alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016827528/anjriit-raja-ampat-bukan-untuk-turis-murahan
(anjriit !!)Raja Ampat Bukan untuk Turis Murahan
JAKARTA, KOMPAS.com - Daya tarik wisata Raja Ampat, terletak di kekayaan baharinya. Oleh karena itu, sebagai taman nasional, Raja Ampat tidak bisa dikembangkan sebagai pariwisata massal agar tetap terjaga kelestarian alamnya.

"Kami tidak ingin pariwisata Raja Ampat menjadi mass tourism (pariwisata massal). Kami ingin wisatawan yang berkualitas. Raja Ampat bukan untuk yang massal yang murah dan rombongan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yusdi Lamatenggo kepada Kompas.com saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (5/10/2012).

Oleh karena itu, pemerintah kabupaten Raja Ampat pun telah memiliki aturan-aturan pembatasan untuk menjaga kelestarian Raja Ampat, namun tetap dalam koridor pengembangan pariwisata.

Salah satunya adalah pembatasan jumlah resor, jumlah kapal dan liveaboard, serta jumlah penyelam dalam satu menyelam. Menurut Yusdi, jumlah resor di Raja Ampat maksimun 20 resor untuk 10 tahun ke depan.
"Saat ini, kami punya tujuh resor. Pembatasan lainnya kapal dan liveaboard hanya boleh ada 40, sekarang sudah batas maksimun, ada 40 kapal dan liveaboard," jelas Yusdi.

Selain itu, setiap titik menyelam, lanjutnya, hanya boleh dimasuki oleh satu operator saja. Serta, sekali menyelam di satu titik menyelam, hanya bisa diselami oleh 25 penyelam.

"Penyelam di Raja Ampat harus dibatasi. Panas yang dikeluarkan orang yang menyelam itu bisa merusak karang di perairan Raja Ampat. Ada karang-karang yang cantik di Raja Ampat tetapi sangat rapuh," jelas Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar saat jumpa pers Festival Raja Ampat 2012, pada kesempatan yang sama.

Oleh karena itu, lanjut Sapta, tidak mungkin jika diadakan sebuah acara diving massal di Raja Ampat. Selain itu, fotografi besar-besaran pun tidak bisa dilakukan. Sebab, kata Sapta, sinar dari lampu kamera bisa merusak karang.
Menurut Sapta, akses langsung penerbangan reguler menuju Raja Ampat bisa memicu semakin banyaknya turis yang masuk Raja Ampat dan dikhawatirkan dapat merusak lingkungan Raja Ampat.

Pihak Pemkab Raja Ampat sendiri baru gencar mempromosikan pariwisata Raja Ampat dalam lima tahun belakangan. Kunjungan turis asing dalam rangka menyelam di tahun 2011 mencapai lebih dari 6.000 orang.

Menurut Yusdi, Raja Ampat sebagai kabupaten baru masih minim dalam hal infrastruktur dan jumlah penduduknya pun sedikit. Walaupun belum ada pembatasan jumlah wisatawan yang masuk ke Raja Ampat, namun ia yakin dengan beberapa pembatasan lainnya, Raja Ampat masih memiliki daya tampung yang cukup besar untuk kunjungan wisatawan.

"Raja Ampat ini luas, orang tahunya hanya Waigeo. Raja Ampat secara keseluruhan, luasnya delapan kali lipat dibanding Wakatobi," katanya.

Sejak tahun 2007, Pemkab Raja Ampat juga mengeluarkan pin yang harus dibeli oleh wisatawan yang ingin masuk ke Raja Ampat. Beberapa kalangan menilai pin ini terlalu mahal, padahal menurut Yusdi, uang dari penjualan pin tersebut berkontribusi besar pada Pendapatan Asli Daerah dan konservasi untuk Raja Ampat.

"Pin ini semacam tiket masuk, untuk turis domestik seharga 250 ribu rupiah dan berlaku untuk satu tahun, untuk turis asing 1 juta rupiah. Dengan beli pin ini, identitas jadi tercatat, Uangnya untuk konservasi dan pembangunan daerah," tutur Yusdi.

Ia mengaku turis domestik banyak yang mengeluhkan mahalnya pin yang harus dibeli. Namun sebaliknya, turis asing mau membeli pin tersebut karena merasa telah membantu pembangunan daerah Raja Ampat.
Raja Ampat terdiri atas 4 pulau besar yaitu Pulau Wageo, Misol, Batanta, dan Salawati. Selain pula memiliki 1.000 lebih pulau-pulau kecil yang menyimpan keragaman flora-fauna seperti 540 jenis karang dan lebih dari 1.000 jenis ikan karang dan 700 jenis moluska. Semua kekayaan ini menjadi daya tarik pariwisata.
ini sumbernya gan

menurut ane gan keajaiban APBD Rp. 700M per tahun untuk 32ribu penduduk Raja Ampat memang menakjubkan, karena :
  1. sampai detik ini masyarakat masih mengharapkan beras Raskin setiap bulan, seluruh penduduk gan.
  2. tingkat perekonomian masyarakat masih rendah.
  3. PLTD yang dikelola BUMD ternyata dikorupsi gan, Rp.81M dan akhirnya sekarang waisai (ibukota kabupaten) gelap gulita.


kabupaten Raja Ampat sudah mencanangkan diri sebagai kabupaten wisata bahari, justru dari pariwisata diharapkan mendapat PAD yang besar.
nih kadis pariwisata kapitalis banget, giliran bule invest saja dibolehkan, masyarakat bikin homestay/cottage tradisional dilarang.

Raja Ampat ada ikan dan karang karena ada kearifan lokal sejak jaman nenek moyang ==> budaya SASI.
sebagaimana masyarakat bali yang punya kearifan lokal mengenai budaya.

hidupkan kembali adat istiadat raja ampat karena itu daya tarik dan bisa menarik wisatawan.

kadis pariwisata tai gosi...buka kantor perwakilan pariwisata Raja Ampat di Bali pake anggaran Rp.1,5M pertahun.
ternyata sewa tempat saja dan yang jaga bukan orang raja ampat !!
mana ada sewa ruko + gaji penjaga 4 orang = Rp. 1,5M ????

disini kadis pariwisata ngemeng klo wisata ke raja ampat murah
(link diatas detik travel jd hilangin satu dot seperti biasanya)
Itu kepala dinasnya manusia apa bukan sihh .... emoticon-Metal:

Kok diskriminatif betul. emoticon-Mad:
gpp lah gan yang ke raja ampat orang kaya semua. kan disana dijelasin kalau tempatnya emang ga bisa buat massal. selain itu kan juga bagus buat pendapatan daerah emoticon-Embarrassment
cuma kalau tebang pilih antara yang bule ama indo itu yang aneh emoticon-Cape d... (S)
mantap. Ni baru benar-benar di jaga kelestariannya.
Quote:Original Posted By ngemble
gpp lah gan yang ke raja ampat orang kaya semua. kan disana dijelasin kalau tempatnya emang ga bisa buat massal. selain itu kan juga bagus buat pendapatan daerah emoticon-Embarrassment
cuma kalau tebang pilih antara yang bule ama indo itu yang aneh emoticon-Cape d... (S)


bagus untuk pendapatan daerah bijimane gan ?

sistem PIN itu awalnya udah abis anggaran yang besar loh, sampai sekarang juga belum ada laporan jelas hasil pendapatan dari sistem PIN tersebut.
toh wilayah raja ampat luas, klo bule mau datang pake kapal pesiar dr australia juga meneketehe, tuh cottage2 milik bule juga ga jelas kok.
nama belum setenar bali aja udah belagunya minta ampun emoticon-fuck3



nyesel gue pernah rate thread raja amapat yang HT emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:Original Posted By RushinGold
mantap. Ni baru benar-benar di jaga kelestariannya.

mantab apaan, masyarakatnya miskin tuh.
dulu mereka cari ikan cukup didepan kampung, ga perlu BBM banyak2, dan masih pake sistem SASI.

sekarang mereka cari ikan minim perlu bensin 30ltr (per trip) padahal harga BBM perliter tembus angka 9000/liter.

sedangkan bule ketawa ketiwi berenang dan nyelam di depan kampung (spot menyelam), toh masyarakat kampung tidak mendapatkan apa-apa.
tiket masuk lokasi buat masyarakat ?? tai gosi..tra da
wah, ini sih kalo kata bang rhoma irama sungguh TER-LA-LU!!
mau mencari duit dengan jalan pintas gak pernah bagus akhirnya emoticon-No Hope
diskriminatif dong jadinya emoticon-Berduka (S)







.MnNm™ post ©2012
Follow @mnnm_shop "Better Place for Shopping"
Quote:Original Posted By threeinwan
nama belum setenar bali aja udah belagunya minta ampun emoticon-fuck3

nyesel gue pernah rate thread raja amapat yang HT emoticon-Blue Guy Bata (L)


yang belagu itu kadis pariwisatanya => yusdi lamatenggo
agan tau nggak anggaran untuk festival bahari itu berapa M?

minim 5M dan dihabiskan selama 5 hari saja anjrit bukan?!
seandainya kpk kagak ribet, pasti bisa diperiksa tuh anggaran tidak jelas.

APBD 700M/tahun buat 32rb penduduk raja ampat tapi masyarakatnya masih miskin ?
mantab kan
emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By ketinting
yang belagu itu kadis pariwisatanya => yusdi lamatenggo
agan tau nggak anggaran untuk festival bahari itu berapa M?

minim 5M dan dihabiskan selama 5 hari saja anjrit bukan?!
seandainya kpk kagak ribet, pasti bisa diperiksa tuh anggaran tidak jelas.

APBD 700M/tahun buat 32rb penduduk raja ampat tapi masyarakatnya masih miskin ?
mantab kan
emoticon-Matabelo


dana APBD 700 M masih belum bisa mensejahterakan 32 ribu penduduk, wow gila wow cuihhh.. najizzz... pasti ada tikus yang ngentit tuh gan emoticon-Mad (S)
makanya gan kaya dulu baru kesono.. itung2 nambah motivasi pas cari duit.. wkwkwkwemoticon-Ngacir
miris emoticon-Berduka (S)
dijadikan wisata untuk Turis JetSet dan APBD 700M
tapi kok masyaraktnya msh gak mampu emoticon-Berduka (S)
meskipun ane cita2 ga kesampean utk kesana
manurut gw wajar aja gan,

coral reef di raja ampat banyak yg bilang paling indah dan lengkap di dunia.
kalo sampe rusak, butuh puluhan tahun utk bisa pulih.

kalo jadi wisata masal, misal ribuan turis per hari, sulit bisa jamin ketertiban dan kebersihannya

lagian apa enaknya diving mengagumi coral reef bawah laut kalau isinya ratusan orang dalem aer? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

buat gw raja ampat jadi mimpi indah, nabung yg rajin biar bisa kesana
Quote:Original Posted By breedaniela
meskipun ane cita2 ga kesampean utk kesana
manurut gw wajar aja gan,

coral reef di raja ampat banyak yg bilang paling indah dan lengkap di dunia.
kalo sampe rusak, butuh puluhan tahun utk bisa pulih.

kalo jadi wisata masal, misal ribuan turis per hari, sulit bisa jamin ketertiban dan kebersihannya

lagian apa enaknya diving mengagumi coral reef bawah laut kalau isinya ratusan orang dalem aer? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

buat gw raja ampat jadi mimpi indah, nabung yg rajin biar bisa kesana


snorkeling dan diving ada biaya tersendiri belum lagi biaya sewa boat yang mahal, jadi gue rasa seharusnya untuk wisata pantainya saja layak kok untuk dimurahin agar wisatawan lokal ikut juga merasakan kekayaan alam indonesia di raja ampat walau tidak explore keseluruhan emoticon-Smilie

untuk lebih jelas dibawah ada quote rincian biaya yang harus keluar dari dompet ketika berwisata ke raja ampat.

Quote:http://travel.okezone.com/read/2012/...-ke-raja-ampat

JAUH dan mahal. Predikat itu yang selama ini melekat pada Raja Ampat. Padahal, kata mahal itu relatif. Nyatanya, Raja Ampat merupakan tempat tujuan wisata minat khusus. Hanya bagi mereka yang betul-betul menyukai wisata bahari, terutama menyelam dan snorkeling.

Untuk masuk ke Raja Ampat setiap pengunjung dikenai tarif masuk, tepatnya membayar pin, yang berlaku setahun. Turis asing dikenai tarif Rp500.000 per orang per tahun dan turis domestik Rp250.000 per orang per tahun. Untuk menikmati wisata di Raja Ampat sedikitnya dibutuhkan hingga puluhan juta rupiah. Bahkan, sejumlah biro perjalanan menawarkan paket wisata dengan tarif Rp20-30 juta selama seminggu dari Jakarta.

Tak mengherankan jika wisatawan domestik enggan berwisata ke daerah yang berada di wilayah Kepala Burung, Papua itu. Apalagi hampir semua resor atau penginapan di Raja Ampat dikelola orang-orang asing. Hanya Raja Ampat Dive Lodge (Radil) di Pulau Mansuar yang dimiliki orang Indonesia. Lantas, bagaimana dengan para backpacker? Ah, itu bukan tidak mungkin dilakukan, meski kalau dihitung-hitung biayanya lebih mahal dibanding berwisata ke wilayah lain di Indonesia.

Ongkos penerbangan Jakarta-Sorong (pergi-pulang) dengan maskapai Express Air mencapai Rp3,9 juta per orang dengan waktu tempuh enam jam karena harus transit di Makassar dua jam. Setiba di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, wisatawan bisa menggunakan angkutan kota menuju Pelabuhan Sorong yang hanya berjarak 10 menit dari bandara, cukup dengan ongkos Rp5.000. Jika menggunakan ojek, ongkosnya sekitar Rp15.000 dan Rp100.000 jika menggunakan mobil sewaan.

Dari pelabuhan, menggunakan kapal feri yang hanya berangkat pukul 14.00 WIT setiap hari menuju Waisai, Ibu Kota Raja Ampat yang terletak di Pulau Waigeo dengan tarif Rp120.000. Dibutuhkan waktu tiga sampai lima jam jika menggunakan feri, tergantung tinggi gelombang laut. Jika menggunakan perahu cepat (speedboat) dengan kapasitas 20 penumpang, biaya yang digunakan jauh lebih mahal. Bisa mencapai Rp8 juta per hari.

Mahalnya biaya perjalanan dikarenakan harga bahan bakar minyak di Raja Ampat Rp10.000 per liter. Itu pun sering sulit didapat. Karena itu, sangat disarankan bepergian dengan kelompok jika ingin menggunakan kapal berkecepatan tinggi yang boros bahan bakar. Biaya perjalanan bisa ditanggung bersama. Dengan speedboat dibutuhkan waktu dua sampai tiga jam untuk sampai ke Waisai sebelum menikmati sejumlah tempat lain di Raja Ampat.

Di Waisai, wisatawan bisa memilih home stay (rumah penduduk) yang disewakan Rp450.000 per malam, sudah termasuk makan. Untuk menyelam (diving) dan eksplorasi berlayar ke pulau-pulau di Raja Ampat wisatawan bisa menyewa perahu penduduk. Untuk sekali diving, biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp700.000. Dengan rincian rate diving sekitar Rp450.000 per orang ditambah sewa peralatan Rp250.000 per hari. Sedangkan biaya untuk sewa peralatan snorkeling lengkap (snorkel, kaki katak, dan pelampung) lebih murah, Rp100.000.

Waisai hanyalah tempat transit. Tujuan wisata bahari justru berada di sejumlah pulau di sekitarnya. Untuk menikmati keindahan Kepulauan Wayag yang menjadi ikon Raja Ampat, misalnya, butuh waktu sekitar enam jam perjalanan pergi pulang dari Waisai. Perjalanan hanya bisa ditempuh dengan speedboat yang harga sewanya antara Rp7 juta sampai Rp14 juta dari Waisai. Tergantung berapa lama menggunakannya.

Umumnya, wisatawan menikmati keindahan Wayag paling lama dua jam karena tidak ada tempat menginap. Untung ada Teluk Kabui. Tempat lain di Raja Ampat ini disebut-sebut sebagai miniaturnya Wayag karena bentuknya hampir menyerupai Wayag yang tersusun oleh gugusan pulau. Hampir semua pulau di Teluk Kabui merupakan tebing karst yang ditutupi vegetasi.
ganti kepala dinas pariwisata yang kapitalis.....

buat apa beli PIN mahal2... lagian paling ke sana juga setahun cuma sekali....

klo pinnya dipakai sebagai tiket/karcis masukpun bisa saja dipakai berulang kali oleh orang2 yang berbeda....
kesana juga belom, udah dilarang2 emoticon-Nohope
ayo indonesia lanjutkanbudayamu yang bobrok..emoticon-Embarrassment
cintai negeri orang lain emoticon-Embarrassment
hancurkan negeri ini emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By IZZMCH
ayo indonesia lanjutkanbudayamu yang bobrok..emoticon-Embarrassment
cintai negeri orang lain emoticon-Embarrassment
hancurkan negeri ini emoticon-Embarrassment


sekilas miris tapi emang gitu keadaan negeri kita :norose
Ke Raja Ampat cuma bisa orang kaya.. orang Indo yang kalangan menengah jadi ga bisa menikmati indahnya alam disana dong
×