alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016844013/tarif-parkir-mahal-untuk-kendalikan-kendaraan-pribadi
Tarif Parkir Mahal untuk Kendalikan Kendaraan Pribadi
Quote:Tarif Parkir Mahal untuk Kendalikan Kendaraan Pribadi


JAKARTA - Dishub DKI menyatakan naiknya tarif parkir di Jakarta menjadi Rp 3.000/jam bertujuan untuk mengendalikan penggunaan kendaraan pribadi yang kerap menimbulkan kemacetan di Jakarta.
Kadishub DKI Udar Pristono menerangkan kenaikan tarif parkir off street (dalam gedung) ini sebenarnya sudah diberlakukan sejak diundangkannya Pergub nomor 12 tahun 2012 pada 19 September lalu. Maka sejak saat itu, sudah

banyak pengelola parkir di gedung-gedung yang menaikkan tarif parkirnya.
Menurutnya kenaikan tarif parkir ini semata-mata bukan untuk mencai keuntungan, akan tetapi juga akan diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Bahkan para pengendara juga akan mendapat asuransi kerusakan dan kehilangan, atas kendaraannya yang diparkir di areal parkir off street.

"Kenaikan tarif parkir ini juga sebagai bentuk upaya Pemprov DKI dalam mengendalikan lalu-lintas di ibukota, seperti meminimalisir kemacetan lalu-lintas. Dengan tarif parkir yang mahal, maka orang akan berpikir dua kali saat akan menggunakan kendaraannya," ujar Udar, Senin (8/10/2012) di Balai Kota.
Dengan begitu, lanjutnya, kenaikan tarif parkir dapat mendorong warga untuk beralih ke angkutan umum. Sehingga jumlah kendaraan pribadi yang melintas di Jakarta dapat semakin ditekan.

"Kenaikan tarif parkir off street juga akan meningkatkan pendapatan pajak daerah dari pajak parkir di tahun 2013. Bila tahun ini pajak parkir ditargetkan sebesar Rp 210 miliar, maka di tahun 2013 pajak parkir ditargetkan realisasinya sebesar Rp 398 miliar," imbuhnya.




sumber:http://jakarta.tribunnews.com/2012/1...daraan-pribadi



Quote:Ini Rincian Tarif Parkir Baru di Jakarta

Tarif parkir off street (dalam gedung) resmi diberlakukan pada Senin (8/10/2012) ini di sekitar 130 ribu Satuan Ruas Parkir (SRP) off street yang ada di Jakarta.
Dinas Perhubungan DKI memaparkan kebijakan baru ini berdasarkan Pergub nomor 12 tahun 2012 tentang Biaya Parkir Pada Penyelenggaraan Fasilitas Parkir Untuk Umum Di Luar Badan Jalan.

Kadishub DKI Udar Pristono menerangkan berdasarkan Pergub tersebut, besarnya biaya parkir untuk kendaraan bermotor roda dua dan roda empat atau lebih, dihitung berdasarkan tarif atas pemakaian jam pertama sebagai tarif dasar ditambah dengan tarif berikutnya atas pemakaian petak parkir atau SRP, dengan mempertimbangkan pemanfaaatan fasilitas parkir.

Kenaikan tarif parkir sudah termasuk pajak parkir dan jaminan keamanan atas resiko kehilangan kerusakan kendaraan di tempat parkir. Untuk kenaikan tarif parkir di pusat-pusat perbelanjaan dan hotel atau kegiatan parkir yang menyatu, serta perkantoran dan apartemen, kendaraan jenis sedan, jeep, pickup, minibus dan sejenisnya sebesar Rp 3.000-5.000 pada jam pertama, dan jam berikutnya Rp 2.000-4.000/jam.

"Kalau jenis bus, truk dan sejenisnya, pada jam pertama Rp 6.000–7.000 dan jam berikutnya Rp 3.000/jam. Sedangkan untuk sepeda motor, tarifnya Rp 1.000–2.000 pada jam pertama dan jam berikutnya Rp 1.000/jam," ujar Udar, Senin (8/10/2012) di Balai Kota.

Udar menjelaskan kenaikan tarif parkir off street bagi sedan, jeep, minibus, bus, truk dan sepeda motor juga sama tarifnya saat menggunakan pemanfaatan fasilitas tempat parkir pada perkantoran dan apartemen.
Harga kenaikan tarif parkir off street berbeda saat memanfaatan fasilitas parkir di tempat parkir untuk umum seperti pasar, tempat rekreasi, rumah sakit dan lain-lainnya. Untuk sedan, jeep, minibus, pickup dan sejenisnya dikenakan tarif parkir sebesar Rp 2.000-3.000 untuk jam pertama, lalu Rp 2.000 untuk setiap jam berikutnya. Kemudian jenis bus, truk dan sejenisnya sebesar Rp 3.000 untuk jam pertama dan Rp3.000 untuk setiap jam berikutnya. Sedangkan sepeda motor sebesar Rp 1.000 perjam.

Jika dibandingkan dengan tarif sebelumnya, maka tarif tersebut jauh lebih mahal. Dalam Keputuran Gubernur nomor 48 tahun 2004, yang menjadi acuan tarif parkir sebelumnya, untuk kendaraan jenis sedan, jeep, minibus, pickup dan sejenisnya, hanya Rp 1.000-2.000 pada jam pertama dan jam berikutnya Rp 1.000–2.000/jam.

Sedangkan untuk bus, truck dan sejenisnya Rp 2.000–3.000 pada jam pertama dan jam berikutnya Rp 2.000/jam. Kemudian untuk sepeda motor hanya Rp 500 pada jam pertama dan jam berikutnya Rp 500/jam.


http://jakarta.tribunnews.com/2012/1...aru-di-jakarta







klo niatnya ingin mengurai kendaraan supaya gk mcet ane setuju pak..tp yg paling bt sebel parkir pinggir jalan yg bt mnjdi slh satu faktor kemacetan..
yg pasti ,banyak yg masuk kantong preman daripada kas pemdaemoticon-Cape d... (S)
Quote:Kenaikan tarif parkir sudah termasuk pajak parkir dan jaminan keamanan atas resiko kehilangan kerusakan kendaraan di tempat parkir. Untuk kenaikan tarif parkir di pusat-pusat perbelanjaan dan hotel atau kegiatan parkir yang menyatu, serta perkantoran dan apartemen, kendaraan jenis sedan, jeep, pickup, minibus dan sejenisnya sebesar Rp 3.000-5.000 pada jam pertama, dan jam berikutnya Rp 2.000-4.000/jam.

semoga bisa sukses dijalankan...
apabila berhasil untuk pusat-pusat perbelanjaan tertentu dan hotel atau kegiatan parkir yang menyatu dinaikkan menjadi 10.000 jam pertama 20.000 - 50.000 jam berikutnya.

orang bijak ingat bayar pajak emoticon-Metal:
untuk mengurai kemacetan ? setuju gan, tapi bukan segitu, ... lebih gede lagi, ... perjam rp.5000,- untuk mobil pribadi dan rp.3000perjam untuk sepeda motor. untuk parkiran di pinggir jalan rp.10000perjam bagi mobil dan rp.5000perjam bagi sepeda motor.

buat mobil angkutan barang, bolehlah pukul rata rp.5000perjam.
sekalian dibikin sistemnya berdasarkan harga mobilnya jg,


mobil diatas 300 jt , perjam 50 rb. emoticon-shakehand
diatas 500 jt perjam, 100 rb.
mobil2 improt diatas 1 m, perjam 200 rb


emoticon-shakehand
Quote:Original Posted By babhaskar




sumber:http://jakarta.tribunnews.com/2012/1...daraan-pribadi










klo niatnya ingin mengurai kendaraan supaya gk mcet ane setuju pak..tp yg paling bt sebel parkir pinggir jalan yg bt mnjdi slh satu faktor kemacetan..


memang otaknya terbalik, kalau parkir di dalam gedung tidak menimbulkan kemacetan, untuk parkir dalam gedung harus disubsidi. justru yang menjadi biang kemacetan adalah parkir dipinggir jalan harus di buat mahal sekali.
ber jualan / menaruh barang di pinggir jalan, mempersempit ruas jalan, menjadikan area jalan sebagai area kerja/ bermain !!!
nggak heran deh jakarta macet yang ngaturnya otaknya terbalik emoticon-Cape d... (S)
bah 3rb/jam. 10rb/jam orang yg bawa mobil masih mampu bayar, kalau mau liat parkiran mall sepi dari orang yang sok belagu kaya punya mobil, naikin jadi 50rb/jam.

lagian mengurangi angka mobil dijalan itu bukan dengan naikin tarif parkir, tapi dengan mengeluarkan perda tentang pengaturan jual beli mobil dan motor. istilahnya kalau jalanan dalam kota ada batas mobil terjual untuk kenyamanan, misalkan jakarta hanya boleh untuk 100.000 unit mobil, kalau dah sampe 100.000 unit ya stop jangan lagi ditambah terus penjualan mobil.

atau perbaharui semua angkutan umum biar nyaman, aman, tepat waktu, trus gratisin pake apbn dengan adanya sistem gaji kepada para sopir, ngga ada lagi namanya ugal2an dijalan karena setoran, subsidi bbm dihapus aja trus alihkan penggunaannya untuk kepentingan angkutan umum.
nih untuk tarif parkir resmi apa ilegal...

----
jangan tarif parkir aja yg dinaekin, seharusnya pajak kendaraan juga dinaekin biar berkuranglah kendaraan...
Solusi yg masih perlu diuji efektifitasnya..
Quote:Original Posted By 44-66-88
sekalian dibikin sistemnya berdasarkan harga mobilnya jg,


mobil diatas 300 jt , perjam 50 rb. emoticon-shakehand
diatas 500 jt perjam, 100 rb.
mobil2 improt diatas 1 m, perjam 200 rb


emoticon-shakehand




mangstap.... ntar bisa2 disidik KPK tukang parkirnya
Quote:Original Posted By anarsakus
untuk mengurai kemacetan ? setuju gan, tapi bukan segitu, ... lebih gede lagi, ... perjam rp.5000,- untuk mobil pribadi dan rp.3000perjam untuk sepeda motor. untuk parkiran di pinggir jalan rp.10000perjam bagi mobil dan rp.5000perjam bagi sepeda motor.

buat mobil angkutan barang, bolehlah pukul rata rp.5000perjam.


Begok amat emoticon-Cape d... (S)
untuk mobil angkutan barang harusnya di subsidi pemerintah, karena setiap biaya yang timbul dari transportasi akan menaikan harga pokok barang tsb.
nggak heran deh harga barang mahal, inflasi besar, yang ngaturnya dan masyarakatnya juga begok emoticon-Cape d... (S)

didirikan sentra2 distribusi barang di daerah supaya masyarakat tidak usah ke kota hanya untuk membeli barang karena tidak tersedia di daerah

masyarakat umum tidak sadar bahwa distribusi barang amat vital, dibandingkan dengan lalulintas manusia yang hanya memboroskan energi dalam mencari barang !!
Pingin kayak di singapur yhak om? emoticon-Big Grin boleh boleh...sekalian aja bikin lebih mahal lagi...asal angkutan umumnya dibenerin juga doooonk...dibanyakin terutama angkutan macam MRT atau monorel yang gak makan jalan umum...kalo begini mah sama aj boong...yang ada parkiran mobil pada beleber ke jalan2 ama trotoar emoticon-Frown
biaya ngetem ga ikut dinaikkan ?
emoticon-Big Grin
ane nonton di tipi katanya sampe naik 100% wow!
wah kalo mahl tarif parkirnya,
ntar gw suruh supir gw muter2 dulu aja, bensin kan lebih murah daripada parkir...ya gak?
Benerin angkutan umum dulu..
Ente pikir sekeluarga yang tadinya hari minggu naik mobil ber empat ber lima ke mal, mau pindah naik angkot yang jorok, bising, ugal ugalan, naik bus trans jakarta yang datangnya sejam sekali udah gitu telat mulu, udah turun angkot harus jalan panas2 di trotoar yang jorok dan sempit, mending kalo ga diserempet motor.. Cuma untuk hemat beberapa puluh ribu bayar parkir?

Kalo bus di jakarta sebersih, setepat waktu bus singapura, MRT lancar ga jorok, trotoar bersih dan luas.. Yakin aja bakalan banyak yang jual mobilnya beralih ke angkutan umum
Quote:Original Posted By kosimsupir
Begok amat emoticon-Cape d... (S)
untuk mobil angkutan barang harusnya di subsidi pemerintah, karena setiap biaya yang timbul dari transportasi akan menaikan harga pokok barang tsb.
nggak heran deh harga barang mahal, inflasi besar, yang ngaturnya dan masyarakatnya juga begok emoticon-Cape d... (S)

didirikan sentra2 distribusi barang di daerah supaya masyarakat tidak usah ke kota hanya untuk membeli barang karena tidak tersedia di daerah

masyarakat umum tidak sadar bahwa distribusi barang amat vital, dibandingkan dengan lalulintas manusia yang hanya memboroskan energi dalam mencari barang !!


setuju bgt
efeknya klo angkutan barang kena biaya parkir ngga di subsidi bisa berantai loh emoticon-Smilie

klo mau ngurangin kemacetan ya diperketat saja ijinnya, bikin SIM hrs jujur (no nembak), pajak kendaraan gedein, BBM musti non subsidi (bg kendaraan th 2000 keatas / aturan cc ), wajib punya garasi sendiri, bangun transp massal, dst dst blablabla.. (ngimpi mode : on, kemungkinan terwujud kecil emoticon-Big Grin)
Parkir di jalan aja da. Flat rate Rp5000,- satu hari.
salah satu solusi sih,
tapi apakah ini bisa lebih baik,
kalo gw malah berpikir solusinya adalah meninggikan harga pajak kendaraan pribadi,
sehingga mengurangi penggunanya, tapi kalo penduduk kaya semua susah juga emoticon-Hammer
Kenapa lagi-lagi kebijakan pemerintah selalu berhubungan dengan rakyat yg ngeluarin duit dari koceknya, bukan malah pemerintah yg ngeluarin duit dari brankas kas negara misalnya dengan memperbaiki dan mengembangkan infrastruktur, meningkatkan kualitas fasilitas transportasi negara, membatasi impor atau manufaktur kendaraan bermotor, mengembangkan teknologi atau alternatif transportasi yg lebih baik misalnya monorail (yg sampai sekarang terlupakan) atau kereta bawah tanah.

Atau bisa juga pemerintah membuat kebijakan yg benar-benar ekstrim, tapi bisa dikelola secara teratur dan akurat untuk manfaat jangka panjang, yaitu pemindahan ibu kota (yg pastinya sangat sulit eksekusinya dan butuh biaya suaangat besar), tapi ya itu tadi, pemerintah paling alergi proyek yg pengelolaannya terlalu repot atau dengan biaya terlalu besar (padahal total kerugian akibat korupsi di Indonesia bisa jadi jauh lebih besar).

Opini pribadi: ogah gw naik angkot yg panas n sempit n bau, bis yg banyak copetnya, busway yg lama nunggunya, kereta api yg susah ngaksesnya n byk copetnya juga. Mendingan naik mobil sendiri yg jelas-jelas ada AC sama audionya supaya ga bete pas macet, atau naik motor yg gampang nyalip sana sini n cepet sampe tujuan.

Lucunya Pemerintah lebih memilih mengontrol jumlah pengguna kendaraan pribadi dengan naikin tarif parkir, bukan malah mengontrol sumber pokok masalahnya yaitu jumlah impor dan manufaktur kendaraan roda 4.