alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016830859/politik-penyediaan-air-minum
Politik Penyediaan Air Minum
Ass.wr.wb.
Tidak banyak orang tahu bahwa penyediaan air minum masyarakat adalah bagian dari politik. Politik disini dalam arti pengurusan urusan umat dalam rangka terpenuhinya akses terhadap air minum secara gratis.
Rosulullah saw bersabda, "manusia itu berserikat dalam tiga hal, air, padang rumput, dan api".
Berserikat adalah memiliki secara bersama, karena dalam tiga hal diatas manusia tidak memiliki kontribusi apapun untuk menghasilkannya, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk memilikinya yg menjadikan manusia lainnya terhalang untuk mendapatkannya.
Untuk menjamin perolehannya atas setiap diri manusia maka diperlukanlah pengaturan yang dalam hal ini tidak bisa tidak melainkan harus diatur oleh negara. Karenanya pengelolaan terhadap sumber daya air, yang salah satunya berupa penyediaan air minum, merupakan bagian dari politik.

Fakta saat ini :
(1) Akses perolehan air minum banyak menjadi masalah bagi masyarakat kelas ekonomi bawah
(2) Banyaknya sumber-sumber mata air dan air permukaan (danau, waduk) yang dikuasai oleh segelintir orang, perusahaan, pemodal, yg menyebabkan manusia lain terhalang untuk memperolehnya.
(3) Semakin banyaknya sektor swasta merambah bisnis air
(4) dll.
yang semuanya itu menunjukan satu hal yg sama, yakni negara tidak melakukan fungsinya dalam penyediaan air minum seperti yg semestinya dilakukan.

Apa yang salah dengan negara ini?
yang salah di negeri ini adalah di huni muslim tapi tidak islam gan.. emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Smile (S)

1

......

Silahkan diperjelas

Quote:Original Posted By edwinkaskus
yang salah di negeri ini adalah di huni muslim tapi tidak islam gan.. emoticon-Blue Guy Peace emoticon-Blue Guy Smile (S)


Mungkin bisa diperjelas lagi pernyataannya, Bos!
ts nya lebay

waktu disuru sekola sama orangtua nya kerjaannya cuma tawuran.. bolos.. ngobat.. mabok.. ngesek..

udah gede jadi pengangguran..hidup susah gak di terima kerja hidup hidup susah kaga dpt fasilitas yang memadahi contoh kaga dpt air bersih. sekarang bisanya nyalahin pemerintah.dihubung2 in yang politik lah.. ini lah.. itulah..

mang kaga perna liad tu setiap ada barang bagus dikit di pretelin.. ada rel kereta nganggur di comotin.. pencurian2 kabel pln.. lampu2 malam di timpukin biar gelap .. embok di corat coret? gimana kaga rusak semua dan berantakan? sekarang dpt fasilitas jelek bisanya nunjuk2 orang..

kalo mau hidup enak jadi orang yg bener.. kerja keras ! sekola yang bener,.. jangan nyalahin orang mulu.. dan ts gak usah lebay lah..
Negara kepulauan, banyak utan banyak sungai. Tapi akses ke air masih susahemoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)
apanya yg susah gan

ditempat ane gali sumur keluar air gratis...tp bayar listrik buat mesin sedot air emoticon-Big Grin

kl musim kemarau sempet kering emoticon-Big Grin
Polishit anjing
Politik Penyediaan Air Minum


ANJING GAN
Quote:Original Posted By WanKhilafah


Mungkin bisa diperjelas lagi pernyataannya, Bos!


Maksudnya banyak yg beriman tapi gak bertakwa, mengaku beriman islam tapi masih korup, nerobos lampu merah (dari khutbah jum at).

Padahal ciri muslim itu beriman dan bertakwa. Tidak hanya mengaku islam tapi menjadi orang islam.

-

Ts nya gak mikir, ini bukan negara islam walaupun kata kata rosullullah itu benar. tapi negara ini gak mengharuskan orang untuk membeli air minum baik kemasan maupun air dari PDAM
emang kacau..
masa ampe skrg air minum masih langka....
salah siapa tuh?emoticon-Blue Guy Bata (L)
nmnya aj kapitalis gan, negara kita kn skrng udh bermetafora menjadi negara kapitalis. buktinya skrng pemerintah mulai menjual belikan sluruh aset negara ini yg dlm uud jls2 hrusnya d gunakan utk kesejahteraan rakyat (cth : listrik, air, dsbnya)
air minum EVIAN dibuat dari arti kata NAIVE yang dibalik

sungguh sangat NAIVE air minum kemasan itu harus kita bayar bahkan dengan harga yang cukup mahal...
tsnya abis kumur kumur ya?
lah tiap hari gw nyedot air minum gan sepuasnya, selain biaya listrik ya gak ada lagi tuh bayar apa2 emoticon-Stick Out Tongue
bkn cuman air, smua hal dinegara ini udah gk beres ngurusnya
udah revolusi aja!! emoticon-I Love Indonesia (S)gedroe WHO,
Opo iki, Makanya jangan boros2 gan kalo mandi ckp 5 gayung aja.
sama ntu ntu paerusahaan yang ngambilin aer di tertibin produktifitasnya.
Gara2 aernya diambil dari atas yang bawah sampe g kebagian gan.
TS kopet, ente seenaknya aja bikin thread rancu!! mau gratisan luh yak!! emoticon-fuck3



Quote:Kaum Muslim Berserikat Dalam Tiga Hal

Imam Abu Dawud meriwayatkan dalam Sunannya: Telah memberitahu kami Ali bin Ja’ad al-Lu’lu’iy. Telah memberitahu kami Hariz bin Ustman, dari Hibban bin Zaid al-Syar’abiy, dari laki-laki yang berasal dari Qarn. Telah memberitahu kami Musaddad. Telah memberitahu kami Isa bin Yunus. Telah memberitahu kami Hariz bin Ustman. Telah memberitahu kami Abu Khidasy. Dan ini adalah lafadh Ali dari laki-laki di antara kaum Muhajirin, di antara sahabat Nabi saw. Ia berkata saya mengikuti Nabi saw berperang sebanyak tiga kali, sedang saya mendengar beliau bersabda:


« اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْكَلإَِ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ»

“Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal, yaitu padang rumput, air dan api.“

Pengarang kitab “Aunul Ma’bûd” berkata: “Saya mengikuti Nabi saw berperang sebanyak tiga kali, yakni tiga kali peperangan.”

“Dalam air“: Maksudnya adalah air yang tidak terjadi dari pencarian dan usaha seseorang, seperti air saluran pribadi, dan air sumur, serta belum dimasukkan dalam wadah, kolam atau selokan yang airnya dari sungai.

“Padang rumput“: Maksudnya adalah semua tumbuhan atau tanaman yang basah maupun yang kering.

Al-Khathabi berkata: Arti kata al-kal⒠(padang rumput) adalah tumbuhan atau tanaman yang tumbuh di tanah mati atau tanah tak bertuan yang dipelihara masyarakat, dimana tidak ada seorang pun yang memilikinya atau memagarinya. Adapun al-kal⒠(padang rumput), jika ia berada di tanah yang ada pemiliknya, maka ia adalah miliknya, sehingga tidak seorang pun yang ikut memilikinya, kecuali dengan izin darinya.

“Dan dalam Api“. Maksud dari berserikat dalam api adalah, bahwa ia tidak dilarang menyalakan lampu darinya, dan membuat penerangan dengan cahayanya, namuan orang yang menyalakannya dilarang untuk mengambil bara api dirinya, sebab menguranginya akan menyebabkan pada padamnya api.


Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan api adalah batu yang mengeluarkan api (batu api) dimana tidak dilarang mengambil sesuatu darinya jika ia berada pada tanah mati. Al-Allamah Imam al-Syaukani dalam “Nailul Authâr” berkata: Ketahuilah bahwa hadits-hadits dalam masalah ini mencakup semuanya, sehingga menunjukan bahwa persekutuan dalam ketiga perkara itu bersifat mutlak (umum). Karenanya, tidak ada sesuatu darinya yang dikecualikan, kecuali dengan dalil yang mengkhususkan dari keumumannya, dan bukan dengan dalil yang justru lebih umum darinya, misalnya hadits yang menetapkan bahwa tidak halal harta seorang Muslim kecuali dengan kerelaan dirinya. Karena ia lebih umum, maka tidak layak berhujjah dengannya setelah tetapnya harta dan tetapnya ketiga perkara itu sebagai tempatnya konflik.

Sungguh, masalah kepemilikan merupakan masalah penting dalam kehidupan manusia, sebab ia bagian dari kebutuhan hidup. Manusia tidak dapat memenuhi setiap kebutuhan jasmanisnya atau nalurinya tanpa memiliki sarana pemuasnya. Sehingga manusia berusaha untuk mendapatkan semua yang dibutuhkan dan diperlukannya. Semua inilah yang membuat manusia bersaing untuk menguasai harta, dan bahkan mereka berjuang mati-matian demi menguasainya dan memperbanyak kepemilikannya. Oleh karena itu, asy-Syâri’ (pembuat hukum) datang dengan membawa hukum (ketentuan) yang mengatur penguasaan manusia terhadap harta, serta mencegah perselisihan dan setiap masalah yang mungkin terjadi sebagai akibat dari berebut untuk memilikinya.

Islam telah membuat kepemilikan menjadi tiga kategori, yang merupakan konsekuensi dari kebutuhan seseorang manusia sebagai individu dan masyarakat, yaitu: kepemilikan individu (al-milkiyah al-fardhiyah), kepemilikan umum (al-milkiyah al-âmmah), dan kepemilikan negara (milkiyah ad-daulah).

Dalam hadits ini, Rasulullah saw mengenalkan kepada kami salah satu dari jenis-jenis kepemilikan, yaitu kepemilikan umum (al-milkiyah al-âmmah). Sementara arti dari kepemilikan umum (al-milkiyah al-âmmah) atas sesuatu adalah, bahwa semua manusia berserikat dalam kepemilikan sesuatu ini, sehingga masing-masing dari mereka memiliki hak untuk memanfaatkannya, sebab sesuatu itu tidak dikhususkan untuk dimiliki individu tertentu, dan mencegah orang lain untuk memanfaatkannya.

Sedangkan sesuatu yang oleh syara’ dijadikan sebagai kepemilikan umum (al-milkiyah al-âmmah), seperti yang terdapat dalam hadits tersebut adalah: air, padang rumput dan api.

Dan yang membuat sesuatu tersebut sebagai kepemilikan umum (al-milkiyah al-âmmah), dan mencegah individu tertentu untuk memilikinya, tidak lain adalah karena semua manusia sangat membutuhkannya. Sehingga ia merupakan fasilitas publik yang sangat dibutuhkan oleh komunitas selamanya. Bahkan sebuah komunitas akan tercerai-berai untuk mencarinya jika sesuatu itu sangat sedikit atau habis. Dalam hal ini, Somalia merupakan contoh nyata masalah ini, dimana orang-orang meninggalkan desa dan kota-kota mereka, akibat paceklik, kekurangan air dan padang rumput, sehingga mereka bercerai-berai di dalam negeri untuk mencari fasilitas vital ini. Bahkan untuk mendapatkan sesuatu itu, mereka rela menghadapi penderitaan demi penderitaan.

Dan asy-Syâri’ (pembuat hukum) telah mewakilkan tugas penggunaan dan pengaturan kepemilikan umum (al-milkiyah al-âmmah) ini kepada negara, sehingga semua manusia memungkinkan untuk memanfaatkannya dan mencegah individu-individu tertentu dari mengontrol dan menguasainya. Semua itu untuk melindungi hak-hak rakyat, menjaga stabilitas masyarakat Muslim, serta untuk menjamin ketenangan semua individu rakyat.
huanjemy