alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016738009/anwar-congo-protes-film-039039the-act-of-killing039039-trailer
Video & Image 
Anwar Congo Protes Film ''The Act of Killing'' (+Trailer)
[YOUTUBE]rcWKf4IQQeQ&feature=related[/YOUTUBE]
TEMPO.CO, Medan - Anwar Conggo, aktor dalam film The Act of Killing, yang bergenre dokumenter, melancarkan protes kepada sutradara film tersebut, Joshua Oppenheimer.

Selain Anwar, protes juga disampaikan Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara Anuar Shah dan pelaku anti-PKI pada September 1965, Kamaluddin Lubis.

Anwar Conggo mengaku ditipu Joshua. "Saya merasa ditipu, satu contoh judulnya diubah. Judul awal film itu adalah Arsan dan Aminah," ujar Anwar sembari menunjukkan poster film yang digarap warga negara Australia itu di Medan, Kamis, 27 September 2012. (Baca juga: Pengakuan Algojo 1965)

Belakangan, film yang disebut digarap pada tahun 2008 itu, dengan setting lokasi di Kota Medan, berubah judul menjadi The Act of Killing. Hingga kini, Anwar mengaku belum pernah menonton film tersebut. "Sampai sekarang saya tidak pernah lihat (filmnya)," ujar dia.

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Anuar Shah, atau biasa disapa Aweng, mengatakan, film tersebut mendiskreditkan organisasi Pemuda Pancasila, khususnya di Sumatera Utara. "Sejarah Pemuda Pancasila ini diambil sepotong-potong, tidak lengkap," katanya.

Aweng melanjutkan, film The Act of Killing tidak menceritakan berapa banyak korban dari organisasi Pemuda Pancasila, masyarakat, dan alim ulama yang dibunuh oleh partai komunis waktu itu.

Mantan Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia pada 1965, Kamaluddin Lubis, menambahkan, akan melakukan upaya hukum terhadap film itu. "Kami akan tuntut dan saya sendiri yang akan menangani kasus ini," ujar Kamaluddin, yang juga berprofesi sebagai pengacara.

Untuk ''melawan'' film The Act of Killing garapan Joshua, Aweng mengatakan akan membuat film serupa dengan cerita yang utuh. "Kami punya rencana, Pemuda Pancasila atas izin pimpinan pusat, akan membuat film dengan jalan cerita yang sebenar-benarnya," kata Aweng.

============================================

ane jadi penasaran nih sama filmnya,

kalau dilihat dari trailernya, kok seperti film dokumenter selama pembuatan film "Arsan dan Aminah"

Jadi seperti film Hearts of Darknessnya Apocalypse Now. Hearts of Darkness adalah judul film dokumenter yang menceritakan segala proses dalam pembuatan film Oscar, Apocalypse besutan Coppola.

Kalau ternyata memang film ini film dokumenter, seharusnya sang sutradara menyodori Congo surat pernyataan bahwa apapun yang terekam dalam film tersebut telah diizinkan untuk ditayangkan dalam film. Kalau Congo merasa tidak ada surat pernyataan itu, maka dia bisa menuntut sang sutradara.

Ane ngakak lihat trailernya di menit:
0:26 Anak cewek keterusan acting nangis emoticon-Ngakak (S)
2:13 Pernyataan "tidak hanya 180 derajad tapi 360 derajat" ...lah itu kan kembali lagi, gak berubah dong? emoticon-Bingung (S)
2:29 Ada Jusuf Kalla emoticon-Belo
belum ada yang comment emoticon-Bingung (S)

mod ane ijin buat nyundul nih trid emoticon-Sundul Gan (S)
Lagi jaman bikin film yang ga sesuai fakta yah sekarang ini emoticon-Malu (S)

Mungkin gini cara efektif buat naikin popularitas emoticon-Malu (S)



_______________________________________________________
Kunci Pintu Digital com

belum nonton kok sudah protes emoticon-Bingung
Izin menyimak gan emoticon-Smilie



Anwar Congo Protes Film ''The Act of Killing'' (+Trailer)
Quote:Original Posted By anak.lelebamb
Lagi jaman bikin film yang ga sesuai fakta yah sekarang ini emoticon-Malu (S)

Mungkin gini cara efektif buat naikin popularitas emoticon-Malu (S)



kalo gak sesuai fakta sepertinya kurang tepat gan
kan dalam film itu Anwar Congo bercerita tentang pembantaian para PKI
jadi selama film itu berdasarkan cerita Anwar Congo, berarti film itu masih bener
tapi kalo sutradaranya membuat film itu tanpa persetujuan Anwar Congo, ya salah sutradaranya
filmnya gak sah
di menit 2:31 koq mirip Jusuf Kalla yah?
penasaran sama film nya......

mending nyari2 dulu ah sebelum koment emoticon-Smilie
Ada yang punya link downloadnya gak ???emoticon-Sorry
gw udah nonton.... jauh lebih sadis dr the raid... nyesek bgt ngeliat pembunuh dan preman diperlakukan kyk pahlawan...yg komen negatif please nonton duku.biar kebuka matanya...filmnya obyektif kok..wajar kl pp marah..wong isinya ttg kebusukan pp emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By Versega
di menit 2:31 koq mirip Jusuf Kalla yah?


Jusuf Kalla ternyata petinggi sekte Pemuda Pancasila! emoticon-Confused
asal jangan meniru di dunia nyata aja..
saat fakta yang bener di buka...kenapa pada kebakaran jenggot ya....emoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By upie
gw udah nonton.... jauh lebih sadis dr the raid... nyesek bgt ngeliat pembunuh dan preman diperlakukan kyk pahlawan...yg komen negatif please nonton duku.biar kebuka matanya...filmnya obyektif kok..wajar kl pp marah..wong isinya ttg kebusukan pp emoticon-Smilie


mreka di doktrin jd mesin pembunuh.

pilm Arsan dan Aminah ntu akal2an sutradarany bwt nasehatin anwar kongo n the gank,
bwt ngasih tau rasanya diposisi korban pembunuhan
[QUOTE=anak.lelebamb;000000000000000754896107]Lagi jaman bikin film yang ga sesuai fakta yah sekarang ini emoticon-Malu (S)

Mungkin gini cara efektif buat naikin popularitas emoticon-Malu (S)


Liat dulu film nya dong gan...
emoticon-Malu (S)

jgn asal komen aja
bjimane sih caranya quot.
@@


ntar klo udah liat film nya, baru deh pada tau knp harus dg cara sembunyi2.
emoticon-Kiss
wah bagi donk link filmnye yg ud pernah liat filmnye
trus dari thrillernye yg paling menarik adalah kejahatan kriminal sejarah itu adalah milik pemenang, jadi membuka mata banget kalo semua fakta dan data tentang sejarah itu gampang dimanipulasi kalo kita di pihak yg menang

Ngakak 

Quote:Original Posted By sintenremen
belum nonton kok sudah protes emoticon-Bingung


halah, film apa to itu? kan mendingan film horor indonesia emoticon-Stick Out Tongueeace

Nonton deh yang penasaran, sedot deh Gan...

Film The Act of Killing yang menelanjangi bagaimana sejarah versi Orde Baru dibangun, kini dibagikan gratis di Indonesia.

The Act of Killing/Jagal (2013) karya Joshua Oppenheimer ini bercerita tentang pembunuh massal yang menang dan menjadi pahlawan. Hal ini dimungkinkan ketika kejahatan dipropagandakan sebagai aksi heroik, dan ketika fiksi menjadi dijadikan fakta.

Jungkir-balik moralitas ini tidak jauh dari kita. Terjadi pada kita. Hari ini. Mungkin juga besok. Dan mungkin kita tak menyadarinya.

Diambil gambarnya seluruhnya di Indonesia dengan latar belakang sejarah gelap pembantaian massal 1965, film ini bercerita tentang persoalan besar umat manusia: tentang apa artinya menjadi manusia.

Sila download di [url]www.actofkilling.com[/url]. Tersedia film kualitas tinggi (HQ) berukuran 1,2 GB dan yang kecilan, tapi kualitas gambar tak sebagus yang satunya (448 MB).

Bagi mereka yang kesulitan mengunduh film ini dipersilakan menghubungi publisis film di email anonymous@final-cut.dk untuk mengatur pemutaran di komunitasnya dan mendapatkan DVD-nya.

Baca juga sinopsis, pernyataan sutradara, ko-sutradara, konteks sejarah, catatan produksi, bacaan pendukung, dan lainnya di https://www.facebook.com/filmjagal/notes.

Film ini sejak awal diharapkan ditonton sebanyak-banyaknya orang Indonesia, bahkan, pembajakan pun diharapkan oleh sutradaranya.
ada yusuf kalla emoticon-Najis (S)
×