alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016780422/sejarah-baru-kpk-pertama-kalinya-seorang-jenderal-menjadi-pesakitan-di-lembaganya
Sejarah Baru KPK, Pertama Kalinya Seorang Jenderal menjadi Pesakitan di Lembaganya
Sejarah Baru KPK, Pertama Kalinya Seorang Jenderal menjadi Pesakitan di Lembaganya
Mantan Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo

Akankah Irjen Djoko langsung ditahan KPK?
Jumat, 5 Oktober 2012 06:19:00

KPK akan memanggil kembali Irjen Djoko Susilo untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus korupsi Simulator SIM Korlantas Polri hari ini. Dalam pemanggilan sebelumnya Djoko tidak hadir. Djoko beralasan tidak hadir karena pihaknya masih mempertanyakan kewenangan lembaga antikorupsi ini untuk menangani kasus yang merugikan negara sekitar Rp 90-100 miliar itu.

Terkait pemanggilan serta pemeriksaan tersebut, Ketua KPK Abraham Samad mengaku siap menandatangani surat perintah penahanan (sprinhan) Irjen Djoko Susilo. Bahkan Abraham menyatakan kesiapannya untuk menandatangani jika memang para penyidik telah menyiapkan sprinhan. "Besok saya tidak akan bergeser sedikitpun dari tempat duduk saya, dan ruangan saya. Saya hanya menunggu, teman-teman penyidik di lantai 7 dan 8 untuk menyodorkan surat penahanan,"kata Abraham di Gedung KPK, kemarin, Kamis (4/10)

KPK sebelumnya juga sudah memanggil lima orang untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dari tersangka utama Djoko Susilo. Kelima orang itu di antaranya Christianto (swasta), Kombes Pol Budi Setyadi (Polri), Kompol Setya Budi (Polri), AKP Edith Yuswo Widodo (Polri) dan Suyatim (PNS Polri). "Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka DS," terang Kabag Pemberitaan dan Informasi, Priharsa Nugraha, kemarin.

Selain kelima orang saksi yang diperiksa hari ini, KPK sebelumnya juga telah memeriksa beberapa saksi yang merupakan anggota panitia lelang dalam proyek simulator SIM yaitu AKBP Wisnhu Buddhaya, AKBP Wandi Rustiwan, Kompol Endah Purwaningsih, dan Kompol Ni Nyoman Suwartini. Keempat orang itu sempat mangkir lantaran dalam surat yang KPK layangkan ke Mabes Polri, nama pangkat dan nama keempatnya berbeda. Kemudian KPK juga telah memeriksa Kapolres Temanggung AKBP Susilo Wardono, Kapolres Kebumen AKBP Heru Trisasono dan Kepala Subdit Pendidikan dan Rekayasa Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng AKBP Indra Darmawan. Dari pihak swasta memeriksa Sukotjo S Bambang yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hingga kini Irjen Djoko sendiri belum dipastikan apakah akan datang ke KPK atau tidak. Namun Wakil Ketua KPK Busyro Muqqodas mengaku dirinya yakin bahwa Djoko akan hadir dalam pemanggilan kedua ini. Dia mengatakan sebaiknya Irjen Djoko hadir karena menunjukkan keteladanannya sebagai seorang penegak hukum di negara ini. KPK sendiri punya tradisi 'Jumat Kramat'. Hal lantaran banyak tersangka yang baru pertama diperiksa langsung ditahan oleh KPK saat diperiksa hari Jumat. Lalu apakah Irjen Djoko akan langsung ditahan hari ini?
http://www.merdeka.com/peristiwa/aka...tahan-kpk.html

Sejarah Baru KPK, Pertama Kalinya Seorang Jenderal menjadi Pesakitan di Lembaganya

Irjen Djoko Susilo Siap Ditahan KPK, Asalkan...
Irjen Djoko mempertimbangkan perintah Kapolri Jenderal Timur Pradopo.
Jum'at, 5 Oktober 2012, 07:29

VIVAnews - Tim pengacara tersangka korupsi proyek simulator SIM, Djoko Susilo, menegaskan kliennya akan kooperatif atas panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini. Djoko Susilo rencananya akan diperiksa sebagai tersangka. "Kami tim pengacara pasti datang, tapi kalau Pak Djoko tunggu saja jam 10, karena jadwalnya kan jam 10," kata pengacara Djoko Susilo, Juniver Girsang, saat dihubungi VIVAnews, Jumat 5 Oktober 2012.

Mengenai perintah Kapolri agar Jenderal Djoko memenuhi panggilan KPK, Juniver menyatakan, "Itu menjadi pertimbangan klien kami. Tapi semua kan tergantung klien kami, karena ini menyangkut haknya dia mencari keadilan." Juniver menegaskan, kliennya siap menerima konsekuensi apapun dari kasus yang menjeratnya. Ini termasuk jika harus ditahan pada pemeriksaan perdananya oleh KPK. "Bagi klien kami, dia siap mengikuti proses hukum ini dan sudah siap apapun yang nantinya akan terjadi pada dia. Pak Djoko tidak mempermasalahkan proses hukum ini. Tapi dia mau tahu siapa yang paling kompeten menangani kasus ini, dia tidak mau dihukum dua kali, oleh KPK dan Polri," ujarnya.

Juniver pun kembali mempermasalahkan penolakan Mahkamah Agung atas permohonan fatwa yang dimintakan. Menurutnya, MA belum memberitahukan penolakan itu secara resmi, hanya melalui saluran informal saja. "Kami saja mengirimkan surat secara resmi, tapi mereka belum menjawabnya secara resmi," ujarnya
http://nasional.news.viva.co.id/news...pk--asalkan---


Ketua KPK: Sebagai Jenderal, Djoko Susilo Harus Berkata Jujur
Abraham yakin Djoko Susilo akan memenuhi panggilan kedua KPK
Jum'at, 5 Oktober 2012, 06:58

Sejarah Baru KPK, Pertama Kalinya Seorang Jenderal menjadi Pesakitan di Lembaganya
Abraham Somad, Ketua KPK

VIVAnews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Irjen Polisi Djoko Susilo berbicara jujur kepada penyidik KPK terkait dugaan kasus pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri. "Kita berharap Pak Djoko mau berkata jujur sebagai seorang Jenderal, sehingga kasus ini bisa dibuka," ujar Abraham Samad, Kamis 4 Oktober 2012. "Jujur dalam artian mengatakan semua, apa yang sebenarnya terjadi. Bukan mengenai soal siapa, tetapi dia akan menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya," Abraham menambahkan.

Mengenai hadir tidaknya, Abraham yakin mantan Kepala Korlantas Polri itu akan memenuhi panggilan kedua KPK hari ini, Jumat 5 Oktober 2012. Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas juga yakin, jenderal polisi bintang dua itu akan memenuhi panggilan KPK. "Oh, tentulah. Tunjukkan keteladanannya, gitu lah. Saya yakin hadir," ujar Busyro.

Sebelumnya, kuasa hukum Djoko Susilo, Hotma Sitompul menegaskan kliennya akan bersikap kooperatif dengan menghadiri panggilan KPK berikutnya. "Sekarang prinsipnya gini deh, kalau dipanggil lagi ya kami datang. Sekarang kalau ada ancaman akan dipanggil paksa, siapa yang tidak takut," ujar Hotma Sitompul
http://nasional.news.viva.co.id/news...-berkata-jujur

--------------

Sejarah Baru KPK, Pertama Kalinya Seorang Jenderal menjadi Pesakitan di Lembaganya

Menjadikan tersangka seorang Jenderal aktif dalam kasus korupsi? Itu kalau kejadiannya di AS atau Jepang, mungkin bukan hal yang istimewa. Masalahnya ini dilakukan oleh sebuah negara berkembang, Indonesia. Hal itu tentu merupakan sejarah baru di Republik ini, bahwa azas kesamaan bagi setiap warga negara, apapun pangkat dan jabatannya, dalam perberlakuan hukum sudah mulai tampak, meski baru sedikit.

Tapi tidak semua pihak bisa menerima manuver berani KPK kali ini. Faktanya sudah nampak sekali, ketika gaung untuk mengkebiri KPK melalui revisi UU KPK tiba-tiba bertiup kencang. Tidakan DPR itu jelas mengada-ada, apalagi tak ada yang aneh dalam sistem kinerja KPK selama ini. Dan bahkan sampai negara super power Amerika Serikat pun turut memuji kinerja dan sistem KPK itu sebagai salah satu lembaga anti-korupsi terbaik di dunia. Tapi kalau anda berfikir dari kacamata para politisi di DPR itu, juga tak salah kok, kenapa mereka begitu bersemangat untuk mengkebiri KPK saat ini pula. Sebab, logika hukumnya, kalau Jenderal aktif saja, orang-orang dari KPK itu sudah mulai menyentuhnya, apatah lagi kalau sekedar pejabat dengan jabatan se level anggota DPR saja (padahal sudah banyak teman-teman mereka yang kini dikurung KPK), pasti lah akan mudah sekali disikat oleh KPK. Nah lhoooo ... sekarang mau lari kemana?
Salah sendiri melihara anak macan, diterkamnyalah kalau dia sudah besar
itu kejadian biasa
yang tidak perlu ditanggapi terlalu berlebihan emoticon-Angkat Beer
udah, langsung tahan aja. pake penyidik independen kalo punya biar gak punya konflik kepentingan
Quote:Original Posted By muhas14.v2
itu kejadian biasa
yang tidak perlu ditanggapi terlalu berlebihan emoticon-Angkat Beer


Biasa apanya, gan!
Lihat ini reaksinya ...

Quote:Semua Fraksi Sepakat Revisi UU KPK
Selasa, 02 Oktober 2012 17:39 wib

Sejarah Baru KPK, Pertama Kalinya Seorang Jenderal menjadi Pesakitan di Lembaganya

JAKARTA - Politikus Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR, Azis Syamsudin mengatakan, sebenarnya semua fraksi setuju adanya revisi Undang-Undang KPK nomor 30 Tahun 2002. Karena hasil revisi UU bisa masuk ke Badan Legislasi (Baleg), menjadi kesepakatan pleno. "Kalau tidak ada kesepakatan pleno mana mungkin bisa masuk. Barang itu baru bisa masuk kalau sudah kesepakatan pleno, Apa perlu kita tunjukin?," kata Azis di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Sementara itu, terkait pandangan setiap fraksi saat pembahasan di internal rapat Komisi III, kata Azis, semua fraksi sepakat adanya revisi UU KPK. Tetapi, hal tersebut seolah menjadi bulan-bulanan media dan seolah hanya fraksi-fraksi tertentu yang menyetujui revisi tersebut. "Ya inilah yang tadi kita bicarakan antara di dalam rapat pleno dengan yang ditulis di koran berbeda, itu kenyataannya tapi dalam pleno setuju," jelas Azis.

Menurutnya, revisi tersebut masih dalam pembahasan dan berbentuk draf, sehingga harus melihat perkembangan UU lembaga antikorupsi tersebut. Namun, dalam draf revisi tersebut, diakui Azis, Golkar selalu membela suara rakyat. "Tenang sajalah, kalau Golkar ini pasti membela suara rakyat, karena suara Golkar adalah suara rakyat," sambungnya.

Azis menuturkan, usulan revisi tersebut bukanlah gagasan personal. Melainkan seluruh fraksi yang sudah menjadi keputusan pleno. "Kalau RUU ini harus pleno, harus fraksi. Tidak bisa individu-individu," singkatnya. Saat dikonfirmasi, perihal kemungkinan Baleg mengembalikan draf tersebut ke Komisi III, Aziz menjawab tidak mungkin. Sebab, mekanisme yang ada di Komisi III akan membawa ke pimpinan DPR, kemudian dari pimpinan DPR akan dibawa ke Bamus, baru dilanjutkan ke Paripurna. "Masih jauh, ibarat mau ke Surabaya masih di Cawang. Surabaya-nya masih 6 hari lagi, masih jauh. Makanya orang-orang ini terlampau cepat, tidak paham," simpulnya.
http://news.okezone.com/read/2012/10...-revisi-uu-kpk


emoticon-Angkat Beer
emoticon-Ngakak
dulu mantan kapolri yang jadi dubes malon
sekarang polisi aktif
jangan besok malah kapolri aktif
salut buat KPK
emoticon-I Love Indonesia
keknya bukan yg pertama deh, dulu jaman KPK pertama, Komjen Suyitno Landung & 1 orang Brigjen (lupa namanya) juga kena. cuma ane lupa, saat diperiksa yg bersangkutan masih aktif atau sudah purna
Quote:Original Posted By zitizen4r
Biasa apanya, gan!
Lihat ini reaksinya ...



emoticon-Angkat Beer


itu sudah tugas KPK
mau kelas teri atau kelas kakap, itu sudah kewajiban
shg tidak perlu ada apresiasi emoticon-Angkat Beer
Ah..!!!

KPK layaknya wayang orang, yg cere-cere aja makanannya..
Kalo hari ini DS dateng, langsung ditahan aja, udah ada preseden dia mempersulit proses penyidikan koq!

Tadi pagi ane lewat RTM Guntur, situasinya agak beda, ada Hard Top Putih PM parkir di tepi jalan dekat Pasar Manggis. Ada beberapa anggota PM yang lalu lalang, ane gak tau, ini buat persiapan HUT TNI 5 Oktober apa mau nyambut si DS lontonk itu emoticon-Big Grin
wah keren nih KPK...

Semoga kedepannya KPK kerjanya tambah maju.

jadi inget kalau KPK-nya hongkong jumlah penyidiknya ada 2000an, untuk ngurusin 1 kota. Dan hongkong baru bisa terlepas dari korupsi setelah 30 tahun.
Bandingkan sama KPK (Indonesia), jumlah penyidik 100an, untuk 1 negara. Udah gitu gara gara kasus DS ini, penyidik yang berasal dari polri yang berjumlah 20an langsung ditarik, ga boleh kerja lagi di KPK (sisa 80 penyidik). Hitung sendiri deh kapan negara ini bebas korupsi...
keren sih keren cuma gimana kabarnya century ????

trus ini apa berlanjut sampai tuntas??

jangan2 kayak kasus susno aja....
bagus dah, ane dukung terus KPK babat habis semua yang terlibat skandal korupsi baik itu presiden sekalipun
paling di tahan cm krn formalitas pemberitaan di media, gmnpun pgruh jendral jg sgt kuat sm kroni2, kolega, dll.


kalo koruptornya dimiskinkan, trus dihukum mati, baru ane percaya thd hukum
mudah mudahan bukan cuma buat nenangin publik fungsinya sebagai kontrol sosial pengen kpk ada action aja,tapi kesananya ga di proses, gak salah kalo kpk disebut tebang pilih kalo cuma nagkep nangkep ga di proses mah.jadi ga salah salah amat ada wacana dewan pengawas kpk juga kalo gitu mah

buktikan kpk kamu bisa!
memang kenapa kalo jenderal, lebih hebat dari kita-kita gitu? wkwkwkwkwk....
Quote:Original Posted By wahyubison
emoticon-Ngakak
dulu mantan kapolri yang jadi dubes malon
sekarang polisi aktif
jangan besok malah kapolri aktif
salut buat KPK
emoticon-I Love Indonesia


gw khawatir

lama2 calon2 poliskit yang di ciduk kpk gan

karena terbukti penyuapan biaya masuk

emoticon-Hammer2
kapan pengurus partai jd tahanan?
kita apresiasi untuk kpk agar kedepannya kpk bisa berkerja lebih optimal, dan untuk para koruptor, musti mikir 2x...wong jenderal aja ditahan....emoticon-Ngakak

Suyitno Landung, mantan Kabareskrim, kerjaan siapa?

Sebelum ini, ada Komjen Suyitno Landung, Kabareskrim waktu itu, juga tersandung kasus, sampai di pengadilan.

Juga jenderal aktif.

Kerjaan siapa waktu itu?
Jendral tukang polisi pula...
emoticon-Ngakak