alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Kesalahan Duga: Kristen Agama Penjajah ?
1.84 stars - based on 19 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016755845/kesalahan-duga-kristen-agama-penjajah

Kesalahan Duga: Kristen Agama Penjajah ?

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Urutan Terlama
Halaman 6 dari 10
jadi intinya waktu penyebaran "gospel" adalah " kau yang meracuni kau juga yang mengobati"
Quote:


makanya gua bilang lu ngeyel...
liat judul lu: secara kontekstual gua tulis gini "Kristen bukan agama Penjajah", dan buktinya adalah analogi FX?? emoticon-Cape d... (S)
penjajah itu apa definisinya? perorangan atau sebuah lembaga negara (yang disebut dengan istilah "nation-state?
analogi FX itu menurut lu tepat untuk menggambarkan Penjajahan Hindia-Belanda = Spanyol?

gini aja biar fair, Hindia-Belanda itu mau penjajah mau bukan, menurut gue, segala bentuk agama, mau itu Kristen, atau Islam Yahudi komunis atheis freemason liberal Nazis fasis adalah penjajahan... gimana? mau terima gak? buktinya nyata nih, salah satunya elo, agama telah menjajah alam bawah sadar lo... emoticon-Big Grin
3G(glory gold gospel)
menurut gw uda menjelaskan semuanya.....
orang-orang eropa yg berlaya udah jelas niatnya nyari peruntungan baru(termasuk nyebarin agama) masa uda berlayar bertahun2 cuma dpt secuil rempah2 doang
Quote:


ya itu emang blog dia sendiri... gpp lah emoticon-Stick Out Tongue

tapi sumber postingannya dari FFI emoticon-Ngakak (S)
Quote:


berarti gak bisa diterima donk argumennya emoticon-Big Grin lw sendiri ngomong kl gak jelas gak bakal bisa diterima argumennya emoticon-Big Grin

Quote:


coba aja keliling antar sekolah, ntar ketemu kok. saya ndiri dah lupa LKSnya apa

Quote:


lha lw sendiri ngomong kl FX gak ada hubungannya ama penjajah/lembaga negara manapun. ya berarti gak bisa dianggap salah donk emoticon-Traveller

Quote:


berarti lo donk emoticon-Big Grin
kebencian telah menjajah alam sadar lo emoticon-Big Grin
gw mah kagak, gw berusaha agar kebencian itu hilang emoticon-Big Grin

Quote:


tp apakah mungkin kemudian Filipina, Taiwan, dan Goa tetep jadi negara sendiri walau agamanya sama dengan penjajah ?
jelas penyebaran agama tidak untuk pemanfaatan toh
diliat dr judul,kristen agama negara penjajah dlm hal ini holland ya jelas ga terbantahkan lah,trus misi lain selain mengeruk kekayan nusantara adalah menyebarkan agama kristen jugfa ga terbantahkan lah,klo misalnya arab yg jajah negara kita,slain misi utama,pasti syiar agama juga dong



nah point nya,klo memang kristen agama penjajah,trus seluruh umat kristen INDONESIA hrs dibenci kn mewarisi ajaran kaumpenjajah?????ya enggak lah,kecuali kita semua sdh ga waras semuanya
Kristen, atau Islam Yahudi komunis atheis freemason liberal Nazis fasis, penjajah?
Itu arti konotatif atau arti sebenarnya ya?
rasanya harus dipisahkan mana agama yg benar2 pernah dipakai untuk menjajah,
dan mana yg hanya sekedar kiasan
Quote:


nih gua kupas pola pikir kekanak-kanakan lu gan emoticon-Big Grin
menurut lu, Kristen bukan agama penjajah...
Kristen melawan penjajahan dengan mengambil contoh masyarakat Kristen bumiputra yang pro-kemerdekaan ==>> dari sini aja udah blunder abis, masyarakat pro-kemerdekaan baru muncul tahun 1930-an, jauh sebelum 1930-an masyarakat Indonesia gak ada kepikiran buat merdeka, walaupun sudah ada pemikiran untuk melawan kolonialisme, tapi rata-rata pemikiran itu keluar dari gerakan-gerakan Islam dan Kesukuan...
nah, menurut lu Belanda = penjajah (yang lu pahami adalah semua jenis orang Belanda, bukan lembaga negara, bukan pula suatu kelompok)
sementara menengok istilah "penjajah" dalam definisi tekstual sejarah kita adalah Hindia-Belanda, yang merupakan colonial state yang bertanggung-jawab langsung pada Pemerintah Pusat, yaitu Kerajaan Belanda...

jika, dan hanya jika, kita hendak membuktikan bahwa Kristen bukan agama penjajah dengan mengambil contoh 1 orang Belanda pro-Pribumi vs negara kolonial Hindia-Belanda, tidak akan memungkiri bahwa keduanya memang Kristen, individu dan badan berbeda indikator, kita tak bisa menyamakan kedua jenis indikator tsb, karena memang parameternya beda...
sehingga analisis harus dikenakan pada negara kolonial Hindia-Belanda...

kita sudah temukan asumsi bahwa penjajah adalah Hindia-Belanda, bukan Giovanni Van Bronkhorst ataupun Marco Van Basten yang dianalogikan seperti Franciscus Xaverius, apalagi Soegija, walaupun semuanya sama-sama Kristen... sampai sini kita telah melihat betapa fail-nya pola pikir lu gan, sungguh masih kekanak-kanakan emoticon-Ngakak (S)

itu yang pertama, yang kedua gua bahas yang ini:

Quote:


sungguh cacat dan blunder...
bukti bahwa Belanda tidak menyebarkan agama Kristen di Aceh adalah Aceh sampai saat ini masih Muslim ==>> ada 2 poin yang bisa mematahkan habis asumsi konyol ini
poin 1: kalimat di atas bisa diganti seperti di bawah ini
bukti bahwa para dhammacitta dan pendeta-pendeta Hindu-Buddha tidak pernah menyebarkan agama Hindu-Buddha di Indonesia adalah karena Indonesia sampai hari ini masih mayoritas Muslim ==>> fail
bukti bahwa Indonesia tidak pernah dikuasai oleh masyarakat Hindu-Buddha adalah karena Indonesia sampai hari ini masih mayoritas Muslim ==>> fail
bukti bahwa Zoroastrianisme tidak pernah menjadi agama yang mayoritas dianut masyarakat Iran adalah karena Iran sampai hari ini berpenduduk Muslim, bahkan negaranya pun negara Islam ==>> fail
bukti bahwa Kekristenan tidak pernah disebarkan di Mesir adalah karena Mesir sampai hari ini berpenduduk Muslim ==>> fail
bukti bahwa agama Buddha, Kristen, dan Islam tidak pernah masuk ke China adalah karena China sampai hari ini menganut Komunisme ==>> fail
emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
poin 2: tampaknya si TS tidak memahami indikator statistik, seolah menggeneralisasikan Aceh adalah wilayah berpenduduk non-Kristen (sama sekali? wtf) emoticon-Nohope
padahal ada sekitar 50.000-an penduduk Kristen di Aceh sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321&wid=0 walaupun kecil bila dibandingkan penduduk Muslim yang 4 juta-an, angka 50.000-an sudah membuktikan kecacatan dialektika TS, nah jika si TS itu mengerti indikator statistik, seharusnya dia akan menulis "Aceh adalah wilayah berpenduduk mayoritas non-Kristen"

Quote:


yap! betul sekali...
bahkan jauh sebelum di masa era Tordesillas, Gereja Katholik sendiri dibangun atas dasar autokrasi, menjajah seluruh masyarakat Barat, makanya dipakai doktrin "am" yang universal, meluruh pada tubuh politik dan relijiusitas masyarakat Eropa...
tidak mengherankan dari pihak Kristen sendiri banyak yang menentang kebijakan-kebijakan Pope, semisal John Calvin atau Martin Luther...
bahkan, sampai abad 18 (Aufklarung) pun kritik terhadap Gereja semakin pedas dari kalangan yang bisa dibilang "mantan" Kristen, jika di era Reformasi Gereja dan Merkantilisme menyebar kritikan terhadap Gereja dari sisi religious doctrine dan policy, maka di zaman Aufklarung, kritik terhadap Gereja sudah dikenai ke setiap sisi filosofis dan fundamental, mulai dari teologi, doktrin, politik, ekonomi, dan semuanya... sebut saja Nietzsche, Gramsci, yang lahir dari kalangan Kekristenan pembaharu yang ketat dan agamis, semakin gencar mengeritik seluruh sektarian Kekristenan... sebenarnya baik di zaman Merchant maupun zaman Aufklarung, kritikan terhadap Gereja itu secara fundamental lebih mengarah pada legitimasi, dimana Gereja memakai doktrin sistem autokrasi: "extra ecclesias nulla salus" (di luar Gereja, tidak ada keselamatan), sehingga setiap bentuk Pemerintahan berbasis Katholik Am harus merujuk pada credo-credo Katekismus yang bahkan sudah menembus setiap batas kebudayaan, tidak hanya pada agama, namun juga politik dan ekonomi... perjanjian Tordesillas dan Saragosa tidak membuktikan bahwa Gereja tidak menganjurkan penjajahan, malah sebaliknya, Gereja semakin memperkukuh eksistensinya terhadap Spanyol dan Portugis saat itu...

selain doktrin extra ecclesias nulla salus, ajaran Kekristenan sendiri sudah menyuburkan kemunafikan tanpa batas, kemunafikan atas nama altruisme hidup "demi Tuhan", maklum Yesus pun dikisahkan disalib demi menebus dosa seluruh ummat manusia, ummat Kristen pun harus rela hidup demi Tuhan menjadi pelayan Tuhan, sayangnya, "Tuhan" yang dimaksud di era autokrasi adalah Gereja itu sendiri (menarik, ketika Thomas Jefferson pernah berpendapat bahwa Gereja telah menghalangi masyarakat menuju Tuhan) emoticon-Big Grin altruisme lain adalah manusia itu sama, hanya Tuhan yang menilai perbedaan derajat manusia, altruisme semacam ini akhirnya diadopsi setiap agama, termasuk Kekristenan, semua manusia setara di mata Tuhan, dan diadopsi lagi oleh Adam Smith sang ekonom Kristen sejati, bahwa semua manusia setara dalam perdagangan (laissez-faire, laissez-passer)... ironisnya, pemahaman ini pun diadopsi pemikir politik ekonomi semisal sosial-demokrasi, komunisme, dan liberalisme bahwa semua manusia setara di mata negara dan hukum emoticon-Cape d... (S) sungguh prihatin melihat sejarah Kekristenan, jauh sebelum Katholik, ummat Kristen sendiri sudah menunjukkan perbedaannya yang sengit, Monofisit vs Arian vs Nestorian vs dlll, sehingga ketika diadakan komunike Katholik, dan menyedihkannya, Katholik yang seharusnya mendamaikan malah menciptakan pertentangan lebih mendalam dalam tubuh Gereja itu sendiri, semua di luar Gereja dianggap bid'ah... kekuatan misi Kristen itu sendiri akhirnya menjamah mayoritas daratan Eropa yang sebelumnya hidup menyembah leluhur dan pagan, setelah denominasi Gereja di Eropa, masyarakat Eropa beralih untuk hidup menyembah Gereja... emoticon-Cape d... (S)

Gereja tidak pernah menganjurkan penjajahan?
nonsense emoticon-Shutup

Quote:


berarti dalam hal alam bawah sadar, posisi kita sama, cuma sayang, anda tidak lebih dewasa dari saya, bukannya berkaca maunya cuci tangan sambil nuduh balik emoticon-siul:

maaf, kalau anda memang Kristen, melihat cara pandang anda yang sangat konservatif dan sarat orthodoksi dogma sempit, apa bedanya anda dengan rata-rata ummat Muslim? emoticon-Hammer
Quote:


ya terserah, mau dibilang diterima atau ga, emang cuman mengungkapkan pendapat gw.. sebenernya bisa lo counter gw dengan pake sumber yang jelas (kalo emang punya emoticon-Stick Out Tongue), dan gw emang mau gitu, karena pengen tau pendapat orang kayak lo dari pemikiran gw tuh kayak apa, dan gimana counternya. juga penasaran, sebenernya lo tau ga sih yang lagi lo bahas

tapi lo malah muter2 ga jelas, kemana2.. ya akhirnya bikin blunder sendiri emoticon-Stick Out Tongue


Quote:


hahahaha....
kalo lupa ga usah suruh gw yang nyari donk emoticon-Stick Out Tongue
aneh2 aja mau kasih sumber tapi lupa apa, malah yang nanya yang disuruh cari emoticon-Ngakak (S)
Quote:


nahh itu dia parahnya , Goblog kuadrat donk namanya
dia naruh blog buatan dia sendiri.
begitu kita cek sumber artikelnya, dari FAITHFREEDOM..??
ckckckck

malu2in subforum sejarah aja dia.. emoticon-Ngakak
kalau menurut saya selain penjajah juga agama pemaksa seperti pada jaman andalusia spanyol

orang-orang Yahudi dipaksa jadi kristen atau dihina, disiksa, diusir dan yang paling tidak beruntung di bunuh

tapi itu semua kembali kepada manusianya masing-masing kalau taat membabi buta ya sudah
Quote:


ini mksdnya gmana yemoticon-Amazed yg pasti misi mereka sukseslah uda berhasil menyebarkan agama mereka melihat negara2 yg ente sebutin diatas(goa negara manatuh?) kan mayoritas agamanya sama ama penjajahnya dulu
Quote:


Goa. Daerah kecil di pantai barat India yg dulu pernah dijajah oleh Portugal
Quote:


ya mereka itu gak ada hubungannya ama penjajah Belanda kan. lagipula jika memang Kristen pro-Pribumi baru muncul pd tahun 1930-an, sekarang pertanyaannya dibalik: Siapa saja misionaris pendukung Belanda pd masa pra-sekuler ? Apa aja yg mereka lakuin ?

bahkan si Pakin sendiri di pejwan sendiri cmn nyebutin "para misionaris" doank tanpa nyebutin lebih jelasnya. persis kek teori konspirasi yg cmn nuduh oknum ini itu tanpa penjelasan lebih jelas emoticon-Big Grin

& jgn sampe lu ngomong kl ini ada teori konspirasi jg ya, gak logis namanye emoticon-Genit

Quote:


Goblog bener emoticon-Ngakak 2 argumen itu gw patahin pake 2 argumen jg emoticon-Ngakak

Poin 1
Kagak ade catetan apapun mengenai Kristenisasi di Aceh pd masa Belanda. jd, ngomong tanpa bukti = FAIL! emoticon-Big Grin

Poin 2
penduduk Kristen disono adalah org luar Aceh seperti Batak & Karo emoticon-Ngakak : http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_di_Aceh

jd, ngomongin jumlah gede tp asalnye luar Aceh, sama aja bohong emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Quote:


wkwkwkwkwk emoticon-Ngakak konsep gereja kok disamain ama penjajahan emoticon-Ngakak gak nyambung itu emoticon-Ngakak OOT lagi emoticon-Ngakak

problem gereja kek gitu kan nyeleseinnya kan pake diskusi sehat, gak kek omongan lw emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

lagian niat amat sih ngelawannye emoticon-Ngakak kebukti udah niatan agan cmn buat njelekin gereja, bukan mbahas sejarah emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Quote:


Nope
itu murni oknum kerajaan doank kok
wong yg jd Kristen malah tetep diejek dgn sebutan Marranos (berarti "babi" dalam bahasa Spanyol) kok: http://id.wikipedia.org/wiki/Inkuisisi_Spanyol
Quote:


TSnya gak paham definisi kolonialisme dan esensi penjajahan gan... atau kitanya yang terlalu dungu untuk memahami pola pikir si TS...
Post ini telah dihapus oleh samanosuke20
Post ini telah dihapus oleh samanosuke20
arti dari kata menjajah itu ap sih?
Quote:


menurut gw yah, udah gak bisa dibantah lagi klo kristen pernah digunakan untuk mempermudah penjajahan atau melegalkan penjajahan.

Opsi lo tinggal menunjukan klo agama lain juga ada yg lebih parah dari kristen.

Tapi klo lo dewasa, lo bakal mengakui itu dgn besar hati, dan menunjukan klo kristen udah berubah
Quote:


missionaris tidak ada pendukung Belanda, yang ada missionaris di-support afiliasi gereja di bidang misi, nah pada masa pra-sekuler, gereja di-support Belanda dan Belanda di back-up gereja... itu yang bener.... ente paham maksud dari istilah missionari kan? kalo menilik latar belakang sejarahnya, missionaris pertama masuk ke dataran Belanda adalah Anglo-Saxon Missionaries di abad 6 M dan Katholik Roma telah mendominasi abad 8 M di sana... baru di abad 15 M, Calvinisme merambah di Belanda, hal ini mengakhiri "penjajahan" Gereja di Belanda (ente paham kan apa yang ane sebut "Gereja" tidak lain adalah Katholik Roma)... namun di abad-abad itu, Belanda justru di back-up gereja-gereja Calvinis yang melatar-belakangi gerakan Protestan di Belanda untuk menyaingi inkuisisi Spanyol oleh Gereja Roma perihal kolonialisme.... itulah sebabnya kenapa Protestan merupakan sektarian mayoritas di Indonesia, bukan Katholik... tapi kenapa Protestan di Indonesia tidak merujuk pada gagasan Calvinis seperti di Belanda?

nah, sebelum ane jawab, yang harus dipahami adalah kondisi demografi masyarakat (politik ekonomi) yang berbeda antara di tanah air maupun di Belanda, makanya dari posting sebelumnya gua udah menekankan hal ini ke TS, bahwa Kristenisasi di tanah air memang digalakkan oleh Hindia-Belanda di zaman pra-sekuler untuk "memperbudak" rakyat, apa yang gua maksud dengan perbudakan adalah posisi dimana gejolak sosial dapat dihindari tanpa jalur militer, bukan berarti benar-benar berbentuk budak, dan ini terbukti dengan loyalitas ummat Kristen di tanah air di masa itu terhadap Belanda... sekalipun ada budak, sebut saja buruh-buruh kasar di perkebunan-perkebunan Sumatra Utara yang dieksploitasi Belanda dengan upah sangat kecil, banyak tengkulak bule yang mengambil untung dari surplus value added dan semuanya disetor ke pemda setempat (dan yang duduk di pemda-pemda adalah orang-orang pribumi, agamanya? Kristen, dan bahkan budaya eksploitasi ini masih dilanjutkan sampai zaman sekuler, saya jadi ingat Tan Malaka yang pernah jadi guru buat mandor-mandor perkebunan tebu di Deli, Tan Malaka ngajarin orang Kristen bumiputra, Tan Malaka pun bekerja untuk orang Kristen bule)... lepas dari Tan Malaka, apakah Kristenisasi dilakukan oleh Belanda? jelas iya, 3 orang missionaris dari Ermelo (Lutheran) dikirim ke Sumatra Utara oleh Belanda tahun 1857 dan kemudian afiliasi Lutheran ini bergabung dengan serikat Missionary Society RMG di Sumatra Utara (ini cikal-bakal HKBP), misi ini kemudian mendapat kendali penuh dari Pemerintah Belanda lewat lembaga misi Lutheran Belanda "The Netherlands Missionary Society"... itulah sebabnya, Calvinis tidak begitu banyak di Sumatra Utara, karena Calvinis sendiri lagi pecah di Belanda, kubu orthodoks vs kubu reforman...

bagaimana dengan daerah Kristen lain di Indonesia? nah ini yang gak lu pahamin, daerah semisal Maluku mula-mula agama Kristen tersebar dari kalangan Portugis dan Spanyol, sedangkan Belanda datang paling terakhir dan yang dikukuhkan Belanda bukan Kekristenan, melainkan pasar monopoli (VOC)... di masa itu, baik Portugis, Spanyol, dan Belanda belum menjajah Indonesia, bahkan belum menjajah Maluku dan Sulawesi, toh saat itu masih ada negara-negara lokal independen yang berdaulat, strategi Spanyol dan Portugis dalam menyebarkan agama Kristen cuma bisa lewat pelayaran dan perdagangan... setelah Belanda masuk, pasar dagang dikuasai Belanda otomatis melemahkan hegemoni Portugis dan Spanyol di daerah Indonesia Timur... sampai sini kita sudah tarik kesimpulan bahwa memang agama Kristen disebarkan dan disuburkan oleh bangsa asing (Spanyol, Portugis, dan Belanda), ingat, "gereja di-support Belanda dan Belanda di back-up gereja" (ini kunci untuk bisa menganalisa sejarah perkembangan misi Kekristenan di Indonesia)....

Quote:


lah, gua cuma membongkar logika lu yang masih kekanak-kanakan, bukan ngomongin bener atau nggaknya... masa iya sejarah perkembangan suatu agama cukup hanya ditilik dari demografi masyarakat saat ini? emoticon-Cape d... (S)

lagian soal Aceh, lu pikir Kristenisasi itu nggak ada lantas sudah membuktikan bahwa Belanda gak menyuburkan Kekristenan? dangkal sekali pengetahuanmu nak, dari awal udah gua bilang, Kristenisasi gunanya mengkristenkan, mengkristenkan gunanya membentuk mental-mental budak untuk Belanda, mental-mental yang loyalitas pada Pemerintahan Hindia-Belanda... jika sudah loyal sebelum menganut agama Kristen, Kristenisasi gak diperlukan lagi... inilah yang terjadi di Aceh saat itu... sedari awal, Aceh memang tidak pernah dijajah Belanda sampai tahun 1930 ketika kedaulatan Kesultanan Aceh dilumpuhkan Belanda, dan 1930 ada zaman sekuler, Belanda udah cuek sama agama, sehingga perhatian tidak dipusatkan pada Kristenisasi....
Pemerintah Aceh sudah kukuh dengan Islam (sama dengan Minangkabau dan daerah-daerah Melayu lainnya), hal ini sudah membuktikan kekuatan missionaris tidak mampu mengkristenkan masyarakat di sana... sebaliknya, Belanda lebih fokus pada tekanan-tekanan ekonomi di Aceh, mulai dari embargo pangan dan sebagian perkebunan yang membuat banyak terjadi bentrokan antara bule vs Aceh, Aceh sendiri dapat backingan dari Kesultanan Ottoman... inilah kenapa Belanda mudah menaklukkan Aceh tahun 1930, Ottoman kalah Perang Dunia I, daripada ngurusin Aceh, mending ngurusin masyarakat Aceh mendingan ngurusin gejolak nasionalisme dan sekularisme di Turki sendiri....

setelah dikuasai Belanda, kok Kristen gak disebarkan Belanda?
nah, Kristen disebarkan di Aceh apa gunanya? wong udah dikuasai secara penuh oleh Belanda kok, mulai dari ekonomi dan politik, sumber daya alam dan militer, semua udah di tangan Belanda, yang Muslim cukup dijadikan budak (budak beneran)... beda dengan Sumatra Utara, sedari awal mereka memang masyarakat yang dianggap liar oleh Aceh dan Minangkabau, sehingga masyarakat Batak secara terbuka mempersilahkan tamu masuk untuk menyebarkan agama Kristen (tanpa tahu mereka akan "diperbudak" Belanda)... setelah dikristenkan, barulah mereka ditaklukkan mentalnya... bedanya dengan Aceh adalah sebelum dikristenkan, mereka sudah duluan ditaklukkan politiknya oleh Belanda... jadi, ini yang harus diingat, hakikatnya adalah penjajahan, alat yang digunakan adalah Kristenisasi, jika sudah bisa dijajah duluan, untuk apa Kristenisasi lagi... emoticon-I Love Indonesia (S)

Quote:


sip benar, sayangnya si TS kayaknya sulit untuk percaya jika Kristen pernah dipakai sebagai alat penjajahan, TS sepertinya akan lebih sulit lagi percaya jika pacarnya sudah selingkuh emoticon-Ngakak (S)

Quote:


kamu yang tidak paham, dan sekalipun paham, kamupun gak akan mau paham... perdalam lagi dogma-dogma Gereja, sekaligus perdalam lagi gagasan filsafat Eksistensialisme yang merupakan titik balik "kematian Tuhan" di Eropa sehingga sekularisasi berjalan optimal di Eropa sampai saat ini... jangan lupa berdoa dulu sebelum memperdalam filsafat, berdoalah supaya Tuhan mau memurtadkan kamu dari Kekristenan dan kembali ke jalan Tuhan yang hakiki... "lebih baik sesat di jalan yang benar daripada benar di jalan yang sesat"

btw jarang-jarang lho gua mengeritik Kekristenan sedemikian sinis di forsex, biasanya gua mengeritik Islam terus...

Quote:


diskusi sehat?
debat kali maksud kamu...
Gereja dari dulu menolak diskusi, mereka mengutamakan dialektika yang sifatnya lebih runcing (perdebatan) antara tesis vs antitesis, gagasan dialektika Gereja diproklamirkan oleh St. Augustine of Hippo...
dan biasanya dalam dialektika para kardinal, selalu ada bargaining position dari setiap kubu, modelnya sama seperti sidang di DPR, ujung-ujungnya ada lobi, bedanya, yang dibahas adalah doktrin keagamaan...
gue sendiri sih setuju dengan pola dialektika seperti itu, tapi masalahnya jika yang dibahas adalah doktrin keagamaan yang menyangkut keimanan individual yang horizontal dengan Tuhan itu yang disebut "menjajah"... keimanan itu seperti selera masakan, lu suka rendang tapi gue gak suka, dan gak perlu diperdebatkan, namanya juga selera.... rendang yang nyata aja gak perlu diperdebatkan, namanya juga selera, apalagi Tuhan yang gak nyata, buat apa diperdebatkan, mau percaya monggo mau nggak monggo, mau percaya Tuhan di bukit Golgota silahkan, mau percaya Tuhan duduk di surga silahkan, mau percaya Tuhan bersemayam di 'Arsy silahkan, mau percaya Tuhan itu dongeng silahkan, mau percaya Tuhan itu terbuat dari zarah atom di alam kosmos silahkan, mau percaya Tuhan ada dalam diri sendiri silahkan, bebas, itu semua selera dan tergantung tingkat pemahaman individu itu sendiri, gak perlu dikekang...
lain dengan Gereja, keimanan harus dikekang, lu harus percaya Tuhan di bukit Golgota dan duduk di surga, bukan bersemayam di 'Arsy, bukan dari zarah atom, bukan dongeng, yang menolak keimanan itu, silahkan murtad, bilamana perlu dihukum penjara atau bakar dan rajam (sebut saja para alkemis kuno abad Renaissance yang dibakar gereja karena disebut melakukan praktik sihir)...
apa itu bisa disebut penjajahan?
ya emoticon-siul:
Halaman 6 dari 10
×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di