alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016767128/uang-pajaknya-dikorupsi
Sedih 
Uang pajaknya dikorupsi
Bukan Uang Pajak ‘Anda’ yang Dikorupsi, tapi Uang Pajaknya ‘Dia’

Tahukah anda ketika terjadi korupsi uang pajak, yang dikorupsi bukanlah uang pajak anda yang telah disetorkan, melainkan uang pajak si dia. Siapakah anda ? Dan siapa pulakah dia?

Uang pajak anda aman! Kemanakah uang pajak anda ?
Siapakah anda yang dimaksud disini, mengapa uang pajak anda bisa aman ketika terjadi kasus korupsi uang pajak? Siapakah anda ? :

1. Anda adalah orang yang telah menghitung pajak, menyetor pajak, dan melaporkan pajak anda sendiri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Anda adalah orang yang katakanlah walaupun pajaknya 100 rupiah, andatetap akan setorkan karena mengganggap itu suatu kewajiban bagi negara. Tak peduli seberapa besar pajak anda selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku, anda tetap merasa wajib untuk menyetorkannya.

3. Anda adalah orang yang tidak pantang untuk tergoda rayuan para pegawai pajak nakal.

Sistem pembayaran pajak adalah sistem online, ketika anda menyetorkan pajak anda ke bank/kantor pos/tempat tertentu yang telah ditetapkan oleh UU perpajakan (bukan di kantor pajak) dengan formulir yang disebut Surat Setoran Pajak (SSP), anda akan mendapatkan nomor pengesahan yang disebut Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN). Bila telah mendapat NTPN ini, secara otomatis penyetoran anda akan masuk ke dalam kas negara (APBN) Republik Indonesia tercinta (bukan rekening para pegawai pajak). Uang pajak inilah yang digunakan negara untuk melakukan pembangunan. Kalau anda tidak percaya maka tanyakanlah kepada bank tempat anda menyetor kemana arus uang tersebut atau datangilah kantor pajak dan tunjukkanlah nomor NTPN yang telah anda dapatkan, maka pegawai pajak dengan senang hati akan menunjukkan bahwa uang pajak anda yang telah disetor sudah tercatat dan masuk ke dalam kas negara Republik Indonesia tercinta. Itulah sebabnya uang pajak anda aman karena telah berada di kas negara dan memang bukan uang anda ini yang dikorupsi. Percayalah!!!, itulah faktanya yang selama ini tidak terungkap oleh media massa.


Uang pajaknya dikorupsi

Uang pajaknya dikorupsi


Anda adalah para pembayar pajak yang jujur dan pahlawan bangsa, penopang keuangan negara. Sayangnya, selama ini masih banyak yang beranggapan bahwa pajak yang telah mereka setorkan sia-sia belaka karena dikorupsi oleh orang pajak. Mereka beranggapan ketika terjadi kasus korupsi uang pajak, uang pajak yang di korupsi adalah uang yang telah mereka setorkan ke kas negara secara resmi dan uang tersebut masuk ke kantongnya pegawai pajak, padahal sama sekali tidak seperti itu, bukan uang tersebut yang dikorupsi. Ketika terjadi kasus Gayus Tambunan dan Tomi Hindratno, saat itu sebenarnya uang pajak yang telah anda setor masih aman-aman saja di dalam kas negara. Silahkan cek situs Badan Kebijakan Fiskal ([url]www.fiskal.depkeu.go.id[/url]) yang memuat data APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan situs [url]www.pajak.go.id/statistic[/url] yang memuat data realisasi penerimaan pajak yang telah anda setorkan. Uang pajak yang telah anda setor muaranya akan kesana. Periksalah secara berkala karena itu merupakan hak anda.

Uang pajaknya dikorupsi

[url]www.fiskal.depkeu.go.id[/url]
Ternyata uang pajak si dia yang dikorupsi!!!
Lalu uang siapakah yang dikorupsi selama ini dalam kasus pajak? Ternyata uang yang dikorupsi adalah uangnya si dia, namun tahukah anda kalau si dia dengan senang hati bersedia uangnya dikorupsi. Siapakah dia? :

1. Dia adalah orang yang menghitung pajak sendiri, menyetor pajak dan melaporkan pajak sendiri tetapi tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Dia adalah orang yang katakanlah walaupun pajaknya 100 rupiah, dia akan selalu berusaha agar tidak disetorkannya karena merasa tidak punya kewajiban apapun kepada negaranya.

3. Dia adalah orang yang senang apabila ketemu dengan pegawai pajak yang nakal.

Bagaimana proses korupsinya terjadi, katakanlah hasil perhitungan pajaknya adalah 10 milyar dari pendapatannya sebesar 100 milyar selama satu tahun pajak (misal tarif pajak 10% dari pendapatan). Karena merasa 10 milyar bukanlah suatu kewajibannya kepada negara, dia akan berusaha untuk mengurangi nilai 10 milyar tersebut. Oleh karena itu, bekerjasamalah dia dengan para pegawai pajak nakal dengan sedemikian rupa untuk mengurangi penyetoran uang pajak tersebut. Jadi, korupsi terjadi sebelum masuk ke kas negara!!!. Begitulah perilaku si dia, para pembayar pajak nakal dan komplotannya para pegawai pajak nakal. Hal inilah yang sesungguhnya terjadi pada kasus-kasus yang mencuat di media massa baik Gayus Tambunan maupun yang saat ini lagi ramai dibicarakan Tomi Hindratno. Mereka bukanlah mengorupsi uang pajak yang telah disetor secara resmi. Mereka mengorupsi uang si dia yang seharusnya masuk ke kas negara. Mereka bekerja sama untuk merugikan dan membangkrutkan negara.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sendiri terus mengembangkan sistem dan kebijakan untuk memerangi para pegawainya yang nakal. Kasus Tomi Hindratno merupakan kerjasama antara DJP dan KPK dan sengaja untuk dipublikasikan agar memberi efek jera kepada para pegawainya. DJP juga menyediakan sarana untuk melaporkan pegawainya yang terbukti melakukan pelanggaran melalui kring pajak 500200 dan email pengaduan@pajak.go.id.

Penutup
Sekarang dimanakah posisi kita? apakah yang menjadi pilihan kita? apakah menjadi anda atau menjadi dia? kelangsungan negara tergantung pada pilihan kita. Kita tidak bisa menghilangkan korupsi ini bila kita hanya memerangi para pegawai pajak nakal tanpa memerangi komplotannya yaitu si dia, para pembayar pajak nakal. Terkadang kita hanya mengikuti sudah sejauh mana hukuman yang telah dijatuhkan kepada pegawai pajak nakal, tapi kita sering lupa sudah sejauh mana hukuman yang diberikan kepada para pembayar pajak nakal tersebut. Bahkan mungkin kita sering tidak sadar bahwa kita berperilaku seperti si dia, bukankah tidak membayar pajak merupakan perilaku si dia. Anggaplah karena emosi sesaat akan perilaku pegawai pajak yang nakal, anda yang telah bayar pajak dengan patuh, sepakat untuk tidak bayar pajak, bukankah si dia, para pembayar pajak nakal, malah tambah lebih untung lagi karena ikut-ikutan tidak bayar pajak juga. Bukankah itu kemauan si dia untuk tidak usah bayar pajak. Kalau sudah terjadi hal yang demikian, maka tunggulah kehancuran negara. Bagaimana negara akan jalan dan melakukan pembangunan kalau kas negaranya kosong karena para pahlawan penopang keuangannya berhenti bayar pajak. Direktorat Jenderal Pajak tidak hanya membutuhkan dukungan masyarakat untuk membasmi para pegawainya yang nakal tetapi juga untuk membasmi para pembayar pajak yang nakal. Setidaknya, marilah kita berperilaku sebagai anda, bukan sebagai dia.

Sebagai penutup, dua hal yang perlu diingat. Pertama, anda adalah pahlawan bangsa, penopang keuangan negara dengan pajak anda, banggalah bayar pajak walau sebesar 100 rupiah dan silahkan awasi penggunaannya, itu hak anda. Kedua, ketika terjadi kasus korupsi pajak, yang dikorupsi adalah uang pajak nya si dia, bukan uang pajak anda.

sumber
iklan dari Kantor Pajak.. emoticon-Smilie bagus juga biar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan pada lembaga negara pemungut pajak..
masi banyak masyarakat yg mencibir pajak dan mungkin menggalang dukungan utk tidak membayar pajak. setelah diwawancarai paling2 yg mereka tau itu bayar pajak di kantor pajak trus uangnya disimpen sama pegawai pajak .
ketahuan kalo sebenernya gak pernah mbayar pajak. mbayar pajak itu di bank, langsung masuk ke kas negara.
Biasa aja Gan.... yang paling lantang berteriak malas bayar pajak biasanya yang paling sedikit (malah gak pernah) bayar pajak.... Tong kosong bunyinya nyaring.....
Kalo uang APBN yang dikorupsi itukan yang disetor ke negara. Dan jelas bukan uangnya si "dia" yang bandel tapi uang pembayar pajak yang jujur dan percaya uangnya dipakai untuk kebaikan rakyat.
Pegawai Pajak mah gak pernah korupsi uang pajak emoticon-Stick Out Tongue
yang benar itu NGEMPLANG pajak emoticon-Nohope

Karena cara kerja sebenarnya pegawai pajak ya cuma ngitung doang berapa sih pajak yg kudu dibayar seseorang/perusahaan ke negara sebagai kewajiban dia atau gak berapa kelebihan pajak yg dibayarkan yg harus dikembalikan oleh negara (Restitusi) ?
Nah disinilah terjadinya pengemplangan itu, WP yg merasa keberatan dengan besaran pajak yg kudu dibayar NEGO atau pd beberapa kejadian pegawai pajak yg aktif menawarrkan "keringanan" itu emoticon-Nohope
Klau kita cuma bayar pajak ratusan ribu hingga jutaan rupiah mungkin gk terlalu signifikan, tapi bagi perusaahaan besar yg kudu bayar pajak triliunan trus bisa dikasih "keringanan" sampai ratusan miliar apa tida menggiurkan tuh ? (kek kasus Gayus dengan Bakery, dr pajak seharusnya Rp2 triliun jadi "cukup" bayar Rp200 miliar aja) sisanya Rp200 miliar jadi bancakan Gayus nd Rekan (jadi total yg dibayarkan perusahaan bakery cukup Rp400 miliar, sisanya Rp1,6 triliun bisa buat CAPEX lagi) emoticon-Big Grin

Klau buat bayar pajak mah ke Bank bukannya bayar ke loket di Ditjen Pajak
Quote:Original Posted By Uthe18
Pegawai Pajak mah gak pernah korupsi uang pajak emoticon-Stick Out Tongue
yang benar itu NGEMPLANG pajak emoticon-Nohope

Karena cara kerja sebenarnya pegawai pajak ya cuma ngitung doang berapa sih pajak yg kudu dibayar seseorang/perusahaan ke negara sebagai kewajiban dia atau gak berapa kelebihan pajak yg dibayarkan yg harus dikembalikan oleh negara (Restitusi) ?
Nah disinilah terjadinya pengemplangan itu, WP yg merasa keberatan dengan besaran pajak yg kudu dibayar NEGO atau pd beberapa kejadian pegawai pajak yg aktif menawarrkan "keringanan" itu emoticon-Nohope
Klau kita cuma bayar pajak ratusan ribu hingga jutaan rupiah mungkin gk terlalu signifikan, tapi bagi perusaahaan besar yg kudu bayar pajak triliunan trus bisa dikasih "keringanan" sampai ratusan miliar apa tida menggiurkan tuh ? (kek kasus Gayus dengan Bakery, dr pajak seharusnya Rp2 triliun jadi "cukup" bayar Rp200 miliar aja) sisanya Rp200 miliar jadi bancakan Gayus nd Rekan (jadi total yg dibayarkan perusahaan bakery cukup Rp400 miliar, sisanya Rp1,6 triliun bisa buat CAPEX lagi) emoticon-Big Grin

Klau buat bayar pajak mah ke Bank bukannya bayar ke loket di Ditjen Pajak


Ngeri banget ya si bakery itu emoticon-Takut (S)
Whistleblower systemnya jalan gak disana?
trus kalo ane ngga mau bayar pajak gimana?
thread bagus.

analoginya gampang sekali dan mudah dicerna. semoga semua wajib pajak jadi sadar, dan kita2 bisa bantu memasyarakatkannya.

emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Kaskus (S)
eaaa dah ada trit dari kantor pajak
biasanya ada sesuatu
ada kasus lagi kah?

*maklum ga ngikutin brita


tapi menurut ane kalo rakyat kecil yg koar² ga mau bayar pajak tu diketawain pengusaha yang ngemplang pajak milyaran
nanti saya akan usulkan kepada bapak saya untuk menyelidiki korupsi di direktoral jendral perpajakan, dari KP4 KPP KPP pratama karippa kanwil akan kita selidiki, sehingga yang boleh korupsi hanya wakil rakyat seperti bapak saya, itupun dibawah 5 M
ane udah tau gan

tp buat apa pajak ane

sekolah masih bayar ..jalanan juga masih amburadul emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By Graft
Ngeri banget ya si bakery itu emoticon-Takut (S)
Whistleblower systemnya jalan gak disana?


gak tau deh om klau internal si Bakery
tapi yg gw tau sih, sbelum si SM mundur memang doi gi nguber2 KEKURANGAN pajak perusahaan si dagumen ma perusahaan si Tomy (PT TPN) supaya bayar emoticon-Embarrassment
Loby mesin politik parpolnya LEBIH KUAT ternyata emoticon-Takut (S)

Quote:Original Posted By extrazonk
trus kalo ane ngga mau bayar pajak gimana?


gimana caranya gan ?
loe belanja di supermarket aja dikenakan PPn 10%
loe makan di restaurant dikenakan PPn 10%
loe ke tempat hiburan kena PPn 10%
loe beli alat elektronik kena PPn 10%
loe beli ticket apapun kena PPn 10%
loe gajian dah kena PPh 5%
loe punya kendaraan dah kena PKB tiap tahun

so... GIMANA caranya loe gk mau bayar pajak ? emoticon-Stick Out Tongue emoticon-Stick Out Tongue emoticon-Stick Out Tongue

Quote:Original Posted By BangunUsaha
ane udah tau gan

tp buat apa pajak ane

sekolah masih bayar ..jalanan juga masih amburadul emoticon-Cape d... (S)


karena Indo TIDAK menganut system REVENUE CENTER dari hasil pajak emoticon-Embarrassment
SEMUA Pendapatan negara (gk perduli dr mana saja) dikumpulkan jadi satu trus baru dilihat kebutuhan pembelanjaan sesuai yg sudah disusun dalam RAPBN apa saja dan berapa ? uangnya didistribusikan ke pos-pos yg sudah ditentukan itu emoticon-Stick Out Tongue
laah... emgnya duit kita yg sudah masuk kas negara ga dikorupsi apaaa?????

Apa jaminannya duit kita itu benar2 dipergunakan utk pembangunan?
Bukan ke proyek2 yg yg di-markup?
Bukan utk pengadaan brg yg ga perlu?
Bukan utk jalan2 plesir pemerintah/dewan?
Bukan buat bayar gaji ke para pelayan masyarakat tapi ga melayani justru matre bin pungli?
dll dsb dst..
Quote:Original Posted By Uthe18
gak tau deh om klau internal si Bakery
tapi yg gw tau sih, sbelum si SM mundur memang doi gi nguber2 KEKURANGAN pajak perusahaan si dagumen ma perusahaan si Tomy (PT TPN) supaya bayar emoticon-Embarrassment
Loby mesin politik parpolnya LEBIH KUAT ternyata emoticon-Takut (S)


gimana caranya gan ?
loe belanja di supermarket aja dikenakan PPn 10%
loe makan di restaurant dikenakan PPn 10%
loe ke tempat hiburan kena PPn 10%
loe beli alat elektronik kena PPn 10%
loe beli ticket apapun kena PPn 10%
loe gajian dah kena PPh 5%
loe punya kendaraan dah kena PKB tiap tahun

so... GIMANA caranya loe gk mau bayar pajak ? emoticon-Stick Out Tongue emoticon-Stick Out Tongue emoticon-Stick Out Tongue


caranya ngga beli itu semua emoticon-Ngakak

jd pengangguran cukup tiduran dirumah...lama2 stres dech emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Uthe18
gak tau deh om klau internal si Bakery
tapi yg gw tau sih, sbelum si SM mundur memang doi gi nguber2 KEKURANGAN pajak perusahaan si dagumen ma perusahaan si Tomy (PT TPN) supaya bayar emoticon-Embarrassment
Loby mesin politik parpolnya LEBIH KUAT ternyata emoticon-Takut (S)



gimana caranya gan ?
loe belanja di supermarket aja dikenakan PPn 10%
loe makan di restaurant dikenakan PPn 10%
loe ke tempat hiburan kena PPn 10%
loe beli alat elektronik kena PPn 10%
loe beli ticket apapun kena PPn 10%
loe gajian dah kena PPh 5%
loe punya kendaraan dah kena PKB tiap tahun

so... GIMANA caranya loe gk mau bayar pajak ? emoticon-Stick Out Tongue emoticon-Stick Out Tongue emoticon-Stick Out Tongue



karena Indo TIDAK menganut system REVENUE CENTER dari hasil pajak emoticon-Embarrassment
SEMUA Pendapatan negara (gk perduli dr mana saja) dikumpulkan jadi satu trus baru dilihat kebutuhan pembelanjaan sesuai yg sudah disusun dalam RAPBN apa saja dan berapa ? uangnya didistribusikan ke pos-pos yg sudah ditentukan itu emoticon-Stick Out Tongue


pergi ke pulau terpencil di lautan lepas, dimana tak ada aparat pemerintah dan tak ada pasokan bahan kebutuhan dari luar pulau,,atau yang lebih ekstrem,,,bikin negara baru di tengah samudera emoticon-Big Grin

tapi kalo diterapkan pasti hidupnya bakal luar biasa susah gan.. emoticon-Hammer
kaya repost ya...
tapi bagus deh, biar masyarakat pada tau

---------
abis setor tu duit dikemanain, jalan mau ke rumah ane masi berlubang emoticon-Frown
Quote:Original Posted By dycy
kaya repost ya...
tapi bagus deh, biar masyarakat pada tau

---------
abis setor tu duit dikemanain, jalan mau ke rumah ane masi berlubang emoticon-Frown


ya ente jangan liwat jalan itu gan emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By Uthe18
Pegawai Pajak mah gak pernah korupsi uang pajak emoticon-Stick Out Tongue
yang benar itu NGEMPLANG pajak emoticon-Nohope

Karena cara kerja sebenarnya pegawai pajak ya cuma ngitung doang berapa sih pajak yg kudu dibayar seseorang/perusahaan ke negara sebagai kewajiban dia atau gak berapa kelebihan pajak yg dibayarkan yg harus dikembalikan oleh negara (Restitusi) ?
Nah disinilah terjadinya pengemplangan itu, WP yg merasa keberatan dengan besaran pajak yg kudu dibayar NEGO atau pd beberapa kejadian pegawai pajak yg aktif menawarrkan "keringanan" itu emoticon-Nohope
Klau kita cuma bayar pajak ratusan ribu hingga jutaan rupiah mungkin gk terlalu signifikan, tapi bagi perusaahaan besar yg kudu bayar pajak triliunan trus bisa dikasih "keringanan" sampai ratusan miliar apa tida menggiurkan tuh ? (kek kasus Gayus dengan Bakery, dr pajak seharusnya Rp2 triliun jadi "cukup" bayar Rp200 miliar aja) sisanya Rp200 miliar jadi bancakan Gayus nd Rekan (jadi total yg dibayarkan perusahaan bakery cukup Rp400 miliar, sisanya Rp1,6 triliun bisa buat CAPEX lagi) emoticon-Big Grin

Klau buat bayar pajak mah ke Bank bukannya bayar ke loket di Ditjen Pajak


Yang benar yang mana, yang ente tulis atau yang TS tulis
Quote:
1. Anda adalah orang yang telah menghitung pajak, menyetor pajak, dan melaporkan pajak anda sendiri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


ane sih bayar pajak gan. ga enak rasanya kayak ada yg ngganjel. ane lakukan apa yg jadi bagian ane. urusan ditilep, korup atw apalah sebutannya, itu urusan sang oknum sama diri pribadinya sama tuhan. i dont give a shit. pokoke kita lakukan apa yg benar aja. jadi gak ada selah utk menjatuhkan kita. org jujur akan dituntun dengan kejujurannya. jujur yg berhikmat, pake otak. bukannya malah naif.

TS orang pajak yak?