alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016786589/kualitasnya-diragukan-nil-maizar-menjawab
Kualitasnya Diragukan, Nil Maizar Menjawab
Pelatih timnas senior Indonesia Nil Maizar tidak menunjukkan reaksi berlebihan, bahkan cenderung menanggapi dingin, ketika makin banyak komentar-komentar miring yang dialamatkan kepadanya. Khususnya tentang hal yang meragukan kualitas dan kelayakannya sebagai pelatih tim "Merah Putih".

Mantan pelatih Semen Padang itu menyebutkan, silahkan orang-orang yang tak suka padanya menilainya sebagai pelatih tak berkualitas. Karena baginya saat ini yang terpenting adalah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelatih timnas.

Dia hanya mempertanyakan alasan mengapa orang-orang bisa menilainya tak berkualitas, tanpa mengetahui bagaimana kondisi sesungguhnya dia bekerja. Dia meminta jangan terlalu gampang menghakimi kemampuan seorang pelatih disaat kondisi sepakbola Indonesia yang disebutnya tidak normal seperti sekarang.

"Dengan segala hormat kepada semua sejawat saya sesama pelatih, siapa pun pelatih timnas saat ini, dengan segala keterbatasan pemain dan bekerja dalam kondisi tak nyaman, tidak akan bisa berbuat maksimal menciptakan timnas yang ideal seperti yang diharapkan publik. Hal terbaik yang bisa saya lakukan adalah membuat pemain tetap bersemangat dan bangga membela timnas mereka. Saya bisa dan sudah lakukan itu," katanya.

Selain itu, walau tak mempermasalahkan dirinya dicap tak berkualitas sebagai pelatih, tapi dia meminta jangan menyebut pemain-pemainya juga tak berkualitas. Karena para pemain itulah yang berjuang di lapangan. Sementara pelatih tugasnya mengarahkan mereka bermain, menyiapkan strategi, dan memberikan motivasi.

"Terserah mereka menilai saya pelatih tak berkualitas, tapi jangan sebut pemain saya tak berkualitas. Kasihan mereka, telah berjuang dan memeras keringat di lapangan demi negara ini, tolong hargai itu," tegas lelaki 42 tahun itu kepada GOAL.com Indonesia, Jumat (6/10) pagi.

Menurutnya, sangat tidak pantas kalau mengatakan seorang pemain yang telah habis-habisan membela timnas direndahkan. Kurang kualitas apa pemain-pemain seperti Irfan Bachdim, Wahyu Wijiastanto, Samsidar, bahkan pemain veteran seperti Ellie Aiboy. Mereka secara teknis sama berkualitasnya dengan pemain-pemain terbaik negeri ini, termasuk yang bermain di kompetisi ISL. Yang membedakan cuma mau atau tidak mereka datang ke timnas.

Padahal, pada prinsipnya Nil mengaku tak membeda-bedakan pemain, tak melihat kompetisi atau klub mereka bermain.

"Saya malah berharap, kalau mereka semua putra-putra terbaik bangsa di olahraga ini, bisa bersama-sama membesarkan timnas. Jangan halangi lagi mereka membela negaranya," kata pelatih berlisensi A AFC ini.

Walau dihantam kiri kanan, dihujat, dan diragukan kemampuannya, Nil bertekad untuk terus bekerja semaksimal mungkin mempersiapkan timnas untuk Piala AFF 2012 nanti. Baginya ini adalah tugas dan tanggungjawab yang harus dituntaskan, sebagai pertanggungjawaban kepada bangsa ini.

"Saya datang ke timnas hanya bermodal keikhlasan, memenuhi kewajiban sebagai warga negara ketika negara membutuhkan tenaga saya. Saya tidak meminta-minta, apalagi mengemis untuk jadi pelatih timnas. Saya tinggalkan Semen Padang yang sedang berada di puncak prestasi, demi timnas," ucap lelaki berada di peringkat sepuluh besar dalam coaching clinic yang digelar Federasi Sepakbola Jerman beberapa bulan lalu itu.

http://www.goal.com/id-ID/news/1387/...aizar-menjawab

Maju Trus Nil...jangan GUBRIS Para Penjahat Sepak Bola..mereka hanya bisa mencela saja padahal Prestasinya NOL.....ILOVE YOU Nil Maizar
ya sudah lihat aja hasilnya di piala AFF !!!! sebulan lagi khan ?? kalau prestasinya jeblok yah emang nih pelatih .........

trus kalau jeblok jangan pake alasan sedang dalam proses menjadi lebih baik yah !!!!

kalau proses harusnya ada hasilnya tapi kenyataannya hasilnya buruk semua !!!
pelatih tidak berkualitas
pemain tidak berkualitas
pengurus tidak berkualitas
liga tidak berkualitas
sepak bola indonesia tidak berkualitas

komen tidak berkualitas
hapuskan sepak bola dari bumi indonesia

cukup nonton liga asing di tivi saja

emoticon-Maaf Aganwati
Quote:Original Posted By masteroforb
ya sudah lihat aja hasilnya di piala AFF !!!! sebulan lagi khan ?? kalau prestasinya jeblok yah emang nih pelatih .........

trus kalau jeblok jangan pake alasan sedang dalam proses menjadi lebih baik yah !!!!

kalau proses harusnya ada hasilnya tapi kenyataannya hasilnya buruk semua !!!


bener gan....
lebih berkualitas si Riedl, bayangkan prestasi dia membawa indonesia jadi Runner Up AFF... luar biasa sekali prestasinya .. pencapaian yang sangat luar biasa bagi rakyat indonesia tentunya

Apalgi pemain2 asuhan riedl yang sekarang ini hebat2 , latiannya berat sekali .... trutama latian fisik mereka yang terus menerus dan tak jemu2 dengan menu utama Jogging ....
menurut ane kualitasnya belum bisa diliat kalo pemaiinnya belom maksimal.. coba liat pencapaian dia kalo pake pemain terbaik kya yg riedl latih.. dulu pas riedl ga terbagi fokusnya krna mslh kayak gini.. lha nil maizar kasian buat manggil pemain terbaik ke timnas aja pada dilarang KPSI emoticon-Bingung
mengenai sepakbola negara kita: harapan yang selalu sirna
Quote:Original Posted By masteroforb
ya sudah lihat aja hasilnya di piala AFF !!!! sebulan lagi khan ?? kalau prestasinya jeblok yah emang nih pelatih .........

trus kalau jeblok jangan pake alasan sedang dalam proses menjadi lebih baik yah !!!!

kalau proses harusnya ada hasilnya tapi kenyataannya hasilnya buruk semua !!!
tapi bukan salah dia bro.. kasian dia ga bisa apa2.. ada kpsi yg jd momok buat halangin pemain terbaik ke timnas.. liat aja di tv pemain timnas yg gw kenal paling cuma okto,tibo,bachdim
saya sendiri judek kalau melihat persepakbolaan kita sekarang
bingung timnasnya yang mana emoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By masteroforb
ya sudah lihat aja hasilnya di piala AFF !!!! sebulan lagi khan ?? kalau prestasinya jeblok yah emang nih pelatih .........

trus kalau jeblok jangan pake alasan sedang dalam proses menjadi lebih baik yah !!!!

kalau proses harusnya ada hasilnya tapi kenyataannya hasilnya buruk semua !!!



kalo jeblok alasannya paling persiapan yang kurang, y seperti yg sudah" \temoticon-Big Grin
Om Nil Maizar... maju terus pantang mundur... aku MENDUKUNGMU...
Jangan hiraukan para ababil yg ga tahu sejarah... malah ada yg nganggap Riedl pelatih dewa... padahal prestasinya cuma runner up piala AFF yg sudah sering kita dapatkan. ada yg bilang Riedl meningkat gairah sepakbola nasional, padahal tiap gelaran piala AFF atau piala Tiger dulunya saat kita masuk semifinal atau bertemu Malaysia maupun Thailand, GBK selalu penuh kok... tanpa Riedlpun akan selalu begitu...

Ada yg bilang penonton GBK sepi,,, padahal mereka ga melihat bahwa tiap kualifikasi piala dunia maupun Piala Asia, penonton GBK selalu sepi sejak jaman dulu...

Ane pribadi saksinya, yg insyaalloh akan ada di GBK setiap ada kesempatan dan apabila tidak ada halangan (Kerja)

Ane berdoa dan berharap piala AFF tahun ini bisa direngkuh dg mayoritas pemain baru dr IPL,,, biar terdiam semua supporter ababil ini...

Pemain dewa ente2 pada,,, sudah dikasih kesempatan berkali- kali,,, hasilnya apa? GATOT!

Ente2 tahu ga? jaman dulu kita juga di bantai cina 5-1 dan Persipura juara ISL dan tim elit ISL pernah dicukur abis 9-1 sama tim ecek2 dr cina...

Diajak introspeksi, perbaiki bertahap,,, malah ga mau,,, dasar glory hunter.
Dari dulu sepakbola kita sudah dirusak sama gerombolan KPSI skrg yg merupakan pengejawantahan rezim NHcs...
Quote:Original Posted By mubarak.20

"Saya malah berharap, kalau mereka semua putra-putra terbaik bangsa di olahraga ini, bisa bersama-sama membesarkan timnas. Jangan halangi lagi mereka membela negaranya," kata pelatih berlisensi A AFC ini.


Jadi siapa neh yang ngga mau bela negara?
gara2 pengurus ga becus liga jadi 2, timnas jadi 2
halaah masa di AFF ada timnas KPSI n timnas PSSI
trus siapa yg hrus di dukung.. emoticon-Cape d... (S)
yg bikin sepakbola kita terpuruk itu antek toko roti dengan frontmanya Hajingan Matai itil....

Tungguin aja, tar lagi kan merek kolapsemoticon-Ngacir...
Quote:Original Posted By OmotomO
pelatih tidak berkualitas
pemain tidak berkualitas
pengurus tidak berkualitas
liga tidak berkualitas
sepak bola indonesia tidak berkualitas

komen tidak berkualitas
hapuskan sepak bola dari bumi indonesia

cukup nonton liga asing di tivi saja

emoticon-Maaf Aganwati


agagaga setuju..tapi tim ane kalah terus -___-
kalo masuk pinal dagumen mo ngundang kagak ye ke rumah emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By Jack.Rabbit
saya sendiri judek kalau melihat persepakbolaan kita sekarang
bingung timnasnya yang mana emoticon-Bingung (S)


Jangan Bingung gan.... TIMNAS hanya ada 1 yaitu di bawah PSSI yang jelas diakui oleh AFC dan FIFA

Bukan dari KPSI yang berafiliasi dengan VIVAnews

Kalah ataupun menang, itu urusan belakang
Semangat Bung Maizar.......Jangan patah arang....
Siapa pun yang berangkat ke AFF nanti akan saya dukung.emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)

Tapi yang jelas, jika timnas PSSI yang berangkat dan bukan timnas KPSI maka mari kita mengucapkan goodbye and farewell ISL. Riwayatmu hanya sampai di sini...emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By c4tuy
bener gan....
lebih berkualitas si Riedl, bayangkan prestasi dia membawa indonesia jadi Runner Up AFF... luar biasa sekali prestasinya .. pencapaian yang sangat luar biasa bagi rakyat indonesia tentunya

Apalgi pemain2 asuhan riedl yang sekarang ini hebat2 , latiannya berat sekali .... trutama latian fisik mereka yang terus menerus dan tak jemu2 dengan menu utama Jogging ....


komen tingkat dewa emoticon-2 Jempol

konon ktnya, tim itu di prioritaskan untuk WC 2014 persi vhivha, makanya ditolak untuk bertanding dengan negara asean,konon australia pun menolak krna lawanya mempunyaiskill diatas rata"barca
krna latihan dan gemlengan yang sangat berat gan, gimana engak latihan superberat Joging dan dancegangamstyle
pertandinganyapun sekeras baja 2x60Menit Bayangkan 2x60Menit
Emang Supeerrr
berkualitas itu seperti apa yahh ???

bukankah yang mengetahui mana peman terbaik dan bukan itu urusan pelatih...siapa yang layak dan tidak layak juga urusan pelatih...