alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016744850/profesor-kim-dan-visi-indonesian-wave
Thumbs up 
Profesor Kim dan Visi Indonesian Wave
Profesor Kim dan Visi Indonesian Wave
Profesor Kim Soo-il di Busan, Korea Selatan. Ia orang Korea asli, tapi kecintaannya pada Indonesia luar biasa. Demi cintanya pada Indonesia, Prof Kim mendirikan Busan Indonesia Centre (BIC), sebuah bangunan lima lantai di atas tanah seluas 1000 meter persegi. Gedung itu ditujukan sebagai pusat kegiatan masyarakat Indonesia, termasuk memperkenalkan budaya Indonesia pada masyarakat Busan.

“Kalau Korea punya Korean Wave, saya yakin bahwa Indonesia juga bisa punya Indonesian Wave, dan menyebarkan ke seluruh dunia”, demikian ungkap Prof Kim, yang meraih gelar Profesor di bidang studi Bahasa Indonesia, pada saya di lantai satu gedung BIC yang dijadikannya sebagai kafe dengan nama Café Luwak.

Ungkapan Prof Kim itu terdengar ambisius. Tapi alasannya logis. Saat ini Korea Selatan memang terkenal dengan Korean Wave-nya, atau gelombang budaya, seperti musik pop, drama, dan film, yang sudah mengglobal. Di Indonesia saja, serbuan artis Korea sangat marak. Anak-anak muda kita seolah terbius oleh pesona artis maupun grup musik Korea.

Tapi Korean Wave itu menyebar bukan sebagai sebuah kebetulan, melainkan dilakukan dengan unsur kesengajaan. Pemerintah Korea Selatan dan masyarakatnya memiliki visi untuk memperkenalkan budaya pop Korea ke seluruh dunia. Dilihat dari hitungan ekonomi, hal tersebut menguntungkan Korea hingga miliaran dollar dalam setahun.

Padahal kata Prof. Kim, dari sisi budaya, baik tradisional maupun pop, Indonesia juga punya kualitas dan kemampuan yang sama. Tapi, bisakah kita juga membuat Indonesian Wave?

Memasuki lantai satu yang dijadikan Café Luwak, kita merasakan ide itu membumi. Ruangan cafe disulap bernuansa Indonesia. Aneka kerajinan tangan khas Indonesia dipajang di lemari kaca yang disusun rapi. Café tersebut juga menyajikan makanan Indonesia, memutar lagu pop Indonesia, bahkan memutar televisi saluran Indonesia. Saat kami datang ke sana, sedang diputar lagu dari Agnes Monica. Suasananya menjadi sangat Pop Indonesia. Inilah Indonesian Wave, demikian ujar Prof Kim.

Selain pada budaya, Prof Kim juga punya kepedulian pada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Busan. Saat ini ada sekitar 15 ribu orang TKI di Busan. Ia ingin mereka semua memiliki sebuah rumah, yang bisa dikunjungi setiap saat. Gedung ini diharapkan dapat menjadi sarana berkumpul atau berkonsultasi bagi para TKI yang memerlukan bantuan dan perlindungan hukum.

Meski ia yang mengeluarkan semua biaya pembangunan dan perawatan gedung, Prof Kim tak mengharapkan apa-apa dari Indonesia, selain komitmen dari pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan gedung itu sebaik-baiknya bagi kepentingan Indonesia.

Dubes RI di Seoul, Nick T. Dammen, sangat mengapresiasi langkah Prof Kim. Bulan April 2012 lalu, Gedung Busan Indonesia Centre diresmikan oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, dan dihadiri oleh lebih dari 200 tamu undangan, termasuk para pejabat Korsel seperti Anggota Parlemen, Ketua Dewan Kota Busan, Presiden Kamar Dagang dan Industri Busan, dan Administrator Distrik Utara Busan.

Gedung itu kemudian diisi oleh kantor konsuler pemerintah Indonesia, perwakilan dari BNP2TKI, Departemen Pariwisata, dan Garuda Indonesia. Lantai empat gedung itu juga dapat digunakan sebagai auditorium untuk acara-acara pertemuan masyarakat Indonesia.

KBRI Seoul kemudian juga aktif memanfaatkan gedung itu sebagai upaya mempromosikan budaya Indonesia. Selain membuka kantor konsuler dan menempatkan pejabat KBRI setiap hari, KBRI Seoul juga aktif mengadakan berbagai pertemuan dengan masyarakat Indonesia di sana.

Bagi KBRI Seoul, dan juga masyarakat Indonesia, Prof Kim adalah sahabat Indonesia. Ia memang bukan orang baru bagi Indonesia. Sebelumnya, dari tahun 1993 hingga 2007, Prof Kim menjabat sebagai Konsul Kehormatan RI di Busan. Surat penunjukkannya ditandatangani langsung oleh Presiden RI Soeharto pada tahun 1993. Prof Kim, yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Korea Selatan untuk Timor Leste, saat ini masih menjadi penasehat di banyak lembaga dan institusi RI.

Berdiskusi dengan Profesor Kim di gedung BIC Busan sangatlah menarik. Sebagai orang Indonesia, saya malu juga. Mengapa justru orang Korea yang mengeluarkan biaya, tenaga, dan cintanya pada budaya Indonesia. Bahkan mengapa justru orang Korea yang punya visi tentang Indonesian Wave.

Semoga langkah Profesor Kim dapat menginspirasi kita semua. Ayo kita bangun dan sebarkan Indonesian Wave!

Salam.
SUMBER

salut untuk bapak Kim Soo-il yang punya kepedulian begitu tinggi untuk negara yang nasionalisme warga negaranya perlu dipertanyakan ini. semoga apa yang bapak telah lakukan dapat menjadi inspirasi bagi kami semua yang memang indonesia, bukan sekedar rasa. terimakasih.!!
Kalo pak Kim Soo-il laki2 Korea rasa Indonesia membuat Indonesia maju, sebaliknya sekarang malah banyak anak2 Indonesia rasa Korea mah hedon dan 4l4y bikin eneg 4ja...
Bagus juga ya pak Kim ,

Salut dan salamku buat pak Kim ya S , TS. emoticon-shakehand




Ts apanya pak Kim ... S ???
jalankan hidup dengan sebaik baiknya saja
tanpa melihat nasionalisme emoticon-Angkat Beer
makasih pak dhe Kim udah dibikin BIC..
semoga indonesian wave melanda korea..

semoga lagu iwak peyek dibikin versi korea.. emoticon-Big Grin
salut dah,,

Thumbs up 

Respect buat pak kim emoticon-2 Jempol bantu emoticon-Rate 5 Star








emoticon-linux2emoticon-linux2emoticon-linux2
kirain prof Kim supervisor gw hehe....tapi pengen tau juga apa budaya korupsi juga mau diadopsi sama pak Kim buat Korea emoticon-Ngakak

hebat, prof kim yang begitu bangga dengan budaya indonesia:-) indonesian wave mungkinkah?
jangankan kita, prof. kim aja mungkin udh eneg sm plastiknya korean wave emoticon-Big Grin
emoticon-I Love Indonesia mudah-mudahan HT
emoticon-I Love Indonesia mudah-mudahan HT
Seperti biasa, hanya orang luar yang benar2 bisa menghargai budaya indonesia. lha anak2 muda indonesia sekarang, uda pada rusak semua emoticon-Cape d...
semoga budaya indonesia segera mendunia
Nice thread gan. Ane seneng baca thread yang beginian. emoticon-I Love Indonesia
salut gan ane sama orang luar malah lebih cinta sama indonesia
ane jdi malu gan,ama ava ane sendiri emoticon-Sorry
Numpang pekiwan gan, calon HT kayanya nih emoticon-Embarrassment
Sedih banget, orang luar aja lebih cinta Indonesia ketimbang orang Indo asli emoticon-Berduka (S)
Patut diacungi jempol nih si Mr. Kim emoticon-thumbsup
busettt.. kenapa harus orang luar yang peduli ya gan.. ?? pemimpin bangsa ini pada kemana nih.. ??
Quote:Original Posted By debaju
busettt.. kenapa harus orang luar yang peduli ya gan.. ?? pemimpin bangsa ini pada kemana nih.. ??


Sedari dlu juga begitu, gan. Makanya kagak maju2 ini negara.
Yang ngerti dan benar2 peduli ma "harta" ni negara justru orang luar. Sekedar data sejarah dan budaya aja, data2 kita masih dipegang ma Belanda n negara2 eropa yg getol penelitian kemari kok.