alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016857293/china-amp-jepang-tegang-rebutan-pulau-kosong-ri-malah-tawarkan-039adopsi-pulau039-ke-asing

China & Jepang Tegang Rebutan Pulau Kosong, RI Malah Tawarkan 'Adopsi Pulau' ke Asing

China & Jepang Tegang Rebutan Pulau Kosong, RI Malah Tawarkan 'Adopsi Pulau' ke Asing

Dorong Ekonomi Masyarakat Terpencil, Pemerintah Buat Program Adopsi Pulau
Minggu, 07/10/2012 11:32 WIB

Jakarta - Saat ini Indonesia memiliki 92 pulau terluar/terdepan yang umumnya lokasinya sangat terpencil. Pemerintah menyiapkan beberapa program untuk mengangkat ekonomi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau tersebut. Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad mengatakan, pengelolaan dan pengembangan serta percepatan pulau-pulau kecil terdepan dilaksanakan lewat program adopsi pulau. Program adopsi pulau merupakan salah satu program pengembangan pulau-pulau kecil yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), diantaranya pemerintah, masyarakat dan swasta.

Terkait pengembangan sarana dan prasarana pembangunan ekonomi di pulau-pulau kecil terdepan, Sudirman mengatakan infrastruktur berperan penting dalam menarik perhatian para investor. “Nantinya akan disediakan berbagai fasilitas sepeti energi, air bersih, cool box, floating jetty serta berbagai bantuan sarana alat tangkap,” katanya dalam keterangan tertulisnya Minggu (7/10/2012). Ia menuturkan investasi tersebut akan diarahkan ke sektor perikanan dan pariwisata. Terkait hal itu, KKP telah mengidentifikasi dan memetakan pulau-pulau kecil terdepan serta membuat profil 92 pulau kecil terluar dan 31 pulau diantaranya telah berpenduduk. “Sebanyak 31 pulau terdepan tersebut berpenduduk, sehingga perlu kita berdayakan ekonomi masyarakatnya,” jelas Sudirman. Seperti diketahui, KKP bersinergi dengan 17 Kementerian/Lembaga terkait telah melaksanakan rapat koordinasi, terkait pengelolaan pulau-pulau kecil terluar (PPKT). Hal tersebut merujuk pada Perpres 78/2005. Pada 2012, KKP menargetkan 60 pulau-pulau kecil menjadi prioritas sesuai dengan Renstra KKP 2010-2014. Program adopsi pulau tersebut turut mengajak Perguruan Tinggi (PT).
[url]http://finance.detik..com/read/2012/10/07/113244/2056589/4/dorong-ekonomi-masyarakat-terpencil-pemerintah-buat-program-adopsi-pulau[/url]

China & Jepang Tegang Rebutan Pulau Kosong, RI Malah Tawarkan 'Adopsi Pulau' ke Asing
Uji UU Pengelolaan Wilayah Pesisir: Sejak 2011 MK Larang Swasta Kuasai Wilayah Pesisir

China dan Jepang Berebut Kuasa di Kepulauan Diaoyu (pulau kosong)
Edisi 39 – Tahun 1 | 8 – 14 Oktober 2012

China & Jepang Tegang Rebutan Pulau Kosong, RI Malah Tawarkan 'Adopsi Pulau' ke Asing

China & Jepang Tegang Rebutan Pulau Kosong, RI Malah Tawarkan 'Adopsi Pulau' ke Asing

Dua kekuatan utama ekonomi Asia bersitegang karena sengketa wilayah. Bisa memicu perang Sino-Jepang ketiga. Demonstran berteriak sambil membawa potret mendiang pemimpin Cina, Mao Zedong saat berunjuk rasa di luar kedutaan Jepang di Beijing. Lebih dari seribu demonstran yang marah akhirnya bentrok dengan polisi anti huru-hara di depan Kedutaan Besar Jepang, di Beijing, Selasa pekan lalu. Para pengunjuk rasa berusaha mendobrak enam lapis barisan polisi yang berjaga-jaga sambil melemparinya dengan botol minuman dan telur. Beberapa pendemo terlihat berkelahi dengan polisi di dekat pintu gerbang untuk menerobos masuk ke kedutaan negara matahari terbit itu.

“Cina bukan negara yang lemah lagi. Kita kuat dan kita seharusnya tidak lagi diganggu oleh Jepang,” kata salah satu pendemo, Jiu Longtou, seorang pekerja pabrik, 31 tahun. “Pulau Diaoyu milik Cina dan kami harus melindunginya dari Jepang,” tegasnya di tengah kerumunan orang yang yang membawa potret mendiang pemimpin Cina, Mao Zedong. Secara serempak, mereka menyerukan perang melawan Jepang. Demonstrasi ini bertepatan dengan peringatan 81 tahun invasi Jepang ke Cina timur yang jatuh setiap 18 September. Peristiwa ini dikenal sebagai “insiden Mukden”. Luka lama ini semakin membakar amarah warga Tiongkok yang tak terima dengan ulah Jepang, yang mengklaim Kepualuan Diaoyu atau Senkaku sebagai wilayah teritorial mereka.

Protes juga berlangsung di Guangzhou, Wenzhou, Shanghai dan kota-kota Cina lainnya. Kantor berita Jepang, Kyodo News Agency, melaporkan protes setidaknya terjadi di 100 kota. Di hari yang sama, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta sedang mengadakan pertemuan panjang dengan Menteri Pertahanan Cina, Jenderal Liang Guanglie. Dalam kunjungan tiga hari ke Cina itu, Panetta berupaya menekan Cina agar mencari solusi damai untuk menyelesaikan sengketa teritorial. Liang berharap, Amerika menghormati komitmennya untuk mempertahankan sikap netral dalam sengketa kepulauan ini. Pendekatan tak hanya dilakukan terhadap Cina. Pekan sebelumnya Paneta juga berkunjung ke Jepang. Dia bertemu Menteri Pertahanan, Satoshi Morimoto, dan Menteri Luar Negeri Koichiro Gemba. Selain menyatakan prihatin atas sengketa tersebut, di Jepang Panetta juga mengumumkan Amerika dan Jepang sepakat menggelar sistem pertahanan rudal kedua, yang dirancang untuk melindungi kawasan dari ancaman Korea Utara, yang tak lain sekutu dekat Cina. Namun, kerjasama sistem pertahanan rudal seakan mengirim sinyal kepada Cina bahwa Washington membantu Jepang jika negara itu diserang.

China & Jepang Tegang Rebutan Pulau Kosong, RI Malah Tawarkan 'Adopsi Pulau' ke Asing

Ketegangan antara Cina dan Jepang memuncak setelah Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda, dua pekan lalu secara resmi membeli tiga pulau dari lima pulau yang disengketakan, dari pemiliknya yang berkewarganegaraan Jepang. Memiliki luas sekitar 7 kilometer persegi, gugusan pulau Diayou terletak di timur laut Taiwan, timur Cina daratan dan di barat daya kawasan Okinawa, Jepang. Selama beberapa dekade, pulau karang tak berpenghuni itu menjadi titik sengketa antara Cina dan Jepang. Ini karena Diaoyu dekat dengan jalur pelayaran strategis yang penting, kaya ikan dan diperkirakan mengandung deposit minyak. Jepang mengklaim pulau-pulau tersebut sejak 1895. Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat mengambil yurisdiksi dan menyerahkannya ke Jepang pada 1972. Tapi, Cina juga mengklaim Kepulauan Diaoyu sudah menjadi bagian wilayah Cina sejak zaman kuno. Dokumen sejarah menunjukkan, pulau-pulau itu telah ada di peta Cina sejak Dinasti Ming (1368-1644), lebih dari 400 tahun sebelum Jepang mengklaim penemuan pulaupulau itu pada 1895. Begitu juga Taiwan. Mereka ikut mengklaim sebagai pemilik wilayah, sesuai Perjanjian 1951 atau kesepakatan San Francisco.

Akibat pembelian tiga gugus pulau itu, Jumat dua pekan lalu, Beijing mengirim kapal patroli ke lima pulau di Laut Cina Timur sebagai bentuk kemarahan kepada Tokyo. Tak cukup dengan itu, terjadi amuk massa, penjarahan dan pengrusakan jaringan bisnis Jepang di Cina. Semua pabrik, toko, restoran dan sekolah Jepang di Cina resmi ditutup sejak Selasa pekan lalu. Surat kabar China Daily melaporkan, Mazda menghentikan produksi di pabrik Nanjing selama empat hari dan Panasonic menutup pabriknya di Qingdao. Begitu juga Canon, mereka menutup tiga pabrik, meliburkan 20.000 karyawan dan menutup 19 gerai toko Uniqlo di Cina.

Kejadian ini cukup mencengangkan. Sebab, Cina merupakan mitra dagang terbesar Jepang. “Ini merupakan perhatian utama. Kita khawatir jika tidak ditangani dengan benar maka situasi tak terkendali,” kata Martin Schulz dari Fujitsu Research Institute. “Dan setiap perkembangan tersebut akan merugikan perusahaan Jepang lebih jauh.” Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda menyerukan agar Cina menjamin keselamatan warga dan pebisnis Jepang yang berada disana. Di Shanghai, populasi ekspatriat Jepang sekitar 56.000 orang. “Ini bisa menjadi titik balik bagi perusahaan Jepang. Membuat mereka melakukan diversifikasi ke Asia Tenggara, Amerika Selatan dan Afrika,” kata Tetsuo Kotani, seorang peneliti di Institut Urusan Internasional Jepang di Tokyo.
http://www.prioritasnews.com/2012/09...ulauan-diaoyu/

----------------------

Hanya berebut pulau kosong tak berpenghuni, Jepang dan China sekarang sedang tegang,, bahkan rakyat kedua negara mulai bangkit nasionalisme masing-masing untuk mempertahankan pulau-pulau kososng itu. Media Barat bahkan menyebutnya, kasus ini bisa menjadi "cassus belly" perang China dan Jepang. Sebegitu gawatnyakah? Kita di Indonesia yang memiliki pulau-pulau ribuan jumlahnya, dan sebagian besar kosong dan tak berpenghuni, kini malah sedang ditawar-tawarkan oleh Pemerintah cq Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada perusahaan asing untuk mengadopsi pulau-pulau kita secara penuh (baca berita "[url=http://finance.detik..com/read/2011/01/19/143548/1549918/4/ri-tawarkan-bumn-dan-perusahaan-migas-adopsi-20-pulau]RI Tawarkan BUMN dan Perusahaan Migas 'Adopsi' 20 Pulau[/url]"). Laporan terakhir dari beberapa LSM menyebutkan, bahwa izin itu disalah-gunakan oleh perusahaan asing yng diberi hak kelola pulau-pulau itu untuk membuka tambang di pulau-pulau itu, dan merusak ekosistemnya (baca "Program Adopsi Pulau Kecil Banyak Disalahgunakan"). Ini baru laporan awal saja. Yang dicemaskan, kalau pulau-pulau itu dipakai untuk kegiatan non-ekonomi, seperti dijadikan stasiun mata-mata negara asing, atau bahkan dijadikan pos militer asing. Kalau sudah mereka kuasai penuh pulau-pulau itu, maka soal klaim hanya soal waktu saja. Maka belajar dari kasus konflik Jepang dan China atas pulau kosong di Kepulauan Diaoyu diatas, sebaiknya Pemerintah mengevaluasi ulang program 'adopsi pulau' itu.
usulan nih. kalo pulau kecil kita di"adopsi" sama Jepang aja gimana? biar Jepang bangunin instalasi nuklir buat listrik kita.

daripada pulau kita di"adopsi" sama negara tetangga yang suka "adopsi" apa yang kita punya.

______________________________
satu KASKUS, satu INDONESIA, selamanya
VCC 100%BuKanKloNenGanBiaSa
woi jangan dijual ke negara asing, itu paling pulau nanti dijadiin sarang maksiat, ng3nt0t bareng dan sebagainya , mending kasih sama pengemis yang memang mau maju daripada dijual ke wna. begooooooooooooooooooooooo......
ga relevan berita cina ama program investasi pengembangan pulau2 di indo..

yg perlu dikritisi pelaksanaanya sesuai ga dengan ijin peruntukannya??
biasa, mental korup, dah gue duga dari dulu pasti pulau kita di jual jualin ke asing

dengan alibi adopsi pulau demi perkembangan bla bla blahhhhhhhhhhhemoticon-Bata (S)
Quote:Original Posted By aloxusbatalover
biasa, mental korup, dah gue duga dari dulu pasti pulau kita di jual jualin ke asing

dengan alibi adopsi pulau demi perkembangan bla bla blahhhhhhhhhhhemoticon-Bata (S)



orang tolol komen kek anjink..... udah begok, sok tau lagi lo.... meki mak lo tuh korup, semua orang bisa make....
China & Jepang Tegang Rebutan Pulau Kosong, RI Malah Tawarkan 'Adopsi Pulau' ke Asing
Gugusan pulau kosong di Kepulauan Senkaku atau Diaoyu yangsaat ini menjadi konflik China dan Jepang yang bisa menyulut perang terbuka kedua negara. Indonesia memiliki ribuan pualu kosong seperti itu dis eluruh tanah air.

Program Adopsi Pulau Sama Dengan Obral Pulau Ke Pengusaha Asing
Kamis, 20 Januari 2011 - 19:24

Jakarta, Seruu.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan dituding menjual sumber daya alam dengan harga murah melalui program adopsi pulau. Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Riza Damanik menjelaskan, program adopsi pulau sama saja dengan menyewakan pulau kepada pengusaha minyak dan gas asing.Riza pesimistis perusahaan asing itu dapat membangun pulau-pulau kecil itu seperti yang diminta pemerintah. Pasalnya, selama ini pengawasan pemerintah terhadap penggunaan pulau-pulau itu lemah.

Secara faktual pulau-pulau kecil kita yang dikelola oleh asing itu jelas meninggalkan banyak konflik di Masyarakat di NTT, Teluk Tomini. SDA-nya terkuras, tidak ada kontrol pemerintah. Lingkungan semakin rusak dan akses kita dalam konteks kedaulatan bernegara semakin minim, papar Riza di Jakarta, (20/01).Ia menambahkan, pemerintah mestinya dapat membangun pulau-pulau kecil itu, meski dengan anggaran yang minim ketimbang menyewakannya.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan berencana menyewakan 20 pulau kecil ke perusahaan BUMN maupun swasta. Rencana itu dikemas dalam program adopsi pulau. Program ini didukung perusahaan minyak dan gas serta perbankan. Adopsi pulau diyakini dapat menguatkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat, penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan pariwisata bahari.Ke-20 pulau kecil program adopsi pulau itu, antara lain Pulau Lepar di Bangka Belitung, Enggano di Bengkulu, Kemujan di Jawa Tengah, Maradapan di Kalimantan Selatan, Maratua dan Sebatik di Kalimantan Timur.
http://www.seruu.com/utama/nasional/...engusaha-asing


Belajar dari Konflik Jepang-China Soal Pulau Diaoyu
27 September 2012 - 14:38 WIB

KEDUA bangsa kulit kuning di Asia Timur, saat ini sedang berebut dan berselisih menyangkut gugusan pulau di Kepulauan Senkaku atau Diaoyu. Lebih seru lagi, Taiwan ikut nimbrung, yang juga merasa negaranya ikut memiilki wilayah itu. Kalau pulau itu hanya sekadar tempat jin buang anak atau belantara yang kering-kerontang mungkin tidak akan terjadi perebutan. Tapi, konon kepulauan yang Jepang namai Senkaku dan China sebut Diaoyu, menyimpan gas yang depositnya besar dan perairannya kaya akan ikan. Maka, peristiwa tersebut ujung-ujungnya menyangkut soal kedaulatan energi dan pangan.

Sampai hari ini belum ada tanda-tanda konflik itu akan dapat segera diakhiri, meskipun perundingan tingkat tinggi sudah dilakukan oleh kedua negara, Jepang dan China. Dilihat dari geopolitik dan geoekonomi, konflik itu luar biasa, karena kedua negara adalah leader ekonomi di Asia, bahkan dunia. Dua-duanya juga terimbas dampak krisis utang di zona euro dan krisis fiskal di AS. Yang secara nyata sudah terjadi, antara lain, Jepang telah menutup pabrik otomotifnya di China, dan sampai kapan tidak jelas. Begitu pula waktu digelar Japan Open beberapa minggu yang lalu, pebulutangkis China tidak mengirimkan atletnya. Meskipun China tidak datang, namun atlet bulutangkis Indonesia tak satu pun yang mendapat gelar juara. Simon, di single putra, kalah pada perempat final dan Liliana Natsir dan Rizal kalah di final pada ganda campuran. Kupikir, kata orang Medan, kita akan menggondol sejumlah gelar juara di event tersebut, eh ternyata semuanya tengkurap dan pulang tak bawa apa-apa.

Negara kita sebenarnya tak jauh beda dari China dan Jepang. Kita juga berkonflik dengan Malaysia soal Pulau Sepadan dan Ligitan. Tapi, tidak seseru seperti konfliknya Jepang dan China, karena Indonesia pakai jalur diplomasi. Sesama pengemudi bus kota tidak boleh saling mendahului, maka Sepadan dan Ligitan secara tulus dan ikhlas diserahkan menjadi milik Malaysia, karena dari awal pulau itu dirawat oleh Malaysia. Timor Timur juga direlakan menjadi terpisah dari NKRI dan menjadi negara merdeka dengan nama Timor Leste.

Semoga tidak ada yang lain lagi. Perlu dicatat wahai saudaraku, sebangsa dan setanah air, bahwa negeri ini memiliki sekitar 17.000 pulau besar dan pulau kecil. Yang berpenghuni dan dihuni oleh manusia hanya sekitar 6.000 pulau. Berarti masih tersisa 11.000 pulau yang tidak berpenghuni. Mengenali nama-nama pulau yang berpenghuni saja susah. Kalau Anda coba bertanya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan tentang nama ke-6.000 pulau itu, yakinlah beliau pasti tidak tahu. Ampun lagi kalau ditanya nama pulau yang 11.000 tak berpenghuni pasti kita semua tidak tahu. Apa isinya, juga kita tidak tahu. Tapi, percayalah pasti isinya tidak akan jauh dari kandungan bahan pangan dan energi. Suatu hari bisa saja tiba-tiba menjadi rebutan negara lain yang lagi mencari-cari lahan dalam bentangan yang luas sebagai sumber pangan dan energi masa depan.
Konsep “Sewa-Beli”

Meskipun sudah dibantah secara resmi oleh pemerintah, isu soal jual pulau sempat mencuat ke publik. Jawaban yang muncul, kalau tidak salah boleh jadi kalau hanya disewa untuk membangun resor. Bagaimana Bang, kalau posisi perjanjiannya dibuat dengan konsep “sewa-beli”? Ah, mengada-ada saja pertanyaan Anda ini, emangnya negara ini makelar tanah. Bisa jadi Bang, karena sikap kita ini suka menggampangkan, suka instan berpikirnya, yang penting fulus. Tak ada fulus mampus. He, he, kurang ajar kalian. Betul Bang, apalagi kita ini suka ada yang hobi selingkuh, main di belakang layar dan di bawah tangan, tahu-tahu lahan kita sudah dipatok dan dikuasai pihak lain.

Ini terjadi di depan mata kita Bang, bukan di 11.000 pulau yang tak berpenghuni. Nah, kalau sudah seperti ini dan melihat konflik Jepang-China soal Senkaku atau Diaoyu, tentu ada hikmah dan pelajaran yang harus dapat kita petik.
  • Pertama, Indonesia sebagai negara kepulauan yang terbingkai dalam NKRI harus kita rawat untuk kemaslahatan bersama.
  • Kedua, dengan alasan apa pun, tidak satu pihak pun di negeri ini yang berhak menguasainya karena bumi, air dan yang ada di di dalamnya adalah aset bangsa dan diolah untuk kepentingan bangsa Indonesia guna membangun kesejahteraan dan kemakmuran kita semua.
  • Ketiga, sistem keamanan dan pertahanan semesta harus diberdayakan dan diperkuat untuk menjaga dan melindungi seluruh kepulauan kita dari Sabang sampai Merauke.
  • Keempat, berapa pun luasnya, negara harus mengupayakan agar batas-batas wilayah kepulauan kita harus jelas dan kepemilikannya dari awal sudah dideklarasikan berdasarkan hukum nasional sebagai hak milik mutlak negara Indonesia. Ibaratnya harus ada sertifikat hak milik dan di antara kita tidak boleh saling memperebutkan demi dan atas nama apa pun. Perilaku kanibal harus dicegah dan kalau sampai terjadi harus ditindak agar tidak menimbulkan konflik internal.
  • Kelima, setiap bentuk ancaman dan gangguan harus dicermati dengan kewaspadaan tinggi. Sistem deteksi dini harus berfungsi prima dan tidak dibiarkan bila ditemukan gejala terjadinya pelanggaran.
  • Keenam, seluruh bangsa Indonesia harus dibangun semangatnya bahwa Indonesia adalah milik kita semua. Tempat di mana kita lahir dan dibesarkan.Tempat di mana kita harus bekerja keras dan bekerja sama erat membangun Indonesia Raya untuk kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang lemah dan menjadi bangsa yang dengan gampangnya “melacurkan diri” hanya karena sesuap nasi, kemudian dengan sadar menjual tanah-air.
  • Ketujuh, sikap nasional kita harus tegas, ketika ancaman dan gangguan sudah benar-benar datang dan terjadi di depan mata, seperti yang ditunjukkan oleh Jepang dan China, meskipun akhirnya akan bisa selesai di meja perundingan. Kita tidak boleh lagi berdiplomasi dengan semboyan, “sesama sopir bus kota tidak boleh saling mendahului”. Nanti wibawa kita bisa rontok dan kita dianggap lembek dan mudah diatur.

http://www.tubasmedia.com/berita/bel...na-soal-pulau/
Quote:Original Posted By RNWira
usulan nih. kalo pulau kecil kita di"adopsi" sama Jepang aja gimana? biar Jepang bangunin instalasi nuklir buat listrik kita.

daripada pulau kita di"adopsi" sama negara tetangga yang suka "adopsi" apa yang kita punya.

______________________________
satu KASKUS, satu INDONESIA, selamanya
VCC 100%BuKanKloNenGanBiaSa


setuju gan, biar listrik ga banyak byar pet plus agak murah biayanya emoticon-Big Grin

pantesan aja banyak pulau yang lepas, ngurusnya juga setengah2 gitu sampai bikin program adopsi pulau emoticon-Berduka (S)
Kalau Indonesia ... palingan langsung dikasihkan

seperti kasus pulau Ligitan dan Sipadan ...

emoticon-Turut Berduka
dulu jual pulau klo sekarang cukup diadopsi saja emoticon-Stick Out Tongue
gak masalah klo yang ditawarkan bukan pulau dalam konteks kedaulatan artinya penjualan bukan ke negara lain tapi oleh pihak yang mendapatkan hak atas tanah kepada individu atau badan hukum yg kebetulan dari negara lain biar Indonesia masih punya yurisdiksinya atas itu pulau. nah klo maksudx yg ditawarkan hak atas tanah jd berdasarkan PP 40/1996 boleh2 saja.

justru klo dikelola Indonesia mudah membuktikan klo pemrintah melakukan display of sovereignty dengan cara mengembangkan pulau-pulau tak berpenghuninya biar sipadan ligitan tdk terulang lagi
nanggung adopsi, sekalian aja dilepasin.

keliatan lepas tangan banget pemerintah.
Indonesiakan punya motto
mati satu tumbuh seribu
termasuk untuk masalah pulau Gan

tuh pulau juga ilang satu, nantinya bakalan muncul banyak pulau di Indonesia
termasuk pulau sampah yang ada disungai jkt
Quote:Original Posted By vboten
harus hati-hati sekali, terutama kalau yang mau mengadopsi itu negara-negara yang berbatasan langsung dengn Indonesia. Misalnya, Singapore, pasti mereka berminat 'mengadopsi' pulau-pulau kosong milik Indonesia sekitar Riau.

nantinya, itu pulau bagi Singapore bisa dipakai apa saja: pasirnya ditambang lalu dikirim ke negaranya untuk reklamasi pantai. Atau jadi pulau latihan militernya, minimal jadi pulau sasaran tembak peswat-pesawat atau kapal-kapal perangnya. SIap?

juga dengan Malaysia, pasti mereka berminat pada kepulauan di dekat Natuna dan pulau-pulau yang berdekatan dengan pulau Ligitan dan Sipadan yang sudah dicaploknya dulu. Kalau Malaysia di izinkan mengelola pulau-pulau di utara Kalimantan itu, suatu saat tinggal di klaim saja oleh mereka.

Juga dengan pulau-pulau kita yang kosong di dekat Australia Utara, bisa saja itu dijadikan mereka pangkalan kapal patrolinya. Kalau itu kejadian ang bakal kita hadapi kelak, apakah Deplu, Depdagri, TNI dan BIN siap mengantisipasi?


klo itu kecemasanx yaaaa ubah dulu perangkat hukum macam UU PP dll dsb sebab dgn kondisi sekarang kepemilikan hak oleh asing itu dimungkinkan.
masalahx anggota (d)hewan ngurus ganti UU gak peduli urusan gini emoticon-Cape d... (S)
meskipun kosong, pasti ada manfaat tersembunyi..
kalo gak mana mau mereka rebutan cuma buat gede"an wilayah emoticon-Hammer
pulaunya kosong tapi batas negara yang akibat pencamplokan pulau ini bakalan lebih luasemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

dengar-dengar juga sekitaran pulau ini bnyak mengandung cadangan gas dan minyak dunia
gila ide siapa ini,bener2 dah..
lagian jg psti ujung2nya duit ijin dan segala macem tetek bengok dan birokrasi yang kompleksnya masuk ke kantong pribadi. emoticon-Cape d... (S)
Pulau mana yang mau di adopsi?? Gw pindah deh ke sana!



_______________________________________________________
Kunci Pintu Digital com

gihhh silahkan.. daripada terbangkalai gak diurus pemerintah.

kalau pemerintah mau tanggung jawab sih lain masalah
lama-lama RI kayak Amrik, suka campur tangan urusan negara lain.
Quote:Original Posted By blaWH
woi jangan dijual ke negara asing, itu paling pulau nanti dijadiin sarang maksiat, ng3nt0t bareng dan sebagainya , mending kasih sama pengemis yang memang mau maju daripada dijual ke wna. begooooooooooooooooooooooo......


kwakkakakaka....kalo di pikir2 bener juga gan emoticon-Ngakak

lucu nt gan