alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016711803/pancasila-diamandemenkan
Pancasila Diamandemenkan?
KabarIndonesia - Pancasila telah melewati rentang dinamika sejarah sistem politik bangsa Indonesia dari era Demokrasi Parlementer, Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila dan kini, Demokrasi Multipartai era Reformasi.

Sudah 67 tahun, Pancasila menjadi landasan ideologis negara yang belum tergantikan sampai sekarang. Dalam perjalanan sejarah bangsa dan negara Indonesia, Pancasila terus-menerus diaktualisasikan dan menjadi jati diri bangsa. Kelima silanya senantiasa mengilhami setiap perilaku kebangsaan dan kenegaraan, dari waktu ke waktu. Pancasila selalu hadir dalam setiap babak perjalanan bangsa yang dinamis.

Di awal kemerdekaan hingga dewasa sekarang, cita-cita yang terkandung dalam tiap butir Pancasila senantiasa terus diusahakan terwujud. Bukannya sesuatu yang mudah, maka terwujudnya nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya tercapai.

Sejak tahun 1998, era reformasi hadir dalam pelukan ibu pertiwi dan begitu dielu-elukan anak negeri. Di satu sisi, kita menyambut gembira terbitnya fajar reformasi yang diikuti gelombang demokratisasi berbagai bidang. Di sisi lain, kita menyadari fakta tercabik-cabiknya pondasi negeri ini. Oleh karena itu, kita perlu membaca kembali landasan bangsa dan negara tercinta. Ketika UUD 1945 sebagai landasan konstitusional telah mengalami amandemen sampai empat kali, Pancasila sebagai landasan ideologis negara tak tersentuh sedikit pun dari proses amandemen. Artinya, Pancasila tetap diyakini sebagai konsep yang final.

Tekstualitas, Pancasila memang tak berubah meski sejarah dan kehidupan telah berubah. Namun, apakah sejatinya Pancasila hanyalah teks sila-silanya yang berjumlah lima? Kalau demikian adanya, maka landasan ideologis bangsa dan negara Indonesia yang terdiri lima sila tetaplah rapi sebagai teks-teks belaka. Tentu bukanlah sekadar rangkaian teks saja Pancasila disusun oleh bapak bangsa waktu itu. Sejatinya, Pancasila tidak sebatas landasan ideologis negara. Lebih dalam lagi, kelima silanya merupakan watak dan jati diri bangsa Indonesia. Namun dalam perkembangannya, khususnya di era reformasi, keberadaan Pancasila itu sendiri dipertanyakan banyak pihak. Kesaktian Pancasila diragukan saat ini.

Pancasila di zaman yang berubah

Situasi dan lingkungan kehidupan berbangsa dari tingkat domestik, regional maupun global telah berubah. Sejak tahun 1945–67 tahun yang lalu, situasi dan lingkungan bangsa ini mengalami perubahan yang nyata pada saat ini, dan terus berubah pada masa yang akan datang.

Perubahan merupakan sesuatu kenyataan dari proses globalisasi dalam segala aspeknya. Gelombang kebebasan yang begitu dahsyat akibat pengekangan oleh penguasa orde dalam kurun waktu panjang, turut serta dalam arus perubahan saat ini. Begitu juga dengan lonjakan pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat. Reformasi menjadi kekuatan yang amat berpengaruh terhadap persebaran beragam informasi.

Globalisasi telah melunturkan sekat-sekat yang ada. Konsekuensinya, jati diri sebuah bangsa berada pada ambang yang mengkhawatirkan. Kemudian, masihkah Pancasila diamalkan layaknya watak dan jati diri bangsa Indonesia dewasa ini?

Pertanyaan ini penting dikemukakan karena sejak reformasi 1998, Pancasila seolah-olah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tidak lagi relevan untuk disertakan dalam dialektika reformasi. Pancasila seolah hilang dari memori kolektif bangsa. Pancasila semakin jarang diucapkan, dikutip, dibahas, dan apalagi diterapkan, baik dalam konteks kehidupan ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan. Pancasila seperti tersandar di sebuah lorong sunyi, justru di tengah denyut kehidupan bangsa Indonesia yang semakin hirup-pikuk dengan demokrasi dan kebebasan berpolitik.

Kenyataan semakin memrihatinkan, aktualisasi nilai-nilai dasar negara justru semakin ditinggalkan generasi yang ada. Akibatnya, kita kehilangan arah perjalanan bangsa dalam memasuki era globalisasi di berbagai bidang yang kian kompleks dan rumit. Substansi tiap silanya telah mengalami “amandemen” dalam pelaksanaan di kehidupan berbangsa dan bernegara.

http://www.kabarindonesia.com/berita...20120930043305
jujur saja ane kagak baca isi berita...

Pancasila itu diamalkan saja, jangan di ganti2....emoticon-I Love Indonesia (S)
Ohh...TS-nya nyindir...
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Yah begitulah Om TS...makin ke sini kan indo makin jago:
1. Nyolong duwit rakyatnya sendiri.
2. Gebuk2an antar warganya sendiri.
3. Wacana untuk mengganti Pancasila dan UUD'45 serta prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Puyeng kan lu...apa di indo yang menjadi lebih baik?
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak





Yah kecuali 2012 ini, rakyat JAKARTA beneran menang melawan dominasi partai-partai besar via kemenangan mas Jokowi.
(eh OOT gua..)
Pancasila adalah ideologi terbaik bangsa ini. Kalau banyak yang ingin menggantinya, lebih baik minggat ke laut saja
mau merivisi UU KPK aja di timpuki bata orang se Kaskus ...

apalagi mau merevisi Pancasila ... emoticon-Big Grin

Pemikiran mau mengganti PANCASIA itu, sudah lama mereka publish, gan!
Bahkan ada bukunya. Dibawah ini sebuah artikel yang pernah dimuat di majalah GATRA

Quote:
Pancasila Diamandemenkan?
Benang Merah Pancasila dan Zionisme dalam Talmud Yahudi
Oleh: Irfan S Awwas
Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin


FENOMENA munculnya komunitas Yahudi secara terbuka di Indonesia menarik dicermati, setidaknya karena dua alasan. Pertama, selain belum memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, secara konstitusional Indonesia belum mengakui eksistensi negara Israel yang masih menjajah negara Palestina.

Kedua, merebaknya isu Negara Islam Indonesia (NII) KW 9, yang diklaim sebagai akibat ditinggalkannya ideologi Pancasila, yang ditengarai sejumlah pihak telah mengalami keropos dan ditinggalkan rakyat.

Kenyataan ini mendorong munculnya wacana 4 pilar kebangsaan. Yaitu NKRI, UUD 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika. Lalu, apa relevansinya mengaitkan kitab suci Yahudi, NII dan semangat kembali ke Pancasila? Tulisan berikut ini akan mengurai, adakah benang merah Pancasila dan Zionisme dalam Talmud Yahudi.

Pancasila dalam Talmud

Selama ini, Pancasila diyakini sebagai made in Indonesia asli, produk pemikiran yang digali dari rahim bumi pertiwi. Kemudian, berhasil dirumuskan sebagai ideologi dan falsafah bangsa oleh Bung Karno, hingga menjadi rumusan seperti yang kita kenal sekarang.

Sejauh mana klaim di atas memperoleh legitimasi historis serta validitas akademik? Adakah bangsa lain dan gerakan ideologi lain yang telah memiliki Pancasila sebelum Soekarno menyampaikan pidatonya di depan sidang BPUPKI, 1 Juni 1945?

....Pancasila bukanlah produk domestik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional....

Sebagai peletak dasar negara Pancasila, Bung Karno mengaku, dalam merumuskan ideologi kebangsaannya, banyak terpengaruh pemikiran dari luar. Di depan sidang BPUPKI, Bung Karno mendiskripsikan pengakuannya:

“Pada waktu saya berumur 16 tahun, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis bernama A. Baars, yang memberi pelajaran pada saya, ‘jangan berpaham kebangsaan, tapi berpahamlah rasa kemanusiaan sedunia”.

Tetapi pada tahun 1918, kata Bung Karno selanjutnya, alhamdulillah ada orang lain yang memperingatkan saya, yaitu Dr. Sun Yat Sen. Di dalam tulisannya San Min Chu I atau The Three People’s Principles, saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitisme yang diajarkan A. Baars itu. Sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan di hati saya oleh pengaruh buku tersebut.”

Pengakuan jujur Bung Karno ini membuktikan, sebenarnya Pancasila bukanlah produk domestik yang orisinal, melainkan intervensi ideologi transnasional yang dikemas dalam format domestik.

Sebagai derivasi gerakan Zionisme internasional, freemasonry memiliki doktrin Khams Qanun yang diilhami Kitab Talmud. Yaitu, monoteisme (ketuhanan yang maha esa), nasionalisme (berbangsa, berbahasa, dan bertanah air satu Yahudi), humanisme (kemanusiaan yang adil dan beradab bagi Yahudi), demokrasi (dengan cahaya Talmud suara terbanyak adalah suara tuhan), dan sosialisme (keadilan sosial bagi setiap orang Yahudi). (Syer Talmud Qaballa XI:45).

Tokoh-tokoh pergerakan di Asia Tenggara juga merujuk pada Khams Qanun dalam merumuskan dasar dan ideologi negaranya. Misalnya, tokoh China Dr. Sun Yat Sen, seperti disebut Bung Karno, dasar dan ideologi negaranya dikenal dengan San Min Chu I, terdiri dari: Mintsu, Min Chuan, Min Sheng, nasionalisme, demokrasi, dan sosialisme.

Asas Katipunan Filipina yang dirumuskan oleh Andreas Bonifacio, 1893, dengan sedikit penyesuaian terdiri dari : nasionalisme, demokrasi, ketuhanan, sosialisme, humanisme. Begitupun, Pridi Banoyong dari Thaeland, 1932, merumuskan dasar dan ideologi negaranya dengan prinsip: nasionalisme, demokrasi, sosialisme, dan religius.

Sedangkan Bung Karno, proklamator kemerdekaan Indonesia, pada mulanya merumuskan ideologi dan dasar negara Indonesia yang disebut Panca Sila terdiri dari: nasionalisme (kebangsaan), internationalisme (kemanusiaan), demokrasi (mufakat), sosialisme, dan ketuhanan.

Prinsip indoktrinasi Zionisme, memang cukup fleksibel. Dan fleksibilitasnya terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan pola pikir pimpinan politik di setiap negara.

....Rumusan Pancasila versi Bung Karno, memiliki kesamaan dengan doktrin zionisme yang dijiwai Talmud....

Pertanyaannya, adakah kesamaan ideologi dari tokoh dan aktor politik di atas bersifat kebetulan, atau memang berasal dari sumber yang sama, tapi dimainkan oleh aktor-aktor politik yang berbeda?

Dalam kaidah mantiq, dikenal istilah tasalsul, yaitu rangkaian yang berkembang, mustahil kebetulan. Artinya, sesuatu yang berpengaruh pada yang sesudahnya, pastilah bukan kebetulan.

Rumusan Pancasila versi Bung Karno, memiliki kesamaan dengan doktrin zionisme yang dijiwai Talmud. Sehingga, klaim Pancasila sebagai produk domestik terbantahkan secara faktual.

Intervensi ideologi ini, berpengaruh besar terhadap perkembangan Indonesia pasca kemerdekaan. Di zaman demokrasi terpimpin, pengamalan Pancasila berwujud Nasakom (nasionalisme, agama, komunisme). Sedang di zaman orde baru, praktik Pancasila berbentuk asas tunggal. Kedua model amaliah Pancasila itu, telah melahirkan ideologi politik traumatis.

Melestarikan Pancasila seperti diwariskan kedua rezim di atas, berarti melestarikan doktrin Yahudi, yang bertentangan dengan konstitusi negara. Dan tidak konsisten dengan semangat kemerdekaan. Muqadimah UUD 1945, menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

Dalam kaitan ini, pemerintah bertanggungjawab merealisasikan dasar dan ideologi negara, selaras dengan muqadimah UUD ’45. Seperti tertuang dalam pasal 29 ayat 1, bahwa negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

....Melestarikan Pancasila seperti diwariskan kedua rezim di atas, berarti melestarikan doktrin Yahudi...

Prof. Hazairin, SH menafsirkan negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, adalah: pertama, di negara RI tidak boleh ada aturan yang bertentangan dengan agama. Kedua, negara RI wajib melaksanakan Syariat Islam bagi umat Islam, syariat Nasrani bagi umat Nasrani, dan seterusnya sepanjang pelaksanaannya memerlukan bantuan kekuasaan negara. Ketiga, setiap pemeluk agama wajib menjalankan syariat agamanya secara pribadi. (Demokrasi Pancasila, 1975).

Oleh karena itu, hasrat membicarakan kembali Pancasila sekarang haruslah dalam semangat kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Tanpa intervensi ideologi asing, dan tanpa mendiskreditkan pihak lain dengan alasan antipancasila, anti NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan slogan lainnya. Setiap warganegara berhak ikut merumuskan dasar dan ideologi negara yang benar, tanpa intimidasi dari pihak manapun. [voa-islam.com]
(Catatan redaksi: Artikel ini pernah dimuat di majalah Gatra, 19 Mei 2011)
source: http://www.voa-islam.com/counter/lib...talmud-yahudi/
Dulu di sekolah sering diajarin...
Pancasila = Dasar Negara...
Mengubah Pancasila = Membubarkan Negara....

Mau jadi apakah negara kita ....
apa sebenernya sekarang ini indonesia dijajah pemerintahnya ya? emoticon-Berduka (S) duri dalam daging emoticon-Berduka (S)
Haduh..haduh..
Makin lama demokarasi makin Democrazy...
Semuanya dihubung2kan sama Zionis, Yahudi, Israel dll..
Tujuannya apa sih ???
Paling2 cuma mau bikin negara Agama ...
Agama jangan dibawa2 ke dalam kehidupan bernegara lah..
Agama urusan masing2 sama Tuhan aja
Negara mesti Netral..
Pancasila yang ada udah baik, gak perlu diganggu..
Yang perlu dirubah itu jadwal belajar Pancasila..
Coba Kampus mana yang masih ada pelajaran Pancasila tiap semester ??
Gw rasa gak ada,makanya pada makin GEBLEK..
kalo ada pejabat yang setuju perubahan/amandemen Pancasila, harusnya dibuang tuh orang, jelas2 ga mampu melaksanakan hukum, malah hukumnya yang diubah emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By Vampire.Lord
mengubah pancasila = perang saudara


yang diubah itu yo kepala orang di DPR sono tuh....lebih penting itu....politikus kagak ada yang nasionalis sama sekali....
yg niat ganti pancasila udah gak waras emoticon-Big Grin



nunggu id PANCASILA komeng ah

emoticon-Ngacir
Ah.., paling kerjaan PK#S dan kroni-kroninya itu... emoticon-Malu
Quote:
Pemikiran mau mengganti PANCASIA itu, sudah lama mereka publish, gan!
Bahkan ada bukunya. Dibawah ini sebuah artikel yang pernah dimuat di majalah GATRA


Sempit amat pemikiran buku itu.
Apakah kalo punya nilai2 luhur yg tertuang dalam pancasila lantas sama dengan ideologi yahudi?
Bukankah itu nilai2 yang sudah ada sejak lama pada bangsa kita? Meskipun lambat laun mulai terkikis.
Kemanusiaan yang adil dan beradab indonesia beda dengan humanisme yahudi yg disebutkan hanya kepada sesama yahudi.
Untuk memperdalam bisa dilihat dalam butir2 pancasila, yang dulu sempat ada di jaman pak harto
Quote:Original Posted By zibay
Pancasila adalah ideologi terbaik bangsa ini. Kalau banyak yang ingin menggantinya, lebih baik minggat ke laut saja


PALING YA MAU DIGANTI IDEOLOGI UNTA
maksud TS apaan nih,? pancasila itu kagak bisa diamandemen gan.. itu ideologi bangsa.. ntar bung karno bangkit lagi dari dalam kubur, kasih bata sama ente.. hahahaha..
Quote:Original Posted By dondon.bondang
maksud TS apaan nih,? pancasila itu kagak bisa diamandemen gan.. itu ideologi bangsa.. ntar bung karno bangkit lagi dari dalam kubur, kasih bata sama ente.. hahahaha..


ngga dibaca isinya ya...emoticon-Big Grin


maksud diamandemen disini dalam pelaksanaanya gan, pancasilanya sih tuetep...tergeser globalisasi, orang2 udah nggak menjalankan pancasila dalam kehidupannya seakan akan mengamandemen pancasila itu sendiri....isi berita lebih kepada kritik dan ajakan agar pancasila digunakan sebenar2nya dalam kehidupan bermasyarakat
gitu yang ane baca....emoticon-Big Grin
yang jelas sekarang Part 1 : keuangan yang maha esa.
Pancasila itu kan sari kehidupan dari sekumpulan masyarakat yang bernama Indonesia, sari-sari itu diperas dari kebudayaan dan tradisi sehari2.

Benar Pancasila memang tidak abadi kalau kebudayaan dan tradisi masyarakatnya bergeser, dan sekarang ini emang lagi bergeser karena pengaruh luar yang ingin mengganti Pancasila, terutama masyarakat yang mengagung-agungkan kebudayaan timur tengah atau kebudayaan barat emoticon-Embarrassment

Kalo Pancasila emang bubar, ya sudah manusia Indonesia sudah kehilangan jati dirinya diganti dengan kebudayaan masyarakat lain emoticon-Big Grin
Pancasila itu cukup dijadikan sebagai semboyan saja, gak usah di jadikan sebagai pandangan hidup atau ideologi bangsa, soal nya para koruptor itu 90% Ideologi nya Pancasila emoticon-Ngakak (S)
Kenapa gak sekalian negara dan proklamasi aja di amandemen. Buruk Rupa cermin dibelah.