alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016717225/harga-properti-makin-liar
icon-hot-thread
Harga Properti Makin Liar
KOMPAS.com — Jumat (28/9), usahawan properti, Eiffel Tedja, tampak kikuk ketika seorang teman dekatnya bertanya tentang harga apartemen di Gandaria City, Jakarta. Setelah menghela napas sejenak, ia menyatakan tidak hafal harga rumah dan apartemen. Akan tetapi, ia akan meminta seorang direkturnya mengontak teman tersebut.

Kepada Kompas, Eiffel menyatakan acap kikuk kalau ditanya soal harga apartemen. Ini semata karena harga produk tersebut tengah meluncur ke langit. Tiga tahun silam, harga apartemen yang ditanyakan temannya masih pada angka Rp 2,6 miliar per unit. Kini, harga apartemen dengan luas 210 meter persegi itu sudah menembus angka Rp 6,2 miliar. Apartemen dengan luas 70 meter persegi, yang dua atau tiga tahun silam ”hanya” Rp 1,3 miliar, kini sudah meluncur ke angka Rp 3 miliar. Ini sebabnya Eiffel menghindar menjawab soal harga. Ia agak rikuh kepada temannya. Harga apartemen sudah terlampau mahal, menurut ukuran umum.

Harga rumah (landed house) dan apartemen memang luar biasa mahalnya kini. Di Surabaya, harga rumah ”makin gila dan liar”. Satu unit rumah berukuran 150 meter persegi di Surabaya barat lima tahun silam ”hanya” Rp 1,9 miliar, tetapi kini mencapai Rp 4,6 miliar. Di Serpong, Tangerang, lima tahun lalu harga tanah ”hanya” Rp 5 juta per meter persegi, tetapi kini Rp 40 juta per meter persegi. Artinya, kalau kita hendak membeli kapling saja, sebutlah seluas 300 meter persegi, kita sudah mesti mengeluarkan dana sebesar Rp 12 miliar. Ini baru tanah, belum bangunannya. Bukan main.

Di DKI Jakarta, terutama yang berada di lokasi strategis, harga lebih liar lagi. Harga satu meter persegi tanah bisa mencapai Rp 75 juta. Kalau hendak membeli tanah seluas 1.000 meter persegi, ya, bayangkanlah sendiri.

Hal yang menakjubkan. Bagaimanapun mahalnya harga, rumah dan apartemen tersebut selalu laku terjual. Di sisi lain, tabiat warga DKI Jakarta dan sekitarnya memang aneh. Semakin mahal sebuah produk properti, semakin larislah ia. Bayangkan, rumah dengan harga Rp 6 miliar, bahkan Rp 10 miliar, bisa disambar pembeli tanpa berkedip.

Fakta yang menarik adalah uang yang dipegang warga kelas menengah ke atas masih tebal. Produk demi produk diluncurkan, mereka tetap mempunyai energi cukup untuk membeli produk baru. Mereka, kaum menengah dan menengah ke atas, memang tidak semuanya membeli rumah atau apartemen untuk dihuni. Sebagian di antara mereka membeli untuk investasi. Investasi itu dilepas satu sampai lima tahun kemudian ketika harga sudah melambung jauh.

Sebagai contoh, modal hanya Rp 3 miliar, ketika rumah hendak dilepas lima tahun kemudian, harganya sudah mencapai Rp 6 miliar. Peningkatan harga dengan margin Rp 3 miliar memang ”biasa saja” kalau yang dijual hanya satu unit. Namun, kalau mencapai 30 rumah, investornya pesta besar. Dalam tempo tiga tahun, ia meraup hampir Rp 100 miliar. Padahal, bisnis ini tidak memerlukan kecerdasan yang menonjol. Hal yang hendak digarisbawahi di sini adalah semakin liarnya harga rumah dan apartemen membuat warga dengan penghasilan pas-pasan makin tertinggal. Mereka hanya bisa membeli rumah atau apartemen dengan label ”pinggiran”, ”marjinal”, atau ”rumah sederhana”. Hendak masuk ke wilayah strategis makin sulit karena harga makin liar dan merengkuh langit.

Ini sebuah sinyal pasar yang perlu diamati pemerintah. Langkah yang perlu adalah bagaimana agar kawasan strategis bukan hanya milik kaum berduit, melainkan juga warga bersahaja, warga dengan kemampuan ekonomi di bawah kelas menengah.

Sumber: Kompas.com

_________________________

Mohon dirate ***** agar jadi HT dan topik ini bisa menjadi perhatian pemerintah.

Terima kasih buat Agan-Agan yang udah nimpuk ane dengan cendol.
Harus bangun rumah RSSSSSSSSS - Rumah Sangat Sederhana Sekali Sehingga Selonjor Saja Susah Sekali

Pemerintah harus buat regulasi pengaturan perumahan.. toh tanah kita masih luas kok.. ga mesti konsentrasi ke kota semua kan?
Pegawai yang belum sempat beli rumah / apartemen semakin sulit membeli.
ini kan mekanisme pasar...

seandainya harga dinaikkan tapi masih ada pembelinya, maka harganya akan naik lg..

sebaliknya, jika harga sudah diturunkan tapi masih belum ada pembelinya, maka harga akan turun lg..
Ini juga yang bikin macet, karena para pekerja cuma mampu beli rumah murah yang jauh dari tempat kerjanya....
itu management Office 8 juga gila tuh, Agustus kmaren gw liat iklannya di perempatan Cilandak dpan Trakindo harga per-meter2 Rp42,5 juta dicoret trus ditulis mulai 10 Sept 2012 naik jadi Rp45 juta/m2. Tadi pagi gw liat lagi Rp45 juta dicoret lagi mulai 15 Oktober jadi RP47,5 juta/m2 emoticon-Busa: emoticon-Gila emoticon-Cape d... (S)

akhir tahun bisa2 Rp60 juta/m2 dan tahun depan bisa Rp120 juta/m2 kali ya emoticon-Hammer

tapi kok ya pembeli pada MAU AJA di BOHONGIN developer ? emoticon-Embarrassment

tinggal nunggu aja deh kjadian Subprime Mortage kjadian di Indo, biar harga rumah TERJUN BEBAS kek di Amerika emoticon-Ngakak (S)
heheh....pengembang yg tak bijak...
pembeli pun jg tak bijak,ngga tau duit hasil dari mana pokoknya hajar...atau.................
dibeli sendiri oleh pengembang dengan meminjam pihak ke tiga.....berdalih investasi maka akan dijual secara fiktif dengan harga berlipat2
yg untung ya pengembang...kredit dan bunga terbayar..bahkan bisa untung...emoticon-Big Grin
intinya....ngerampok duit bank...
Harga Properti Makin Liar



mikiro lan makaryo ojo muk sendiko
semakin jauh dari kemampuan kalangan menengah kebawah.
semoga tidak kejadian seperti di amerika deh, skandal subprime mortgage.


*contoh iklan beberapa pengembang di stasiun tv, pesan-nya:
"buruan beli sekarang!! harga naik per tanggal sekian"
makin rajin nabung, biar bisa beli, dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi...
Pemerintah seharusnya ikut mendinginkan gejolak harga properti melalui kebijakan pemerintah.
tinggal nunggu bubble properti saja emoticon-Ngakak
harga naik karena daya beli masyrakat Indonesia sdg bagus2nya
iya nih anjing banget
jakarta ga bersahabat
Quote:Original Posted By b.i.m.o
ini kan mekanisme pasar...

seandainya harga dinaikkan tapi masih ada pembelinya, maka harganya akan naik lg..

sebaliknya, jika harga sudah diturunkan tapi masih belum ada pembelinya, maka harga akan turun lg..



lihat bawah noh emoticon-Ngacir


note: bukan turun tapi meluncur dari tebing ke jurang emoticon-Ngacir


Quote:Original Posted By 0ralucu
heheh....pengembang yg tak bijak...
pembeli pun jg tak bijak,ngga tau duit hasil dari mana pokoknya hajar...atau.................
dibeli sendiri oleh pengembang dengan meminjam pihak ke tiga.....berdalih investasi maka akan dijual secara fiktif dengan harga berlipat2
yg untung ya pengembang...kredit dan bunga terbayar..bahkan bisa untung...emoticon-Big Grin
intinya....ngerampok duit bank...
Harga Properti Makin Liar



—mikiro lan makaryo ojo muk sendiko™




ngerampok bijimane, kan secara hukum kagak ade yang kehukum emoticon-Ngakak (S)
(kalo dah untung gede, tinggal beli sekoci ... errgh kapal pesiar denk di parpol kebelet, semua untung pokoknye)

bas du wei, kalo bank nya ntar kolaps yang ngebayarin kan ntar situ2 juge ... ora lucu tho le' emoticon-Ngacir
udah di goreng semua ... emoticon-Big Grin

duit yang pas pasan mana bisa beli ... ??? emoticon-Big Grin


karawang yang kota kecil aja agung podomoro udah ngebangun disono ... en setelah goreng kanan goreng kiri ... itu ruko di tengah sawah harganya 1,8M ... udh mau "sold out" lagi ... jadi harus buru" beli kalo gak mau ketinggalan ... emoticon-Big Grin
di kota ane tiap 6 bulan ganti harga gan,, bukan naik harga (naiknya gila2an ) emoticon-Cape d...
jaman sekarang tipe 21 yang "kemana mana deket" berapaan yaa.. hadee nabung lagi dah T^T
setuju... orang kaya tambah kaya, tinggal naikin harga tiap taun
harga nya udah ga kejangkau..apalagi kalo developernya AS,AP,S,ASut,SM

emoticon-Cape d... (S)
awas nanti kaya di AS lagi ...apalagi banyakan beli pake utang alias kredit
ini yang harus diwaspadai oleh pemerintah
sekarang banyak sekali pengembang yang menjual rumah dengan metode pompa harga habis-habisan
seminggu harga sekian, minggu depan harga sudah naik lagi.
apa tidak belajar dari kasus krisis yang menerpa US pada 2008 kemaren? ketika mereka krisis yang diakibatkan oleh banyaknya pengembang yang tidak bisa bayar hutangnya ? emoticon-Bingung (S)
harga rumah dan apartment yang sudah semakin amburadul hendaknya wajib diwaspadai oleh pemerintah emoticon-Smilie