alexa-tracking

Gempar Jemput Paksa Penyidik Polri di KPK

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016794475/gempar-jemput-paksa-penyidik-polri-di-kpk
Gempar Jemput Paksa Penyidik Polri di KPK
Jakarta, BeritaPrima.com – Sejumlah anggota Provost dari Mabes Polri mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedikitnya enam mobil yang ditumpangi anggota Provost diparkir di samping gedung KPK sejak pukul 19.00 WIB. Mereka lalu masuk ke gedung KPK melalui pintu belakang. Sebagian berpakaian ala preman dan lainnya mengenakan pakaian Provost.

Sumber di KPK menyebutkan, kedatangan mereka ingin menjemput lima penyidik Polri yang masih bertugas di KPK. “Iya benar jemput,” katanya.

Suasana di gedung KPK terlihat mencekam. Mereka menyebar di sekitar gedung KPK. Menjaga setiap gerbang masuk KPK.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto, yang dikonfirmasi masalah ini, menyatakan penarikan paksa personilnya ini ilegal.

“Tidak ada konfirmasi,” kata Bambang, melalui pesan singkat, Jumat (5/10/2012).

Sementara itu, Juru bicara KPK, Johan Budi, mengaku hingga kini pihaknya belum dikonfirmasi oleh Mabes Polri terkait penarikan paksa penyidiknya ini.

“Kami belum menerima informasi yg valid mengenai apa benar ada penangkapan. Jadi kami akan koordinasi dahulu” kata Johan.

Untuk diketahui, kini, beberapa personil polisi itu menyebar hampir disetiap titik kantor KPK. Dua mobil pun terpakir tepat di gedung komisi yang dipimpin Abraham Samad ini.

Seperti diketahui, Mabes Polri mengultimatum lima penyidik yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera melapor ke institusi seiring dengan berakhirnya masa tugas. Mereka mengancam jemput paksa apabila masih membangkang.

Sebanyak 20 penyidik Polri ditarik dari KPK karena dinyatakan habis masa tugasnya. Sebanyak 15 penyidik sudah melapor ke Mabes Polri, sedangkan sisanya masih bertahan di KPK karena ingin menjadi penyidik permanen.

Namun, berbeda dengan pendapat pihak Polri. Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna malah menganggap upaya penjemputan itu sebagai keharusan.

“Bukan lagi bisa, malah berkewajiban. Menahan itu karena tugas, tanggung jawab dan kewajiban,” kata Nanan.

Nanan mengatakan, pihaknya telah memberitahukan undang-undang dan aturan yang berlaku di internal Polri kepada KPK. Meskipun bertugas di KPK, para penyidik itu tetaplah anggota kepolisian.

Nanan mengakui adalah hak dari mereka untuk memilih pekerjaan dan menentukan nasib sendiri. Namun demikian, dalam setiap hak, terdapat kewajiban. ”Kalau mau pindah status kewajiban yang ada harus mengundurkan diri kepada Kapolri, nanti Kapolri memberikan keputusan di setujui apa tidak,“ kata dia.

“Ingat, 30 hari belum melapor sejak masa tugasnya habis namanya desersi (pembelotan). Bisa dibilang insubordinasi (pemberontakan). Begitu termasuk saya. Saya bintang tiga, apalagi bintang tiga. Seharusnya melapor. Ada etika. Sudah menjadi kontrak mati,” ucap Nanan.

Sebelumnya diberitakan, lima penyidik Polri yang ditarik dari KPK, tidak mau kembali berkarir di Mabes Polri. Untuk itu, mereka siap mengundurkan diri dari keanggotaannya sebagai anggota polisi.

Nanan menambahkan ada code of conduct yang harus dipatuhi setiap anggota polisi. Jika akhirnya ditangkap, Nanan menegaskan hal itu bukan berarti Polri bersikap sewenang-wenang. “Bayangkan 400 ribu polisi nggak bisa diatur, jadi gerombolan itu,” ucapnya.

Penyidik Polri yang ditugaskan di KPK berbondong-bondong memilih untuk menjadi pegawai tetap KPK ketimbang harus kembali ke institusinya, Polri.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas mengatakan, sebanyak 28 penyidik ingin menetap di KPK. “28 Orang itu yang sudah diberi SK (Surat Keputusan) oleh pimpinan KPK, dan sudah disampaikan ke Mabes Polri kemarin siang,” kata Busyro di kantornya, Kamis, 4 Oktober 2012.

Surat Keputusan itu Kendati begitu, Busyro dengan pimpinan KPK lainnya tengah mempertimbangkan bagaimana mekanisme pengunduran diri para penyidik itu dari institusi Polri. Agar para penyidik ini bisa bekerja secara profesional. Busyro menampik kedudukan penyidik ini akan menjadi polemik dikemudian hari. merupakan surat pengangkatan penyidik tetap KPK. Busyro yakin pengangkatan 28 penyidik sebagai pegawai KPK itu, sudah sesuai dengan peraturan perundangan, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2005 Tentang Sumber Daya Manusia di KPK. PP ini merupakan turunan UU KPK yang secara khusus mengatur sistem sumber daya manusia di KPK. (http://beritaprima.com)

banyak bgt ya berita KPK emoticon-army:




~۞۩ஜ~ Real Project dengan Dividen Saham tinggi (8 - 20 % per Bulan) ~۞۩ஜ~
Dapat bocoran pidato Presiden pagi ini : saya sangat prihatin terhadap kejadian semalam, saya tidak bisa mengintervensi masalah hukum, saya ingin KPK bersinergi dg Polri dan saya akan ada di barisan paling depan dalam pemberantasan korupsi di negara kita. Hidup koruptor merdeka!
sepertinya KPKnya sengaja dibekukan menjelang 2014
polri sarang koruptor... bubarkan polri
POLRI kandangnya maling, susah kalo udah satu lembaga maling semua, mending di swastakan saja emoticon-Blue Guy Bata (S)