alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016664151/demokrat-tuding-penyidik-kpk-dibayar
Ngakak 
Demokrat Tuding Penyidik KPK Dibayar
Kasus Korupsi PLTS
Demokrat Tuding Penyidik KPK Dibayar
Demokrat Tuding Penyidik KPK Dibayar
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Nurhayati Alie Assegaf
Oleh: Marlen Sitompul
nasional - Jumat, 28 September 2012 | 02:10 WIB
inilah..com, Jakarta - Partai Demokrat menuding tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ada yang menunggangi. Hal itu terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) pada tahun 2008 dengan tersangka Neneng Sri Wahyuni.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, pemeriksaan Wasekjen Partai Demokrat, Saan Mustofa, oleh KPK terkait kasus tersebut tidak relevan.

"Saya jamin tidak terbukti. Masak tidak ada relevansinya dipanggil. Biarkan bukti dan hukum bicara, saya minta keadilan. Setiap orang harus mendapatkan keadilan," kata Nurhayati, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Atas dasar itulah, partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menuding penyidik KPK mendapat bayaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap beberapa kader Partai Demokrat.

"Penyidik itu dibayar, saya tidak mau menyebut. Tanyakan setiap penyidikan siapa yang bayar," tegas Nurhayati. emoticon-Big Grin

Oleh sebab itu, kata Nurhayati, Partai Demokrat terus mengkritisi institusi pimpinan Abraham Samad untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan serta undang-undang yang berlaku. "Kita dukung penguatan KPK, tapi kalau KPK salah juga kita benarkan," tuturnya.

Sebelumnya, KPK memeriksa Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa dan Usman M Tokan, Rabu (26/9/2012). Pemeriksaan keduanya diduga sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek PLTS di Kemnakertrans pada tahun 2008 dengan tersangka Neneng Sri Wahyuni.

Pemanggilan Saan karena namanya disebut M Nazaruddin terlibat proyek senilai Rp8,9 miliar itu. Nazaruddin menyebut ada pertemuan antara dirinya, Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum dan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno untuk membahas proyek PLTS di Kemnakertrans pada 2008.[dit]

[url]http://nasional.inilah..com/read/detail/1909800/demokrat-tuding-penyidik-kpk-dibayar[/url]

Demokrat Minta KPK Harus Banyak Belajar
Demokrat Tuding Penyidik KPK Dibayar
Oleh: Marlen Sitompul
nasional - Jumat, 28 September 2012 | 03:00 WIB
inilah..com, Jakarta - Partai Demokrat meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belajar dalam menyelidiki setiap kasus korupsi. Hal itu terkait kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) pada tahun 2008 dengan tersangka Neneng Sri Wahyuni.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf mengatakan, pemanggilan Wasekjen Partai Demokrat, Saan Mustofa, menunjukkan bahwa KPK harus banyak belajar dalam menangani kasus tindak kejahatan korupsi.

"KPK harus banyak belajar, sehingga tidak dengarkan ocehan Nazaruddin," tegas Nurhayati, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/9/2012). emoticon-Big Grin

Dikatakan Nurhayati, partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak mempermasalahkan pemanggilan Saan. Menurutnya, tidak tepat jika institusi tindak kejahatan korupsi itu menanggapi ocehan Nazaruddin.

"Pak Saan tidak pernah memiliki peran yang relevan. Saya kira ini tidak pas. Ini kaitan kasus Neneng, masak ocehan suaminya didengarkan," kata Nurhayati.

"Kalau Miranda, dia dengar tidak? Bagaimana kalau setiap kasus istrinya ngoceh, waktu kasus nya Ibu Nunun, pak Adang bilang ini itu, tapi tidak ada apa-apa," lanjutnya.

Sebelumnya, KPK memeriksa Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa dan Usman M Tokan, Rabu (26/9/2012). Pemeriksaan keduanya diduga sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi proyek PLTS di Kemnakertrans pada tahun 2008 dengan tersangka Neneng Sri Wahyuni.

Pemanggilan Saan karena namanya disebut M Nazaruddin terlibat proyek senilai Rp8,9 miliar itu. Nazaruddin menyebut ada pertemuan antara dirinya, Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum dan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno untuk membahas proyek PLTS di Kemnakertrans pada 2008.[dit]

[url]http://nasional.inilah..com/read/detail/1909778/demokrat-minta-kpk-harus-banyak-belajar[/url]

Nurhayati Assegaf Protes KPK Tentang Keterlibatan Anas Urbaningrum dan Saan Mustopa
Demokrat Tuding Penyidik KPK Dibayar
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (berbatik coklat) didampingi Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustopa (kiri)
Laporan: Yessy Artada
Kamis, 27 September 2012 , 21:19:00 WIB
RMOL. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Nurhayati Alie Assegaf menjamin dua koleganya di partai, Saan Mustopa dan Anas Urbaningrum tak terlibat korupsi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2008.

Sehingga, kata Nurhayati, pameriksaan yang dilakukan penyidik KPK terhadap Saan kemarin tidak ada relevenasinya.

"Panggilan terhadap Pak Saan tidak ada relevansinya, jadi tidak perlu dipermasalahkan," ucap Nurhayati di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/9).

Informasi Anas dan Saan terlibat dalam kasus PLTS diterima penyidik KPK dari M Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang juga terpidana suap Wisma Atlet. Nazar menyampaikan hal itu saat diperiksa sebagai saksi untuk tersangka PLTS yang tak lain adalah istrinya, Neneng Sri Wahyuni.

"Saya kira ini enggak pas. Ini kaitan kasus Neneng, masak ocehan suaminya didengarkan. Kasus ini kasus Neneng sangat tidak relevan. Apakah ini dibenarkan. Bagaiaman kalau setiap kasus terus suaminya ngoceh," kata Nurhayati.

Nurhayati tak habis pikir mengapa KPK mendengarkan ocehan Nazaruddin. Sementara dalam kasus yang berbeda KPK tak peduli dengan apa yang dikatakan Adang Daradjatun saat membela istrinya Nunun Nurbaeti.

"Waktu kasusnya Bu Nunun, Pak Adang bilang ini itu dan membela Bu Nunun, dan menyebutkan nama, tapi tidak ada apa-apa dan tidak ditanggapi KPK," protesnya.

Untuk itu, Nurhayati berani berucap bahwa Anas dan Saan tak terlibat sama sekali dengan kasus tersebut.

"Saya jamin, saya berani jamin mereka tidak terlibat, tuduhan itu tidak terbukti. Masak tidak ada relevansinya tapi dipanggil. Saya minta keadilan. Setiap orang harus mendapatkan keadilan," demikian Nurhayati.[dem] emoticon-Big Grin

http://www.rmol.co/read/2012/09/27/7...-Saan-Mustopa-

Quote:
Cuman dipanggil KPK kok, tdk ditahan... emoticon-Big Grin
Demokrat Tuding Penyidik KPK Dibayar

Quote:
My Signature
youtube-thumbnail


Namaku Bento rumah real estate
Mobilku banyak harta berlimpah
Orang memanggilku boss eksekutif
Tokoh papan atas atas segalanya

Asyik

Wajahku ganteng banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal jagal apa saja
Yang penting aku senang aku menang

Persetan orang susah karena aku
Yang penting asyik sekali lagi

Asyik
Demokrat Tuding Penyidik KPK Dibayar
Khotbah soal moral omong keadilan
Sarapan pagiku
Aksi tipu tipu lobying dan upeti
Woow jagonya

Maling kelas teri bandit kelas coro
Itu kantong sampah
Siapa yang mau berguru datang padaku
Sebut tiga kali namaku Bento Bento Bento

Asyik
Demokrat Tuding Penyidik KPK Dibayar

Demokrat Tuding Penyidik KPK Dibayar

Tudingannya kok nggak enak gitu ya .... emoticon-Metal:


Yang edan yang nuding
apa ,
Yang di tuding. emoticon-Amazed
hmmmm, kok kebakaran jenggot gitu? klo ga salah ngapain repot?
"Saya jamin, saya berani jamin mereka tidak terlibat, tuduhan itu tidak terbukti.
Enaknya jadi anggota DPR ,omongannya dilindungi hak imunitas...
Namanya jg cari duit bu.... terbukti, tidak terbukti gak penting, yg penting kan ada duit nya.....




Demokrat Tuding Penyidik KPK Dibayar
ya iya lah dibayar, bu. Itu namanya gaji emoticon-Big Grin
Lha, kalau emang nggak ada relevansinya & nggak terlibat ya ndak usah kebanggaran jenggot begituh, lha wong cuma dipanggil.
Btw jeng nurhayati punya jenggot ndak yah emoticon-Bingung
Bemokrat. Makin banyak lempar isu idiot. Makin blunder. Makin ditinggal di 2014. emoticon-Big Grin
ibu sabar aja ya tunggu panggilan kpk emoticon-Big Grin
partai bemo kayanya menuju dasar lautan emoticon-Malu (S)
yg dibayar penyidiknya apa yg cuap2???
bemokrat,, riwayat mu kini..
Quote:Original Posted By nggedabruz
Lha, kalau emang nggak ada relevansinya & nggak terlibat ya ndak usah kebanggaran jenggot begituh, lha wong cuma dipanggil.
Btw jeng nurhayati punya jenggot ndak yah emoticon-Bingung


kalo jenggot gak punya gan kalo jembut ada kali ketombean lagi
Quote:"Penyidik itu dibayar, saya tidak mau menyebut. Tanyakan setiap penyidikan siapa yang bayar," tegas Nurhayati.

ya iyalah bu dibayar, klau gak dibayar para penyidik itu mo kasih makan anak-istri-keluarganya pakai apa ? emoticon-Hammer

dibayar negara (Gaji+Tunjangan) maksudnya
emoticon-Big Grin
iyalah dibayar, kalo kaga dibayar ya mereka kaga mau kerja bu. emoticon-Ngacir
kek bener aja nih partai emoticon-Big Grin
Goblok bener tuh. Jelas aja penyidik KPK dibayar, emang kerja gratisan?? Dan yang bayar sudah jelas kok dari pemerintah, gitu aja ga tahu.

Trus yang mendukung pemerintah SBY kan PD jadi mau nuduh penyidik terima duit haram dari pemerintah gitu? Artinya SBY dan pendukung pemerintah alias PD yang menyuap dong. Waduh senjata makan tuan neh
lagi-lagi demokrat.. udah abis nama demokrat, ga ada lagi yg percaya, trmasuk ane..

bisanya cuma lempar omongan doang! maklum aja, pembinanya aja suka curhat mulu emoticon-Cape d... (S)
aduh ibu...

Semua juga tahu kalau penyidik di KPK dibayar (baca: digaji), jangan jadi orang tolol gitulah asal ngomong...
Quote:Pemanggilan Saan karena namanya disebut M Nazaruddin terlibat proyek senilai Rp8,9 miliar itu. Nazaruddin menyebut ada pertemuan antara dirinya, Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum dan Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno untuk membahas proyek PLTS di Kemnakertrans pada 2008.[

lha kalo ndak dengerin ocehan nazarudin terus dengerin siapa? lha yang punya perusahaan juga si nazar. baru diperiksa kan diperbandingkan kesaksiannya...
cuman dipanggil diminta keterangan aja kebakaran jenggot (mana yang kebakaran jenggot temennya lagi.. he3x emoticon-Big Grin)..
Quote:Original Posted By kakipanda
ibu sabar aja ya tunggu panggilan kpk emoticon-Big Grin
partai bemo kayanya menuju dasar lautan emoticon-Malu (S)


hahahaha
emang dia salah apa gan?

tapi kayaknya kok parno banget ama pemanggilan yang di lakukan berdasarkan kata2 nasarudin
statement bu nur seakan2 malah membenarkan tudingan nasarudin

lama2 gaya politiknya bemokarat ini ndak jelas yaa
Kalo tidak korupsi kenapa mesti takut kaya cacing kepanasan, kan bikin orang jadi curiga.