alexa-tracking

Kontras: Protes FPI Terkait Ahok Berlebihan & Memperlambat Proses Demokrasi di JKT

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016865861/kontras-protes-fpi-terkait-ahok-berlebihan-amp-memperlambat-proses-demokrasi-di-jkt
Thumbs up 
Kontras: Protes FPI Terkait Ahok Berlebihan & Memperlambat Proses Demokrasi di JKT
Kontras: Protes FPI Terkait Ahok Berlebihan
Itu hanya upaya memperlambat proses demokrasi yang terjadi di Jakarta.

Selasa, 9 Oktober 2012, 15:48 Desy Afrianti, Luqman Rimadi

VIVAnews - Aktivis Kontras Usman Hamid menilai protes Front Pembela Islam (FPI) yang mendesak penundaan pelantikan Jokowi-Ahok sebagai pasangan gubernur DKI Jakarta hanya upaya memperlambat proses demokrasi yang terjadi di Jakarta.

FPI meminta pelantikan ditunda lantaran ada tujuh tugas Basuki alias Ahok sebagai wakil gubernur terpilih, yang menaungi lembaga keagamaan (Islam).

"Masyarakat kita sudah cerdas dan makin rasional dalam berpolitik. Cara seperti itu hanya berkutat dalam perbedaan agama, saya kira kita hanya membuang peluang untuk membangun Jakarta ke arah yang positif," ujar Usman Hamid dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Selasa 9 Oktober 2012.

Menurut Usman, protes yang disampaikan oleh ormas Islam tersebut dianggap berlebihan, sebab masalah Ahok hanya menyangkut administrasi yang bersifat struktural.

"Ini kan masalah teknis aja, bisa saja secara teknis administratif nanti Jokowi langsung yang menjadi pembinanya. Jangan kemudian ini dijadikan kesempatan untuk menghambat-hambat," kata Usman.

Walaupun Ahok yang akan menjadi wakil gubernur namun jabatan ex officio tersebut tidak menjadi kewajibannya.

"Yang jadi masalah bukan Ahok-nya, tapi jabatannya. Kewajiban yang ada pada wagub adalah kewajiban jabatan, bukan kewajiban Ahok, bahwa Ahok sebagai orang yang diberi amanah iya, jadi ini bisa dimusyawarahkan," katanya.

Usman sendiri mengaku tidak terlalu mempermasalahkan bila jabatan di lembaga keislaman tersebut tetap dijabat oleh Ahok.

"Ahok beriman atau tidak beriman saya kira sekarang kita tidak ada pada era seperti itu. Misalnya saya sebagai seorang muslim, saya percaya bahwa yang disebut sebagai orang beriman itu ada 3 kriterianya percaya kepada tuhan, percaya kepada hari akhir dan berbuat baik," kata Usman.

"Janganlah kita terus mempersoalkan ini lagi, kemarin kita sudah bebas dari praktik politik SARA, sekarang masa mau diulangi lagi," lanjutnya. (umi)

SUMBER

Usman Hamid: FPI Harus Bisa Hargai Perbedaan
Penulis : Kurnia Sari Aziza | Selasa, 9 Oktober 2012 | 18:12 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, menilai tuntutan Front Pembela Islam untuk menunda pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta hanya terkait permasalahan administratif. Ia berharap desakan FPI itu tidak sampai menghambat pelantikan gubernur baru.

"Saya kira masyarakat kita sudah semakin cerdas dan makin rasional dalam berpolitik. Cara-cara tuntutan seperti itu silakan saja. Tetapi apabila kita hanya berkutat dalam perbedaan agama, saya kira kita bisa saja membuang peluang-peluang untuk membangun Jakarta ke arah yang lebih positif," kata Usman di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa, (9/10/2012).

Tuntutan FPI kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI itu terkait jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan jabatan ex officio dalam sejumlah lembaga keislaman. Menurut FPI, Wagub DKI Jakarta terpilih Basuki Tjahaja Purnama tidak tepat menduduki jabatan-jabatan keislaman itu sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya soal jabatan Wakil Gubernur Jakarta.

FPI mendesak pimpinan DPRD DKI Jakarta untuk menunda pelantikan tersebut sebelum ada pencabutan semua peraturan perundangan dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengatur jabatan ex officio Wagub DKI. FPI juga mendesak DPRD DKI membuat peraturan daerah mengenai larangan bagi non muslim untuk memegang jabatan dalam lembaga Islam yang berada di bawah Pemprov DKI.

"Saya kira itu soal administratif saja, Jokowi (gubernur terpilih Joko Widodo, red) bisa ambil alih tugas itu. Yang jadi masalah bukan Ahok-nya, tapi jabatannya. Kewajiban yang ada pada Wagub adalah kewajiban jabatan, bukan kewajiban Ahok bahwa Ahok sebagai orang yang diberi amanah," kata Usman.

Usman berpendapat, FPI harus bisa belajar menghargai perbedaan, terutama di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. "Saya kira itu bisa dibicarakan. Menurut saya, kita harus belajar mulai terbiasa menerima perbedaan," katanya.

Ia juga mengimbau agar warga Jakarta tidak lagi membawa isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) ke muka publik. Cukuplah sudah isu SARA bergulir pada pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI, Endah S Pardjoko, mengatakan apabila tuntutan FPI adalah meminta pencabutan semua peraturan perundangan terkait masalah tersebut, pihaknya tidak bisa menyanggupi. Begitu pula dengan permintaan penundaan pelantikan kepala daerah terpilih hingga ada kepastian perubahan aturan terkait masalah tersebut. Ia menilai hal itu tak mungkin dilakukan mengingat saat ini Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta sebagai Pelaksana Tugas Harian (Plh) Gubernur DKI tak bisa mengeluarkan keputusan strategis.

"Buat kami tuntutan ini normatif. Posisi Pak Ahok sebagai wagub, bisa digantikan dengan Sekda atau langsung oleh Gubernur. Jadi kalau diminta sebelum pelantikan harus ada konsensusnya, Komisi A cuma bisa memberikan rekomendasinya kepada Kesbang Pemprov DKI," kata Endah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa.

SUMBER
Kali ini perkataannya benar2 mengena banget. emoticon-Malu
apakah ormas ini akan bungkam mulutnya klo disumpel duit emoticon-Shutup kok mirip kek partai yang itu tuh yang koar2 tolak kenaikan harga bbm tapi masih dalam koalisi
FPI Diminta untuk Belajar UU Ketatanegaraan
Angkasa Yudhistira - Okezone
Rabu, 10 Oktober 2012 08:07 wib wib

Kontras: Protes FPI Terkait Ahok Berlebihan & Memperlambat Proses Demokrasi di JKT

JAKARTA - Kordianator Gersakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi menilai aksi yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) di gedung Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dengan menuntut jabatan ex officio yang diemban Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Basuki T Purnama (Ahok) terlalu mengada-ada.

Jabatan ex offico yang diemban Wakil Gubernur antara lain, Badan Pembina Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Quran, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran, Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh, Badan Pembina Perpustakaan Masjid Indonesia, dan Badan Pembina Koordinasi Dakwah Islam.

Adhie yang juga mantan juru bicara presiden era Abdurrahman Wahid ini menilai, jabatan ex officio hanyalah jabatan administratif yang bisa di limpahkan. Adhie menambahkan, tidak mungkin seorang Ahok yang non muslim untuk memimpin umat Islam.

"Kepemimpinan demokrasi itu kepimpinan kolektif, Ahok ini tidak mungkin memipin orang Islam, dia hanya administrasi saja, tidak mungkin Ahok yang non muslim memimpin orang islam, dibelakangnya kan masih banyak yang mampu menggantikan," ungkap Adhie seusai acara peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur di Condet, Jakarta Timur, Selasa malam (9/10.2012).

Adhie menyarankan agar FPI dapat mempelajari tentang Undang-Undang ketatanegaraan, "Ini terlalu mengada-ada, FPI harus lebih belajar lagi undang-undang ke tata negaraan," tandasnya.

Menyangkut soal aski FPI yang kerap kali bertindak anarkis, Adhie tetap tidak setuju bila FPI di bubarkan. "FPI kan hanya organisasi, yang salah kan tindakannya, jadi yang perlu di tegakkan itu tindakan dari aparat kepolisian, sejauh mana mereka menegakkan hukum,"
pungkasnya.

Sebelumnya Ratusan anggota FPI mendatangi Gedung DPRD DKI Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Mereka menuntut pelantikan Wakil Gubernur DKI terpilih, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditunda. FPI beralasan terdapat 12 jabatan ex officio yang akan dijabat oleh Wakil Gubernur langsung yang terkait dengan umat Islam.

Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok santai menanggapi aksi FPI tersebut "Saya sih ikutin aturan saja, semua aturan ada sesuai konstitusi saja," ujar Ahok, Selasa 9 Oktober.

Menurut Ahok, dirinya akan bisa lebih fokus mengerjakan tugas sebagai wakil gubernur yang lainnya karena ada beberapa jabatannya yang akan direvisi oleh DPRD DKI. "Semakin wewenang kurang, saya semakin senang, bisa kerjakan yang lain," singkat Ahok.

(ydh)

http://jakarta.okezone.com/read/2012...ketatanegaraan

Quote:
Kordianator Gersakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi menilai aksi yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) di gedung Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dengan menuntut jabatan ex officio yang diemban Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Basuki T Purnama (Ahok) terlalu mengada-ada.


kayaknya lebih seperti usaha FPI untuk mencarikan masalah buat orang lain yah gan emoticon-Hammer2

Quote:
Adhie menyarankan agar FPI dapat mempelajari tentang Undang-Undang ketatanegaraan, "Ini terlalu mengada-ada, FPI harus lebih belajar lagi undang-undang ke tata negaraan," tandasnya.


itu bisa saja, kalau FPI mau bernegara bersama dalam ke Bhinekaan dengan damai dan mengakui dasar dan hukum NKRI emoticon-Mewek

Quote:
Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok santai menanggapi aksi FPI tersebut "Saya sih ikutin aturan saja, semua aturan ada sesuai konstitusi saja," ujar Ahok, Selasa 9 Oktober.

Menurut Ahok, dirinya akan bisa lebih fokus mengerjakan tugas sebagai wakil gubernur yang lainnya karena ada beberapa jabatannya yang akan direvisi oleh DPRD DKI. "Semakin wewenang kurang, saya semakin senang, bisa kerjakan yang lain," singkat Ahok.


kalau ini tanggapan Ahok gan emoticon-Matabelo
Katanya:
demokrasi itu haram...tapi nyuruh milih Foke di PILKADA DKI
haram dipimpin kafir...tapi sampe hari ini masih tinggal di jakarta, dan kalo diteliti lebih lanjut,mungkin ada anggota FPI yg dirinya,atau bapaknya kerja di perusahaan milik kafir

terlalu banyak kemunafikan ah
KEMAREN ADA pejabat kaskus yg blunder pake ngancam ngancam TS abis itu ga berani muncul di thread TS

kira kira kali ini muncul di mari gak ya ?


btw ... yg jadi pertanyaan saya sejak lama sebenarnya (NO SARA PLIS), kenapa islam yg benar benar islam tidak pernah keberatan dengan tindakan yg dilakukan oleh oknum oknum keparat yg selalu saja membawa nama nama islam.
Quote:Original Posted By citox
Kontras: Protes FPI Terkait Ahok Berlebihan
Itu hanya upaya memperlambat proses demokrasi yang terjadi di Jakarta.

Selasa, 9 Oktober 2012, 15:48 Desy Afrianti, Luqman Rimadi

VIVAnews - Aktivis Kontras Usman Hamid menilai protes Front Pembela Islam (FPI) yang mendesak penundaan pelantikan Jokowi-Ahok sebagai pasangan gubernur DKI Jakarta hanya upaya memperlambat proses demokrasi yang terjadi di Jakarta.

FPI meminta pelantikan ditunda lantaran ada tujuh tugas Basuki alias Ahok sebagai wakil gubernur terpilih, yang menaungi lembaga keagamaan (Islam).

"Masyarakat kita sudah cerdas dan makin rasional dalam berpolitik. Cara seperti itu hanya berkutat dalam perbedaan agama, saya kira kita hanya membuang peluang untuk membangun Jakarta ke arah yang positif," ujar Usman Hamid dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Selasa 9 Oktober 2012.

Menurut Usman, protes yang disampaikan oleh ormas Islam tersebut dianggap berlebihan, sebab masalah Ahok hanya menyangkut administrasi yang bersifat struktural.

"Ini kan masalah teknis aja, bisa saja secara teknis administratif nanti Jokowi langsung yang menjadi pembinanya. Jangan kemudian ini dijadikan kesempatan untuk menghambat-hambat," kata Usman.

Walaupun Ahok yang akan menjadi wakil gubernur namun jabatan ex officio tersebut tidak menjadi kewajibannya.

"Yang jadi masalah bukan Ahok-nya, tapi jabatannya. Kewajiban yang ada pada wagub adalah kewajiban jabatan, bukan kewajiban Ahok, bahwa Ahok sebagai orang yang diberi amanah iya, jadi ini bisa dimusyawarahkan," katanya.

Usman sendiri mengaku tidak terlalu mempermasalahkan bila jabatan di lembaga keislaman tersebut tetap dijabat oleh Ahok.

"Ahok beriman atau tidak beriman saya kira sekarang kita tidak ada pada era seperti itu. Misalnya saya sebagai seorang muslim, saya percaya bahwa yang disebut sebagai orang beriman itu ada 3 kriterianya percaya kepada tuhan, percaya kepada hari akhir dan berbuat baik," kata Usman.

"Janganlah kita terus mempersoalkan ini lagi, kemarin kita sudah bebas dari praktik politik SARA, sekarang masa mau diulangi lagi," lanjutnya. (umi)

SUMBER

Kali ini perkataannya benar2 mengena banget. emoticon-Malu



Boleh jadi memang itu tujuan FPI sebenarnya, yaitu:

menghambat demokrasi sambil mengacaukan tatanan negara yang telah ada. emoticon-Malu
Berita efpei gak ada abisnya , kalo alexis ditutup/digrebek pemda baru nyaho dia , poon duitnya ditebang
yeaaahhh nikmati sajalah ... pesta tanpa badut juga kurang lucu emoticon-Big Grin
kalo ga lebay, katrok dll mah bukan FPI namanyaemoticon-Embarrassment

om citox kalo boleh minta salinan surat cintanya dongemoticon-Malu
ya ibaratnya anjing kampung yang cuma bisa bikin rugi takut ga dikasih makan majikan baru jadi gonggong trus

btw buat munarman sukses ya bantu freeport, duit sama smua kok ga ada duit yg tulisan kafir emoticon-Stick Out Tongue
FPI itu suka bermain dgn issue sara kaya rhoma irama.
Alangkah damainya Indonesia kalo FPI dibubarkan,,,
kalo yang ngomong FPI anggap aja kentut. agak bau, sebentar juga hilang tertiup angin emoticon-Big Grin
benar2 mengerjakan hal yang ga penting fpi ini...amin
namanya juga Front Pengangguran Idiot alias Berandalan Berkedok Agamawan, harap maklum saja...
Quote:Original Posted By .tomahawk.
FPI Diminta untuk Belajar


setuju. dan jgn cuma UU ketatanegaraan doang.
kalo perlu minimal lulus SD emoticon-Big Grin
fpi = gerombolan manusia sampah

manusia2 sampah ini harusnya di buang di tong sampah atau di bakar habis

garbage in = garbage out
sesama bayaran dilarang saling tunjuk..emoticon-Big Grin
klo pinter namanya bukan FPI...
maksud FPI itu .....

Wakil gubernur yang akan disahkan itu, jangan cuma mimpin Badan Pembina Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Quran, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran, Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh, Badan Pembina Perpustakaan Masjid Indonesia, dan Badan Pembina Koordinasi Dakwah Islam ....


tapi sekalian otomatis jadi ketua pembina FPI juga !.....

emoticon-Malu

jangan pilih kasih, geto lohhh ....