alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016763205/hot-news--kisah-ishak-25-tahun-jadi-petugas-cleaning-outsourcing-di-gedung-dpr
[Hot News] Kisah Ishak, 25 Tahun jadi Petugas Cleaning Outsourcing di Gedung DPR
[Hot News] Kisah Ishak, 25 Tahun jadi Petugas Cleaning Outsourcing di Gedung DPR


Sistem kerja outsourcing kerap dipersoalkan karena dianggap tak manusiawi. Namun sempitnya lapangan kerja di Jakarta membuat banyak orang pasrah dan menerima pola outsourcing hanya demi menyambung hidup. Salah satu contohnya adalah Ishak, pekerja outsourcing yang sudah 25 tahun menjadi pekerja outsourcing di Gedung DPR RI.

Ayatollah Antoni, Jakarta

MENGAWALI kerja pada tahun 1987 setelah bergabung dengan PT Metro Klina Agung, Ishak langsung ditempatkan di Gedung DPR RI. Hanya bermodal ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sekarang tak berbekas akibat banjir, Ishak ditugasi sebagai cleaning service di gedung wakil rakyat yang terhormat itu. "Sejak pertama kerja sudah (ditempatkan) di DPR," ucapnya dengan suara agak keras saat ditemui di salah satu toilet gedung DPR RI, Rabu (3/10).

Volume suaranya memang sering terdengar meninggi. Maklum, pria kelahiran Bogor, 6 Februari 1964 itu sudah puluhan tahun mengalami gangguan pendengaran. Keterbatasan ekonomi membuat Ishak tak pernah mengobati pendengarannya yang bermasalah.

Pernah suatu ketika akibat pendengaran yang bermasalah, Ishak yang disuruh membeli materai justru membeli baterai. "Sudah sejak kelas enam SD seperti ini (gangguan pendengaran). Awalnya karena tertabrak mobil," ceritanya sembari memegang alat pel.

Dengan sistem outsourcing, Ishak mengaku sudah puluhan kali ganti perusahaan. Kini ia di bawah naungan PT Mega Primatama. Sebelum bergabung dengan PT Mega Primatama, Ishak juga pernah bekerja di PT Bina Karya Swadaya (BKS).

"Dulu sebelum dengan BKS pernah sama Mega juga," ucapnya. "Saya lupa berapa kali pindah (ganti perusahaan). Udah banyak," lagi-lagi Iskak menimpali pembicaraan dengan suara meninggi.

Saat ini Ishak yang sudah dua tahun ini mendapat tugas membersihkan toilet di samping pressroom DPR RI itu memang mengantongi gaji di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2012 yang dipatok Rp 1,52 juta. "Sebulan dapatnya Rp 1,8 juta," sebutnya.

Namun dengan gaji itu Ishak harus menghidupi istri dan lima anaknya. Terang saja dengan gaji minim untuk standar hidup di Jakarta itu Ishak tak bisa menabung. "Setiap bulan habis buat bayar pinjaman ke tetangga dan kontrakan rumah. Bayar cicilan tivi buat hiburan anak-anak pego (Rp 150 ribu)," keluhnya.

Untuk bayar kontrakan rumah, Ishak harus mengeluarkan Rp 175 ribu per bulan. Ia memilih mengontrak rumah kecil di Desa Cilejet, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Alasannya, gajinya tak mungkin cukup jika menyewa rumah di Jakarta dengan lima orang anak.

Beruntung ada kereta, transportasi murah yang tiap hari menjadi pilihan Ishak saat berangkat maupun pulang kerja. "Naik dari Stasiun Cilejet turunnya di Palmerah. Terus jalan kaki ke DPR," urainya. Stasiun Palmerah memang hanya terpisah jalan dengan tembok belakang gedung DPR RI.

Biaya yang harus dikeluarkan Ishak untuk transportasi adalah Rp 3 ribu per hari. Dengan kereta rute Jakarta-Rangkasbitung, Ishak harus rela dua jam berdesak-desakan dengan penumpang lain hanya untuk sekali jalan. "Sekali jalan cenggo (Rp 1500). Pulang pergi jadi Rp 3000," paparnya.

Selama lima hari kerja, Ishak keluar rumah pukul 05.00 dan baru pulang dari gedung DPR RI pukul 19.30. Jika hari Senin, Ishak harus keluar rumah lebih pagi. "Jam tiga (pagi) harus sudah keluar rumah biar bisa dapet tempat di kereta. Hari Senin kereta dari Rangkasbitung penuh," keluhnya.

Kini setelah 25 tahun bekerja dengan pola outsourcing di DPR, Ishak tak pernah merasakan naik pangkat. "Sampai sekarang masih cleaning," tutur pria beristrikan wanita bernama Hartati itu. Paling-paling Ishak hanya mendapat tambahan penghasilan saat pindah perusahaan yang menggunakan jasanya. "Nggak banyak," keluhnya.

Dengan penghasilan minim itu pula Ishak terpaksa mengubur harapannya untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang kuliah. Dari lima anaknya, dua di antaranya harus drop-out.

Anak pertamanya, M Yunus, terpaksa berhenti sekolah saat masih duduk di bangku SMP. "Umurnya sekarang 18 tahun. Kerja di konveksi," kata Ishak.

Sedangkan anak kedua yang bernama Riani Budiastuti bernasib lebih baik karena sudah duduk di kelas 3 SMA di sebuah sekolah swasta tak jauh dari tempatnya bermukim. Namun anaknya yang ketiga, Muhammad Refiansyah, juga tak sekolah. "Sekarang umurnya (Refiansyah) 17 tahun. Keluar sekolah saat kelas satu SMP," tutur Ishak.

Anak keempat pasangan Ishak dan Hartati adalah Muhammad Afrizal yang kini duduk di kelas 1 SMP di Tenjo, Bogor. "Yang terakhir lima tahun, masih TK nol kecil," katanya.

Sebagai pegawai outsourcing, Ishak mengaku tak mendapat tunjangan kesehatan. Saat harus terbaring di rumah sakit setahun silam, Ishak hanya mengandalkan kebaikan hati rekan-rekan seprofesinya di DPR.


Beruntung Ishak yang ditempatkan di gedung dewan dikenal oleh sejumlah politisi yang menurutnya baik hati. Ishak mengaku kenal dengan sejumlah anggota DPR, terutama dari Fraksi PDI Perjuangan seperti Alex Litaay, Joseph Umar Hadi maupun Panda Nababan.


Salah satu nama yang membekas di benak Ishak adalah Jacobus Mayong Padang, anggota DPR periode 2004-2009 dari Fraksi PDIP. "Pak Kobu (Jacobus Mayong Padang) penah nengokin saya pas dirawat di rumah sakit," katanya mengenang kebikan hati Jacobus.



Ishak sendiri sampai saat ini tak tahu persis makna outsourcing. Bahkan Ishak tak hirau ketika kemarin di luar gedung DPR RI ada ratusan orang berunjuk rasa menuntut penghapusan outsourcing.

Ishak hanya tahu bahwa setiap tahun ia pindah perusahaan, meski tempat kerjanya tetap saja di DPR RI. "Belum tahu tahun depan di perusahaan mana," katanya.



Lantas apa harapan Ishak setelah 25 tahun menjadi pegawai outsourcing? "Penginnya sih pegawai tetap. Saya ingin anak saya bisa sekolah tinggi," harapnya.
(ara/jpnn)


sumber : jpnn.com


comment : 25 tahun jadi pegawai otsorcing , bener2 penyakit kronis tuh
ye sistem otsorcing , masa iye udh kerja 25 tahun ga naek2 ke pegawai tetap , apalagi kerjanya di gedung DPR emoticon-Turut Berduka



Spoiler for "komment menarik kaskuser BERPOL":
Seluruh Ayah didunia ini ,
Selalu berharap seperti harapan si Ishak.

Ingin kehidupan Keluarganya jauh lebih baik daripada dirinya sendiri.
Semoga orang ini mendapatkan anak2 yang shalih. Ga masalah uang dikit, yg penting halal..
Perbudakan Modern emang harus dihapuskan, kerja tak pasti plus tanpa jaminan masa depan yang tak jelas
Quote:Original Posted By Khoontol
Seluruh Ayah didunia ini ,
Selalu berharap seperti harapan si Ishak.

Ingin kehidupan Keluarganya jauh lebih baik daripada dirinya sendiri.


terharu baca comment bro khootol
teryata beliau aktivis kemanusian juga kah ?
Quote:Original Posted By Khoontol
Seluruh Ayah didunia ini ,
Selalu berharap seperti harapan si Ishak.

Ingin kehidupan Keluarganya jauh lebih baik daripada dirinya sendiri.


om om khontool.. kata-kata nya kok jadi so sweet dan BIJAK gitu ya??



~۞۩ஜ~ Real Project dengan Dividen Saham tinggi (8 - 20 % per Bulan) ~۞۩ஜ~
ishak2...tau gaji pas2an...kenapa anakmu 5?

harusnya 1 saja cukup....

Susahnya jadi SDM yg tidak terlalu penting ya gini ini....

Coba ishak km jadi salesman terbaik di suatu perusahaan, pasti yg mau bayar'in km mahal bakal antriiii.....

Kl gini salah siapa? Perusahaan out sourcing atau ishaknya sendiri krn skillnya cmn sebagai cleaning service?

Bayangkan aja kl agan di tawar'in perusahaan out sourcing utk cleaning service aja biaya 4jt/bln per org. Kira2 mau ngga ?
manusia diperlakukan kayak budak.. harusnya manusia diperlakukan seebagai manusia untuk menuntut keingininan naik jabatan
Quote:Original Posted By Khoontol
Seluruh Ayah didunia ini ,
Selalu berharap seperti harapan si Ishak.

Ingin kehidupan Keluarganya jauh lebih baik daripada dirinya sendiri.


lulusan SMP, punya lima orang anak, tidak punya skill kecuali sebagai cleaning service. siapa yg salah disini..?? siapa yg mengeksploitasi siapa..??

jadi mau gaji 5 juta, hanya karna mempunyai 5 orang anak..?? sejak kapan perusahaan outsourcing harus bertanggung jawab terhadap seluruh anak di indonesia. sudah tahu berpendidikan rendah, tidak punya skill tapi malah mempunyai banyak anak sampai 5 orang, wajar jika itu menjadi beban finansial.

jangan kambing hitamkan outsourcing, hanya karna orang2 seperti ini yg tidak bisa menjaga alat kelaminnya lalu melahirkan banyak anak. perusahaan outsorcing bukan yayasan sosial, upah buruh tidak bisa diberikan dengan mengukur dari berapa banyaknya anak yg dipunyai pegawai tapi dari skill dan jenjang pendidikan..
buset dah gaji pas2an tapi bisa bikin anak 5 ?? emoticon-Cape d... (S)

yg gaji nya brp kali si Ishak aja mikir2 buat punya anak 2 ..
bukannya otsors baru disahken pas jamannya bumeg yah....
Quote:Original Posted By circ
manusia diperlakukan kayak budak.. harusnya manusia diperlakukan seebagai manusia untuk menuntut keingininan naik jabatan


kl cuman bisa bersihin toilet, dikasi tanggung jawab baru ga mau/ga bisa, ga pernah mau coba bidang lain di luar bersih2, mau naik jabatan ke mana?
Cuma satu yang ane bisa kasih tw, "maw gimana lagi?" kita hidup di negara yang sistem keadilannya sangat rendah, sehingga dari miskin ke kaya, sangat susah.
Quote:Original Posted By Khoontol
Seluruh Ayah didunia ini ,
Selalu berharap seperti harapan si Ishak.

Ingin kehidupan Keluarganya jauh lebih baik daripada dirinya sendiri.


bersyukur lah anda mas ishak jgn menyerah emoticon-Genit
rejeki yg halal ente cari.

perbudakan (apalah entah istilahnya) haru dihapuskan, tidak semena-mena meperlakukan mereka secara peri kemanusiaan. emoticon-Turut Berduka
Quote:Original Posted By Khoontol
Seluruh Ayah didunia ini ,
Selalu berharap seperti harapan si Ishak.

Ingin kehidupan Keluarganya jauh lebih baik daripada dirinya sendiri.


Haisss padhe thol ngopo iki???....so sweett dhe emoticon-Big Grin.....tanggapan berita diatas nih: sebenernya kalo ane liat itu berita ada sedikit unsur lebay buat menyalahkan outsourching deh emoticon-Big Grin....kenapa?itu bapak dapet gaji udah diatas UMR loh,25 tahun walau masih outsourching tp masih tetep bekerja di dpr khan (itu tandanya jasanya masih dihargai dengan baik)....kalo memang minta diangkat jd pegawai tetap,sekarang ane balik deh itu dpr kenapa pake proyek tender pengadaan tenaga cleaning service ke pihak ke-3????....yg berhak mengangkat jd karyawan tetap itu bukan perusahaan outsourchingnya gan,nanti kalo kontrak tendernya habis gimana???....malah ane curiga itu udah 25 tahun pemenang tender pengadaan jasa cleaning di dpr kayaknya masih itu2 ajah deh pemenangnya emoticon-Big Grin cuman gonta-ganti nama PT doang emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Khoontol
Seluruh Ayah didunia ini ,
Selalu berharap seperti harapan si Ishak.

Ingin kehidupan Keluarganya jauh lebih baik daripada dirinya sendiri.




Seuju sama agan yang satu ini
Quote: Bayar cicilan tivi buat hiburan anak-anak pego (Rp 150 ribu),

Lantas apa harapan Ishak setelah 25 tahun menjadi pegawai outsourcing? "Penginnya sih pegawai tetap. Saya ingin anak saya bisa sekolah tinggi," harapnya. (ara/jpnn)


ya suruh anaknya beljar keras, kali dapet beasiswa
jangan malah disuruh nonton tipi

sudah lah gaji kecil, malah beli barang gak guna, pakek nyicil + bayar listrik pula

itu tipi paling jadi menu utama, belajar cuman jadi menu sampingan, sesekali doank emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

tiap hari dicekokin konsumerisme ala tipi, hidup jadi tambah susah, pengen beli ini itu tapi kere.

hidup dalam lingkaran setan hidup susah yg diciptakan sendiri emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
maaf, tapi disini saya sempat terenyuh juga, dengan gaji 1,8jt/bln tapi menanggung 5 orang anak. Menanggung 1 orang anak saja bagi saya cukup berat, apalagi 5 orang anak ??
gile ye.. padahal kerja di gedung DPR.. ck ck ck parah..
Jd intinya kalo mau pak ishak diangkat jd karyawan tetap,DPR jangan pake jasa pihak ke-3 lagi buat jasa cleaning servicenya.....tp dpr harus men-stop kontrak dengan perusahaan tempat pak ishak bekerja & merekrut seluruh cleaning service yg ada sekarang termasuk pak ishak untuk dijadikan pegawai tetap di gedung DPR....kalo perlu diangkat jd pegawai negeri biar ada jaminan pensiunnya emoticon-Big Grin.....wani ora?????jangan cuma bikin berita gini pas lagi panas2 isu outsourching ajah emoticon-Big Grin....karena sebenernya outsourching itu ada karena permintaan dr perusahaan/instansi pemerintah yg maunya enak doang emoticon-Big Grin
×