alexa-tracking

Korban: Penembaknya Anak Buah Novel

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016881759/korban-penembaknya-anak-buah-novel
Korban: Penembaknya Anak Buah Novel
Korban: Penembaknya Anak Buah Novel

Korban: Penembaknya Anak Buah Novel
Polda Bengkulu Olah TKP

Quote:

BENGKULU- Kasus penembakan 6 tersangka pencurian sarang burung walet yang menyeret-nyeret penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kompol Novel, mulai menemukan titik terang. Menurut pengakuan 2 korban luka tembak, Erwansyah Siregar dan Dedi Mulyadi, yang membawa dan mengeksekusi mereka ke Pantai Panjang ketika itu adalah anggota saja atau anak buah Novel.

Menurut Erwansyah Siregar, pada saat itu mereka tidak melihat keberadaan Novel Baswedan di lokasi. Yang ada hanya anggota saja. "Dalam keadaan kurang tenaga, di tempat penembakan kami tidak melihat adanya Novel Baswedan, tapi yang kami tahu itu hanya anggota Kepolisian saja," ungkap Erwansyah kepada wartawan saat ikut dibawa ke TKP penembakan di Pantai Panjang.

Saat diwawancarai, Erwansyah dan Dedi Mulyadi tetap berada di dalam mobil dengan kaca jendela mobil dibuka. Namun keduanya tidak turun dari mobil.

Pengakuan korban penembakan ini memiliki kesamaan dengan pengakuan Novel Baswedan kepada pimpinan KPK. Menurut salah satu pimpinan KPK, Bambang Wijoyanto, Novel mengaku tidak berada di lokasi pada saat penganiayaan dan penembakan berlangsung. Namun versi polisi, penembakan tersebut atas perintah Novel Baswedan yang saat itu menjabat Kasat Serse Polres Bengkulu.

Karena Novel tidak berada di lokasi, maka yang melakukan penembakan diperkirakan adalah para anak buah Novel. Pengakuan lain yang disampaikan Erwansyah Siregar adalah, sebelum ditembak mereka berenam sempat dipukul oleh polisi di Mapolres dan di Pantai Panjang.

Pantauan Rakyat Bengkulu Bengkulu (Grup JPNN), kedua korban penembakan ikut dibawa ke TKP penembakan. Namun selama berada di TKP, keduanya hanya hanya berada dalam kendaraan jenis Toyota Kijang Innova berwarna Silver Nopol B 8473 GJ.

"Kami tidak dipukuli massa, kami hanya dipukuli oleh polisi. Novel saat itu tidak berada di lokasi, hanya anggota polisi biasa. Kalau ada yang mengatakan itu dikeroyok oleh massa, itu bohong," terang Erwansyah Siregar didampingi Dedi Mulyadi saat berada dalam kendaraan.

Polisi Oleh TKP

Erwansyah Siregar dan Dedi Mulyadi kemarin (10/10) dibawa ke TKP Pantai Panjang oleh tim Inafis dipimpin langsung Wadir Reskrimum Polda Bengkulu, AKBP Thien Tabero. TKP masih termasuk dalam wilayah Taman Wisata Alam (TWA).

Dalam kesempatan itu, polisi juga melakukan olah TKP dan sempat memasang police line (garis polisi). Sejumlah anggota polisi didampingi pihak Brimob terlihat mencari bekas proyektil di lokasi. Namun hasilnya nihil. Tak satupun bekas proyektil ditemukan di lokasi tersebut. Maklum saja, peristiwa penembakan itu terjadi 8 tahun lalu.

Wadir Rskrimmum Polda Bengkulu AKBP Thien Tabero enggan memberi keterangan kepada wartawan terkait oleh TKP kemarin. Setelah sekitar 2 jam berada di lokasi, dari pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB, Wadir Reskrimum langsung menuju kendaraan pribadinya dan meninggalkan lokasi.

Di tempat terpisah, menanggapi olah TKP di Pantai Panjang, Kapolda Bengkulu Brigjend Pol Drs. A.J Benny Mokalu, SH menegaskan apa yang dilakukan tim identifikasi Polda Bengkulu dan tim gegana Brimob Bengkulu di TKP hanyalah patroli rutin saja.

Diungkapkan Benny -sapaan akrab Kapolda-, kegiatan polisi di Pantai Panjang kemarin hanya menjaga TKP. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan merupakan tindak lanjut untuk terus mengusut kasus Iptu Novel yang dinyatakan sebagai tersangka oleh Polda Bengkulu terkait dugaan penembakan keenam tersangka pencuri sarang burung walet Februari 2004 lalu.

"Kegiatan di Pantai itu kan patroli rutin dan menjaga TKP. Menjaga TKP itu bukan berarti kita selalu tegak berdiri menjaga, yang penting kita merasa TKP tersebut aman," kata Benny saat ditemui wartawan kemarin.

Kapolda menegaskan, pihaknya akan mematuhi keputusan Presiden Sosilo Bambang Yudoyono (SBY) untuk menunda penyidikan sampai menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penangkapan terhadap Novel Baswedan. "Kegiatan di Pantai Panjang tersebut bukan tindaklanjut dari kasus Novel. Kan sesuai dengan perintah pak presiden, suasana kebatinan itu, kita harus mentaati perintah loh," ujar Benny.

Disisi lain, terkait sanksi teguran dari Mabes Polri, Benny mengaku belum menerima pemberitahuan. "Kapolda apa Polda Bengkulu?," ujar Benny balik bertanya. "Kami belum mendapatkan pemberitahuan tersebut," singkat Benny.. (ons/zie)

http://www.jpnn.com/read/2012/10/11/...ak-Buah-Novel-


Nah, kalau kesaksian ini benar maka sudah seharusnya Kapolda Bengkulu dan jajaran nya yg hendak main tangkap saja haruslah ditindak tegas, kalau tidak ingin rasa curiga terhadap kepolisian berkembang negatif di masyarakat
delapan tahun udah lewat misih nyari proyektil ?

nggak sekalian nyari harta karun Majapahit aja pak pol ?

emoticon-Nohope
jago ngelawan juga ya polisi...

kalo mau proses itu 8 tahun lalu...bukan sekarang
kalo emang tu benar, harusnya semua terlibat ditangkap. Biar adil. Jgn komandan doank.
Polisi : hukum harus ditegakkan!!! (sambil membuka berkas berkas lama yang sudah berdebu dan sebagian udah dimakan tikus)
kasus penembakan salah sasaran/target banyak terjadi... dan juga tidak terungkap!

keluarga korban paling juga mengiklaskan... alasan polisi... menjalankan tugas!


jika semua di proses... penuh tuh tahanan Provost!
kalo ga salah dulu ada beritanya kan.
anak buahnya yg nembak.
terus si novel yg merasa komandannya bilang kalau dia saja yang tanggung jawab.

sekarang ko jadi di kriminalisasi.
setelah 8 tahun pula.

kalau emang salah harus berani tanggung jawab dong.
tapi kalau ga salah, malah diperalat gini gimana?
dopost.. inet lemot. sory vbot emoticon-Hammer
gw kyk nya sering nonton CSI kali yah, sampe ngerti bahwa 8 tahun udah bukan waktu yang tepat untuk nyari proyektil di tempat umum emoticon-Smilie

AMAZING SEKALI POLRI KITA !!!

NGELES MULU emoticon-Smilie
Kalau mau fair, semua petugas polisi yang menangani kasus penembakan yang terjadi delapan tahun lalu harus ditahan. Alasannya, mereka tidak menyelesaikan tugas secara profesional. Dan kalau ini terjadi, mengacu pada prinsip anak buah salah maka pemimpin juga harus bertanggung jawab, kapolda waktu itu juga harus ditangkap. Kemudian kepolda penggantinya pun harus ditahan karena tidak menyelesaikan tunggakan kasus. Ingat, delapan tahun itu waktu yang lama. Kalau saksi ada, barang bukti ada, dan TKP sudah jelas, mengapa harus sampai delapan tahun untuk mengurusnya? Apa yang dilakukan polisi selama kurun waktu tersebut?
harusnya peristiwa blunder ini dicatat dalam sejarah..haha
koplaknya tingkat dewaemoticon-Blue Guy Peace..

cmiiw
- "Penjemputan" novel dilakukan malam hari.

- Novel menyebut sebelum penjemputan sudah mengetahui bakal dijemput, mungkinkah KPK tidak tahu perihal penjemputan, padahal saat jumpa pers dari utusan polda menyebut untuk "koordinasi" saja.

- Kapolri tidak tahu-menahu tentang penjemputan ini.

- Kasus sejak 8 tahun baru diusut lagi?

- Penyidik KPK dari Polri pernah dinyatakan pilihan terbaik dari Polri, mungkinkah orang pilihan bisa tersangkut kasus? Begitu teledornya Polri kah?

- Kapolri menyatakan telah menegur Kapolda namun Kapolda menyebut tidak menerima teguran.

- Penjemputan bisa bertepatan saat KPK menyidik Djoko Susilo.

- Memang kalau anak buah yang melakukan kekerasan, pimpinan lah yang bertanggung jawab, tapi kenapa di konpres disebut Novel yang menembak?

- Adakah hubungan khusus antara Djoko susilo dengan Kapolda bengkulu?

selama masuk polisi butuh uang ratusan juta...

selama korupsi / suap berjamaah polisi2 di pembuatan SIM masih ada...

selama itulah polisi akan terus mencari kekayaan pribadi...


semoga Polisi2 yg benar2 bersih mampu merasakan kenyataan ini, dan berbuat yg terbaik untuk negara...


USUT KASUS SIMULATOR SIM...

DAN JENDRAL2 BEREKENING GENDUT...
Quote:Original Posted By O*o*N
gw kyk nya sering nonton CSI kali yah, sampe ngerti bahwa 8 tahun udah bukan waktu yang tepat untuk nyari proyektil di tempat umum emoticon-Smilie

AMAZING SEKALI POLRI KITA !!!

NGELES MULU emoticon-Smilie


he he he emang bisa ya gan otak cetek kayak mereka niru CSI? dikasih alat alat canggih paling juga melongo emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By polisikeren
Polisi : hukum harus ditegakkan!!! (sambil membuka berkas berkas lama yang sudah berdebu dan sebagian udah dimakan tikus)


di mulai dari kasus 98 ? blm kadaluarsa kan?

itu kasus pembunuhan oleh ryan jombang, sebelum terungkap ryan yg membunuh kan sudah ada tersangka lain yg di jadiin "kambing hitam" bahkan sudah menjalani pidana
Quote:Original Posted By polisikeren
Polisi : hukum harus ditegakkan!!! (sambil membuka berkas berkas lama yang sudah berdebu dan sebagian udah dimakan tikus)



sambil koleksi lembaran berwarna di kertas ujian SIM emoticon-I Love Indonesia (S)
Ini gw rasa POLISI Pinter maen SINETRON juga... belaga banyak kerjaan... aduk aduk pasir pantai yang udah 8 taon....

Ga sekalian aja.. panggil noh para master di FORSUP... sapa tau ada keris yg muncul di pohon kelapa...

Pengen gw lempar tabung gas 10000 KG rasanya tuh para Polisi tolol bego goblok di Pantai itu ....

Itu namanya.. udah ampir ketauan jadi maling.. sok sok suci sok sok meneliti TKP biar ga keliatan belangnya atawa kejahatan tolol nyaa

Kasus gini mah.. kalo ga ada PESENAN DARI MARKAS JAKARTA.. ga mungkin muncul.... Yakin banget gw..
busyet.. bisa makin jelek aja citra polisi...
Quote:Original Posted By sintenremen
delapan tahun udah lewat misih nyari proyektil ?

nggak sekalian nyari harta karun Majapahit aja pak pol ?

emoticon-Nohope


tau nih asli gw ngakak baca berita polisi menyisir TKP, ini mah hampir 11-12 sama FPI emoticon-Big Grin pake bawa detektor logam segala wakakakakakak paling dapet duit cepean ama seceng dan bwakakkakka emoticon-Big Grin
biar dikata ada kasus nih novel ada kerjaan
Korban: Penembaknya Anak Buah Novel
negara ini memang kaya dagelan...rakyatnya dilakukan seperti orang bodoh..emang kita harus akui tingkat pendidikan dinegara ini masih rendah..tapi ya ga segitu2 nya juga kalee..
masa dibodohin kaya cara bodoh2in anak TK