alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016716164/penyadapan-terbukti-membongkar-korupsi
Penyadapan Terbukti Membongkar Korupsi
JAKARTA, KOMPAS.com — Kewenangan KPK jelas disebutkan dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, yakni dalam melaksanakan tugas penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan, KPK berwenang menyadap dan merekam pembicaraan. Namun, dalam draf yang dibuat Komisi III beberapa waktu lalu disebutkan, KPK harus punya izin tertulis dari pengadilan negeri saat menyadap. Jika mendesak, KPK diberikan tenggat 1 x 24 jam pasca-penyadapan untuk mendapatkan izin itu.

Menurut Ketua Komisi III DPR Gede Pasek Suardika, kekuasaan itu perlu diatur meski penyadapan tetap dibutuhkan KPK. Tak hanya itu, upaya pemangkasan kewenangan penyadapan juga dilakukan melalui Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tata Cara Intersepsi atau Penyadapan yang disusun Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2009. Salah satu isinya adalah keharusan meminta izin pengadilan sebelum menyadap.

Sejatinya, penyadapan KPK terbukti mampu membongkar praktik korupsi. Dengan teknologi penyadapan yang dimilikinya, KPK berhasil menangkap jaksa Urip Tri Gunawan karena menerima uang Rp 6 miliar dari Artalyta Suryani. Pemberian uang itu terkait dengan diterbitkannya surat perintah penghentian penyelidikan kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia atas nama Sjamsul Nursalim. Di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jaksa Urip divonis 20 tahun penjara, sedangkan Artalyta divonis 5 tahun penjara.

Kasus lain yang terbongkar berkat penyadapan adalah korupsi yang melibatkan sejumlah politisi Senayan, seperti kasus suap Al Amin Nur Nasution oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Azirwan, kasus pengadaan kapal patroli di Kementerian Perhubungan yang menyeret politisi Bulyan Royan, dan kasus suap dalam pembahasan dana stimulus di Indonesia timur yang menyeret Abdul Hadi Djamal.

Penyadapan pula yang berhasil menguak dugaan rekayasa terhadap dua pimpinan KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Lewat rekaman percakapan antara Anggodo Widjojo, adik tersangka kasus korupsi Anggoro Widjojo, dengan pejabat kejaksaan dan kepolisian yang diperdengarkan di Gedung Mahkamah Konstitusi, terungkap rencana kriminalisasi pimpinan KPK dan praktik mafia peradilan di Indonesia. (ERI/LITBANG KOMPAS)

Sumber

penyadapan jelas dibatasi, ntar kalo bebas menyadap banyak anggota dpr yg terkena kasus & ga dapet proyek lagi emoticon-Malu (S)
gw termasuk yg pro dengan penyadapan, asal dipergunakan sebagaimana mestinya..
Privacy org tetap hrs ada, makanya diperlukan aturan yg bagus dan penerapannya

pertanyannya.. kalopun udah ketangkap basah, bukti2 lengkap, apakah maju ke pengadilan? Lalu setelah maju ke pengadilan apakah putusannya benar2 adil? Setelah putusan keluar, apakah benar2 dilaksanakan (penjaranya aja enak benar, misal penjara artalita)

masih banyak celahnyaa
ga salah kalo gw bilang, koruptor dipelihara negara..
ini yg bodoh kpk apa dprnya soal sadap?

kalau terus diumbar begini, komunikasinya gak pake telepon?!!!
padahal penyadapan selama ini menjadi salah satu senjata yg ampuh buat KPK..
dpr bukannya dukung kpk malah terus2 membatasi kewenangan2 kpk

kayaknya mereka takut ulahnya akan kebongkar sama kpk