alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016777870/inilah-aliran-suap-ke-angelina-sondakh-amp-koster-versi-yulianis
Inilah Aliran Suap ke Angelina Sondakh & Koster Versi Yulianis
Jakarta, beritaprima.com — Mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis membeberkan aliran dana Permai Grup kepada terdakwa Angelina Sondakh dan I Wayan Koster. Aliran dana itu untuk ‘mendukung’ Angelina dan Wayan Koster dalam pengurusan anggaran di DPR.

“Saya tahunya karena ada pengajuan yang berhubungan support untuk Bu Angie,” kata Yulianis saat bersaksi untuk Angelina Sondakh di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 4 Oktober 2012.

Yulianis menjelaskan, ‘dukungan’ yang diberikan Permai Grup kepada Angie dan Wayan Koster dalam rangka menggiring proyek di dua kementerian, yakni Kemenpora dan Kemendiknas. Menurutnya, semua proyek yang dikelola Permai Grup sudah diatur oleh Nazaruddin, karena telah memperoleh besaran anggarannya.

“Marketing dengan pihak ketiga sudah membicarakan dari awal, penyetingan awal sudah dibicarakan. Kalau anggaran kan bagian Rosa, kalau saya tahunya Rosa minta uang untuk penggiringan anggaran. Semua proyek yang kita giring berusaha kita dapat di tender, karena sudah diatur diawal. Baik untuk Banggar, pihak ketiga itu kita giring,” terang Yulianis.

Anak buah bos Permai Grup Muhammad Nazaruddin itu kemudian membeberkan daftar 16 usulan pengeluaran uang Permai Grup untuk support anggaran proyek di Kemenpora dan Kemendiknas.

1. Pada 12 Maret 2010, dikeluarkan dari kas Permai Grup sebesar Rp70 juta untuk support Angie dalam pengurusan anggaran Kemendiknas

2. Pada 13 Maret 2010 sebesar US$100 ribu dikeluarkan dari kas Permai yang diantarkan oleh kurir Permai Grup bernama Rifangi, untuk diserahkan kepada Angie melalui Jefri selaku kurir penerima uang

3. Pada 19 April 2010, kas Permai Grup mengeluarkan uang sebesar Rp2,5 miliar untuk pembayaran support kepada Angie dalam rangka proses pengurusan proyek universitas tahun 2010.

4. Pada 3 Mei 2010, Permai Grup mengeluarkan uang dari kas senilai Rp10 miliar untuk Angie sebesar Rp2 miliar .

5. Pada 4 Mei, sebesar Rp3 miliar sebagai uang support dalam rangka keperluan APBN 2010 terkait anggaran universitas.

6. Pada 5 Mei 2010, Permai Grup mengeluarkan uang sebesar Rp2 miliar untuk diantarkan siang hari, dan sekitar sore hari sebesar Rp3 miliar untuk diserahkan kepada Angie melalui kurir Permai Grup Lutfie Ardiansyah. Uang tersebut pertama diantarkan ke ruangan kerja anggota Komisi X DPR I Wayan Koster di ruang 613, lantai 6 Gedung DPR.

7. Pada tanggal 19 Juni 2010 Permai Grup kembali mengeluarkan uang sebanyak dua kali, masing-masing sebesar US$100 ribu, sehingga total berjumlah US$200 ribu untuk pembayaran komitmen kepada Angie terkait pengurusan anggaran Kemendiknas.

8. Pada 2 September 2010, Permai Grup mengeluarkan US$150 ribu untuk pembayaran komitmen kepada Angie terkait pengurusan anggaran universitas tahun 2010.

9. Pada 14 Oktober 2010, Permai Grup juga mencairkan dana sebesar US$300 ribu dan US$200 ribu kepada Angie dan I Wayan Koster sebagai uang support untuk pembahasan anggaran Kemendiknas.

10. Pada 17 Oktober 2010, Permai Grup mengeluarkan kasnya sebesar US$400 ribu untuk diserahkan kepada Angie terkait pengurusan proyek Kemendiknas.

11. Pada 26 Oktober 2010 kembali mengeluarkan uang sebesar US$500 ribu untuk Angie.

12. Pada 3 November 2010 sebesar US$500 ribu, dikeluarkan Permai Grup untuk diberikan kepada Angie dan I Wayan Koster untuk support anggaran Kemendiknas tahun 2010.

13. Pada 29 November 2010, Clara meminta dikeluarkan uang sebesar Rp10 juta untuk sumbangan korban Merapi di Yogyakarta yang disetor tunai ke rekening Lindina Wulandari, staf Angelina Sondakh.

Wayan Koster membantah mengenai penerimaan uang ini. “Rumusan itu mungkin bersumber dari keterangan staf Permai Grup, Mindo Rosalina. Tapi saya tegaskan, bahwa saya tidak pernah menerima uang dari perusahaan itu,” kata Koster, Kamis 6 September 2012.

Koster menegaskan, dirinya dan stafnya tidak pernah menerima titipan apapun dari orang Permai Group. “Saya juga sudah tanyakan ke staf saya, bahwa dia tidak pernah menerima titipan dari orang Permai Grup. Mungkin itu saja, yang jelas itu tidak benar,” kata dia. (http://beritaprima.com)