JLC dan isu nasional pun pernah berawal dari sini kaya Sinta Jojo keong racun .....

Karna ga ada copyright, kadang celetukan newbie jg sembarangan di pake di JLC noh emoticon-Blue Guy Bata (S)
okeh banged nih kaskus emoticon-thumbsup


satu dua tiga empat lima pibot jangan usil
PKS bakal kalah telak dong emoticon-Big Grin
wah pantes skrg kaskus lagi bebenah emoticon-Embarrassment
widih kaskus makin memboming neh bakal jadi santapan buat beriklan 2thumbup


emoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Loversemoticon-Kaskus Lovers
emoticon-2 Jempol semoga kaskus makin besar \temoticon-I Love Kaskus \temoticon-I Love Indonesia
Ane benar-benar bangga sama kaskus gan

bikinan anak Indonesia tapi kualitasnya ga kalah sama sosmed terkemuka lainnya..

maju terus kaskus.... !!!

emoticon-I Love Kaskus emoticon-I Love Kaskus emoticon-I Love Kaskus emoticon-I Love Kaskus emoticon-I Love Kaskus
bisa dibayangkan, Kaskus ditongkrongi minimal 5 BP-ers perparpol. Padahal ada sekitar 30-an parpol yang akan ikut Pemilu.

Kalau Jokowi fans boys vs Foke Fans boy aja sudah ribet,
apalagi kala 30 parpol perang di BP


emoticon-Angkat Beer
bisa dibayangkan, Kaskus ditongkrongi minimal 5 BP-ers perparpol. Padahal ada sekitar 30-an parpol yang akan ikut Pemilu.

Kalau Jokowi fans boys vs Foke Fans boy aja sudah ribet,
apalagi kala 30 parpol perang di BP




saran saya ke mimin, sebaiknya saat musim kampanye 2014 kelak, yang boleh posting thread berita hanya yang sudah berpangkat "kaskus addict" aja.
Nubie diharomkam bikin thread, hanya boleh komentar minimal 3 baris.



emoticon-Angkat Beer
Kemarin baru baca ni artikel. Mantap Kaskus
ya monggo, silahkan saja jadi tempat tebar pesona...
kaskuser sini cerdas-cerdas kok, tahu mana yg harus didukung atau dijatuhkan emoticon-Big Grin
kalau kaspay udah implemented, gimana nasib para rekber?