alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016804637/keluarga-korban-tak-mau-dituding-laporkan-novel
Keluarga Korban Tak Mau Dituding Laporkan Novel
Klarifikasi dari keluarga korban gan . .

BENGKULU, KOMPAS.com - Keluarga Mulyan Johani, salah seorang korban tewas yang diduga akibat penganiayaan oleh Komisaris Novel Baswedan pada 2004, membantah telah melaporkan pengusutan kasus itu ke Polda Bengkulu.

"Kami tidak pernah melaporkan kasus itu ke Polda Bengkulu karena sejak 2004 kami sudah menunggu janji polisi untuk mengusut kasus kematian adik kami, tapi sampai hari ini tidak jelas," kata Antoni Besmar, kakak kandung Mulyan Johani, Sabtu (6/10/2012), saat dikonfirmasi tentang kasus yang menimpa adiknya delapan tahun silam.

Menurut Antoni, pihak keluarga sangat setuju jika kasus itu diusut tuntas sehingga jelas kronologis pembunuhan adik keduanya itu. Namun, setelah delapan tahun menunggu, baru kini kasus tersebut muncul kembali dan ia mengaku sama sekali tidak pernah mendesak Polda Bengkulu untuk mengusut kasus tersebut.

"Kalau mau diusut kami sangat mendukung, tapi jangan sampai keluarga kami dijadikan kambing hitam karena saat ini Novel sudah menjadi penyidik di KPK, yang juga mengusut korupsi di Polri," ujarnya.

Antoni menilai ada sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian adiknya pada 2004 itu saat Novel menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu. Jenazah korban, yang merupakan atlet binaraga itu, tidak diizinkan dibuka oleh keluarga. Pemakaman korban mendapat penjagaan ketat dari kepolisian.

"Jadi keluarga sangat kabur dengan penyebab kematiannya. Sebenarnya kami sudah ikhlas, tapi kalau diusut demi keadilan, kami dukung. Jangan ditunggangi dengan maksud lain karena saudara Novel sudah menjadi penyidik KPK," ujarnya.

Mulyan Johani merupakan salah satu dari enam korban yang diduga dianiaya oleh anggota polisi, termasuk Novel yang saat ini menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menangani kasus simulator ujian SIM di Korps Lalu Lintas Polri.

Kabid Humas Polda Bengkulu Ajun Komisaris Hery Wiyanto didampingi Wakil Direskrimum Polda Bengkulu Ajun Komisaris Besar Thein Tabero dalam keterangan pers di Polda Bengkulu, Sabtu, mengatakan bahwa dua korban atas nama Erwansyah Siregar dan Dedi Mulyadi menjadi pelapor tindakan pidana umum tersebut pada 1 Oktober 2012.

"Dua orang korban ini melapor melalui kuasa hukumnya tentang dugaan penganiayaan oleh Kompol N dan kami sudah menggelar pra-rekonstruksi," kata Thein Tabero.

Ia mengatakan, laporan dua dari enam korban penganiayaan pada 2004 itu adalah mereka yang masih hidup dan bukti proyektil peluru sudah diambil dari kaki korban melalui operasi di betis kiri.

Pada Jumt (5/10/2012) malam, Direskrimum Polda Bengkulu Komisaris Besar Dedy Irianto berniat menangkap Novel dengan mendatangi Gedung KPK di Jakarta. Tindakan ini dihalangi oleh KPK karena dianggap sebagai upaya pelemahan dan kriminalisasi KPK yang tengah menangani dugaan korupsi yang melibatkan petinggi Polri.



Sumber :Antara
Editor :Laksono Hari W

sb. http://regional.kompas.com/read/2012...campaign=Kknwp
gimana tanggapan agan . .
Wah2, belang polisi ketahuan? emoticon-Malu

Memang polisi terkesan panik, masa menangkap seorang Novel pakai densus 88. emoticon-Malu
Quote:Kabid Humas Polda Bengkulu Ajun Komisaris Hery Wiyanto didampingi Wakil Direskrimum Polda Bengkulu Ajun Komisaris Besar Thein Tabero dalam keterangan pers di Polda Bengkulu, Sabtu, mengatakan bahwa dua korban atas nama Erwansyah Siregar dan Dedi Mulyadi menjadi pelapor tindakan pidana umum tersebut pada 1 Oktober 2012.

"Dua orang korban ini melapor melalui kuasa hukumnya tentang dugaan penganiayaan oleh Kompol N dan kami sudah menggelar pra-rekonstruksi," kata Thein Tabero.


Hmmm... iya sih korban melapor lagi.... tapi kali ini pake drama..

dan sutradaranya bisa di tebak sendiri.. emoticon-Bata (S) emoticon-Bata (S)
Lihat sisi baik nya masbro,
ternyata polisi bisa tegas dan cepat (tanggal 1 di laporin, tanggal 5 malam ud di jemput paksa - jangan lihat yg 8 tahun nya) dalam menindak oknum nya

emoticon-Embarrassment emoticon-Embarrassment
ayo ayo... bongkar bongkar .. biar segera terang benderang shitnetron ini emoticon-Angkat Beer
tanggapan saya: Politik taik kucing...

tanggapan apa sama dengan opini....terserah masyarakat dech
kalo mau action disincronkan dulu antara keluarga dan alasan kepolkisan..kalo ky gini malah keliatan makin bodoh pak! yg beginian kan harusnya instansi ente lebih jago dari yg lainnya..
Apa jangan2 asal comot kasus saja karena dikejar dead line? ck ck ck emoticon-Gila
wah ini dibayar ga y, kesannya kok tiba"
kira2 jadi ada harapan nggak ya buat bapak2 yang anaknya ditabrak di malang
Masih aja masyarakat di "bodohi" oleh polisi, mau sampe kapan pak "membodohi" masyarakat...?emoticon-Cape d... (S)
sudah berapa kali ya ane komeng trit kayak gini...
Intinya ane prihatin........
Vbot prihatin gak?
wowww keluarga dah ikhlas tapih pelosi nye belum tho emoticon-Embarrassment
kok heboh lagi...ini pasti pengalihan isu....emoticon-Hammer (S)
politik taik sapi.....emoticon-Cape d... (S)
kejadian komisaris polisi novel baswedan, rada mirip ama yg dialami komisaris jenderal susno duadji. kesamaannya, dicari-cari celah kesalahan oleh institusinya sendiri. maunya bersih2 malah dikriminalisasi.

emoticon-Cape d...

saatnya perwira negara yg berjiwa ksatria muncul..
ayo muncul.. muncul.. bermunculan..

emoticon-I Love Indonesia

kerjaan polisi ajja ini, nggak rela diobok2
Quote:Original Posted By borneo98
Hmmm... iya sih korban melapor lagi.... tapi kali ini pake drama..

dan sutradaranya bisa di tebak sendiri.. emoticon-Bata (S) emoticon-Bata (S)


Sutradaranya siapa gan... Ngga bisa nebak ane... emoticon-Ngakak
Keluarga Korban Tak Mau Dituding Laporkan Novel
jangan2 semua petinggi polri atau bahkan semua polisi itu punya "dosa"

"dosa" itu bakal ditutupi dan dia akan dilindungi ketika yang bersangkutan tetep setia kpd institusi

ketika suatu saat ada seorang polisi mau membuka kebobrokan institusi,nah barulah "dosa" si polisi itu diungkit buat membungkam dia..