alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016732375/quotrakyat-kecilquot-kena-gusur-proyek-pemerintah-amp-akhirnya-mewek-ke-dprd
"RAKYAT KECIL" KENA GUSUR Proyek Pemerintah & AKHIRNYA MEWEK ke DPRD
Quote:Sepuluh dari 31 Kepala Keluarga (KK) warga Kalimas, Kecamatan Perak Utara tak henti-hentinya menuntut keadilan. Sementara DPRD Surabaya yang dimintai dukungannya untuk menyelamatkan tempat tinggal mereka karena akan digusur PT Kereta Api (KA) Indonesia untuk pembangunan jalur KA double track ikut bingung.

“Kami, bingung juga kala dimintai dukungan para penghuni lahan di sana, tapi kami yang didewan akan berusaha menengahinya,” kata ketua komisi A DPRD Surabaya Armudji, Senin (1/10).

Menurutnya, dewan akan akan memanggil penghuni dan PT KA Indonesia selaku dua pihak yang bersengketa. Apalagi, keterangan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyebutkan dengan sistem Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang dimiliki PT KA Indoneisa maka tanah tersebut berlaku selama tanah itu digunakan oleh pemilik HPL.

Jadi, ketika ada warga atau pihak yang merasa dirugikan dalam sengketa itu, maka mekanisme yang bisa ditempuh adalah dengan cara melakukan gugatan ke pengadilan. “Hukum berlaku sama bagi semua pihak, jadi ada keadilan di sana” ujar Armudji.

Sementara itu Indra Este Oezary, kuasa hukum PT KA Indonesia mengatakan, berdasarkan catatannya di lahan tersebut ada 31 kepala keluarga (KK). Masing-masing KK menempati luas lahan yang berbeda.

Atas sengketa itu PT KA Indonesia sudah berniat baik dengan memberikan uang tali asih atau uang peangon untuk mencari rumah hunian baru bagi 31 KK tersebut. Uang tali asih yang diberikan semula tawaran PT KAI sekitar Rp 250.000 per meter persegi, namun dia selaku pimpinan NIIC Independent dan telah menjadi kuasa hukum PT KAI mengusulkan agar tali asih itu dinaikan dari Rp 250.000/meter persegi menjadi Rp 500.000/ meter persegi.

Usulan tersebut, kata Indra, telah disetujui PT KA Indonesia dan warga atau penghuni dtersebut mendapatkan tali asih sekitar Rp 500.000 per meter persegi. Tapi, sayangnya 10 dari 31 penghuni tersebut masih belum bisa menerima pemberian tali asih tersebut. “Kami tidak tahu kenapa 10 dari 31 KK warga di sana itu maunya minta tali asih seberapa besar, yang jelas tali asihnya sudah mencapai Rp 500.000/meter persegi,” terangnya.

Sedangkan bagi 21 KK lain penghuni lahan tersebut, lanjutnya, semuanya sudah sepakat dengan nilai tersebut. Nilai tali asih mereka itu terkecil sekitar Rp 8 juta, sedangkan terbanyak sekitar Rp 73 juta, tergantung luas lahan yang mereka tempati. “uang tali asih itu sudah diteriam 21 KK itu,” katanya.

Sebelumnya, warga Kalimas tersebut juga melaporkan perilaku semena mena yang ditunjukan PT KA Indonesia Daerah Operasional (Daops) 8. Perusahaan milik pemerintah itu diduga melakuakn penggusuran secara paksa terhadap beberapa tempat tinggal milik warga.

Wawan, salah satu warga mengungkapkan HPL yang dimilikki PT Pelindo III sebenarnya sudah berakhir pada 1 Sepetember 2012. Oleh karena itu, 9,3 hektar lahan yang saat ini dikuasai Pelindo harusnya sudah dilepaskan menjadi milik warga. “Jika pemerintah tetap ngotot memasukan lahan yang ditempati waga maka tidak akan berhenti melakukan aksi,” ujar Wawan.

Selain sudah habis, menurutnya, masalah lain yang menyelimuti perjanjian antara pihak PT KA Indonesia dengan Pelindo III cacat hukum alias tidak sah. “Saya berharap 10 warga yang juga jadi korban penggusuran bergabung dengan 21 warga dan sepakat bersama sama menolak rencana PT KA Indonesia dan Pelindo itu,” jelasnya.

Lebih jauh, wawan menyatakan, batas HPL yang dimiliki Pelindo III juga tidak jelas batasnya. Mengingat tidak adanya batas tersebut itu, tambah dia, bisa dipastikan salah satu perusahaan ber plat merah itu, akan memanfaatkan guna mempermainkan persoalan tanah di kawasan Kalimas.pur


http://www.surabayapost.co.id/?mnu=b...067f89cc14862c

Gak kalangan atas gak kalangan bawah, kok susah banget diaturnya....

Memang susah menghadapi tipe macam gitu...

Ane juga sebel melihat orang yang gak bisa diatur berlindung di balik kata "rakyat kecil"
yg kena gusur itu punya IMB gan? punya sertifikat tanah ga?
kalo bangunan liar bukannya emang harus ditertibkan????
pokoknya kalo rakyat kecil harus setroooooonggg

emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By hezztee
yg kena gusur itu punya IMB gan? punya sertifikat tanah ga?
kalo bangunan liar bukannya emang harus ditertibkan????


yupz setubuh gan emoticon-Big Grin
tapi menurut ane pemerintah ada salah juga gan
waktu pertama mereka mendirikan bangunan liar malah tidak di tertibkan.. malah setelah beranak cucu mereka disitu baru mau di tertibkan emoticon-Cape d... (S)
udah nempatin tanah orang, gak mau diusir, giliran dikasih tali asih, malah ngelunjak...

bongkar paksa aja kalo gak mau...
Kalo kasus begini mau nuntut keadilan yang mana lagi..
Quote:Original Posted By IZZMCH
yupz setubuh gan emoticon-Big Grin
tapi menurut ane pemerintah ada salah juga gan
waktu pertama mereka mendirikan bangunan liar malah tidak di tertibkan.. malah setelah beranak cucu mereka disitu baru mau di tertibkan emoticon-Cape d... (S)

jadi, menaati peraturan itu harus nunggu "dipaksa" oleh pemerintah?

emoticon-Hammer

gak heraaaan...
ada satu lagi masalah....

stren situ konon ada oknum yang Jual belikan, makanya digusur mereka berontak!!!!

usut oknum brengsek saja......
Quote:Original Posted By IZZMCH
yupz setubuh gan emoticon-Big Grin
tapi menurut ane pemerintah ada salah juga gan
waktu pertama mereka mendirikan bangunan liar malah tidak di tertibkan.. malah setelah beranak cucu mereka disitu baru mau di tertibkan emoticon-Cape d... (S)


jadi menempatin lahan yg bukan punya mereka(ga bersetifikat) lama2 jadi hak milik ya blok...GOBLOK lu gan emoticon-Big Grin
amu ngebantu rakyat kecil itu harusnya mikir...
yg dibantu sudah bener gak secara aturan emoticon-Nohope
Quote:Original Posted By jamorama
ada satu lagi masalah....

stren situ konon ada oknum yang Jual belikan, makanya digusur mereka berontak!!!!

usut oknum brengsek saja......


alibi tuh..
cerita lama emoticon-Big Grin
mintain bukti aja kalo emang bayar.
tunjuk hidung, palingan kicep semua
Quote:Original Posted By poni.aneh
alibi tuh..
cerita lama emoticon-Big Grin
mintain bukti aja kalo emang bayar.
tunjuk hidung, palingan kicep semua


lah suratnya kayak resmi, sertifikat kw, mau alibi bagaimana, banyak tuh kejadian, malah lahan2 militer di surabaya konon ada ...mau lawan militer? mewek

ini masih mending musuh PT KA
nggak usah mewek
emoticon-Cool
Emang kalo yang beginian mesti ditertibkan gan......harus tegas. Nyata2 sesuai UU sekian meter dari rel KA tuh milik PJKA...apalagi membahayakan nyawa gan
Quote:Original Posted By jamorama
ada satu lagi masalah....

stren situ konon ada oknum yang Jual belikan, makanya digusur mereka berontak!!!!

usut oknum brengsek saja......


oknum yang memperjualbelikan memang ada
biasanya yang sering main serobot lahan
bukti pembelian hanya berupa kwitansi/lha wong yang beli ga bisa baca tulis emoticon-Hammer
Quote:Original Posted By potlot.qu
Emang kalo yang beginian mesti ditertibkan gan......harus tegas. Nyata2 sesuai UU sekian meter dari rel KA tuh milik PJKA...apalagi membahayakan nyawa gan
Quote:Original Posted By blue_danube
jadi, menaati peraturan itu harus nunggu "dipaksa" oleh pemerintah?

emoticon-Hammer

gak heraaaan...

sperti itulah kenyataannya mod emoticon-Big Grin
udah jadi budaya kalo peraturan di buat untuk di langgar
jangankan yang sebesar itu, lampu merah aja di langar emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By .SEMAR.
jadi menempatin lahan yg bukan punya mereka(ga bersetifikat) lama2 jadi hak milik ya blok...GOBLOK lu gan emoticon-Big Grin


ya seprti itulah kenyataannya rakyat yang mengaku rakyak kecil ( tameng ), abis di gusur malah mewek minta ganti rugi ...
padahal mereka tidak punya hak apa2 terhadap lahan tersebut ..
karena sudah turun temurun jadi merasa tanah sendiri emoticon-Big Grin
walaupun tidak punya surat2 yang lgkap
________
kegoblokan ane beasaskan kenyataan di lapangan emoticon-Big Grin
jadi inget kejadian deket kostan ane dulu di tanah kusir. ada rumah gedongan baru di beli orang, direnov jadi bagus. cuma depan rumah nya udah jadi pangkalan bajaj, diusir sama yang punya rumah pada ga mau malah minta uang 500rb per bajaj. ane tanya sama salah 1 bekas sopir bajaj nya, dia bilang "lah kita pan orang kecil, cari makan aja udah susah, jangan macem2 sama orang kecil"
unbelievable endonesia!
Quote:Original Posted By podcast
jadi inget kejadian deket kostan ane dulu di tanah kusir. ada rumah gedongan baru di beli orang, direnov jadi bagus. cuma depan rumah nya udah jadi pangkalan bajaj, diusir sama yang punya rumah pada ga mau malah minta uang 500rb per bajaj. ane tanya sama salah 1 bekas sopir bajaj nya, dia bilang "lah kita pan orang kecil, cari makan aja udah susah, jangan macem2 sama orang kecil"
unbelievable endonesia!


Kok orang kecil jadi tameng... Ga ada motivasi jadi orang besar emoticon-Hammer
Quote:Original Posted By IZZMCH
sperti itulah kenyataannya mod emoticon-Big Grin
udah jadi budaya kalo peraturan di buat untuk di langgar
jangankan yang sebesar itu, lampu merah aja di langar emoticon-Big Grin



berarti, menggunakan pasifnya PT KA dalam menghandle asetnya tidak menjadi justifikasi bagi sebuah pelanggaran hukum kan?

emoticon-Smilie