alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016728851/pengakuan-anwar-congo-algojo-di-masa-pki-1965-berdukas
Pengakuan Anwar Congo, Algojo di Masa PKI 1965
TEMPO.CO, Jakarta- Untuk pertama kalinya dalam sejarah film Indonesia, sebuah film dokumenter menampilkan pengakuan seorang algojo PKI. Namanya Anwar Congo. Ia preman bioskop Medan. Dalam film The Act of Killing yang dibesut sutradara Joshua Oppenheimer itu, ia memperagakan ulang kekerasan-kekerasan yang pernah dilakukannya.

Film itu menampilkan kesadaran Anwar tentang bagaimana menjadi seorang pembunuh dan bagaimana seandainya menjadi korban yang dibunuh. Saat The Act of Killing diputar di Festival Film Toronto, pers Barat menyebut film itu mengerikan dan mengguncang batin. Itu karena Anwar tampak bangga dengan tindakannya. Bisakah film ini mengubah cara pandang masyarakat Indonesia tentang sejarah kelam 1965? Laporan utama majalah Tempo edisi 1 Oktober 2011 berjudul "Pengakuan Algojo 1965" mengungkap hal tersebut.
Pembawaannya riang. Ia dikenal jago dansa. Penggemar Elvis Presley dan James Dean itu mengatakan sering membunuh sembari menari cha-cha. "Saya menghabisi orang PKI dengan gembira," katanya. Dalam sebuah adegan, bersama rekannya sesama algojo 1965, ia terlihat naik mobil terbuka menyusuri jalan-jalan di Medan. Mereka bernostalgia ke tempat-tempat mereka pernah membunuh di antaranya sepotong jalan tempat ia menyembelih banyak warga keturunan Tionghoa. "Setiap ketemu Cina, langsung saya tikam…."

Pengakuan "jujur" preman bernama Anwar Congo dalam film yang bakal ditayangkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jakarta pada Oktober tahun ini tersebut bisa membuat siapa saja terperangah. Ada heroisme di situ. Anwar mengesankan dirinya penyelamat bangsa. Satu versi menyebutkan hampir satu juta orang PKI terbunuh pasca-1965. Ini pelanggaran hak asasi berat. Anwar hanyalah salah satu pelaku pembunuhan. Di berbagai daerah, masih banyak "Anwar" lain.

Tempo kali ini mencoba melihat peristiwa 1965 dari perspektif para algojo. Tak ada niat kami membuka aib atau menyudutkan para pelaku. Politik Indonesia pada masa itu sangat kompleks. Menjelang tragedi September, konflik PKI dan partai politik lain memanas. PKI, yang merasa di atas angin, menekan penduduk yang tidak sealiran. Ketika keadaan berbalik, luapan pembalasan tak terkendali. Pembunuhan direstui oleh sesepuh masyarakat dan tokoh agama. Masa 1965-1966 tak bisa dinilai dengan norma dan nilai-nilai masa kini. Membaca sejarah kelam Indonesia pada masa itu hanya dapat dilakukan dengan memperhatikan konteks sosial-politik-ekonomi pada masa itu pula.
Tapi kita juga tahu betapa tak simetris informasi tentang tragedi 1965. Saat itu, semua koran dikuasai militer. Masyarakat dicekoki cerita bahwa komunis adalah musuh negara yang identik dengan ateisme. Militer menyebarkan daftar anggota PKI yang harus dihabisi. Militer melindungi para pelaku, bahkan menyuplai mereka dengan senjata. Di beberapa tempat, ada narapidana yang sengaja dilepaskan untuk memburu "sang musuh negara". Itu membuat para algojo menganggap wajar tindakan mereka.

Sejarah berulang: di sini dan di tempat lain. Di Israel, pernah seorang aparat kamp konsentrasi Nazi bernama Adolph Eichmann diadili. Ia pelaku pembantaian ratusan orang Yahudi. Ia merasa tak bersalah karena menganggap itu tugas negara. Filsuf Jerman, Hannah Arendt, yang mengamati sidang itu pada 1963, menulis buku terkenal Eichmann in Jerusalem: A Report of the Banality of Evil. Arendt melihat para eksekutor seperti Eichmann bukan pengidap skizofrenia atau psikopat, melainkan warga biasa yang menganggap wajar tindakannya karena dibenarkan negara. Arendt menyebut fenomena ini sebagai kedangkalan yang akut.

Seorang algojo menyatakan moralitas itu sesuatu yang relatif. Pembunuhan memang dilarang, tapi harus dilakukan untuk menyelamatkan bangsa dan agama. Ada pula yang diam-diam menyadari kesalahannya. Anwar, yang dalam film terlihat brutal, mengalami pergolakan batin tentang apa yang diperbuatnya. Menurut Oppenheimer, sang sutradara, sepanjang pembuatan film, Anwar ada kalanya seperti menyesali perbuatannya. Rasa heroik dan bersalah bersitegang di dalam diri mantan algojo. Seorang mantan jagal harus dipasung keluarganya karena, bila mengingat-ingat pembunuhan yang dilakukannya, ia ke luar rumah mengayun-ayunkan parang dan celurit.emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)

TIM TEMPO

sumber :http://id.berita.yahoo.com/pengakuan-anwar-congo-algojo-di-masa-pki-1965-232510883.html
wah serem nih

btw karena kasus iini, di Cimahi ada Unjani emoticon-I Love Indonesia
Kemana aja gan..?

Nasinya sudah dingin..
Buntutnya bakalan ada tuntutan ganti rugi pada pemerintah. Tapi korban kekejaman PKI minta ganti rugi pada siapa ya? kan PKI udah bubar. Atau hasil ganti rugi yang diterima eks PKI dibayarkan kemabli untuk korbannya dia sebelumnya.
Quote:Seorang mantan jagal harus dipasung keluarganya karena, bila mengingat-ingat pembunuhan yang dilakukannya, ia ke luar rumah mengayun-ayunkan parang dan celurit.

jadi gila karena di suruh militer tahun 65
PKI : korban politik
wew serem banget critanya emoticon-Takut
Promosi Pilemmmmmmmmmmmmm PKI


vbot pki juga kan
satu kalimat buah komnas ham :

emoticon-Angkat Beer awas bahaya laten komunis emoticon-Angkat Beer
kekejaman politik berimbas kpd rakyat........tu baru 1 algojo, blom yg d daerah laen, n yg dilakukan aparart....kl mau berimbang, kupas jg kekejaman pki nya. emoticon-I Love Indonesia (S)
mana picnya gan???
Quote:Original Posted By masihp0l0z
mana picnya gan???


iya..di tunggu biar tambah ngeri ngeri sedaff Lah..
Jadi inget dulu pernah diceritain sm alm. nenek gw, pas tahun2 itu mending lempeng2 aja jgn nyari musuh atau nyari ribut sm orang lain, karena salah dikit bisa2 dituduh/difitnah sebagai anggota PKI dan ga lama kemudian dikarungin ga bake tanya2 lagi..emoticon-Berduka (S)
Karena ditahun itu tensi terhadap PKI lg panas2nya..
wuihhh sadis bangettt ternyataaa
lah itu namanya roda gan.. sbelum 65.. PKI kerjaanya nindas masyarakat dulu kan.. apalagi orang2 muslim.. PKI anti bener ma merekaemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

nah tahun 65 keadaan berbalik... dari yg memburu jadi yg diburu... karma do exist.. emoticon-Embarrassment

Quote:Original Posted By Mcveigh
lah itu namanya roda gan.. sbelum 65.. PKI kerjaanya nindas masyarakat dulu kan.. apalagi orang2 muslim.. PKI anti bener ma merekaemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

nah tahun 65 keadaan berbalik... dari yg memburu jadi yg diburu... karma do exist.. emoticon-Embarrassment


Jadi apa bedanya PKI dengan pembantai PKI kalo sama2 membantai? Anda ngomong soal karma, apakah anda tau arti karma? Sudahkah pembantai PKI mendapat karmanya?
Quote:Original Posted By Menza
Jadi apa bedanya PKI dengan pembantai PKI kalo sama2 membantai? Anda ngomong soal karma, apakah anda tau arti karma? Sudahkah pembantai PKI mendapat karmanya?


sebelum mempertanyakan itu anda tau gak hukuman buat sekelompok atau golongan yang bertindak makar terhadap negara?

tau gak seberapa besar fanatisme seseorang terhadap golongan/partai/faham di masa lalu?
Quote:Original Posted By Menza


Jadi apa bedanya PKI dengan pembantai PKI kalo sama2 membantai? Anda ngomong soal karma, apakah anda tau arti karma? Sudahkah pembantai PKI mendapat karmanya?

lah kan intinya dari komen gw diatas lu tau garis besarnya.. ada saatnya pki membantai ada kalanya dibantai.. emoticon-Big Grin
setau gw karma itu adalah apa yg diperbuat kembali lagi ke si pembuat.. ga tau deh kalo lo ada definisi lain selain itu..emoticon-Embarrassment

jgn omongin jumlah korbannya... masa lupa quote dari sepuh komunis emoticon-Embarrassment


sudah lah forget it, ga ada gunanya juga kita seakan-akan tahu tentang sesuatu yang gak kita alami sendiri....kenapa juga ini majalah tempo ngangkat2 ginian
Quote:Original Posted By SEXYBODY17
membunuh PKI anda gembira emoticon-Cape deeehh
apakah anda mampu membunuh koruptor atau pengusaha yang menghisap "darah" dan tenaga para buruhemoticon-Cape deeehh
paling anda membunuh dengan memdapat bayaran dari pengusaha
sama seperti para koruptor dibela abis" oleh pengacara walau sudah terbukti salah emoticon-Cape deeehh

emoticon-Ngacir


yah gitulah gan
Pengacara membela yang bayar bukan membela yg benar !!!