alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016788771/hakim-batalkan-vonis-hukuman-mati-gembong-narkoba
Hakim Batalkan Vonis Hukuman Mati Gembong Narkoba
Quote:Jumat, 05/10/2012 13:28 WIB

Batalkan 2 Kali Vonis Mati Narkoba, Imron Dinilai Anut Paham Tertentu

Masyarakat bertanya-tanya mengapa hakim agung Imron Anwari dua kali membatalkan vonis mati gembong narkotika sindikat internasional. Dalam putusannya, Imron selaku ketua majelis hakim, menurukan hukuman mati menjadi hukuman 15 tahun penjara dan 12 tahun penjara dengan alasan HAM.

"Model hakim seperti ini yang masuk dalam kategori attitudinal model. Hal ini karena produk heuristic thinking/mental shortcut (mental pengambil jalan pintas)," kata psikolog forensik Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta, Reza Indragiri Amriel saat berbincang dengan detikcom, Jumat (5/4/2012).

"Padahal bagi hakim, ia harus memperhatikan semua hal dan memilih mana yang relevan dan yang tidak relevan," sambung Reza.

Menurut pria yang tengah mengambil program doktor untuk psikologi yudisial ini, attitudinal model mengedepankan ideologi dalam memutus suatu perkara. Ideologi tersebut berupa keyakinan pribadi hakim yang lebih dominan dalam membuat putusan.

"Jadi saat merumuskan putusan, hakim ternyata memiliki misi melestarikan ideologi tersebut. Kalau di Amerika Serikat, hakim seperti ini akan dipetakan berada di bawah kelompok Partai Demokrat," papar Reza.

Hal ini dikuatkan dengan pernyataan juru bicara Mahkamah Agung (MA) Djoko Sarwoko yaitu keputusan Imron bukan mewakili pandangan lembaga MA. Tetapi MA menyatakan hal tersebut merupakan pandangan pribadi sang mayor jenderal purnawirawan ini.

"Untuk menakar akurasi attitudinal model, maka harus ditanyakan ke Imron apakah hukuman mati bertentangan dengan HAM atau tidak. Yaitu apakah pembunuhan berantai, terorisme dan korupsi melanggar HAM atau tidak," tegas Reza.

Seperti diketahui, Imron membebaskan hukuman mati atas putusan kasasi MA. Pada perkara pertama, terpidana Hillary K Chimezie, Imron memutus pemilik 5,8 kilogram heroin itu bebas dari hukuman mati dan mengubah hukumannya menjadi penjara 12 tahun. Putusan terhadap warga negara Nigeria ini dibuat pada 6 Oktober 2010.

Adapun kasus kedua, Imron membebaskan pemilik pabrik ekstasi Hengky Gunawan dari hukuman mati menjadi hukuman 15 tahun penjara pada 16 Agustus 2011 lalu. Apa alasan Imron dalam kedua putusan tersebut?

"Hukuman mati bertentangan dengan pasal 28 ayat 1 UUD 1945 dan melanggar pasal 4 UU No 39/1999 tentang HAM," tulis salinan PK yang ditandatangani Imron selaku ketua majelis.


Quote:Narkoba Renggut Nyawa 15 Ribu Jiwa, MA Malah Cabut Vonis Mati Produsen


Jakarta Badan Narkotika Nasional (BNN) menyayangkan putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan vonis mati pemilik pabrik ekstasi, Hengky Gunawan demi Hak Asasi Manusia (HAM). Sebab, para gembong narkotika ini telah melanggar HAM ribuan orang. Ada 15 ribu nyawa orang terenggut karena mengkonsumsi narkoba!

"Terkit masalah HAM yang menjadi pertimbangan batalnya vonis mati Hengky, terdakwa pun melanggar HAM orang lain," kata Kepala Humas BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto, kepada wartawan, Rabu (3/10/2012).

HAM yang dilanggar oleh gembong narkotika adalah kematian ribuan anak bangsa dengan sia-sia akibat barang yang mereka produksi. Oleh karenanya, gembong narkotika harus dihukum setimpal.

"Berapa anak bangsa yang mati sia-sia karena menggunakan narkotika? Dalam perhitungan kita, ada 15 ribu anak bangsa yang mati karena penyalahgunaan narkoba," ungkap Sumirat.

Polemik hukuman mati telah diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) yaitu konstitusional dan tidak melanggar UUD 1945. Sehingga tidak ada alasan lagi membatalkan hukuman mati karena alasan HAM.

"Karena terkait dengan jumlah korban yang besar karena narkotika, kita sayangkan korban anak bangsa akibat penyalahgunaan narkotika ini. Di mana semangat supaya Indonesia bebas narkotika 2015, MA malah membebaskan napi vonis mati," ujar Sumirat.

"Kita hanya bisa mengingatkan hakim untuk mempertimbangan dalam pertimbangan vonis selanjutnaya," sambung Sumirat.

Seperti diketahui, Hengky ditangkap pada 23 Mei 2006 pukul 17.00 WIB di Yani Golf Jalan Gunung Sari Surabaya. Ia dibekuk polisi karena terlibat memproduksi dan mengedarkan ekstasi dalam jumlah besar.

PN Surabaya menjatuhkan hukuman selama 15 tahun penjara kepada Henky. Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi Surabaya memperberat hukuman menjadi selama 18 tahun penjara. Di tingkat kasasi hukuman dimaksimalkan menjadi hukuman mati. Tetapi hukuman mati ini dianulir MA dan mengubah hukumannya menjadi 15 tahun penjara.

"Hukuman mati bertentangan dengan pasal 28 ayat 1 UUD 1945 dan melanggar Pasal 4 UU No 39/1999 tentang HAM," demikian bunyi PK yang diketok pada 16 Agustus 2011 silam.


Sumber: [url=http://news.detik..com/read/2012/10/05/132249/2055466/10/batalkan-2-kali-vonis-mati-narkoba-imron-dinilai-anut-paham-tertentu]Hakim aneh[/url]

Beginilah hukum di Indonesia
Pertamax gan emoticon-Travelleremoticon-Traveller

Hakim Batalkan Vonis Hukuman Mati Gembong Narkoba
kok sepi ya gan...?? bantu up
Quote:Original Posted By wong70674
kok sepi ya gan...?? bantu up


Soalnya trit ane ternyata repost gan...hehe
Liat akibatnya sekarang.. Narkoba merajalela.. Klo tangkep langsung tembak dtempat aja dah