alexa-tracking

[BAHAYA] KPK Akan Dijadikan Macan Ompong lalu Dibubarkan !! (lupakan topik Jokowi)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016690756/bahaya-kpk-akan-dijadikan-macan-ompong-lalu-dibubarkan--lupakan-topik-jokowi
[BAHAYA] KPK Akan Dijadikan Macan Ompong lalu Dibubarkan !! (lupakan topik Jokowi)
Ketua dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad (tengah), Bambang Widjojanto (kiri), dan Busyro Muqoddas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

[BAHAYA] KPK Akan Dijadikan Macan Ompong lalu Dibubarkan !! (lupakan topik Jokowi)


JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dinilai ingin melokalisasi kekuatan Komisi Pemberantasan Korupsi melalui revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Caranya dengan membangun birokrasi dalam sistem kerja KPK.
Draf ini ingin KPK jadi macan ompong. Nanti dianggap tidak efektif dan dijadikan alasan untuk membubarkan lembaga itu.

Semakin panjangnya birokrasi dalam kerja KPK, pemberantasan korupsi akan semakin tidak efektif. Di sisi lain, Komisi III DPR dinilai hendak mengikis satu per satu kewenangan yang dimiliki KPK.

"Draf (revisi UU KPK) ini ingin KPK jadi macan ompong. Nanti dianggap tidak efektif dan dijadikan alasan untuk membubarkan lembaga itu," kata Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Oce Madril di Jakarta, Sabtu ( 29/9/2012 ).

Oce mengatakan, rencana ingin menjadikan KPK tidak efektif terlihat dari usulan penghapusan kewenangan penuntutan di KPK. Tidak seperti sekarang ini, penyidikan di KPK ingin dibuat berjalan lamban lantaran harus berkoordinasi dengan Kejaksaan. Berkas perkara bisa dikembalikan kejaksaan sampai belasan kali dengan waktu yang tak menentu.

Adapun keinginan membangun birokrasi di sistem kerja KPK, tambah Oce, terlihat dari usulan dibuatnya mekanisme penyadapan, salah satunya dengan mendapat izin ketua pengadilan negeri. Selain itu, beban KPK ingin ditambah dengan dibentuknya Dewan Pengawas KPK.

"Ditambah institusi baru akan berdampak KPK tidak leluasa. Draf (revisi UU KPK) ini seolah-olah diberi kewenangan yang cukup besar tapi sebenarnya dihambat," kata Oce.

Oce menambahkan, keinginan melokalisasi kekuatan KPK lantaran kinerja KPK selama ini telah menyentuh kekuatan politik ataupun institusi mana pun. "Komisi III tidak menunjukkan iktikad baik mendukung KPK," ujarnya.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, sejak kepimpinan KPK jilid II, pihaknya secara resmi sudah menyampaikan bahwa revisi UU KPK belum diperlukan. UU KPK saat ini, kata dia, masih efektif bagi KPK untuk memberantas korupsi.

"Tapi, tentu KPK hanya pelaksana undang-undang, semua tergantung DPR. Masyarakat harus mengawal apakah semangat melakukan revisi UU KPK benar-benar untuk memperkuat atau justru sebaliknya," kata Johan.

Berita terkait wacana revisi UU KPK ini dapat diikuti dalam "Revisi UU KPK"
http://lipsus.kompas.com/topikpiliha.../Revisi.UU.KPK

Editor : A. Wisnubrata

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2012...alu.Dibubarkan

=========================================================
=========================================================

Issue ini belum tersorot dengan baik oleh masyarakat, karena tertutup oleh euforia kemenangan jokowi ahok, mari fokus ke topik ini, ada hal berbahaya yang akan terjadi kalau masyarakat tidak mengawal. Sepakat dengan komentar agan dibawah ane, ada usaha penggembosan kinerja KPK dari dewan rakyat yang tidak terhormat.

Kalau KPK sudah digembosi, lalu lembaga apalagi yang masih bisa kita percaya ??
komen ts?

jelas ada upaya penggembosan thdp kerja KPK
Quote:


sori gan, tadi kepencet...otomatis malah langsung ke posting. udah ane edit, terima kasih atas masukannya.

Revisi UU KPK, 'Serangan Balik' dari DPR

JAKARTA, KOMPAS.com — Draf revisi Undang-Undang Nomor 30 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang dirancang DPR dianggap akan melemahkan KPK, dengan pengurangan sejumlah kewenangannya. Peneliti bidang korupsi politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Apung Widadi, menilai bahwa wacana revisi UU KPK yang digulirkan Komisi III DPR merupakan "serangan balik" dari lembaga perwakilan rakyat. Gerak KPK yang menjerat sejumlah anggota DPR dalam kasus korupsi membuat Dewan "risih".

"DPR gencar melumpuhkan KPK karena DPR itu episentrum korupsi sehingga politisi korup merasa risih dan melakukan segala upaya menyerang balik KPK dengan jalan melumpuhkan kewenangannya," ujar Apung, dalam konferensi pers di Kantor Transparency International Indonesia, Jakarta, Minggu (30/9/2012).

Sebagai lembaga perwakilan rakyat, katanya, DPR seharusnya mengikuti arus publik yang justru menginginkan penguatan KPK. Saat ini, menurut Apung, KPK merupakan lembaga negara yang mendapat dukungan penuh masyarakat untuk memerangi korupsi.

Ia menyerukan, pada Pemilu 2014 mendatang, masyarakat mencermati para anggota Dewan yang vokal menyuarakan pemangkasan kewenangan KPK.

"Menjelang 2014 nanti, baik anggota Dewan maupun parpol membutuhkan pencitraan. Politisi yang melumpuhkan KPK jangan dipilih," katanya.

Berdasarkan data ICW, partai politik yang mendukung revisi UU KPK adalah Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN). Sementara itu, PDI Perjuangan, Partai Hanura, dan PKB belum menentukan sikapnya. Adapun Partai Gerindra, PPP, dan Partai Demokrat menolak revisi UU KPK. Sementara itu, PKS belum sepenuhnya satu suara karena Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menyatakan fraksinya menolak. Akan tetapi, masih ada anggota DPR asal Fraksi PKS yang mendukung revisi UU KPK.

Kontroversi terkait revisi UU KPK dapat diikuti dalam topik "Revisi UU KPK"
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
Upaya itu sudah ada dari awal pembentukan KPK ketika pejabat dan mantan pejabat menjadi tersangka dan dipidana oleh KPK. DPR sudah tidak mendukung aspirasi lagi. Boikot DPR!!
ini gan pembela koruptor yang masih bercokol di gedung tempurung ntu, nyang pada ribet bikin RUU KPK

Made Pasek-Partai Demokrat.
Nudirman Munir-Golkar.
Suding-Hanura.
Bambang Susatyo-Golkar.
Ahmad Yani-PPP.
Desmond Mahesa-Gerindra.
Adang Darajatun-PKS. ---->> ini Adang yang bininya penyakitan amnesia ntu ya?
Azis Syamsudin-Golkar.
Tjatur Sapto Edy-PAN.
No Comment aja deh gan buat KPKemoticon-Cape d...
200.000.000 orang menolak perubahan revisi UU KPK
Dpr kok ya seneng ngobok ngobok kpk.

Apa sudah bosen ngobok obok lainnya .... emoticon-Amazed
bikin petisi aja gan. emang bahaya nih.... pelru dilindungi KPK gan.
SAVE KPK !!!
Quote:


Dan menjadi potensi meletusnya revolusi emoticon-Big Grin
banyak yg gerah dengan keberadaan KPK..maklum mereka gak bisa bebas dalam korupsi berjamaah emoticon-Ngakak
nggak usah diompongin juga KPK emang udah ompong semenjak Antasari Azhar dijebloskan ke Penjara emoticon-Big Grin
gerombolan backing koruptor kale tuh..
musti digulung atu2 ama KPK
mentang2 aja ada wewenang legislasi, malah merelakan diri jadi kaki-tangan para pemangku kepentingan korupsi
emoticon-Cape d...
emoticon-Cape d...
emoticon-Cape d...
wajarlah mereka sekarang rajin ngubek ngubek KPK, mumpung mereka belum jadi target operasi. Jadi harus buru-buru di antisipasi dengan mengamandemen UU emoticon-Shutup (S)
kpk yang powerfull harus siap di kritik, yang memberikan kritik jangan melulu dianggap sebagai corongnya koruptor
cuma dua kata

BUBARKAN DPR!!!!!!!!!!!!
Quote:


cuma ni anggota Hewan yg rebit bikin RUU,,
mo lawan 200jt orang di luar gedung yah,,?


Spoiler for nitip lapak classic music box:
Quote:


mari kita kita amati bagaimana tingkah mereka selanjutnya, ketika rakyat bergerak. dan menolak keras keputusan mereka...mo ngepot kemana lagi tuh makhluk2 oportunis !!

Quote:


tuh IKLAN THREAD kasih SPOILER woiii !!!!
Quote:

menurut ente, kalo taring KPK digergaji,
siapa yg diuntungkan?
emoticon-Hammer

bkn koruptor? emoticon-Wink

HPR = Hewan Perwakilan Regime emoticon-siul:
aneh,, padahal KPK di tuntunt untuk kerja maksimal,
tapi fungsi-nya malah di hilangkan emoticon-Bingung (S)
apa lagi dengan jumlah penyidik yang terbatas di negara yang paling banyak koruptornya,,
rasanya gak adil, tapi mau dibilang apa lagi, toh udah terjadi / akan terjadi,,

seharusnya KPK gak di bawah DPR biar bisa lebih leluasa,,
tapi gw juga kurang paham mengenai ini,