alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016648985/sang-penari-bertarung-di-oscar
Sang Penari Bertarung di Oscar
Memperebutkan kategori Best Foreign Language, 10 Januari 2013 pemenang diumumkan

JAKARTA - Sukses di kancah lokal, film Sang Penari bakal berkompetisi di ajang yang lebih besar. Film garapan sutradara Ifa Isfansyah tersebut dikabarkan dipilih untuk mewakili Indonesia di ajang Academy Awards yang ke-85.
Sang Penari bakal berkompetisi dalam kategori Best Foreign Language. Meski belum pernah menembus lima nominator terbaik di ajang internasional tersebut, Indonesia aktif mengirim karya terbaik anak bangsa ke ajang Academy Awards sejak tahun 1987.

Sang Penari yang dibintangi oleh Oka Antara dan Prisia Nasution merupakan cerita yang diadaptasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Film ini sebelumnya meraih sukses besar di ajang Festival Film Indonesia 2011 dengan meraih 4 penghargaan bergengsi. Diantaranya adalah penghargaan tertinggi Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Ifa Isfansyah, Aktris Terbaik untuk Prisia Nasution, dan Aktris Pendukung Terbaik untuk Dewi Irawan.

Selain itu seperti dilansir The Vote, lima nominasi terbaik dalam kategori Best Foreign Language bakal diumumkan pada tanggal 10 Januari 2013. Pesta akbar Academy Awards sendiri bakal dihelat tanggal 24 Februari tahun depan.

Salman Aristo selaku penulis naskahnya mengaku sangat bangga dengan dipilihnya Sang Penari masuk seleksi Oscar.

"Academy Awards sebagai acuan. Kita sangat bangga bahwa akan di undang untuk mengikuti ajang festival tersebut. Tidak ada film lain yang diikutsertakan. Film SANG PENARI terpilih untuk mewakili Indonesia di Academy Awards. Karena tiap negara hanya boleh satu film saja," kata Salman Aristo.

Kabar menggembirakan ini tentunya bukan akhir perjuangan. Jalan film yang meraih empat kategori dalam FFI 2011 itu untuk masuk lima besar Best Foreign Language masih sangat panjang.

Terpilihnya Sang Penari menjadi wakil Indonesia di ajang penghargaan internasional tidak memerlukan persiapan khusus. Menurut Salman, keikutsertaan dalam ajang Oscar kali ini hanya sebagai undangan.

"Tidak ada persiapan khusus. Karena kita formatnya diundang untuk ikut festival itu, jadi tidak perlu ada persiapan khusus. Hanya promosi kepada publik saja agar mengenal film kita," ujar Salman.

Selain diikutsertakan dalam Oscar, Sang Penari juga masuk dalam Festival Film Busan. Untuk festival satu ini pula, Salman mengatakan tak ada persiapan khusus.

Go International
Sebagai seorang pemain film, Marcell Chandrawinata sangat peduli terhadap perkembangan film Indonesia. Baginya, saat ini permasalahan perfilman ada pada kurangnya perhatian dari pemerintah mengenai produksi dan daya saing dengan negara-negara lain.

Marcell memberi contoh, Hollywood banyak memberi peran untuk aktor atau aktris dari India, karena banyak orang India menonton film Hollywood. Hal serupa berlaku pada orang China. Kendati demikian, ia menganggap kondisi tersebut mulai berubah untuk Indonesia.

"Hollywood tampaknya mempertimbangkan Indonesia menjadi salah satu pasar terbaik, bahkan film indie Indonesia banyak yang menang di luar negeri. Tinggal bagaimana kita menunjukkan kualitas yang bagus," ujar Marcell saat dijumpai di Persari, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Satu yang menjadi perhatian Marcell adalah kurangnya kepercayaan diri pemain Indonesia untuk bermain di film produksi luar negeri. "Kepercayaan diri pemain film Indonesia kalo maen di luar mungkin masih rada takut, tapi lama-kelamaan, kalo satu sudah maju yang lain akan ikut. Dengan begitu kepercayaan diri akan bangkit dengan sendirinya dan Indonesia punya kesempatan untuk go internasional," tutur Marcell, seraya menambahkan bahasa Inggris harus menjadi perhatian utama.ins,kpl
=========================================
Quote:
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=12390530
Twitter dan Piala Citra Tak Menolong 'Sang Penari'
Sang Penari Bertarung di Oscar


Jakarta - Pernyataan-pernyataan bernada putus asa berkali terlontar dari bibir Kemal Arsjad, produser baru yang memasuki industri film Indonesia dengan '5 Elang', 'Sang Penari' dan 'Garuda di Dadaku 2'. Pada satu saat dengan retoris ia bertanya, "Penonton kita ini maunya apa sih?"

Pada saat yang lain, ia seperti bergumam untuk dirinya sendiri, "Market kita aneh!" Dia duduk bersama Eric Sasono dalam diskusi 'Menjegal Film Indonesia' di Kampus Binus Internasional pertengahan Desember lalu. Dia tengah membicarakan salah satu film yang diproduserinya, 'Sang Penari', yang mendapat sambutan hangat antara lain di media sosial.

Kemal merasa "tertipu" dengan euforia di Twitter. "Saya terjebak di Sang Penari. Setiap menit ada update baru, tapi ternyata tak terbukti di sale. Ini hip apa?" Social media hip-nya semu, nggak bisa diukur. Gerakan online tak mencerminkan sale sungguhan," tuturnya.

'Sang Penari' memang menggunakan Twitter sebagai salah satu media promosi. Mereka mengundang masyarakat lewat Twitter untuk menyaksikan pemutaran perdananya di beberapa kota. Orang-orang yang telah menonton film tersebut pun kemudian ramai memperbincangkanya di Twitter. Semua komentar positif dan penuh pujian.

Tak hanya masyarakat "awam", nama-nama beken dari kalangan pelaku industri film pun memuji-muji dan merekomendasikan 'Sang Penari'. Bahkan, ini masih di Twitter, sampai lahir sebuah ajakan #KamisKeBioskop untuk mendukung film-film lokal yang dinilai bermutu yang tengah tayang di bioskop. Dengan ditonton lebih awal, film yang bersangkutan akan memiliki kesempatan lebih lama untuk bertahan di bioskop.

Namun, seperti dikeluhkan Kemal, ternyata gegap-gempita di Twitter itu tak mencerminkan kenyataan di lapangan. 'Sang Penari' sepi penonton. Memang, secara umum, tahun 2011 jumlah penonton bioskop turun. Tak ada film yang mampu mengumpulkan 1 juta penonton. Tapi tetap saja, dalam daftar 10 film Indonesia terlaris 2011 yang dirilis situs filmindonesia.or.id, 'Sang Penari' tidak masuk.

Kemal semakin tak habis pikir, karena 'Sang Penari' tak hanya ramai di Twitter, melainkan juga di media massa dan festival. "Kita diuntungkan oleh Tempo dan FFI," ujarnya merujuk pada Majalah Tempo yang menobatkan sutradara 'Sang Penari' Ifa Isfansyah sebagai sutradara terbaik, dan Festival Film Indonesia 2011 yang memenangkan 'Sang Penari' sebagai film terbaik. Bahkan, pemeran utama wanita Prisia Nasution juga membawa pulang Piala Citra.

"Tapi, semua itu tetap tak menolong. Sang Penari tak terangkat, penonton tetap sepi," ujar Kemal. "Ya, mungkin memang inilah market kita," tambahnya pasrah seraya memetik pelajaran dari fenomena itu, bahwa pada akhirnya perlu hati-hati dan cerdas untuk memainkan pasar yang ada agar sebuah film ditonton banyak orang.(mmu/mmu)



Sumber:
[url=http://hot.detik..com/movie/read/2011/12/29/153452/1802439/229/twitter-dan-piala-citra-tak-menolong-sang-penari]detikhot[/url]
Kompas
=========================================

film sang penari justru tidak diminati di dalam negeri, tapi justru film yang sepi peminat seperti ini yang ternyata adalah film yang layak berkompetisi di luar negeri,
emang ada yang salah dengan selera orang kita emoticon-Big Grin

kalau filmnya seperti ini, pasti rame:
Spoiler for Gairah Malam:

ato
Spoiler for pocongk Gaje:
lanjut gan, satu lembar gak cukup emoticon-Big Grin

Berita sebelumnya:

Quote:
Lewat "Sang Penari", Prisia Menangkan Piala Citra

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru pertama menjajal layar lebar di film Sang Penari, artis peran Prisia Nasution langsung diganjar Piala Citra untuk nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik. Perempuan yang akrab disapa Pia ini, merasa akting beraninya di film karya sutradara muda Ifa Isfansyah itu pun terbayar tuntas setelah Piala Citra di genggaman tangan.
"Aku enggak lihat buka-bukaan sebagai konsekuensi. Aku lihat sebagai bagian adegan. Jadi apapun yang saya lakukan kemarin alhamdulillah terbayar," kata Prisia dalam wawancara di malam anugerah Piala Citra 2011, yang dilangsungkan di Hall D1 JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2011).
Pricia bahkan tak mengira akan mengalahkan nomine lainnya, seperti Dinda Hauw, Fanny Fabriana, Gita Novalista, dan Salma Paramitha. "Pasti senang bersyukur juga, masih enggak percaya sih, alhamdulillah ini film pertama saya tapi sudah dapat penghargaan. Ini memotivasi untuk ke depannya membuat film supaya lebih baik lagi," kata Prisia.
"Saya lagi shooting di luar kota dan enggak ada TV, jadi di-sms-in dapat nominasi. Di suruh pulang pun ya sudah pulang cuma satu hari, jadi besok sudah harus balik lagi," lanjutnya.
Kemenangan tersebut diakui Prisia tak lepas dari penggemblengannya sebagai artis peran selama membintangi FTV. "FTV gak bisa diremehin itu ngebantu ngelatih kecepatan baca skenario kalau film aku lebih hati-hati. Kalau aku ambil film itu hati-hati banget," tekannya. "FTV ada keenakan sendiri, dan layar lebar kita bisa ngelatih diri," sambungnya.
Mendapatkan penghargaan Pemeran Utama Wanita Terbaik, Prisia enggak menjadikannya sebagai beban. Enggak sih, kenapa itu harus dijadikan beban. Kalau mau dilihat jadi beban bisa, kalau mau dilihat jadi motivasi bisa. Tapi saya pilih yang kedua. selama ini aku sudah menunggu lama film yang mau dimainin dan alhamdulillah keluar juga. Penantian panjang itu terbayar juga," ujar Prisia.



Quote:
Ahmad Tohari: Apresiasi TNI kepada "Sang Penari"

PURWOKERTO, KOMPAS.com--Budayawan Ahmad Tohari memberikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas izin terhadap film "Sang Penari" yang diangkat dari novelnya yang berjudul "Ronggeng Dukuh Paruk".
"Filmnya lumayan bagus, penting bagi generasi muda untuk menonton film ini. Ini promosi ya," kata Ahmad Tohari di sela-sela acara "Gendu-Gendu Rasa: Nguri-uri Budaya Banyumasan" yang diselenggarakan Pusat Penelitian Budaya Daerah dan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, di Gedung LPPM Unsoed Purwokerto, Senin.
Menurut dia, hal ini disebabkan dalam film "Sang Penari" terdapat adegan dramatisasi politik, berupa adegan penembakan orang-orang yang dianggap terlibat Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI).
Padahal, kata dia, adegan tersebut tidak ada di dalam novel karyanya yang berjudul "Ronggeng Dukuh Paruk". "Ini merupakan keberanian dari sutradara untuk menampilkan adegan tersebut. Juga satu hal lagi, kok tentara (TNI) mengizinkan film ini beredar, jadi kemajuan pula yang dilakukan tentara karena membiarkan film ini lolos ke masyarakat," kata dia yang akrab dipanggil dengan sebutan "Kang Tohari".
Oleh karena itu, dia mengaku berterima kasih kepada sutradara yang berani mengungkap adegan pembunuhan terhadap orang yang dianggap anggota PKI, serta kepada TNI yang membiarkan film ini lolos.
"Itu merupakan perubahan yang luar biasa. Dan saya membiarkan sutradara untuk menafsirkan novel saya untuk dijadikan film karena yang akan difilmkan adalah tafsir sutradara, bukan teks saya," kata dia menegaskan.
Disinggung mengenai inspirasi pascapeluncuran film "Sang Penari", dia mengaku ingin melaksanakan anjuran almarhum HB Jassin yang sengaja menemuinya pada tahun 1987 untuk memintanya melanjutkan novel "Ronggeng Dukuh Paruk" ini.
Dalam hal ini, kata dia, almarhum HB Jassin meminta novel tersebut dilanjutkan dengan menyoroti kehidupan Goder (sosok anak kecil dalam novel tersebut, yang masih memiliki jiwa lurus di tengah kehidupan Dukuh Paruk yang penuh kemaksiatan, red.).
"Itu anjuran Pak HB Jassin yang selama ini saya diamkan. Nah, akhir-akhir ini saya tergoda untuk merenungkan kembali anjuran Pak HB Jassin. Siapa tahu sekarang ini saya akan menulis, tapi saya tak berjanji ya," katanya.
Seperti diketahui, film "Sang Penari" yang tayang perdana di bioskop mulai 10 November 2011 ini diangkat dari novel karya Ahmad Tohari yang berjudul "Ronggeng Dukuh Paruk".
Film yang disutradai Ifa Isfansyah ini menggambarkan pertemuan sepasang kekasih bernama Rasus dan Srintil setelah lama berpisah.
Dalam hal ini, Rasus meninggalkan Dukuh Paruk karena menjadi seorang tentara, sedangkan Srintil menjadi seorang penari ronggeng.


Sumber:
[url=http://hot.detik..com/movie/read/2011/12/29/153452/1802439/229/twitter-dan-piala-citra-tak-menolong-sang-penari]detikhot[/url]
Kompas

====================================
orang di sini lebih suka BOKEP LOKAL DIBUNGKUS HOROR.....
Quote:Original Posted By japek
orang di sini lebih suka BOKEP LOKAL DIBUNGKUS HOROR.....


bener gan, padahal bokep lokal jelek2 filmnya
mending langung nonton bokep asli daripada setengah-setengah emoticon-Hammer
kalo pilem bokep baru laku, pokoknya adegan cinta dengan artis2 yang wajah indo bakalan laku gn
bikin cerita ndak mutu juga sekalian
Film Yang Bernilai Tinggi Gak Dihargai Disini Soalnya orang2 Kita Lebih Suka Yang Berbau 17++ Sama Horror
Semoga menang pilmnya.

Jadi bisa bikin bangga Indonesia.
Quote:Original Posted By japek
orang di sini lebih suka BOKEP LOKAL DIBUNGKUS HOROR.....


emoticon-Ngakak (S) bisa aja ente gan! ngakak ane liat istilah baru...
oh baru mau masuk nominasi. emoticon-Ngacir

film2 vivid buatan baginda KK dheraj yg lebih laku disini. emoticon-Big Grin
kalo masuk nominasi berarti ini film buatan Indo pertama yang masuk nominasi Oscar emoticon-Malu


tahun lalu yang menang best foreign film iran gw lupa judulnya emoticon-Hammer



Quote:
film sang penari justru tidak diminati di dalam negeri, tapi justru film yang sepi peminat seperti ini yang ternyata adalah film yang layak berkompetisi di luar negeri,
emang ada yang salah dengan selera orang kita emoticon-Big Grin


Film kek gini mustinya perlu disupport buat masuk festival film film gan dari dulu sebetulnya banyak film indo yang bagus cuman sayang ga ada yang mau support ke festival film film luar negri.
Quote:Pada saat yang lain, ia seperti bergumam untuk dirinya sendiri, "Market kita aneh!"

bung kemal harusnya konsultasi dulu ama suster gepeng
emoticon-Big Grin
Ahmad Thohari... emoticon-Matabelo

ane paling berkesan sama novel bekisar merah nya.. emoticon-thumbsup
salah satu penulis sosialis di Indonesia.. ane berani bilang beliau setara John Steinbeck nya amrik.. gaya penulisannya sama..

kalo ane lebih suka baca novel aslinya gan.. lebih puas berimajinasi.. emoticon-Big Grin
lagian ane gak hobi beli karcis.. emoticon-Malu (S)
bagi link download filmnya gan,,ane belum nonton,nyari digoogle ga dapet2 gan emoticon-Frown
cerita film sang penari itu kisah nyata bukan sich,,,
aku udah nonton ,...bagus kok dari segi ceritanya....
ane belum nonton gan.. masih diputer di bioskop nggak ya? ane ga tau beritanya.. cuma pernah lihat trailernya aja. sepi bukan berarti karena selera masyarakat yang aneh. tapi promosi mereka juga kurang kok.
film2 horror berbau sex juga gak terlalu laku kan....
mungkin rilisnya yg tidak tepat....tabrakan sama film-film hollywood

film-film yg gak laku tapi dapat penghargaan diluar negeri kebanyakan kelas festival.....berat buat orang indonesia emoticon-Big Grin

coba bikin film kolosal seperti saur sepuh emoticon-Big Grin
kan belum pernah ada lagi film seperti saur sepuh