alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016783797/ada-apa-dengan-ma--mengapa-ma-batalkan-vonis-mati-pemilik-pabrik-ekstasi
Ada Apa Dengan MA? : Mengapa MA Batalkan Vonis Mati Pemilik Pabrik Ekstasi?
Quote:Mengapa MA Batalkan Vonis Mati Pemilik Pabrik Ekstasi?

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta Pembatalan vonis hukuman mati pemilik pabrik ekstasi Hengky Gunawan oleh Mahkamah Agung (MA) menuai banyak tanda tanya. Padahal tidak sedikit generasi muda bangsa Indonesia yang mati sia-sia karena barang haram tersebut.

Hukuman bagi Hengky diubah oleh MA menjadi 15 tahun penjara melalui upaya Peninjauan Kembali yang diajukannya dan dikabulkan oleh ketua majelis hakim agung, Imron Anwari, dan Achmad Yamanie serta Hakim Nyak Pha sebagai anggota.

Majelis Hakim beralasan hukuman mati yang dijatuhkan kepada Hengky bertentangan dengan pasal 28 ayat 1 UUD 1945 dan melanggar Pasal 4 UU No 39/1999 tentang HAM. Namun, alasan yang menganulir hukuman mati Hengky berbeda dengan penafsiran Mahkamah Konstitusi yang pernah memutus permohonan judicial review pasal hukuman mati dalam UU No 22/1997 tentang Narkotika.

Putusan MK yang dimaksud menyebutkan pidana hukuman mati tidak bertentangan dengan hak untuk hidup yang dijamin oleh UUD 1945. Hal ini mungkin karena konstitusi di Indonesia tidak menganut azas kemutlakan Hak Asasi Manusia. Alhasil, lima terpidana mati kasus narkoba yang mengajukan PK dibatalkan oleh MK pada tahun 2007.

Lalu dalam aturan internasional seperti International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) atau Konvensi Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik, pasal 6 ayat 2 disebutkan, hukuman mati diperbolehkan terhadap mereka yang melakukan kejahatan serius.

"Di negara-negara yang belum menghapuskan hukuman mati, putusan hukuman mati hanya dapat
dijatuhkan terhadap beberapa kejahatan yang paling serius sesuai dengan hukum yang berlaku pada saat
dilakukannya kejahatan tersebut, dan tidak bertentangan dengan ketentuan Kovenan dan Konvensi
tentang Pencegahan dan Hukum Kejahatan Genosida. Hukuman ini hanya dapat dilaksanakan atas dasar
keputusan akhir yang dijatuhkan oleh suatu pengadilan yang berwenang," bunyi pasal tersebut.

Plus, dalam UU No 7/1997 tentang United Nations Convention Againts Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances atau Konvensi PBB tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika tahun 1988, yang kemudian diratifikasi Indonesia ke dalam Undang-undang tentang narkotika, disebut bahwa narkotika dan psikotropika dapat mengancam kehidupan individu, ketahanan nasional, bangsa, dan negara Indonesia.

Konvensi tersebut menegaskan narkoba sebagai masalah bersama yang dihadapi bangsa dan negara di dunia dan ditanggulangi melalui upaya penegakan hukum. "Masyarakat bangsa-bangsa dan negara-negara di dunia perlu memberikan perhatian dan prioritas utama atas masalah pemberantasan peredaran gelap narkotika dan psikotropika," bunyi kalimat pokok-pokok pikiran yang mendorong lahirnya konvensi.

Lalu mengapa MA bisa membatalkan vonis mati pemilik pabrik ekstasi yang mengancam jutaan masa depan anak bangsa? Badan Narkotika Nasional mencatat sedikitnya 15.000 generasi penerus bangsa tewas sia-sia karena narkoba.

"Catatan BNN, ada 15 ribu anak bangsa setiap tahun yang tewas karena narkotika," kata Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Sumirat Dwiyanto, pada detikcom, Jumat (5/10/2012).

BNN pun menyayangkan keputusan MA tersebut dan mempertanyakannya. Padahal taruhan dalam kasus narkoba adalah kualitas generasi penerus bangsa ini.

"Karena terkait dengan jumlah korban yang besar karena narkotika, kita sayangkan korban anak bangsa akibat penyalahgunaan narkotika ini. Di mana semangat supaya Indonesia bebas narkotika 2015, MA malah membebaskan napi vonis mati," ujar Sumirat.

(vid/van)

[URL="http://news.detik..com/read/2012/10/05/080224/2055168/10/?992204topnews"]sumber[/URL]


Dah segitu parahkah sistem peradilan negeri ini?
Sampe Bandar Narkoba kelas kakap bisa mengatur institusi peradilan sekelas MA? emoticon-Cape d... (S)

Kalo caranya gini sih tinggal nunggu rakyat bergerak... emoticon-army
pemilik pabrik narkoba divonis 15 tahun penjara doang, tapi pengedarnya kok bisa dihukum mati???

emoticon-Busa:
iya abisnya kenceng duitnya kata MA emoticon-Ngakak

emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
parah banget nih......

kq standar janda ya, kalo vonis matinya buat pemilik pabrik inek langsung ke HAM dan UUD 1945.....

kalo sama tersangka teroris ga ada tuh pembelaan HAM sama UUD 1945

UUD: ujung2 nya duit emoticon-Bata (S)
Itulah akhlak para penegak hukum Indonesia, lebih busuk dari tinja emoticon-I Love Indonesia (S)
enak yah jadi bandar narkoba di indonemoticon-Add Friend (S)
pantes para gembong narkoba di indon ngga abis-abisemoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By yudi.wirawan
enak yah jadi bandar narkoba di indonemoticon-Add Friend (S)
pantes para gembong narkoba di indon ngga abis-abisemoticon-I Love Indonesia (S)


setuju gan...Indonesia itu surganya bandar narkoba, karena pasarnya menggiurkan, secara penduduknya buanyak, konsumennya bejibun, dan nilai plusnya aparat dan penegak hukum bisa di-wani piro emoticon-Big Grin

dah terbukti bandar narkoba sekelas pabrik ekstasi aja cuma dihukum 15 tahun dikurangi remisi hari raya, remisi 17 agustus, remisi hari kebangkitan bangsa, remisi hari kartini, remisi hari kesaktian pancasila, remisi hari tetek bengek yang buanyak, ujung2nya gak sampe separo masa tahanan emoticon-Cape d... (S)
Benteng penegakan hukum teratas malah makin tumpul.
Ini baru Indonesia gan emoticon-Hammer
cuman 2 ,kalo ga ancaman pembunuhan tentu uang.. pemilik pabrik ,NARKOBA pula.. duitnya berapa kontainer tuh emoticon-Big Grin
jelas sudah menerima uang sogok dr bos ekstasi tersebut agar hukumannya diganti.

1+1=2

logika yg sangat mudah. emoticon-Embarrassment
Kalau udah duit berbicara semua bisa terjadi.. apalagi di Indonesia... gabisa liat duit orangnya
Indonesia...???
lemah hukumnya,,,???
gak perlu heran
makin muak aja nih dengan penegakan hukum di Indonesia...
kalo gini caranya apa nunggu rakyat bergerak main hakim sendiri, atau TNI bergerak ala petrus culik karungin satu2 tuh bandar2 narkoba? emoticon-Mad:

Ngakak 

ada duit di balik dompet gan emoticon-Big Grin
klo narkoba aja gagal hukuman mati, gmn klo kasus korupsi.

pasti batal juga hukuman mati buat koruptor. emoticon-Mad:
"Catatan BNN, ada 15 ribu anak bangsa setiap tahun yang tewas karena narkotika," kata Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Sumirat Dwiyanto, pada detikcom, Jumat (5/10/2012).

Maap, pak. emoticon-Smilie
Sampai saat ini klo ada anak tewas karena narkoba, pasti berita'nya gempar. Tapi kenapa selama ini tidak ada berita se'macam itu, pak ?
Mohon se'kira'nya di'data, agar bisa di'lihat khalayak umum siapa saja yang tewas, jangan di'umpet'in kek gitu, sebab ini me'nyangkut ke'ter'libat'an rakyat untuk ber'partisipasi dalam pem'bersih'an narkoba yang di'anggap se'bagai pe'rusak generasi bangsa.
terimakasih.
selama ada duit masih banyak orang yg bisa dibeli emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka