alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016753210/sudah-mau-bangkrut-baru-blackberry-buka-039innovation-center039-resmi-di-itb-bandung
Sudah mau Bangkrut, Baru Blackberry Buka 'Innovation Center' Resmi di ITB Bandung
Sudah mau Bangkrut, Baru Blackberry Buka 'Innovation Center' Resmi di ITB Bandung

BlackBerry Innovation Center Resmi Dibuka di ITB
Rabu, 03/10/2012 09:17 WIB

Bandung - Research In Motion (RIM) resmi membuka BlackBerry Innovation Center di Institut Teknologi Bandung (ITB). Melalui tempat ini, RIM siap mendukung program pendidikan, riset dan pelatihan bagi mahasiswa Indonesia dan pengembang aplikasi untuk membuat aplikasi bisnis yang menarik. Hastings Singh, Vice President and Managing Director – South Asia RIM mengatakan, BlackBerry Innovation Center adalah salah satu program untuk mempercepat pengembangan kapasitas aplikasi mobile serta pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia. "Ini menandai keberhasilan upaya kolaborasi kami bersama-sama dengan pemerintah Indonesia dan ITB untuk mengatalisasi pertumbuhan masyarakat mobile Indonesia yang semakin cerdas," imbuhya dalam keteragan tertulis.

RIM sendiri mengaku sudah bekerja sama dengan lebih dari 50 kampus dan sekolah di seluruh Indonesia melalui prakarsa serupa melalui BlackBerry Academic Program, untuk menyediakan bahan dan konten guna mendidik siswa mengenai pengembangan aplikasi mobile. BlackBerry Innovation Center ini akan memperpanjang kolaborasi RIM dan ITB melalui BlackBerry Academic Program tersebut. RIM mendukung ITB melalui investasi USD 5 juta selama 5 tahun ke depan untuk mendukung pembangunan fasilitas, staf dan operasi.

Prof Dr Akhmaloka, Rektor ITB mengatakan, mahasiswa ITB tentu akan menunjukkan kegembiraan mereka terhadap program ini. "Kami berharap BlackBerry Innovation Center akan menghasilkan calon pengusaha dan para pemimpin untuk industri komputasi ponsel di Indonesia," lanjutnya. Sebagai bagian dari kerja sama RIM dan ITB untuk menciptakan BlackBerry Innovation Center yang fokus pada pengembangan aplikasi mobile, setiap tahun, 30 mahasiswa berprestasi akan mendapat beasiswa penelitian Mobile Computing.

Sebanyak 18 beasiswa sudah diberikan untuk tingkat Master (S2) dan Pascasarjana untuk bergabung dengan pusat inovasi ini pada tahun pembukaannya, dan 12 penghargaan tambahan akan segera diberikan untuk tahun terakhir mahasiswa berbakat tingkat sarjana. Penerima beasiswa akan memperoleh uang kuliah dan juga manfaat berupa uang saku penelitian untuk masa studi mereka di BlackBerry Innovation Center ITB. Banyak dari para penerima beasiswa juga akan dilengkapi dengan komputer laptop dan smartphone BlackBerry untuk mempromosikan pembelajaran mobile. Selama mereka berada di BlackBerry Innovation Center, penerima beasiswa akan menerima pelatihan mendalam mengenai pengembangan lingkungan BlackBerry dan mempersiapkan mereka untuk melakukan sebuah proyek penelitian berjangka waktu satu sampai tiga tahun. Proyek penelitian akan fokus pada pemberian manfaat kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas, dengan menghasilkan aplikasi mobile untuk sektor-sektor penting seperti sistem kesehatan mobile, transportasi smart, pembelajaran mobile, dan e-logistik.
[url]http://inet.detik..com/read/2012/10/03/091252/2053207/398/blackberry-innovation-center-resmi-dibuka-di-itb?i991102105[/url]

Matinya BlackBerry
3 Oktober 2012

CHIP.co.id - Jika dahulu membawa BlackBerry merupakan simbol status, sekarang ini BlackBerry merupakan simbol keterbelakangan. Paling tidak dalam arti bahwa perangkat itu kini mulai ditinggalkan orang di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, kita tahu, BlackBerry adalah smartphone sejuta umat, pemakainya mulai dari anak SD hingga pekerja profesional.

Namun, secara global pasar BlackBerry terus tergerus dengan kehadiran idola baru, perangkat berbasis Android dan iOS. Setidaknya, hasil riset beberapa lembaga menunjukkan bahwa kedua platform itu kini merajai Eropa dan Amerika Serikat. Perusahaan raksasa, yang tadinya menggunakan BlackBerry sebagai ponsel resmi, kini mulai migrasi ke Android dan iOS, misalnya Yahoo.

Akibatnya, Research In Motion (RIM), perusahaan pembuat BlackBerry perlahan-lahan tenggelam akibat kerugian finansial. Banyak yang memperkirakan mereka sedang terjebak lingkaran kematian, meski hal ini dibantah tegas oleh CEO RIM Thorsten Heins. Berbeda dengan mantan pemimpin pasar smartphone lainnya, Nokia, yang memilih berkoalisi dengan Microsoft agar mampu bertahan di pasar, RIM sejauh ini masih cukup percaya diri melaju sendiri menahan gempuran Android, iOS, dan tentu saja Windows Phone.

Sudah banyak analisis mengenai kejatuhan RIM. Salah satu yang menarik adalah kolom James Surowiecki di The New Yorker, Februari lalu. Dia mengatakan, RIM digilas Apple dalam persaingan karena dunia teknologi berubah, sedangkan RIM tidak mampu mengikutinya.

BlackBerry sejatinya dirancang untuk pebisnis. Pelanggannya yang sebenarnya bukanlah penggunanya saat ini, melainkan pekerja perusahaan teknologi informasi. BlackBerry memberikan yang paling mereka butuhkan: keandalan dan keamanan. BlackBerry merupakan sistem tertutup yang berjalan pada jaringan RIM sendiri. Pengaturan BlackBerry tidak mudah diutak-atik pengguna biasa. Jadi pebisnis menyukainya, dan RIM berasumsi bahwa, jika perusahaan menggunakan teknologi tersebut, konsumen juga akan mengikutinya.

Asumsi ini mirip dengan sejarah adopsi teknologi lain yang digunakan secara massal saat ini, seperti telegram, telepon, internet, dan personal computer, yang pada awalnya semuanya ditujukan untuk kelas perusahaan. Tetapi ternyata RIM keliru.

Kata Surowiecki, kita saat ini memasuki era konsumerisasi teknologi, atau disebut Bring Your Own Device (BYOD). Yang terjadi pada era ini justru sebaliknya dari asumsi RIM, di mana penyebaran teknologi justru berhulu dari konsumen ke pebisnis. Media sosial berubah dari sekadar tren yang mengganggu menjadi bagian tak terpisahkan dari cara pebisnis bekerja. Berapa dari Anda yang awalnya tak bisa mengakses Facebook dari kantor karena diblokir? Kini hampir semua perusahaan atau pebisnis justru ikut memanfaatkan Facebook sebagai sarana promosi.

Demikian juga dengan Tablet, yang tadinya dianggap sekadar laptop berkemampuan rendah, kini jamak ditemui di tangan para penjual, pebisnis, bahkan pilot pesawat terbang. Demikian juga dengan iPhone dan Android yang kini menguasai pasar. Keduanya selalu menjadikan konsumen sebagai target, dan cenderung muncul dengan hal-hal yang tidak disukai orang IT, seperti bermacam-macam aplikasi asing. Namun, karena pekerja menyukainya, pebisnis mulai menyesuaikan diri. Di saat yang sama, iPhone dan Android kian memperbaiki keamanan agar lebih cocok digunakan pebisnis.

"Konsumerisasi menjadi bencana buat RIM karena mereka enggak tahu apa yang diinginkan konsumen," kata Surowiecki.

Contoh paling nyata tentu saja teknologi touch screen yang telat diperkenalkan RIM. Ketika mereka membuat BlackBerry touch screen, orang melihatnya tak lebih dari sekadar tiruan iPhone. Sistem tertutup RIM juga terlihat aneh di dunia di mana smartphone dan tablet kini berperan sebagai platform bagi seluruh ekosistem aplikasi. Tak mengherankan pula jika jumlah aplikasi dan unduhan di Google Play dan Apple Store sangat jauh melampaui BlackBerry App World, lebih dari 25 miliar unduhan.

Pertanyaannya, apakah RIM akan benar-benar tinggal cerita?

Laporan keuangan RIM pada kuartal kedua tahun ini menunjukkan tren positif. Selain itu, para analis masih menunggu peluncuran BlackBerry 10 yang diperkirakan akan berlangsung Januari tahun depan. Berdasarkan presentasi CEO RIM Thorsten Heins, dalam acara BlackBerry Jam di San Jose, Amerika Serikat, Selasa (25/9) lalu, BlackBerry 10 berbeda sama sekali dengan seri sebelumnya dengan fokus terhadap pengalaman pengguna.

Dalam BlackBerry 10, RIM menggunakan tampilan (UI) yang dinamakan Flow, yang sangat terfokus pada multitasking, serta telah mengintegrasikan fitur messaging dengan media sosial Anda. Dengan flow, Anda seakan-akan dapat "mengalir" di dalam smartphone Anda. Dalam tampilan Flow di BlackBerry 10 juga terdapat fitur BlackBerry Balance. Dengan fitur ini, Anda dapat memfungsikan perangkat Anda tergantung dua kondisi berbeda, Personal dan Work. Dalam Personal, Anda dapat mengunduh berbagai aplikasi yang Anda inginkan, mengirim email apa pun, menyimpan berbagai file, dan sebagainya, yang bekerja dalam sebuah partisi yang dienkripsi untuk privasi, tetapi tidak dikunci.

Sedangkan dalam Work, Anda juga dapat memiliki sebuah partisi untuk kerja yang juga dienkripsi, tetapi benar-benar terpisah dengan Personal, dan dapat dikunci bila diinginkan oleh perusahaan (bila BlackBerry Anda merupakan fasilitas kantor, misalnya).

Sudah mau Bangkrut, Baru Blackberry Buka 'Innovation Center' Resmi di ITB Bandung
Fitur BlackBerry Balance. (Ki-Ka) Personal dan Work

Dengan tampilan yang dirombak dalam BlackBerry 10, RIM membuat penggunanya dapat dengan mudah mengintip (Peek) berbagai aplikasi yang sedang dijalankan. Anda tinggal menggeser (swipe) ke atas, bawah, kiri, dan kanan untuk mengintipnya. RIM juga membuat fitur BlackBerry Hub. Layaknya Timescape pada Sony dan Social Hub pada Samsung, fitur ini juga memungkinkan Anda membuat update, mengirim pesan baik dari BlackBerry Messanger, berbagai situs jejaring sosial, sms, dan sebagainya ke dalam satu wadah.

Untuk mengetahui lebih jauh, Anda bisa menonton video resmi mengenai fitur-fitur ini yang sudah diunggah RIM beberapa hari lalu ke jejaring sosial YouTube. Apakah dengan perubahan tampilan pada BlackBerry 10 akan mampu menyelamatkan RIM? Apakah konsumen individu dan perusahaan mau beralih dari Android, iOS, atau Windows phone? Banyak yang meragukannya. Bagaimana dengan Anda?
http://chip.co.id/news/read/2012/10/...nya.BlackBerry

----------------

Siapa tahu anak-anak ITB bisa membuat fitur-fitur baru dan innovativ sehingga bisa mengalahkan fitur Google untuk android ... emoticon-Big Grin
Sudah mau Bangkrut, Baru Blackberry Buka 'Innovation Center' Resmi di ITB Bandung

Inlah alasan kenapa BlackBerry mulai ditinggalkan
\t \t
Semenjak Android dan platform lain pesaing BlackBerry mulai menggempur berbagai segmen pasar termasuk kelas bisnis yang sebenarnya merupakan segmenn utama RIM, si pembuat BB, belakangan ini RIM semakin kewalahan menghadapi persaingan tersebut.

Ya, di berbagai belahan dunia memang pangsa pasar BlackBerry terus merosot, terkikis oleh nama besar iPhone dan pesatnya pertumbuhan Android. Berikut adalah 6 alasan yang membuat para pebisnis mulai enggan menggunakan BlackBerry:

1. RIM tidak lagi bisa dikatakan aman
RIM mengklaim dengan jaringan yang telah dienkripsi, para pengguna BlackBerry bakal aman dari tangan jahil. Tapi itu dulu, kini platform iOS dan lainnya juga menawarkan segi keamanan yang tak kalah.

2. Kepercayaan terhadap RIM yang mulai diragukan
Lumpuhnya layanan BlackBerry Internet Service (BIS) beberapa waktu lalu membuat banyak pengguna kecewa. Padahal para pemakai BlackBerry mengharapkan layanan email yang siap dipakai 24 jam nonstop.

3. Harga yang dianggap terlalu mahal
Soal harga, ponsel BlackBerry memang bukan yang paling terjangkau. Celah ini yang dimanfaatkan para produsen ponsel Android. Dengan harga sama calon pengguna diiming-imingi fitur lebih.

4. Segmen consumer berperan
Cukup lama RIM memfokuskan pengembangan BlackBerry untuk kalangan enterprise, sehingga dinilai telah mengabaikan consumer. iPhone dan Android adalah bukti bahwa gadget yang dibuat untuk orang rumahan pun bisa masuk di kalangan enterprise.

5. Produktivitas adalah segalanya
Memang, BlackBerry dirancang untuk menunjang produktivitas penggunanya. Namun seiring akrabnya pengguna dengan iPhone dan Android soal produktivitas pun tak lagi hal eksklusif pada ponsel besutan RIM tersebut.

6. Komitmen RIM Diragukan
Ada kalanya ketika RIM dianggap sangat peduli dengan kalangan enterprise. Namun ketika pasar consumer ramai, vendor asal Kanada ini mulai berpaling. Memang kondisi ini membuat RIM serba salah. Namun pengambil keputusan di bidang TI melihat ini sebagai isu penting. Dimana para CIO ingin kebutuhan perusahaan tak mau dinomorduakan dengan segmen pasar.
http://www.teknokers.com/2012/03/ini...rry-mulai.html

Sudah mau Bangkrut, Baru Blackberry Buka 'Innovation Center' Resmi di ITB Bandung

Android vs Blackberry : apa sih kelebihan dan kelemahannya, bagusan mana ya?

Handset BlackBerry sangat fenomenal di Tanah Air. Tapi Android dengan varian harga yang beragam, bisa menggilas kepopuleran BlackBerry. Tanda-tanda akan suksesnya ponsel Android sudah mulai terlihat jelas. Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya yakin ponsel Android bisa melebihi BlackBerry.

Alasannya, Android bisa menyasar semua lapisan masyarakat karena didukung berbagai varian harga. “Sejak masuknya BlackBerry, pada 2008 mulai terlihat masyarakat menyukai ponsel cerdas dengan sistem online 24 jam. Kami optimistis Android bisa mengalami kesuksesan yang sama,” katanya saat dihubungi. Ini dikarenakan kelebihan android dibandingkan BlackBerry jelas jauh berbeda. Dimana Android unggul dari Blackberry Respon konsumen pada ponsel Android sudah sangat tinggi.

Sejak menawarkan preorder pada 22 Februari lalu, Indosat telah melepas 1.000 handset Android dari berbagai merek. Indosat juga berhasil menjual sekitar 2.000 handset saat tour 7 kota. Bahkan banyak pengamat yang memastikan di tahun 2011 nanti, Android siap tenggelamkan Blackberry . Ini sunguh istilah yang sangat tragis bagi Blackberry terkhusus bagi pengguna setia Blackberry

“Hingga akhir tahun ini kami menargetkan 100 ribu handset. Kami optimis dengan melihat respon masyarakat seperti itu, ” tambah Teguh. Ponsel Android sudah banyak yang ditawarkan dengan harga di bawah Rp 2 juta. Teguh meyakini handset jenis ini juga akan mengancam bundling ponsel China. Gadget Ponsel Android dan bundling ponsel China memiliki segmen berbeda meski harganya tidak jauh berbeda. Pasar Indonesia, kata Teguh, sangat beragam sehingga tidak menutup kemungkinan ponsel China juga dapat dipasarkan dengan Android.

Jadi, meskipun ponsel Android dipasarkan dalam berbagai lingkup dan merek, tapi tetap saja diminati konsumen. Teguh mengatakan kekurangan Sistem Operasi Android saat ini karena masih sulit ditemui di pasaran. “Kami melihat bahwa orang Indonesia mudah menerima sesuatu yang baru, jadi saya rasa Android bukan sesuatu hal yang tidak dapat diterima mereka, ” imbuhnya.

Untuk mendorong penjualan, menurut Teguh, Indosat mengusung beberapa strategi khusus. Indosat menyediakan smartphone berbasis Android dengan beragam level harga. Sementara ketersediaan beragam perangkat itu, kemudian dilengkapi dengan layanan jasa berupa broadband unlimited baik postpaid maupun prepaid. “Kami juga memiliki Komunitas Indosat Android. Di sini, para pengguna layanan dapat saling berinteraksi satu sama lain. Selain itu juga ada Android Application Store atau A-Store, ” katanya.

Salah satu handset Android yang banyak dibeli konsumen adalah Samsung. Head of Dept HHP Business Samsung Hioe An Kin memperkirakan produk Android Samsung sukses karena pas di kantong. “Fitur-fitur yang kami berikan sesuai yang diinginkan konsumen dan tak kalah dengan harga yang lebih mahal, ” imbuhnya.

Ia berharap Android bisa sefenomenal BlackBerry. Namun untuk jangka pendek, Android belum akan mengalahkan BlackBerry, karena saat ini masih dalam tahap pengenalan. “Handsetnya juga masih belum terlalu banyak, ada yang masih setara dan ada beberapa yang lebih mahal dibandingkan BlackBerry. Untuk tiga bulan ke depan, saya rasa masih di tahap pengenalan, walaupun memang reaksi masyarakat saya rasa sudah sangat baik, ” imbuhnya.

Namun begitu Hioe An Kin mengatakan pada akhir tahun Android sudah membanjir dengan syarat semua pihak bisa mempromosikan produknya secara optimal. “Handset Android saya pikir sudah mulai beragam ketika itu, ” jelasnya. Ia menjelaskan pada 2008, kebanyakan orang tidak menyangka BlackBerry bisa sesukses sekarang. Tapi ternyata sekarang BlackBerry bisa begitu terkenal. “Malah banyak gadget yang berusaha mirip atau promosi dengan membawa nama BlackBerry sebagai tolak ukur.

Ini menunjukkan jika soal teknologi atau handphone masyarakat Indonesia memang positif sekali, ” katanya. so, bagusan mana Android vs BlackBerry kawan???
http://www.teknokers.com/2011/02/and...pas-lebih.html
Quote:Original Posted By q4bill

Siapa tahu anak-anak ITB bisa membuat fitur-fitur baru dan innovativ sehingga bisa mengalahkan fitur Google untuk android ... emoticon-Big Grin


yang penting keuntungannya ya kembali ke kita juga, jangan dimakan semua sama RIM
di sini aja berasa banget bedanya
gue tadinya sempet pake blackberry selama 2 tahun pas ganti ke android...tagihan gue turun 15 dolllar....matre tuh layanan RIM
Jelas aja pasar terbesarnya bakalan dipertahankan mati-matian,nggak kayak dulu waktu lagi berjaya di dunia emoticon-Hammer2
isu dr mana bangkrut gan?? laporan keungan RIM menunjukan positif ko,, liat aja laporan keuangan na.
bagi ane tetap aplle yang terbaik he3.... emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Blue Guy Peace
Quote:Original Posted By blackshirt
isu dr mana bangkrut gan?? laporan keungan RIM menunjukan positif ko,, liat aja laporan keuangan na.


index nasdaqnya sih menunjukkan peningkatan gan tapi laporan keuangan RIM selama ini masih negatif. Indeks keuangan nasdaqnya naik karena rumor bb10 yg digadang2 akan menjadi kekuatan RIM untuk bangkit. Kita lihat saja nantinya seperti apa. Kita lihat saja apakah RIM mampu bertahan dengan BB10.
emang sudah berasa sih, liat aja sekarang, orang2 dah ngeributinnya tablet berbasis android, kalo dulu pasti blackberry...

kalo menurut ane sih buat orang bisnis emang cocok sih si bb, tapi kalo bukan kalangan pebisnis ya mending android aja deh
hadeuh itu rim, pencitraankah? merambahkah pencitraan dari dunia politik???
siapa juga yang bilang RIM mau bangkrut, itu kan secara sahan di US aja dia turun, tapi keuangannya masih sehat, cash reservenya juga masih gede. ditambah pasar di asia masih seger...

BB turun pamor cuman di US saja kok,

tul BB10 diharapkan jadi tolak kebangkitan BB di US dan seluruh dunia.
kalau lihat video demo dari device alpha yang kedua, itu flow di OSnhya mantab banget..

tekonologi udah ketinggalan dengan platform lain, baru deh mau ngajarin di indonesia.. emoticon-No Hope
untungnya sampe saat ini gw ga pake BB, krn gw lebih suka pake HP yg berbasis android.
Dulu waktu Jaya sombong sekali ga mau bikin Data centre di Indonesia walaupun Indonesia salah satu konsumen terbesar nya
Barusan layanan Blackberry down se asia pasifik.
Mutu layanan yg selalu down lama kelamaan bakalan ditinggal konsumen. Kayanya di Indonesia yang penggunanya masih banyak. Terlepas dari handset yg dipake BM atau asli. emoticon-Big Grin pokoknya yg dipake layanan BBM RIM. Makanya RIM mo coba eksis dengan bikin innovation center disini, dengan harapan bisa sedikit membantu keberadaan RIM.
BB?
hape mahal ga guna itu? emoticon-Najis
emang masih ada yg pake? emoticon-Amazed
gw mah masih setia ama Hp 3310 gw emoticon-Cool
video resmi bb10 di youtube baru ditonton 200rb orang!! padahal sudah seminggu semenjak diupload itu tanda tidak baik untuk RIM,sepertinya tidak ada yg peduli dgn fitur bb10.
dari semua point di atas yang paling mempengaruhi adalah soal harga,,,
BB harga 2 juta spesifikasinya masih di bilang rendah,, memory pun gk bisa di harapkan,,

beda dgn android,,
harga 2 juta,udah bisa multitasking,,dan spesifikasinya pun bisa di bilang oke..dan sudah banyak developments android,,upgrade OS pun juga gampang,, emoticon-Big Grin
yang paling penting lu megang android gk bakal kesepian .,cos banyak hal yg lu bisa lakuin di android..

temen2 kampus ane juga udah stuck dengan android,cos bb cuma gitu2 doank .. emoticon-Big Grin
sorry ..emoticon-Blue Guy Peace

because smart phone for smart life
perkara gengsi
bbm (bener-bener mahal)
pemborosan
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
nokia 3210 dan 5110 aja ganemoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By mayax
Dulu waktu Jaya sombong sekali ga mau bikin Data centre di Indonesia walaupun Indonesia salah satu konsumen terbesar nya


bukan RIM yg sombong, pemerintah kita yg bodo...daripada cape2 suruh mereka bikin data centre, kenapa ga beli aja seluruhnya saham RIM, ada yg udah ngitung total harga RIM berapa? HANYA 70T dan tau APBN Indonesia? 1.400T jadi buat apa buang2 energi suruh bikin data centre, akuisisi aja jadikan BUMN, toh penggunaannya bukan hanya sebatas jualan handphone, jaringan mereka yang justru digunakan untuk ekspansi perusahaan2 lokal kita buat jualan di luar sana,,,think global!