alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016865064/warga-tengger-rayakan-hari-raya-karo
Warga Tengger Rayakan Hari Raya Karo
Ilustrasi, suasana nyadran di acara Hari Raya Karo di Ngadas, Malang.

Warga Tengger Rayakan Hari Raya Karo


Warga Suku Tengger yang berada di Desa Ngadas, Kecamatan Poncukusumo, Kabupaten Malang merayakan Hari Raya Karo yang jatuh pada hari ini, Selasa (9/10/2012).

Puncak acaranya diisi dengan kegiatan nyandran atau ziarah ke makam keluarga mereka. Ada yang berangkat bersama-sama, ada yang berangkat sendirian dengan anggota keluarga sebelum acara utama berlangsung.

Sehingga pemakaman desa masih sepi, seperti yang dilakukan oleh Suwati bersama anak, menantu dan cucu. Ia mendatangi makam desa sekitar pukul 09.00 WIB. Wanita asli Ngadas itu selain membawa bunga juga membawa rantang. Isinya nasi dan lauk pauk serta makanan ringan pastel.

"Biasanya, kalau nyadran saat Hari Raya Karo memang begini. Datang ke makam dan meninggalkan makanan," jelas wanita berusia 80 tahun ini. Ia mengunjungi lima makam, ayah ibunya dan kakak-kakanya.

Baru sekitar pukul 11.00 WIB, ratusan warga keluar dari rumah mereka masing-masing menuju pemakaman umum desa. Mereka warga dari dua dusun di Desa Ngadas, yaitu Dusun Ngadas dan Dusun Jarak Ijo. Seluruh anggota keluarga diajak, termasuk bayi.
Terik panas dan debu meski hawa sekitar desa dingin, tak menghalangi semangat mereka mengikuti acara itu. Ketika mendatangi pemakaman itu, warga sudah membawa rantang berisi bekal makan mereka untuk dimakan di pemakaman itu.

Selain itu juga membawa tikar atau alas plastik untuk dijadikan tempat duduk di kuburan itu. Ponadi, salah satu warga Dusun Ngadas menyatakan diadakan kegiatan tasyakuran sekaligus berkunjung ke makam itu ada maknanya.

"Bahwa yang hidup sekarang, suatu hari nanti juga akan mati dan dikubur seperti itu," jelas Ponadi ditemui di rumahnya.

Menurutnya, acara adat itu tak mengenal perbedaan agama. "Ini acara adat desa. Jadi yang beragama Islam, Hindu, Budha, ya sama-sama datang mengikuti acara ini," tutur Ponadi.

Meski warga sudah berkumpul di pemakaman desa sejak pukul 11.00 WIB, acara dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah sambutan dari Kades Ngadas Kartono, Camat Poncokusumo, Sukarlin dan Ratna Nurhayati, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, dukun adat memimpin doa. Sambil dukun berdoa, warga menyiapkan bekal makanan mereka untuk dijadikan santapan makan siang.


Kades Ngadas, Kartono menyatakan kegiatan nyadran merupakan puncak acara Hari Raya Karo. Karena hari raya, suasana Dusun Ngadas, lokasi acara pun ramai didatangi pelancong. Pedagang makanan minuman juga nimbrung. Sekolah libur dan tak ada satupun warga bekerja di ladang untuk menyambut puncak Karo dengan nyadran.

Yang unik, di tiap rumah warga disiapkan aneka makanan ringan di meja tamu laiknya lebaran. Warga dengan santunnya mempersilahkan warga lain untuk berkunjung ke rumah mereka untuk mencicipi makanan ringan mereka. Bahkan, tuan rumah tak segan menawari makan siang. "Seadanya saja saya siapkan makanan," kata Ponadi.

Istrinya telah menggoreng ayam, tahu dan membuat sayur buncis dengan kuah berbumbu garam dan vetsin. Sylvianita widyawati

source

komentar, indahnya keberagaman agama....salut emoticon-I Love Indonesia (S)
Budaya bangsa yang membuat bangga bangsa dan negara. emoticon-thumbsup:
sungguh kaya ya budaya indonesia....emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
gak berasaa udah setaun berlalu...

taun lalu ane disana gan..pas lagi audit hutan

tiap mampir ke rumah warga..wajib mencicipi makanan...

kebayang kan sehari ane berkunjung ke 20 rumah warga...hehehe..

Quote:Original Posted By adhoez
gak berasaa udah setaun berlalu...

taun lalu ane disana gan..pas lagi audit hutan

tiap mampir ke rumah warga..wajib mencicipi makanan...

kebayang kan sehari ane berkunjung ke 20 rumah warga...hehehe..


sip dech gans!!! pastinya seru tuh!!! emoticon-I Love Indonesia (S)

kalau bisa share dimari foto2 kenangan ne emoticon-Blue Guy Peace
Tengger Tegar dalam Diam
Posted on 10 Oktober 2011

Warga Tengger Rayakan Hari Raya Karo

Rembulan pumama di atas kepala. Pujian Yadnya Kasada mulai mengalun indah, dibacakan dukun tertua masyarakat Tengger. Pujian dalam doa itu sebuah permintaan yang sederhana. Mereka hanya meminta keselamatan, dan mudah mencari nafkah. Ketika matahari menyingsing, mereka berangkat ke ladang dengan bekal secukupnya. Mereka dikaruniai lading-ldang subur dan bisa ditanami sepanjang tahun.

Dalam buaian alam lereng Gunung Bromo yang sejuk, mereka hidup dalam kedamaian. Kehidupan mereka memikat peneliti Robert W.Hefner. “Orang Jawa di pedalaman ini (Tengger) memiliki kepekaan sosial dan moral yang luar biasa, ” ungkap Hefner. Kepekaan itu mucul karena kesetiaan warga Tengger terhadap adat leluhurnya. Mereka juga percaya adanya karma yang dikenal dengan istilah walat. Maka, di Tengger nyaris tidak pernah ada kasus pencurian

Untuk mencapai kehidupan yang tenteram, masyarakat Tengger mematuhi larangan yang dikenal dengan malima (lima ” ma”), yaitu maling (mencuri), main (Judi), madct. (mengkonsumsi narkoba), minum (mengkonsumsi minuman keras/ mabuk-mabukan), dan madon( main perempuan/ pelacur). Mereka juga berupaya meningkatkan kesejahteraannya dengan pedoman walima, yaitu waras (sehat ), wareg (cukup makan), wastra (cukup sandang), wisma (memiliki rumah), dan wasis (bijaksana). Bila kelima aspek tersebut tercukupi, maka kehidupan mereka memang sudah terpenuhi.

Rasa persaudaraan merekajuga tinggi. Mereka mempunyai sesanti pancasetya (sumpah lima setia), yaitu setya budaya(mentaati budaya), setya wacana (satunya kata dengan perbuatan), setya semaya (menepati janji), setya laksana (bertangung jawab), setya mitra (setia kawan).

Dalam kehidupan sehari-ha-ri, mereka me-megang teguhpra-lima Uuga disebut kawruh Budha), yaitu prasaja (sederhana), prayoga (menunaikan kebajikan) pranata (taat pada pengu asa), prasetya (setia dan bertanggung jawab), dan prayitna (waspada). Secara kultural masyarakat Tengger sudah mempunyai pedoman hidup yang lengkap. Mereka tidak hanya baik terhadap sesama sukunya, tapi juga kepada semua orang. Kesabaran masyarakat Tengger juga luar biasa, Ketika mereka harus memilih agama sebagai kelengkapan mengisi KTP, mereka dengan rela mengisi kolom agama itu Hindu atau Budha, sesuai dengan agama yang diakui Pemerintah. Alasannya , karena dua agama itu yang paling dekat dengan kepercayaan yang mereka anut, Mereka juga tetap setia kepada warisan leluhur, walaupun pengaruh dari luar semakin kuat menghimpit. Warga tengger tetap tegar, meski dalam diam. TIO

http://jawatimuran.wordpress.com/201...ar-dalam-diam/

Quote:
Kehidupan mereka memikat peneliti Robert W.Hefner. “Orang Jawa di pedalaman ini (Tengger) memiliki kepekaan sosial dan moral yang luar biasa, ” ungkap Hefner. Kepekaan itu mucul karena kesetiaan warga Tengger terhadap adat leluhurnya.


Quote:
Untuk mencapai kehidupan yang tenteram, masyarakat Tengger mematuhi larangan yang dikenal dengan malima (lima ” ma”), yaitu maling (mencuri), main (Judi), madct. (mengkonsumsi narkoba), minum (mengkonsumsi minuman keras/ mabuk-mabukan), dan madon( main perempuan/ pelacur). Mereka juga berupaya meningkatkan kesejahteraannya dengan pedoman walima, yaitu waras (sehat ), wareg (cukup makan), wastra (cukup sandang), wisma (memiliki rumah), dan wasis (bijaksana).


Quote:
Rasa persaudaraan merekajuga tinggi. Mereka mempunyai sesanti pancasetya (sumpah lima setia), yaitu setya budaya(mentaati budaya), setya wacana (satunya kata dengan perbuatan), setya semaya (menepati janji), setya laksana (bertangung jawab), setya mitra (setia kawan).


Quote:
Dalam kehidupan sehari-ha-ri, mereka me-megang teguhpra-lima Uuga disebut kawruh Budha), yaitu prasaja (sederhana), prayoga (menunaikan kebajikan) pranata (taat pada pengu asa), prasetya (setia dan bertanggung jawab), dan prayitna (waspada). Secara kultural masyarakat Tengger sudah mempunyai pedoman hidup yang lengkap. Mereka tidak hanya baik terhadap sesama sukunya, tapi juga kepada semua orang.


indah dan luhur keberagaman dan warisan nilai-nilai norma di Indonesia yah gan emoticon-Mewek


Bhinneka Tunggal Ika emoticon-2 Jempol