alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016771394/rekening-merrill-lynch-di-indonesia-dibekukan
Kesel 
Rekening Merrill Lynch di Indonesia dibekukan
Oleh Amailia Putri Hasniawati, Asep Munazat Zatnika, Ruisa Khoiriyah, Lamgiat Siringoringo - Kamis, 04 Oktober 2012 | 12:22 WIB

JAKARTA. Para nasabah Merrill Lynch Indonesia untuk sementara waktu tak bisa bertransaksi saham lewat broker saham asal Negeri Paman Sam itu. Terhitung sejak Rabu (3/10), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) membekukan rekening alias akun milik broker ternama tersebut.

Pembekuan rekening Merrill Lynch Indonesia itu merupakan ekor dari sengketa bisnis antara Merrill Lynch dengan Prem Ramchand Harjani, pemilik Renaissance Capital Management.

Ananta Wiyogo, Direktur Utama KSEI mengatakan, pembekuan rekening dilakukan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. KSEI sendiri sudah menerima surat permohonan pemblokiran rekening Merrill Lynch dari Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 2 Oktober lalu.

Dalam surat permohonan pemblokiran rekening yang salinannya diterima KONTAN, Ansyahrul, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang meneken surat itu. Juru Bicara Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Ahmad Sobari tidak mengetahui detail isi surat tersebut. "Namun dari nomornya, itu sesuai dengan administrasi kami," ujarnya, kemarin.

Selain kepada KSEI, surat permohonan pemblokiran rekening itu juga ditujukan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, KONTAN belum bisa meminta konfirmasi dari BEI.

Surat dari pengadilan ini tak lepas dari dari perseteruan antara Merrill Lynch dengan pengusaha Harjani. Dalam putusan kasasi, Mahkamah Agung (MA) memenangkan Harjani. Merrill Lynch pun harus membayar ganti rugi sebesar Rp 251 miliar.

Kubu Harjani juga sudah meminta sita eksekusi putusan MA itu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan adanya surat permohonan pemblokiran rekening itu berarti permohonan sita eksekusi dari Harjani sudah dikabulkan hakim, walaupun sebenarnya Merrill Lynch sedang mengajukan upaya peninjauan kembali (PK).

Kuasa Hukum Merrill Lynch, Frans Hendra Winata belum bisa berkomentar soal pemblokiran rekening milik kliennya itu. "Saya belum menerima secara resmi putusan tersebut, jadi belum bisa berkomentar," kata Frans. Ia akan membahas soal ini dengan kliennya sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Juniver Girsang, Kuasa Hukum Harjani membenarkan pemblokiran rekening itu. Ini agar aset-aset Merrill Lynch tidak berpindah tangan.

Pemblokiran rekening ini tentu akan membuat gigit jari nasabah mereka. Maklum, Merrill Lynch termasuk broker yang cukup aktif di pasar saham Indonesia.

Berdasarkan data BEI, delapan bulan terakhir total transaksi Merril Lynch sekitar Rp 34,04 triliun. Artinya, rata-rata transaksi yang ditangani Merril Lynch sekitar Rp 4,25 triliun per bulan.

source
===

sekali lagi lembaga hukum indonesia menorehkan preseden buruk terhadap integritas pasar modal, setelah sebelumnya menyuruh bank mutiara membayar gant rugi kepada nasabag antaboga!

PT Meriill Dituntut Ganti Rugi Rp 251 Miliar

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memerintahkan kepada PT Merrill Lynch Indonesia segera membayar ganti rugi materiil Rp250 miliar dan ganti rugi immaterial Rp 1 miliar kepada Direktur Tunggal PT Renaissance Capital Management Investment Pte. Ltd, Harjani Prem Ramchand. Menyusul putusan Mahkamah Agung (MA) yang menjatuhkan vonis atas kasus sengketa saham tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh pengacara hukum Harjani, Juniver Girsang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/8). Juniver mengaku, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Suhartoyo memanggil pihak PT Merrill Lynch Indonesia dan pihak PT Renaissance Capital Management Investment Pte. Ltd terkait pelaksanaan eksekusi atas putusan MA.

Dikatakan, Suhartoyo memberikan waktu kepada Merrill Lynch yang merupakan international Bank Limited dari Singapura ini untuk mematuhi putusan MA yakni membayar ganti rugi tersebut. "PN resmi memanggil pemohon, dan termohon, tepat 12.05 WIB. Dipanggil ketua pengadilan jakarta selatan. Tadi ketua membacakan putusan MA," kata Juniver.

Ketua PN Jaksel Suhartoyo mengingatkan bilamana dalam jangka 8 hari tidak dilaksanakan putusan MA, maka pihak pengadilan akan melakukan sita seluruh aset milik Merrill Lynch. "Seluruh aset di Indonesia danSingapura," ujarnya.

Seperti diketahui kasus ini berawal dari Juni 2008 lalu. Saat itu, Prem Ramchand Harjani yang merupakan direktur tunggal dari Renaissance Capital Management Investment Pte Ltd, memerintahkan Merrill Lynch, Pierce, Fenner & Smith (MLPFS) melalui Merrill Lynch International Bank Ltd (MLIB) untuk membeli 120 juta lembar saham PT Triwira Insanlestari (PTTI) bernilai sekitar 14,3 juta dolar AS.

Prem secara lisan menjanjikan akan membayar secara tunai dana sebesar 14,3 juta dolar AS itu pada tanggal penyelesaian transaksi yaitu 26 Juni 2008. Pada kenyataannya, baik Prem maupun Renaissance tidak pernah mentransfer dana yang disyaratkan pada tanggal penyelesaian transaksi.

MLPFS lalu menggugat Renaissance di pengadilan Singapura pada November 2008. Pada Agustus 2010, Pengadilan Tinggi Singapura memutuskan bahwa Renaissance telah mengakui hutang mereka dan Prem telah melakukan penipuan. Pengadilan memerintahkan keduanya untuk membayar kerugian sebesar 9,4juta dolar AS (ditambah bunga) kepada MLPFS.

Tak mau kalah, di bulan yang sama saat MLFPS menggugat di Singapura di tahun 2008, Prem lalu mengugat MLIB dan Merrill Lynch Indonesia (MLI) ke PN Jaksel atas perbuatan melawan hukum dan pencemaran nama baik, menuntut ganti rugi sebesar Rp 1 triliun. Di tahun 2009 PN Jaksel mengabulkan gugatan Prem dan menghukum MLIB dan MLI membayar ganti rugi sebesar Rp251 miliar. Putusan ini dikuatkan di tingkat PengadilanTinggi dan MA.
( Nurokhman / CN27 / JBSM )
source
==

poin (1) Merrill Lynch Singapura (MLFPS) menang gugatan di Singapura, yang memiliki kompetensi hukum pasar modal lebih baik dari Indonesia

Merrill Lynch Ajukan PK Terkait Kasus Renaissance

Menangnya gugatan PT Renaissance Capital Management Investment Pte. Ltd atas Merrill Lynch Indonesia (MLI) di MA bulan Juli lalu, mengundang kekesalan kalangan pelaku pasar modal. Renaissance yang dinahkodai Prem Ramchand Harjani, mampu memenangkan gugatannya atas MLI, padahal secara faktual, MLI tidak mempunyai hubungan hukum dengan Renaissance.


Hal itu disampaikan kuasa hukum MLI, Frans H. Winarta, Senin (4/9), di Jakarta. “Menariknya, pada tahun 2010 oleh pengadilan di Singapura, Renaissance telah dinyatakan bersalah dalam sengketa hukum dengan Merrill Lynch, Pierce, Fenner & Smith (MLPFS) yang berkedudukan di Singapura,” kata Frans.


Cerita gugat menggugat ini berawal dari Juni 2008. Saat itu, Prem Ramchand Harjani dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan direktur tunggal dari Renaissance Capital Management Investment Pte Ltd, memerintahkan MLPFS melalui Merrill Lynch International Bank Ltd (MLIB) untuk membeli 120 juta lembar saham PT Triwira Insanlestari (PTTI) bernilai sekitar US$14,3 juta.


Prem secara lisan menjanjikan akan membayar secara tunai dana sebesar US$14,3 juta itu pada tanggal penyelesaian transaksi yaitu 26 Juni 2008. Pada kenyataannya, baik Prem maupun Renaissance tidak pernah mentransfer dana yang disyaratkan pada tanggal penyelesaian transaksi.


MLPFS lalu menggugat Renaissance di pengadilan Singapura pada November 2008. Pada Agustus 2010, Pengadilan Tinggi Singapura memutuskan bahwa Renaissance telah mengakui hutang mereka dan Prem telah melakukan penipuan. Pengadilan memerintahkan keduanya untuk membayar kerugian sebesar US$9,4juta (ditambah bunga) kepada MLPFS.


Tak mau kalah, di bulan yang sama saat MLFPS menggugat di Singapura di tahun 2008, Prem lalu mengugat MLIB dan Merrill Lynch Indonesia (MLI) ke PN Jaksel atas perbuatan melawan hukum dan pencemaran nama baik, menuntut ganti rugi sebesar Rp1 triliun. Di tahun 2009 PN Jaksel mengabulkan gugatan Prem dan menghukum MLIB dan MLI membayar ganti rugi sebesar Rp251 miliar. Putusan ini dikuatkan di tingkat PengadilanTinggi dan MA.


Putusan di MA ini pun tidak bulat karena disertai dissenting opinion (perbedaanpendapat) dari salah seorang anggota majelis hakim agung, Syamsul Maarif. Syamsul menyampaikan perbedaan pendapatnya dengan menyatakan secara tegas bahwa tidak ada satu perbuatan melawan hukum yang dilakukan MLI sebagaimana yang dituduhkan oleh Renaissance.


“Keputusan ini tentu sangat janggal jika ada perbedaan pendapat diantara para hakim agung,” kata Frans.

Menurutnya, hal lain yang membuat putusan ini sangat kontroversial adalah yurisprudensi MLI bukanlah pihak yang terlibat dalam transaksi di Singapura yang menjadi awal sengketa. “Sangatlah aneh jika seseorang berperkara dengan perusahaan di luar negeri dan kejadiannya pun di luar negeri lantas menggugat perusahaan yang ada di Indonesia hanya gara-gara memiliki kesamaan nama,” tambahnya.


Itu sebabnya, atas banyaknya kejanggalan dalam kasus ini, maka MLIB dan MLI telah mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung tersebut pada 18 Agustus 2012 lalu. PK yang diajukan ini, sambung Frans, dilengkapi dengan bukti-bukti baru (novum).


Bukti baru itu antara lain hasil rekaman percakapan melalui telepon, di mana dalam percakapan itu Prem mengakui bahwa dia memiliki hutang kepada MLPFS dan berjanji akan segera membayarnya. ”Kami akan terus berusaha memperoleh keadilan dengan menyodorkan bukti-bukti baru ke MA,” ujarnya.


Sayangnya, salah seorang kuasa hukum Prem Ramchand Harjani, Hartono Tanuwidjaja, tidak mengangkat telepon genggamnya ketika hukumonline ingin meminta tanggapan seputar PK yang diajukan MLI tersebut.

source
==

whahaa rame deh sengketa orang2 kaya, ane sih liat bertanya ajah emoticon-Blue Guy Peace
Jadi ingat dengan kasus Manulife dulu.
Quote:120 juta lembar saham PT Triwira Insanlestari (PTTI) bernilai sekitar US$14,3 juta.

thriller tho emoticon-Embarrassment

coba diitung dolooo dah: per lembar jadi $0.1192, pake kerus 9200 hwarakadah selembar jadi 1100 perak, emang barang apaan neh ..... barang dewa ato barang busuk neh emoticon-Nohope emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By tokosurvival
Jadi ingat dengan kasus Manulife dulu.


boleh dishare gan kasusnya emoticon-Malu (S)

Quote:Original Posted By teng.tong
thriller tho emoticon-Embarrassment

coba diitung dolooo dah: per lembar jadi $0.1192, pake kerus 9200 hwarakadah selembar jadi 1100 perak, emang barang apaan neh ..... barang dewa ato barang busuk neh emoticon-Nohope emoticon-Ngacir


haha itungan agan bener, kalo diliat dari yahoofinance, harga saham TRIL saat itu (June 2008) ada di kisaran 1000-1100an
http://finance.yahoo.com/echarts?s=T...rce=undefined;

kalo diliat dari pergerakan harganya ampe sekarang, ya, itu saham busuk. makanya Renaissance ogah tebus.

dari sini aja keliatan siapa sebenarnya yang telah gagal menuntaskan kewajibannya. lha apa urusan pengadilan Indonesia mengalahkan ML (Merrill Lynch)??

akhir-akhir ini pengadilan banyak menghasilkan keputusan rada-rada nyeleneh, absurd, bahkan tolol. telkomsel pailit gara-gara sengketa seupil, Bank Mutiara disuruh ganti rugi nasabah antaboga. emoticon-Cape d... (S)
Semoga kebenaran menjadi pemenang