alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016826792/ternyata-novel-baswedan-penyidik-kpk-yang-memimpin-penggeledahan-di-markas-korlantas
Ternyata Novel Baswedan Penyidik KPK yang memimpin penggeledahan di markas Korlantas
JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan merupakan salah satu penyidik dengan kategori par excellence alias terbaik di jajarannya. Novel yang berpangkat komisaris polisi ini hampir selalu menjadi andalan Komisi Pemberantasan Korupsi ketika menangani kasus-kasus besar.

Dalam kasus korupsi pengadaan simulator berkendara di Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia, Novel merupakan salah satu pimpinan satuan tugasnya. Biasanya, KPK selalu membentuk satuan tugas yang terdiri dari beberapa penyidik setiap kali menangani sebuah kasus korupsi.

Novel adalah penyidik KPK yang menghadang upaya penghentian penggeledahan KPK di markas Korlantas bulan Juli lalu. Ketika itu Novel menunjukkan surat perintah pengadilan yang dimiliki KPK untuk menggeledah markas Korlantas, ketika ada petugas kepolisian dengan pangkt yang jauh lebih tinggi darinya yang sempat mempertanyakan izin KPK menggeledah.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengakui, Novel adalah salah satu penyidik dengan kategori par excellence yang dimiliki KPK. Suatu saat Johan pernah mengungkapkan kepada sejumlah media, ingin mempublikasikan sosok Novel karena kemampuannya sebagai penyidik yang selalu diandalkan KPK dalam menuntaskan kasus korupsi skala besar.

Novel kini tengah menghadapi ancaman penangkapan dari instansi asalnya. Dia dituduh terlibat kasus penganiayaan berat semasa bertugas sebagai polisi di Bengkulu delapan tahun yang lalu.

Sampai kini belum diketahui, mengapa kasus yang telah lama berlalu dan kabarnya telah selesai secara etik tersebut diangkat kembali untuk menjerat penyidik terbaik KPK ini. Yang jelas, Kompol Novel sampai saat ini adalah penyidik dengan kategori par excellence di KPK.


http://nasional.kompas.com/read/2012...10/06/01241558


Ketika Gedung KPK didatangi sejumlah perwira polisi yang hendak menangkap Komisaris Novel Baswedan, penyidik utama kasus dugaan korupsi pengadaan simulator berkendara di Korps Lalu Lintas Polri, seorang teman menulis di akun Twitter-nya. Kira-kira begini tulisan teman tersebut, ”Polisi baik itu John McClane, tapi itu hanya di film.”

John McClane adalah karakter fiksi seorang polisi dari New York, AS, dalam film produksi Hollywood, "Die Hard". John McClane adalah polisi yang berani menumpas kejahatan di mana pun dia berada. Karakter McClane memang ibarat makna die hard itu sendiri. Keras kepala, menolak berubah untuk apa yang diyakini sebagai kebenaran.

Namun, betulkah polisi baik hanya ada di film? Di Indonesia, kita bisa menemukan sosok-sosok polisi yang baik itu di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah para penyidik KPK yang menjadi tokoh kunci di balik terungkapnya kasus-kasus korupsi skala besar yang mengguncang negeri ini.

Salah seorang penyidik itu adalah Komisaris Novel Baswedan. Hampir semua koleganya di KPK, mulai dari penyidik hingga pimpinan, mengakui Novel adalah penyidik dengan kategori par excellence. Dia berperan utama dalam mengungkap korupsi skala besar seperti suap wisma atlet yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan politikus satu partainya, Angelina Sondakh. Novel ikut memimpin penangkapan Bupati Buol Amran Batalipu yang sempat melawan saat ditangkap tangan menerima suap dari anak buah pengusaha Siti Hartati Murdaya.

Di hampir semua penangkapan koruptor kelas kakap, Novel ikut langsung di lapangan. Sejumlah operasi tangkap tangan KPK dipimpin oleh Novel. Yang paling fenomenal tentu kasus dugaan korupsi pengadaan simulator berkendara di Korlantas Polri. Novel menjadi penyidik yang ikut memimpin penggeledahan di markas Korlantas, Jalan MT Haryono, Jakarta.

Penggeledahan KPK di markas Korlantas sempat tak berlangsung mulus ketika sejumlah perwira dari Bareskrim Mabes Polri menghentikannya. Dua perwira berpangkat komisaris besar meminta penyidik KPK menghentikan penggeledahan. Mereka menanyakan izin penggeledahan dari Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo. Ketegangan menyelimuti suasana penggeledahan tersebut.

Tiba-tiba, dengan keberanian yang mungkin jarang dimiliki perwira menengah seusianya, Novel menghadapi seniornya di kepolisian itu. Memegang surat izin penggeledahan yang diperoleh KPK dari pengadilan, Novel berkata kepada seniornya, ”Maaf, Bang, kami hanya menjalankan tugas. Ini surat izin dari pengadilan untuk penggeledahan yang kami lakukan.” Tak tebersit sedikit pun nada ragu dan takut dalam benak Novel.

Persis seperti adegan dalam film-film Holywood, Novel dengan keberaniannya tak sedikit pun merasa gentar. Dengan keberanian itu, sudah banyak seniornya yang mencoba mengingatkan Novel. Namun, seperti John McClane, Novel yakin bahwa yang dilakukannya semata demi memberantas korupsi. Dia tak mau berubah. Sesuatu yang salah menurut hukum, maka di matanya juga salah.

Ketika tiba-tiba dijadikan tersangka oleh Polri untuk kasus delapan tahun lalu saat bertugas di Polresta Bengkulu, Novel pun siap menghadapinya. Dengan semua prestasi sebagai die hard-nya KPK, pimpinan pun tak ragu membela Novel.

”Yang senang kalau Novel dipenjara adalah koruptor,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP.

http://nasional.kompas.com/read/2012...g.Die.Hard.KPK

sangat2 terang benderang motif polri ada curut dibalik sempak
berbeda jauh ya sama SBY emoticon-Matabelo

SBY selalu ragu, bimbang, bingung, sampe2 apa yang dilakuin SBY jadi serba salah mulu emoticon-Big Grin
Cari novel kok di kpk ,

Tuh , cari di toko buku.
Banyak novelnya.


Kalo puput novel ,
Aku ya mauuu dong.
emoticon-Wowcantik
majuu teruss kang novell...
emg susah ya kalo korupsi jadi budaya
Cape bikin thread tapi beritanya dah basi..

Search dulu gan.. Dah ada Thread-nya gan emoticon-Repost

#SaveKPK
harusnya JS di bawa ke ancol suruh ngaku trus di tembak lututnya emoticon-Cape d... (S)
memang sudah terlihat banget "kebegoan" jajaran keploshitan Indonesia emoticon-Cape d...
kasus sudah 8 tahun lalu di korek2 lagi gara2 mungkin dendam sama pak Novel lebih membela KPK dibanding keploshitan emoticon-Cape d...
turut emoticon-Turut Berduka: atas keadilan dan kejujuran yang tergadai di negeri ini gan emoticon-Sorry
================================
buat pak Novel dari ane, keep Die Hard! and Die Harder Sir!
Bakal bernasib seperti Antasari dituduh membunuh...
semakin hebat kemampuan tanggung jawab semakin besar, harus ada yng mendukung noval neh
Ayo dukung Novel Baswedan sebagai Capres 2014 emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Fahri.F
Ayo dukung Novel Baswedan sebagai Capres 2014 emoticon-Big Grin


hadeehh emoticon-Cape d...
nggak segitunya kaleee....


tuwagapatmanamjupan
Quote:Original Posted By byulbelenang
memang sudah terlihat banget "kebegoan" jajaran keploshitan Indonesia emoticon-Cape d...
kasus sudah 8 tahun lalu di korek2 lagi gara2 mungkin dendam sama pak Novel lebih membela KPK dibanding keploshitan emoticon-Cape d...
turut emoticon-Turut Berduka: atas keadilan dan kejujuran yang tergadai di negeri ini gan emoticon-Sorry
================================
buat pak Novel dari ane, keep Die Hard! and Die Harder Sir!


gw jg bingung.. kasus 8 taun diungkap lg.. knapa skrg pak??? emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By Fahri.F
Ayo dukung Novel Baswedan sebagai Capres 2014 emoticon-Big Grin


gan ente abis makan capcay ya?
kok lebay amat
harusnya kalo presidennya mendukung gerakan anti korupsi jelas harus dibelakang kpk, supaya borok2 di kepolosian karena kasus korupsinya dapat terungkap sampai ke akar2nya...

ini malah kaya orang bingung dan ga jelas harus berbuat apa emoticon-Berduka (S)

ayo bang novel, lanjutkan perjuanganmu, ane yakin sebagian besar rakyat Indonesia mendukung perjuangan anda (cuma ane takutnya di antasarikan lagi nih)
Kita harap saja KPK semakin membaik kedepannya emoticon-Kiss (S)



_______________________________________________________
Kunci Pintu Digital com

Sudah jelas2 bagi di mata rakyat Indonesia kalau terjadi ketidak adilan dalam masalah KPK vs Polisi,masih aja polisi dengan segala dalil nya masih merasa paling BENAR sendiri.
Apa yang menjadi tolok ukur Polisi merupakan cermin ke AROGAN an Polisi yang tidak peduli dengan segala caci dan cemooh masyarakat.
Inikah POLISI Indonesia yang dengan segala slogannya yang begitu bagus,kenyataannya sangat bertolak belakang dengan prakteknya?
Apa yang bisa di harapkan dari Polisi Indonesia yang sudah begitu AROGAN dan SOK berkuasa?
Ke depannya, bagaimana dengan INSTITUSI ini yang katanya sudah melakukan REFORMASI tapi masih berpraktek seperti yang dulu cuma MANIS di slogan aja?
Apa para petinggi Polisi tidak boleh tersentuh HUKUM?
Apa hukum hanya berlaku bagi para bawahan saja?atau ada oknum2 yang korupsi berjamaah dan sekarang lagi pegang KUASA yang begitu MUTLAK tanpa boleh tersentuh HUKUM?
Hadeew capek baca berita ama lihat kenyataan ini masih terjadi di Indonesia dengan segala polemiknya yang tidak akan pernah di beresin karena tidak ada niatan untuk berlaku bersih,sudah terlalu banyak masalah di Kepolisian Indonesia sebagai contoh rekening gendut polisi yang sampai kiamat pun tidak akan tersentuh,siapa berani?
Sudah terlalu banyak kekecewaan masyarakat terhadap institusinya ini,tapi memang betul2 luar biasa HEBATnya para petinggi polisi dalam tindakannya yang melukai hati rakyat Indonesia yang sudah tidak peduli apa kata rakyat.
Mau di bawa kemana institusi ini ?
Bagaimana pandangan orang luar negeri melihat segala berita dari Indonesia tentang polemik yang sekarang lagi hangat2nya?
Apa mereka tidak kuatir kalau datang di Indonesia kena masalah dengan kepolisian Indonesia yang begitu arogannya?
Seperti lihat di film2 lapor polisi kesana kemari semua tidak berguna masih dalam satu jaringan kelompok yang takut kesalahannya di buka.
Mau di apakan sebaiknya institusi
ini?
emoticon-Bingungbingungemoticon-Bingungbingungemoticon-Bingungbingung
Polisi sudah maen secara terbuka, adakah serangan balik dari KPK ?
gua mau tunggu hasilnya...emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)
mudah-mudahan KPK makin berani menangkap koruptor. rakyat mendukung penuh dan tanpa syarat.. emoticon-thumbsup
baru tau gan,,

kan udah dibahas dengan heboh dari waktu jumat malem s/d sabut dini hari

ini efek setelah djoko selesai diperiksa di KPK

Ini Sejumlah Kejanggalan dalam Kasus Novel

Di tengah pengusutan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) di Korps Lalu Lintas Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendapatkan ujian. Salah satu penyidiknya yang memimpin penanganan kasus tersebut, yakni Komisaris Novel Baswedan, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan berat oleh Kepolisian Daerah Bengkulu.

Kasus penganiayaan berat yang dikaitkan Polda Bengkulu dengan Novel ini terbilang kasus lama. Pada 2004, menurut kepolisian, Novel diduga melakukan penganiayaan dengan menembak tersangka kasus pencurian sarang burung walet. Saat itu, Novel menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu. Lamanya selang waktu antara peristiwa dan penyidikan kepolisian yang baru dilakukan saat ini menimbulkan kecurigaan.

Pada Jumat (5/10/2012) malam, anggota Polda Bengkulu dengan dibantu pasukan Polda Metro Jaya menggeruduk Gedung KPK, di Kuningan, Jakarta Selatan. Tujuannya untuk menangkap Novel. Mereka mengaku membawa surat penangkapan dan surat penggeledahan. Namun, menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, surat penggeledahan yang dibawa pasukan Polda Bengkulu itu belum disertai izin pengadilan, bahkan belum ada nomor suratnya.

Janggal

Juru Bicara KPK Johan Budi, Minggu (7/10/2012) malam, mengungkap kejanggalan lain terkait penetapan Novel sebagai tersangka oleh Polda Bengkulu. Menurut Johan, tim investigasi KPK menemukan bahwa laporan masyarakat terhadap Novel baru dibuat Polda pada 1 Oktober 2012 atau empat hari sebelum Polda Bengkulu berupaya menangkap Novel. Surat laporan tersebut bernomor 1285/11/2012/SPKT.

Seperti diketahui, laporan inilah yang menjadi dasar kepolisian menyidik kasus dugaan penganiayaan yang dituduhkan ke Novel tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu Komisaris Besar Dedy Irianto sebelumnya mengatakan bahwa kasus delapan tahun yang menimpa Novel itu diusut karena ada laporan dari tersangka pencurian sarang burung walet yang menjadi korban.

"Ada laporan keberatan dari masyarakat. Kapan saja bisa kami proses sepanjang belum kedaluwarsa," katanya, beberapa waktu lalu.

Berbeda dengan hasil investigasi KPK, menurut Dedy, laporan masyarakat tersebut baru masuk pada Agustus lalu. Johan juga mengungkapkan kejanggalan lain yang ditemukan tim investigasi KPK. Menurutnya, hingga kini belum ada uji balistik terhadap peluru yang dikaitkan dengan kasus dugaan penganiayaan oleh Novel tersebut. Selain itu, menurutnya, belum ada pemeriksaan menyeluruh terhadap saksi-saksi.

"Perlu juga disampaikan bahwa sebelum hari Jumat itu, belum satu pun surat panggilan yang dialamatkan kepada yang bersangkutan (Novel) untuk diperiksa," katanya.

Korban bantah melapor

Secara terpisah, pihak Iwan Siregar yang diduga menjadi korban penembakan itu membantah jika dirinya disebut membuat laporan polisi atas perbuatan Novel delapan tahun lalu. Pengacara korban, Yuliswan, mengatakan kalau yang dibuat pengacara atas nama korban ialah surat permohonan keadilan.

"Saya hanya membuat surat permohonan keadilan kepada Kapolri terkait aparat yang sudah menembak klien saya delapan tahun lalu," kata Yuliswan.

Surat yang dimaksud Yuliswan dibuat tanggal 21 September 2012. Surat bernomor 079/SP/A-YDR/09/2012 tersebut ditujukan kepada Kapolri. Surat sengaja ditujukan kepada Kapolri karena berdasarkan pengalaman selama ini, surat pengaduan kepada polisi, baik di tingkat polda maupun polres, jarang ditanggapi.

Yuliswan juga menyampaikan, surat permohonan keadilan dibuat saat ini, setelah delapan tahun peristiwa itu berlalu, karena salah seorang korban, Iwan Siregar, masih merasakan sakit di kakinya akibat ditembak polisi.

"Kami ingin ada keadilan dan perhatian dari polisi. Kaki klien kami yang masih sakit tolong diobati. Terima kasih karena sekarang kaki Iwan sudah dioperasi. Sekarang ia masih dalam proses penyembuhan," katanya.

Yuliswan menambahkan, seandainya ada pelanggaran hukum yang dilakukan polisi ketika menangkap kliennya, ia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

"Sudah dioperasi pun klien saya sudah berterima kasih. Semoga kakinya tidak sakit lagi. Kalau mau diusut siapa yang menembak klien saya, kami senang saja karena klien saya tidak tahu persis siapa yang menembaknya," katanya.

Novel didatangi utusan Kapolri

Beberapa hari lalu, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan, Novel pernah ditemui utusan Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo. Tepatnya, sehari sebelum insiden penggerudukan Gedung KPK oleh Polda Bengkulu pada 5 Oktober 2012.

Utusan Kapolri berinisial AA dan AD itu, menurutnya, meminta Novel menemui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polri Yasin Fanani.

"Tujuan pertemuan adalah untuk membantu Novel melakukan konfirmasi atas teror dan kriminalisasi yang didapat Novel kepada Kapolri sebagai orang tua sekaligus pembahasan alih status 28 penyidik di KPK," kata Bambang.

Saat itu, Novel menjawab bersedia menghadap sepanjang mendapatkan izin dari pimpinan KPK. Namun, pimpinan KPK yang ada hari itu, yakni Busyro Muqoddas, tidak mengizinkan Novel menemui Yasin.

Kapolri tidak tahu?

Terkait kasus Novel ini, Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengaku tidak tahu adanya upaya penangkapan terhadap Novel oleh anggota Polda Bengkulu yang menggeruduk Gedung KPK pada Jumat malam itu. Atas instruksi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Kapolri pun memerintahkan anggota Polda Bengkulu yang dibantu Polda Metro Jaya itu meninggalkan Gedung KPK.

Informasi yang diterima Kompas.com menyebutkan, sehari sebelum pengepungan di kantor KPK itu, Kapolri melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Sutarman dan Kadiv Propam Polri Irjen Budi Gunawan. Pertemuan tersebut diduga membahas rencana penangkapan Novel. Penangkapan sengaja dilakukan di Gedung KPK untuk memberikan pukulan kepada lembaga antikorupsi itu.

Secara terpisah, Guru Besar FH UI Hikmahanto Juwana juga menilai, Polri harus menjawab sejumlah pertanyaan atas kasus Novel. Menurutnya, jika dirunut, muncul sejumlah kecurigaan. Menurut Hikmahanto, Polda Bengkulu telah menyampaikan kepada publik foto peluru yang mengenai korban. Akan tetapi, tidak ada foto yang memperlihatkan Komisaris Novel Baswedan melakukan penembakan.

"Foto atas korban yang terkena peluru yang disampaikan oleh Polda tidak menjawab dan menjadi bukti bahwa Kompol Novel yang melakukan penembakan," ujarnya.

"Saat ini Polri belum menjawab secara tuntas sejumlah pertanyaan masyarakat. Semisal, mengapa waktu proses hukum atas Kompol Novel baru dilakukan sekarang, delapan tahun setelah kejadian, dan bertepatan dengan proses hukum Jenderal DS (Djoko Susilo)," kata Hikmahanto.

Selain itu, menurutnya, Polri juga harus menjawab mengapa merekomendasikan Novel sebagai penyidik KPK jika mengetahui yang bersangkutan terlibat tindak kriminal. Bahkan, Novel telah beberapa kali mengalami kenaikan pangkat.

"Semua pertanyaan ini belum terjawab dengan baik oleh pihak-pihak yang berwenang di Polri. Bahkan, sejumlah jawaban justru menimbulkan pertanyaan baru dengan sejumlah kecurigaan," ujarnya.

Benarkah ada skenario tertentu di balik penetapan Novel sebagai tersangka dan upaya penangkapannya?

SUMBER : KOMPAS
×