alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016694416/berita-ringan-pic-simbah-yang-penuh-gairah
[Berita Ringan-PIC] Simbah yang Penuh Gairah
Simbah yang Penuh Gairah
[Berita Ringan-PIC] Simbah yang Penuh Gairah

JIKA tukang nikah, meski usia sudah 70 tahun Mbah Sonto Imut masih sangat bergairah. Bagaimana tidak? Melihat gadis tetangga terjatuh dalam antrian air, pura-pura menolong tetapi cari kesempatan. Dibangunkan gadis itu, sambil tangan kanan “beroperasi” ke dada. Keruan saja Menik, 20, menyumpah-nyumpah.

Idealnya, jadi manusia sekali saja menikah sepanjang hidupnya, lalu dipakai buat selamanya atau sampai kakek-nenek. Tapi tak semua orang bisa bernasib baik seperti itu. Ada juga yang harus pisah dari pasangan karena kematian, atau juga karena pegatan (cerai). Motif cerai juga macam-macam. Ada yang karena tak cocok dengan pasangan, banyak pula karena salah satunya ada memang yang tukang…… kimpoi!

Nah, lelaki tukang kimpoi sehingga rumahtangganya selalu berantakan, salah satunya adalah Sonto Imut, warga Desa Sidoharjo Kecamatan Senori, Tuban. Hingga usia kepala tujuh sekarang, ada tiga wanita yang pernah dinikahi, tetapi semuanya kandas di jalan. Rupanya Mbah Sonto Imut menilai, wanita tak lebih dari kendaraan. Kalau masih penak (enak) dipakai, tapi jika sudah nggak enak langsung ditukar atau tukar tambah.

Ketika muda, Mbah Sonto Imut masih mudah cari pasangan pengganti. Tapi setelah krepo (gaek) begini, mana ada wanita yang mau dijadikan eksperimen. Maka setelah menceraikan istrinya yang ketiga, hingga kini tak ada lagi perempuan pendamping di dalam hidupnya. Untuk biaya hidup sehari-hari Mbah Sonto dalam tanggungan salah satu anaknya, entah dari istri yang ke berapa.

Sebagai lelaki yang hobi mainin perempuan, meski sudah renta begini asal lihat barang bagus, gairahnya langsung bangkit. Dulu ketika masih muda, dengan mudahnya bisa dilampiaskan. Kini, secara alami kewenangan Mbah Sonto Imut mulai terpereteli. Nguping atau nyadap pembicaraan soal wanita, masih bisa. Tapi penangkapan dan tindakan, sudah tidak bisa lagi. Jadi mirip-mirip KPK yang mau dikebiri DPR, khususnya oleh Komisi III trio: Gede Suardika – Ahmad Yani – Nudirman Munir.

Di kala Mbah Sonto Imut sudah lama tak bisa “penangkapan dan tindakan”, ada gadis tetangga yang ngglibet di dekatnya. Wajahnya sih biasa-biasa saja, tapi bodi Menik sungguh seksi menggiurkan, jika tak mau disebut sekel nan cemekel. Maka jika melihat gadis itu dekat padanya, Mbah Sonto Imut tangannya gatel ingin menggerayangi. Tapi sebagai orang tua, dia masih ingin juga menjaga citra di mata khalayak.

Pada musim kering 2012 ini, daerah tempat tinggal Mbah Sonto juga mengalami ketiga dawa (kemarau panjang), di mana sumber air di rumah-rumah penduduk semakin menyusut. Untuk mendapatkan air bersih, kini penduduk harus berantri panjang di sumur pompa yang dibangun pihak pemerintahan desa. Nah, Mbah Sonto Imut juga termasuk salah satu kakek yang ikut antrian panjang untuk mendapatkan air bersih.

Beberapa hari lalu, gadis Menik juga ikut antri ambil air. Melihat sigadis, mata Mbah Sonto sudah nginceng (mengincar) terus macam kucing lihat gereh. Ee, ndilalah kersaning Allah, saat antri air tersebut kemudian terjadi saling dorong. Menik jatuh telentang. Mbah Sonto Imut yang merasa dapat peluang, langsung menolongnya. Tapi dia sengaja mencari kesempatan. Tangan kiri menarik tubuh sigadis, tangan kanan “beroperasi” meremas-remas payudara Menik. “Emoh, emoh, kakek ora nyebut…”, omel Menik sambil menggigit tangan Mbah Sonto Imut.

Menik tak hanya sakit hati, tapi juga malu karena dijadikan korban pelecehan di depan umum. Dia segera malapor ke Polsek Sonori, dan pak polisi pun segera memanggil si kakek. Karena dia tak punya pengacara, apa lagi yang sekelas Juniver Girsang dan Hotma Sitompul, panggilan polisi itu dihadapi sendiri. Bukti-bukti sangat cukup, sehingga Mbah Sonti Imut langsung ditahan.

Amit amit, Sonto Imut tak tahan lihat gadis imut-imut. (TNC/Gunarso TS)
sumber : http://www.poskotanews.com/2012/09/2...-penuh-gairah/


Wah tua-tua napsunya gede juga nih
beritanya trademark poskota bgtemoticon-Big Grin
cuma poskota + lampu merah yang buat berita musibah jadi komedi

btw ane ragu jangan2 si TS = kakek yang di berita diatasemoticon-Big Grin
niat banget berita sederhana n murahan gini dikembangkan jadi berparagraf-paragraf yang setelah dibaca....gak jelas juga wkwkwkwkwkwk....

you failed miserably..
Wah tua-tua napsunya gede juga nih.
mejeng dulu ahemoticon-Kaskus Radio
oalah mbah mbah
sudah tua kok masih nakal juga ya emoticon-Malu
ckckckck dah bau tanah masih aja kayak itu emoticon-Cape d... (S)
ane baca beritanya ketawa-ketiwi mulu... emoticon-Big Grin

bahasanya itu loh...
selalu ngakak kalo baca berita dari poskota ... apalagi berita ngeri2 sedap nya emoticon-Ngakak
×