alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016847397/din-syamsuddin-semangat-tagih-kpk-tuntaskan-centurygate-mau-seret-sby
Din Syamsuddin Semangat: Tagih KPK Tuntaskan Centurygate! Mau Seret SBY?
Din Syamsuddin Semangat: Tagih KPK Tuntaskan Centurygate! Mau Seret SBY?

Din Syamsuddin Tagih KPK Tuntaskan Kasus Bank Century
Selasa, 9 Oktober 2012 01:11 WIB

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Berbagai elemen masyarakat menyampaikan dukungannya untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyusul perseteruan yang terjadi antara KPK dan Kepolisian Negara RI. Namun, KPK diminta tidak terlena akan dukungan yang ada dan tetap terus memberantas tindak korupsi yang merugikan rakyat. Demikian disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Senin (8/10), di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta. "Saya termasuk orang yang tidak puas dengan kinerja KPK. Jadi, KPK jangan terbuai dengan dukungan rakyat," ujar Din.

Menurut dia, KPK masih memiliki kekurangan dan kelemahan terutama dalam kecepatan mengungkap kasus dan menetapkan tersangka. Din mencontohkan kasus Century yang terang-terangan merugikan rakyat tapi tidak ada kemajuannya hingga kini. Din mengatakan, KPK memiliki amanah yang cukup berat lantaran masyarakat menumpukan banyak harapan pada lembaga ini. Dia juga berharap, perseteruan dengan Polri yang menimbulkan kembali dukungan rakyat ini mampu mengembalikan semangat KPK memberantas para koruptor. "Saya salut apa yang terjadi ini semoga bisa membesarkan semangat KPK. Oleh karena itu, kita dukung terus untuk mengembannya," kata Din.

Dukungan terhadap KPK semakin meluas pascakasus pengepungan Gedung KPK oleh anggota Polri, akhir pekan lalu. Kemarin, demonstrasi digelar di sejumlah kota, seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Purwokerto, Denpasar, dan Medan. Para demonstran menolak upaya pelemahan KPK dan meminta seluruh elemen masyarakat berjuang memberantas korupsi.
http://www.tribunnews.com/2012/10/09...s-bank-century

Quote:
Din Syamsuddin Semangat: Tagih KPK Tuntaskan Centurygate! Mau Seret SBY?
Din Syamsuddin Semangat: Tagih KPK Tuntaskan Centurygate! Mau Seret SBY?
Antasari azhar (atas), bekas Ketua KPK yang di Vonis membunuh Pria dari cewek selingkuhannya (bawah)

KPK Pelajari Keterlibatan SBY dalam Skenario Bailout Bank Century
Saturday, 11 August 2012 07:44 ApikoJM

itoday – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami pernyataan mantan Ketua KPK Antasari Azhar tentang dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam skenario bailout Bank Century. KPK belum berencana memanggil terpidana Antasari Azhar. Hal itu terkait pengakuan mantan Ketua KPK itu tentang keterlibatan Presiden SBY dalam kasus bailout Bank Century.

Seperti diberitakan, Antasari menyatakan testimony bahwa pernah diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat yang membahas skenario pencairan dana Rp6,7 triliun untuk Bank Century. Rapat itu menunjukkan bahwa Presiden memimpin langsung pembahasan pemberian bailout tersebut."Mengenai pernyataan Pak Antasari, masih sedang didalami prosesnya. Belum ada kesimpulan apakah Antasari akan dimintai keterangan," kata jubir KPK, Johan Budi SP di Gedung KPK, Jumat (10/8).

Kendati demikian, Johan menegaskan KPK telah memperoleh kemajuan dalam penyelidikan kasus Century. Kemajuan itu ditandai dengan jumlah saksi yang telah dimintai keterangan sebanyak ratusan orang.Sebelumnya, Antasari mengatakan bahwa Presiden SBY memimpin rapat untuk membahas skenario pencairan dana Rp6,7 triliun untuk Bank Century. Antasari mengaku diundang Presiden SBY ke istana saat ia masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, pada Oktober 2008.

Peserta rapat lainnya meliputi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, KepalaBadan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Condro Irmantoro.Selain itu juga ada anggota kabinet yang hadir seperti Menko Polhukam Widodo AS, Pelaksana Tugas Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa. Serta terlihat juga kehadiran Andi Mallarangeng dan Denny Indrayana.

Dalam pertemuan tersebut Presiden memimpin langsung skenario bailout Bank Century. Menurut Antasari, selain Bank Century, ia juga sering dihubungi sejumlah pihak membahas penyelamatan bank sakit."Menjelang Pemilu 2009, pemerintah mencari-cari bank sakit untuk sesegera mungkin disuntik dana segar," jelas Antasari
http://www.itoday.co.id/politik/kpk-...t-bank-century


--------------

Din Syamsuddin Semangat: Tagih KPK Tuntaskan Centurygate! Mau Seret SBY?

Jangan sampai deh nasib Presiden RI ke 6 mengalami peristiwa tragis lagi seperti nasib 5 Presiden sebelumnya di saat-saat akhir kekuasaannya. Kita turunkan saja Presiden SBY dengan cara demokratis pada Oktober 2014 nanti. Selanjutnya, kita perjuangkan beliau menjadi kandidat Sekjen PBB.
Din Syamsuddin Semangat: Tagih KPK Tuntaskan Centurygate! Mau Seret SBY?

Presiden Dalang di Balik Skandal Century?
Senin, 13 Agustus 2012 05:26

Benang merah antara istana presiden dan skandal mega korupsi dibalik kasus Century kian jelas. Adalah Antasari Azhar, mantan Ketua KPK, yang mengungkap keterlibatan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam testimoninya pekan lalu. Di progran Metro Realitas yang ditayangkan stasiun televisi Metro TV, Antasari menyebut adanya pertemuan yang dipimpin Presiden SBY untuk membahas skenario pencairan dana Rp6,7 triliun dalam rangka bailout Bank Century. Kata Antasari, peristiwa itu berlangsung pada Oktober 2008, saat ia masih menjabat sebagai Ketua KPK.

Dalam testimoni, Antasari menyebutkan sejumlah pejabat negara hadir dalam pertemuan tertutup itu. Selain dirinya sendiri selaku Ketua KPK, hadir pula Menko Polhukam Widodo AS, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menkeu Sri Mulyani dan Mensesneg Hatta Rajasa, Gubernur BI Boediono, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, dan Staf Khusus Presiden Denny Indrayana. Saat itu pemerintah sudah menyadari adanya dampak hukum atas kebijakan pemberian dana talangan yang rawan penyimpangan tersebut. Setelah disepakati, Bank Century mendapat kucuran dana segar secara bertahap. Tahap pertama, bank yang sudah kolaps itu menerima Rp 2,7 triliun pada 23 November 2008. Tahap kedua, pada 5 Desember 2008 sebesar Rp2,2 triliun. Tahap ketiga pada 3 Februari 2009 sebesar Rp1,1 triliun, dan tahap keempat pada 24 Juli 2009 sebesar Rp630 miliar.

Testimoni itu, bisa jadi, bakal mengungkap 'dalang' dibalik penyelamatan Bank Century. KPK dan Timwas Century DPR tampaknya akan mendalami keterangan Antasari untuk menemukan 'niat jahat' dibalik bailout bank Century, yang sempat menjadi perdebatan menarik di Pansus antara mantan pimpinan KPK Chandra Hamzah dan Prof. Gayus Lumbun itu. Fakta baru tentang bailout Bank Century itu, jika memang benar, akan memperkuat dugaan keterlibatan istana dalam upaya menyelamatkan bank bermasalah itu. Bahkan juga memperkuat bukti tentang upaya menutupi kasus tersebut terhadap rakyat Indonesia.

Anggota Tim Pengawas Century DPR RI, Bambang Soesatyo, mengatakan bahwa berbekal testimoni Antasari Azhar, KPK bisa melakukan lagi pendalaman kasus Bank Century. "Caranya dengan memanggil dan memeriksa para peserta rapat di istana itu," kata Bambang di Jakarta, Jumat (10/8/2012). Bambang mendorong KPK menyusun agenda baru penyelidikan megaskandal itu. Menurut politikus Partai Golkar ini, sudah terlalu banyak kebohongan yang menyelimuti penanganan kasus tersaebut. "Penuturan Antasari melengkapi fakta-fakta mengenai kebohongan istana," tuding Bambang, seraya menyebutkan bahwa pidato Presiden SBY tanggal 4 Maret 2010 tentang kasus Century adalah upaya untuk menutupi 'kejahatan' oleh pihak istana.

Namun Ketua DPR Marzuki Alie merasa tidak yakin bila Presiden SBY yang mengarahkan bailout Century. Menurutnya, tidak ada urusan Presiden SBY dalam pencairan bailout Bank Century. "PPATK sudah menyebutkan bahwa tidak ada sedikitpun pun dana bailout Cwntury ke tim sukses Partai Demokrat," kata Marzuki. Ia pun menegaskan, saat pengambilan keputusan bailout Century, Presiden SBY memang tidak berada di Indonesia.

Senada dengan Marzuki, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha membantah testimoni Antasari Azhar. "Saya kira itu tidak benar dan perlu diluruskan," kata Julian di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/8/2012). Toh, meski dibantah oleh orang-orang terdekat ketua dewan pembina partai demokrat itu, testimoni Antasari menambah data sebelumnya ihwal pengetahuan presiden terhadap proses bailout Century. Merujuk surat Menteri Keuangan yang ditujukan kepada Presiden SBY, secara jelas terungkap bahwa Sri Mulyani, yang menjabat Menkeu saat itu, secara intensif melaporkan perkembangan terkini terkait penanganan Bank Century.

Salah satu surat Sri Mulyani kepada Presiden SBY tertanggal 25 November 2008 nomor s-01:KSSK.01/2008, yang sifatnya sangat rahasia/segera, Sri Mulyani dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan empat poin. Di samping itu, Sri Mulyani juga melampirkan notulen rapat KSSK tertanggal 21 November 2008. Surat berikutnya tertanggal 4 Februari 2009 dengan nomor surat SR-02/KSSK.01/II/2009. Sama dengan surat pertama, surat ini sifatnya juga rahasia, berisi laporan perkembangan penanganan PT Bank Century. Menariknya, di poin pertama surat ini, Sri Mulyani mengawali dengan tulisan "Sebagaimana Bapak Presiden Maklum".

Adapun di surat ketiga tertanggal 29 Agustus 2009 dengan nomor surat SR-37/MK.01/2009, lagi-lagi tertulis bersifat sangat rahasia/sangat segera. Sama dengan surat kedua, Sri Mulyani mengawali dalam suratnya dengan kata "Sebagaimana Bapak Presiden Maklum". Saat merespon hasil Panita Angket Century pada 3 Maret 2010 silam, Presiden SBY menyebutkan bahwa saat keputusan bailout Century, dirinya tidak berada di Jakarta. "Pada saat keputusan tentang penyelamatan Bank Century ditetapkan, saya sedang menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri, yaitu menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Amerika Serikat, serta APEC Summit di Peru," katanya ketika itu.

Saat pengambilan keputusan (bailout) itu, SBY mengaku tidak dimintai keputusan dan arahan. "Saya juga tidak memberikan instruksi atas pengambilan kebijakan tentang ihwal itu, antara lain karena pengambilan keputusan KSSK berdasarkan Perpu No 4/2008 memang tidak memerlukan keterlibatan presiden," ungkap SBY. Nah, dengan pengakuan Antasari, menurut mantan Anggota DPR RI, M Misbakhun, SBY tak bisa lagi membantah keterlibatannya. "Statement Antasari tersebut membuka kebohongan Presiden SBY dalam pidato 4 Maret 2010, dalam menanggapi hasil Opsi C Pansus Century DPR. Perihal tidak pernah ada rapat yang melibatkan dirinya dalam hal membahas bailout," tegasnya di Jakarta, Minggu (12/8/2012) malam.

Misbakhun sempat diajukan ke pengadilan dalam kasus Century, namun ia divonis bebas oleh Mahkamah Agung (MA) karena tidak terbukti memalsukan dokumen dalam kasus Bank Century, Kata Misbakhun, jika dikaitkan dengan tiga surat laporan Sri Mulyani sebagai Ketua KSSK soal Bailout Bank Century, makin jelas soal kebohongan yang hendak ditutup-tutupi tersebut. Dalam ketiga surat SMI kepada presiden SBY tersebut, termuat penggunaan frasa yang tidak umum digunakan dalam mekanisme surat menyurat yang resmi kenegaraan antara menteri kepada presiden. "Frasa itu adalah Sebagaimana Bapak Presiden maklum," ujarnya.

Kemudian, dalam telekonferensi 13 November 2008, pukul 22.05 WIB sampai dengan 23.59 WIB, antara KSSK di Jakarta dengan Sri Mulyani yang sedang di Amerika Serikat, sangat jelas disebutkan bahwa Sri Mulyani melaporkan semua perkembangan perihal bailout Bank Century kepada kepada Presiden. "Jadi, berdasarkan data dan fakta yang ada, sangat sulit diingkari bahwa Presiden SBY tidak berperan dalam proses bailout tersebut," tegas Misbakhun. Jika presiden terus membantah dengan segala cara dan argumentasi, maka data-data tersebut cukup menunjukkan sebagai bukti bahwa ada kebohongan yang ditutup-tutupi. Kuasa Hukum Antasari Azhar, Maqdir Ismail, meminta KPK menindaklanjuti pernyataan yang dilontarkan kliennya itu. Dalam menindaklanjuti kasus tersebut, KPK diharapkan lebih responsif soal informasi yang dinilai berkaitan dengan kasus Bank Century. "Paling tidak, KPK datang ke tempat Pak Antasari ditahan. Di sana, KPK bisa meminta keterangan darinya," ucap Maqdir, Sabtu (11/8/12). Ia menegaskan bahwa dirinya tak akan melaporkan apa yang diungkapkan Antasari kepada KPK. Pasalnya, informasi itu bukanlah delik aduan. "Diharapkan apa yang diungkapkan Antasari bisa diteruskan oleh KPK.

Paling tidak, KPK harus mengetahui siapa-siapa saja yang terlibat dalam pengambilan keputusan itu," pungkasnya. Testimoni Antasari, bisa jadi, merupakan kunci untuk membuka 'kotak pandora' berisi jawaban teka-teki kasus Bank Century. Testimoni itu harus dijadikan sebagai momentum dalam penegakan hukum terkait kasus century. Kesaksian itu bisa menjadi pintu masuk untuk penuntasan kasus megakorupsi yang kini tak jelas penyelesaiannya itu.
http://www.gatra.com/hukum/31-hukum/...kandal-century
ane setuju deh biar keseret koruptor yang didalemnye
kalo Soekarno masih jadi presiden kita pasti jadi bangsa maju
awal kehancuran kita sebenarnya si soeharto jadi presiden
sekarang apa sich kejadian yang terjadi saat ini sudah banyak yang telah diramalkan oleh soekarno contoh paling nyata masalah ma malon, coba soekarno masih hidup malon ga bakal ada
liat gambar di atas kok presiden indonesia ga ada yg mulus ya akhir masa jabatannya


Emang awalnya berdirinya negara ini aja udah ga jelas..
dari awal bangsa ini orangnya ga suka liat orang lain senang, dan senang orang lain susah.. Mana ada indon dijajah VOC..
ada juga perang antar kerajaan yang berebut kue jualan ke VOC..
Papua? Semangat mengagung2kan Majapahit..? Cuman jadi Sapi perah aja..



Mental Inlander terlalu banyak bermimpi..
penyelesaian kasus century cuma mimpi, pansus dpr aja dibuat cuma buat ngadem ngademin rakyat ajemoticon-Cape d... (S)
apa pidato semalam saja nda cukup? emoticon-Amazed
harusnya kalian semua bangga,
tak sekalipun kata PRIHATIN keluar dari mulut saya! emoticon-army:
pernah denger legenda ken arok & kerisnya mpu gandring? emoticon-Big Grin

ya begitulah wajah NKRI emoticon-Big Grin


eh... sekarang kerisnya siapa yg bawa ya emoticon-Big Grin

hmmm

untuk kasus yg kaya begini, hanya orang yg terlibat di dalamnya aja yg tau..
hukumannya klo gk di dunia ya di akhirat lahhh.. emoticon-Ngakak
Seret saja.
Ganyang para Koruptor
. emoticon-Metal:


Quote:Original Posted By gendulJR
pernah denger legenda ken arok & kerisnya mpu gandring? emoticon-Big Grin
ya begitulah wajah NKRI emoticon-Big Grin
eh... sekarang kerisnya siapa yg bawa ya emoticon-Big Grin


Wuaahh ..... ini nich ,
Koent yang nice n betul betul nice. emoticon-Belo

Serasa Forsup. emoticon-thumbsup:
Quote:Original Posted By Khoontol
Seret saja.
Ganyang para Koruptor
. emoticon-Metal:




Wuaahh ..... ini nich ,
Koent yang nice n betul betul nice. emoticon-Belo

Serasa Forsup. emoticon-thumbsup:


ntol,lo cari dah kerisnya mpu gandring,ane jamin bakal jadi presiden,tapi nasib akhirnya ya mirip ken arok emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By gendulJR
pernah denger legenda ken arok & kerisnya mpu gandring? emoticon-Big Grin

ya begitulah wajah NKRI emoticon-Big Grin


eh... sekarang kerisnya siapa yg bawa ya emoticon-Big Grin


Tinggal tunggu aja tanggal mainnya dul .... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By gendulJR
pernah denger legenda ken arok & kerisnya mpu gandring? emoticon-Big Grin

ya begitulah wajah NKRI emoticon-Big Grin


eh... sekarang kerisnya siapa yg bawa ya emoticon-Big Grin


ane juga penasaran tu keris sekarang dimana om...emoticon-Bingung (S)
KPK ngusut century = wajib didukung
KPK bikin shitnetron ngulur ulur penyelesaian century = bubarkan kpk emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By kabei
KPK ngusut century = wajib didukung
KPK bikin shitnetron ngulur ulur penyelesaian century = bubarkan kpk emoticon-Angkat Beer


Rakyat kecil susah nangkepnya bei ... Maklum sutradaranya jebolan holiwut ... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By wahyubison
kalo Soekarno masih jadi presiden kita pasti jadi bangsa maju
awal kehancuran kita sebenarnya si soeharto jadi presiden
sekarang apa sich kejadian yang terjadi saat ini sudah banyak yang telah diramalkan oleh soekarno contoh paling nyata masalah ma malon, coba soekarno masih hidup malon ga bakal ada


bung karno lawan politik internasionalnya berat gan..
bung karno ingin melindungi indonesia dari imperialisme gaya baru dari pihak asing yang tertarik dengan kekayaan sda indonesia.. sedangkan asing juga ngga bodo2 amat kalo sudah menyangkut bisnis raksasa..
akhirnya sukarno pun tumbang.. dan ane yakin ada intervensi asing dibalik itu..
jadi akar permasalahannya bukanlah di suharto, karena selama sukarno masih menjadi pemimpin di negeri ini, selama itulah dia akan terus diguncang sampai tumbang.. dan diganti dengan presiden yang nurut sama asing, walaupun itu bukan suharto.. cmiw emoticon-Peace
Quote:Original Posted By gendulJR
ntol,lo cari dah kerisnya mpu gandring,ane jamin bakal jadi presiden,tapi nasib akhirnya ya mirip ken arok emoticon-Big Grin



Emooh Ndul.

Masih ampuh dan enakan Kerisku sendiri. emoticon-Cool

salah satu hajat (keperluan) besar dari KPK adalah kasus century
dengan kewenangan dari UU, seriusi mengurai benang kusut & tembok tebal yg menghalangi.
skandal century harus dituntaskan, bawa semua pihak yg "bermain-main" ke pengadilan.
hakimnya perlu dipelototi, jangan sampe mirip kasus2 yg terkesan "dikondisikan" untuk menyelamatkan pelaku culas di republik ini. emoticon-I Love Indonesia (S)
dibalik kasus besar pasti ada sutradaranya..