alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016765769/outsourcing-perbudakan-modern
Outsourcing, Perbudakan Modern
Outsourcing, Perbudakan Modern

AKARTA - Sejak pagi hari ini, hingga menjelang petang, kaum buruh melakukan aksi mogok dan demo di berbagai wilayah di Indonesia. Aksi kali ini sebagai respon atas banyaknya persoalan ketenagkerjaan yang tidak tertangani dengan baik oleh Pemerintah dalam hal ini Kementrian Ketenagakerjaan, terutama mengenai penghapusan sistem outsourcing atau kerja kontrak dan upah murah.

"Saat ini membuat buruh resah dan jauh dari jaminan untuk mendapatkan penghidupan dan pekerjaan layak seperti yang diamanahkan UUD'45 dan UU No.13/2003 jo UU No.21/2000," ujar Ketua Departemen Advokasi Buruh Tani Nelayan DPP PKS, Indra seperti dalam rilisnya, kepada wartawan diterima hari ini.

Outsourcing dan kerja kontrak yang menyimpang, serta praktek upah murah jelas anggota komisi III ini menyebabkan buruh tidak memiliki masa depan yang lebih baik. "Dari perspektif tidak adanya jaminan kepastian masa depan tersebut, maka praktek-praktek itu sangat dapat dikatakan sebagai bentuk perbudakan modern," ungkapnya

Lalau apa persoalan mendasar kenapa akhirnya para buruh harus rela turun kejalan dengan menghabiskan waktu dan berpnas-panasan, menurut Indra, selama ini pemerintah gagal dan lalai untuk memenuhi amanah UU. dan Law enforcemen atas pemenuhan hak dasar buruh selama ini sangat lemah.

"Pemerintah lebih sering berselingkuh dengan para pengusaha dan kapitalis dalam memenuhi hak buruh. Jadi tidak aneh buruh akan terus berdemonstrasi dan turun kejalan. Saya mendesak pemerintah untuk segera memenuhi tuntutan para buruh, menghapus praktek Outsourcing dan kerja kontrak yang menyimpang, serta praktek upah murah," pungkas Indra yang baru dirotasi dari Anggota Komisi IX.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi kemungkinan berlanjutnya unjuk rasa dan mogok kerja di kalangam buruh. Muhaimin mengaku telah berdialog dengan pemimpin-pemimpin konfederasi serikat buruh.

"Tadi pagi kami sudah berdialog dengan para pimpinanannya. Dari hasil pembicaraan, kami sepakat aksi hanya berlangsung sehari," terang Muhaimin di kantor Kemenakertrans, Jalan Gatot Subroto, Kuningan, Jakarta Selatan, hari ini.

Ia mengutarakan, sebelumnya pihak buruh berencana melakukan aksi mogok dan unjuk rasa selama lima hari. Kementerian dan para pimpinan konfederasi kemudian mencapai kesepakatan setelah Muhaimin dan jajaran menyatakan kesediaan untuk menyalurkan aspirasi mereka.

Kemenakertrans berjanji akan memberlakukan pengetatan dalam penerapan sistem outsourcing kepada perusahaan-perusahaan penerima jasa outsourcing.

"Intinya kita kembali kepada ketetapan lima jenis pekerjaan yang bisa di-outsourcing sebagaimana diatur UU No 13 Tahun 2003. Pekerjaan-pekerjaan pokok tidak bisa di-outsourcing. Itu hanya diperbolehkan untuk pekerjaan-pekerjaan tambahan," kata Cak Imim, sapaan Muhaimin.

Namun, salah satu tuntutan pokok kaum buruh lainnya, yaitu tentang upah layak, masih dalam proses dialog. Kementerian telah menambah komponen upah dari 46 item menjadi 60 item. Namun, sejumlah kalangan buruh menilai jumlah tersebut masih kurang. Mereka menuntut komponen upah yang dihitung sejumlah 80 item, bahkan ada yang meminta hingga 100-an item.

"Untuk 2013, saya sudah koordinasikan ke buruh, gunakan peraturan menteri yang ada. Tetapi semua itu harus bergantung hasil survei lapangan. Kalau komponen tetap 60, cuma jumlah akhir dari penetapan upah minimum tergantung Dewan Pengupahan Daerah," kata Cak Imin.

sumber : KLIKK
Setuju Gan, Emang sistem outsourcing ini lebih banyak jeleknya sebaiknya dihapuskan saja... emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By dasi.item
contoh outsourcing yang sukses itu di India. Bagaimana perusahaan2 IT dari Amrik meng-outsource kerjaan seperti helpdesk ke India. Orang perusahaan untung, orang India juga untung.
Di Indonesia kayaknya tujuan outsource cuma biar ga ada kontrak kerja dan ikatan2 tetek bengek. jelas perbudakan emoticon-Big Grin


Ane setuju gan emoticon-thumbsup
Quote:Original Posted By Lord.Village
Setuju Gan, Emang sistem outsourcing ini lebih banyak jeleknya sebaiknya dihapuskan saja... emoticon-I Love Indonesia (S)


Menurut ane jangan dihapus gan tapi diperbaiki. karena kalo dihapus, perusahaan susah memutus kerja orang yang ga bener kerjanya.emoticon-Sorry
Quote:Original Posted By Lord.Village
Setuju Gan, Emang sistem outsourcing ini lebih banyak jeleknya sebaiknya dihapuskan saja... emoticon-I Love Indonesia (S)


Bisa dijelaskan di mana kejelekannya gan? Apakah ini objektif atau dari 1 sudut pandang saja?

Quote:Original Posted By dasi.item
contoh outsourcing yang sukses itu di India. Bagaimana perusahaan2 IT dari Amrik meng-outsource kerjaan seperti helpdesk ke India. Orang perusahaan untung, orang India juga untung.
Di Indonesia kayaknya tujuan outsource cuma biar ga ada kontrak kerja dan ikatan2 tetek bengek. jelas perbudakan emoticon-Big Grin


Bukannya dg outsourcing, ada kontrak kerja (PKWT)?
Saya sering berbicara dg beberapa karyawan (di bank), malah ada yg sudah status permanen, memilih utk pindah ke bank lain dg status PKWT. Alasannya beragam:
- kondisi perusahaan yg lebih baik; perusahaan lama mungkin dirasa kurang berkembang <-- di perusahaan baru THP (take home pay) per bulan lebih besar
- dg status permanen, ybs susah pindah ke perusahaan lain karena adanya ikatan kerja secara hukum, sementara dg PKWT ybs bisa pindah dg lebih mudah <--- ybs menyadari kemampuan dan potensi dirinya
- bbrp kasus, misalnya yg bekerja di sales, insentif karyawan permanen lebih kecil daripada karyawan outsource sehingga THP yg permanen memang lebih stabil tetapi jika karyawan bekerja dg rajin & baik, dg status outsourcing bisa mendapatkan lebih banyak
- dll

Menurut saya, bagaimanapun, outsourcing tetap dibutuhkan. Yang perlu diperbaiki adalah aturan yg jelas mengenai ini. Banyak perusahaan outsource yg nakal, tapi tidak sedikit juga yg profesional (mengikuti aturan seperti pemberian jaminan kesehatan dan jamsostek, tidak melakukan pemotongan pendapatan kecuali utk Pph21 dll).
Quote:Original Posted By Cska1818


Menurut ane jangan dihapus gan tapi diperbaiki. karena kalo dihapus, perusahaan susah memutus kerja orang yang ga bener kerjanya.emoticon-Sorry


bener banget gan.....
tapi ini Indonesia negara demokrasi..suara terbanyak dialah pemenangnya, kita lihat aja nanti yang banyak dia yang menang
outsourcing ini membuka dan memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang, outsorucing dipandang sebagai sarana praktis unutk melakukan rekrutmen tenaga kerja profesional oleh perusahaan...

tidak ada yg mengeksploitasi buruh, sistemnya seperti ini:
upah buruh murah = investor masuk = banyaknya perusahaan baru = banyaknya lapangan pekerjaan = ekonomi meningkat = upah buruh meningkat kelak..

upah buruh saat ini, merupakan demand dari market. ketika pemerintah berusaha mengintervensi upah buruh maka biaya operasional meningkat, akibatnya harga barang meningkat (inflasi), phk massal dan larinya para investor. apa para buruh ini berpikir kearah sana..?

upah buruh meningkat, ketika ekonomi meningkat. ini terjadi akibatnya kompetisi antar perusahaan dalam memperebutkan tenaga kerja atau ketika perusahaan kesulitan mencari tenaga kerja. jika demand lebih tinggi dari pada supply, maka harga/gaji meningkat. ini sebabnya mengapa gaji tukang sampah dinegara maju sangat tinggi, ekonomi dulu yg meningkat baru gaji meningkat.
outsourcing di Indonesia jelas perbudakan modern...karena aturan yang ada ga melindungi pekerja outsourcing...pelaksanaan outsourcing sendiri juga ga beres karena perusahaan di sini menganggap yang dioutsource itu semacam alat yang bisa dipakai abis itu dibuang emoticon-Nohope

dan soal penghapusan outsourcing..heh ngelawak? paling2 diganti pake sistem lain sejenis outsourcing...cuma ganti nama aja...

setuju kalau yang namanya outsourcing diperbaiki sistemnya...tambah perlindungan dan jaminan buat karyawan outsource dan tentu saja tambah hak untuk menaikkan gaji bila kinerja bagus....emoticon-Ngacir

tapi ya...selama penegakan hukum di sini masi memble yang namanya perbaikan dan peningkatan cuma mimpi belaka emoticon-Turut Berduka
Quote:Original Posted By Cska1818


Menurut ane jangan dihapus gan tapi diperbaiki. karena kalo dihapus, perusahaan susah memutus kerja orang yang ga bener kerjanya.emoticon-Sorry


kalau menurut ane, gpp dihapus juga gann.
masalah perusahaan sulit memecat, kan bisa liat dari hasil kerja,
perpanjangan kerja atau pengangkatan karyawan itu kan :
1. penilaian hasil kerja
2. penilaian absen
3. penilaian kreatifitas

nah, klo 3 point tadi ga bisa sampai ke titik minimal, berarti memang diaga bisa dipertahankan diperusahaan tadi.
kalo memang nilainya mencukupi, kenapa tidak klo dia diangkat karyawan tetap. Setelah menyelesaikan 2x masa kontrak dan masa percobaan karyawan. tanpa adanya potongan gaji yg dilakukan oleh outsourcing.

udah gajian dipotong, mau masuk kerja aja harus bayar sampe ada temen ane yg bayar 2jta.emoticon-Berduka (S)

Quote:Original Posted By laverdure
Bisa dijelaskan di mana kejelekannya gan? Apakah ini objektif atau dari 1 sudut pandang saja?



Bukannya dg outsourcing, ada kontrak kerja (PKWT)?
Saya sering berbicara dg beberapa karyawan (di bank), malah ada yg sudah status permanen, memilih utk pindah ke bank lain dg status PKWT. Alasannya beragam:
- kondisi perusahaan yg lebih baik; perusahaan lama mungkin dirasa kurang berkembang <-- di perusahaan baru THP (take home pay) per bulan lebih besar
- dg status permanen, ybs susah pindah ke perusahaan lain karena adanya ikatan kerja secara hukum, sementara dg PKWT ybs bisa pindah dg lebih mudah <--- ybs menyadari kemampuan dan potensi dirinya
- bbrp kasus, misalnya yg bekerja di sales, insentif karyawan permanen lebih kecil daripada karyawan outsource sehingga THP yg permanen memang lebih stabil tetapi jika karyawan bekerja dg rajin & baik, dg status outsourcing bisa mendapatkan lebih banyak
- dll

Menurut saya, bagaimanapun, outsourcing tetap dibutuhkan. Yang perlu diperbaiki adalah aturan yg jelas mengenai ini. Banyak perusahaan outsource yg nakal, tapi tidak sedikit juga yg profesional (mengikuti aturan seperti pemberian jaminan kesehatan dan jamsostek, tidak melakukan pemotongan pendapatan kecuali utk Pph21 dll).


nah pendapat kayak gini neh yg gw demen
lihat masalah itu jangan dari satu sisi aja..
apakah dengan dihapuskannya Outsourcing beneran bisa mensejahterakan para pekerja?
apa dengan dijadikan pegawai tetap, para pekerja dijamin masa depannya dan sejahtera?

gw setuju sama pendapat lo gan
outsourcing itu bagus, asal ada instrumen2 yg mendukung, kayak Asuransi Jamsostek, terus adanya kenaikan gaji berkala
intinya harus ada instrumen yg menjamin para pekerja Outsource
semoga dengan buruh yang melakukan demo dan pemerintah bisa mendengar aspirasi buruh.

sehingga nantinya buruh bisa lebih hidup layar daripada sekarang, karena aspirasi buruh tidak didengar oleh penguasa2 Indonesia yang berpikir dapat melakukan semena2, padahal kalau tidak ada buruh pekerjaan mereka akan terbengkalai dan menderita kerugian sangat besar... emoticon-I Love Indonesia
Quote:Original Posted By ezchoise
kalau menurut ane, gpp dihapus juga gann.
masalah perusahaan sulit memecat, kan bisa liat dari hasil kerja,
perpanjangan kerja atau pengangkatan karyawan itu kan :
1. penilaian hasil kerja
2. penilaian absen
3. penilaian kreatifitas

nah, klo 3 point tadi ga bisa sampai ke titik minimal, berarti memang diaga bisa dipertahankan diperusahaan tadi.
kalo memang nilainya mencukupi, kenapa tidak klo dia diangkat karyawan tetap. Setelah menyelesaikan 2x masa kontrak dan masa percobaan karyawan. tanpa adanya potongan gaji yg dilakukan oleh outsourcing.

udah gajian dipotong, mau masuk kerja aja harus bayar sampe ada temen ane yg bayar 2jta.emoticon-Berduka (S)


Orang kerja mau cari uang, malah keluarkan uang ya gan emoticon-Berduka (S)
Hidupp emoticon-I Love Indonesia (S)
outsourcing dari yayasan sama outsourcing (kontrak ) karyawan langsung oleh pabrik yg bersangkutan

nahhh sekarang apa yg diributan sama buruh...

tohhh kontrak dr pabrik rata2 mereka gajian bisa mencapai 2.3 jt itu yg paling terkecil Outsourcing, Perbudakan Modern
klo g salah mulai jaman ibu megawati y sistem outsourching di berlakukan...udh g ada jamsostek jg y berarti

tp alhamdulilah di tempat kerja ane,,g sistem outsourching..plgan masa percobaab 3 month emoticon-Hammer (S)
Quote:Original Posted By dasi.item
contoh outsourcing yang sukses itu di India. Bagaimana perusahaan2 IT dari Amrik meng-outsource kerjaan seperti helpdesk ke India. Orang perusahaan untung, orang India juga untung.
Di Indonesia kayaknya tujuan outsource cuma biar ga ada kontrak kerja dan ikatan2 tetek bengek. jelas perbudakan emoticon-Big Grin

jadi sudah jelas bahwa yang salah itu mental orangnya
mo bijimane lagi gan klw pemerintah udah membiasakan system outsourching mendarah daging didunia kerjaemoticon-Frown

Quote:Original Posted By adolfbudi
klo g salah mulai jaman ibu megawati y sistem outsourching di berlakukan...udh g ada jamsostek jg y berarti

tp alhamdulilah di tempat kerja ane,,g sistem outsourching..plgan masa percobaab 3 month emoticon-Hammer (S)


ini salah 1 contohnya kenapa ane kaga minat banged kerja, malah yang ada mo menciptakan lapangan kerjaemoticon-Big Grin
seandainya praktek biaya2 siluman (pungli2) bisa diberantas oleh pemerintah maka pengusaha pasti bisa memberikan upah yg layak bagi pekerja meskipun statusnya cuman outsource. tetapi sayang pemerintah tidak berdaya memberantas praktek biaya2 siluman (pungli2) sehingga pengusaha "terpaksa" memangkas upah pekerja utk menghemat biaya emoticon-Berduka (S)
kalo ndak suka jadi pegawe otsorsing ya keluar aja, jadi pengusaha gitu emoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By dasi.item
contoh outsourcing yang sukses itu di India. Bagaimana perusahaan2 IT dari Amrik meng-outsource kerjaan seperti helpdesk ke India. Orang perusahaan untung, orang India juga untung.
Di Indonesia kayaknya tujuan outsource cuma biar ga ada kontrak kerja dan ikatan2 tetek bengek. jelas perbudakan emoticon-Big Grin


ketiadaan simbiosis mutualisme, menyebabkan hanya pihak kuat yaitu perusahaan yang notabene dimenangkan oleh pemerintah.

Ujung-2nya hanya buruh yang ditekan emoticon-Frown
lah kan ini rakyat lagi dijajah ama pemrintahnya sendiri emoticon-Big Grin

wajar kalo dibudakin emoticon-Embarrassment
×