alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016639957/gandeng-polri-kemendikbud-bentuk-satgas-anti-tawuran
Thumbs up 
Gandeng Polri, Kemendikbud Bentuk Satgas Anti Tawuran
Rabu, 26/09/2012 18:38 WIB

Gandeng Polri, Kemendikbud Bentuk Satgas Anti Tawuran
Ilustrasi tawuran


Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan membentuk satuan tugas untuk mencari cara mencegah terulangnya aksi tawuran antar pelajar. Satuan tugas yang dibentuk di perkotaan dengan kerawanan masalah sosial tinggi tersebut akan bekerjasama dengan kepolisian setempat.

"Terus terang kalau masalah di luar sekolah, kita tidak bisa sendirian. Sweeping secara reguler di kendaraan-kendaraan umum oleh kepolisian bisa dilakukan," kata Mendikbud M Nuh di Kantor Kemendikbud, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (26/9/2012).

Satgas yang dibentuk ini sedianya untuk kasus tawuran menahun antara pelajar SMA 6 vs SMA 70, Bulungan, Jakarta Selatan. Tapi cakupan akhirnya diperluas menyusul aksi tawuran lain antar pelajar yang juga memakan korban jiwa di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, sore hari ini.

Satgas beranggotakan kepala sekolah, ikatan alumni, komite sekolah, OSIS, tokoh masyarakat, pemerhati dan praktisi pendidikan. Pembentukannya terutama di kota-kota besar yang dinilai rawan dengan masalah sosial, tidak hanya Jakarta.

"Kita tidak hanya kasus per kasus, tapi dikembangkan ke seluruh kawasan dengan sensitivitas sosial yang tinggi. Mohon kami diberi waktu memeras otak, berpikir mencari solusi, membedah masalah yang terjadi apakah sekedar fenomena anak muda ingin gaya-gayaan atau ada socio-illness," papar mantan Rektor ITS ini.

(lh/nrl)

Semoga para pelajar jera ya gan, karena denger2 pelajar yg suka tawuran klo ditangkep polisi nangis jg emoticon-Recommended Seller

Mendikbud: Masalah SMAN 6 dan SMAN 70 Ditangani Desk Khusus

^
^
Bisa minta tolong dispoiler pic-nya, atau lbh baik didelet emoticon-fuck

[JAKARTA] Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan penyelesaian masalah tawuran yang terus berulang antara SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta akan ditangani oleh desk atau tim khusus. Mendikbud bertekad tawuran, yang menewaskan satu siswa hari Senin (24/9), adalah peristiwa terakhir dan tidak akan terulang lagi.

"Saya sampaikan, kejadian ini memang iya berulang kali terjadi dan puncaknya adalah hari Senin kemarin. Oleh karena itu, kita semua bertekad selesai sudah. Masa seperti Israel dan Palestina. Jaminannya apa? Ayo kita bersama-sama," kata Nuh dalam konferensi pers di SMAN 6 Jakarta, Selasa (25/9).

Hadir dalam konferensi pers Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Taufik Yudi, Kepala SMAN 6 Kadarwati Mardiutama, Kepala Sekolah SMA Saksono Liliek Susanto, dan perwakilan Komite Sekolah.

Nuh menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena dunia pendidikan masih saja mengalami adanya kekerasan. Dia juga menyatakan dukacita sangat mendalam bagi keluarga korban, Alawy.

Dia menjelaskan tugas desk adalah memantau perkembangan masalah dari hari ke hari kemudian merumuskan program aksi yang harus dilakukan kedua sekolah.

"Kita tidak ingin terjadi hal ini lagi. Kita tutup, kita stop kejadian-kejadian yang lalu. Mulai hari ini kita ingin buka lembaran baru untuk kehidupan harmonis bertetangga," tandas Nuh.

Nuh menegaskan pemerintah untuk sementara tidak akan berbicara mengenai sanksi untuk pihak-pihak tertentu termasuk bagi kepala sekolah. Saat ini, pemerintah mendahulukan rekonsiliasi untuk mendamaikan kedua sekolah. Menurutnya, pemerintah juga belum membicarakan apakah ada penggabungan (merger) atau relokasi atas kedua sekolah itu.

"Kalau dalam suasana masih panas ini kita beri sanksi, bubar nanti. Temanya bukan beri sanksi itu, tapi temanya rekonsiliasi," ujar Nuh.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad mengatakan desk khusus akan bekerja secara permanen. Kantornya terletak di Lantai 13 Gedung D Kemdikbud. Desk itu tidak hanya menangani masalah SMAN 6 dan SMAN 70, tetapi juga semua persoalan kekerasan di sekolah, kenakalan siswa, dan radikalisme di kalangan siswa.

"Dua sekolah ini akan menjadi pilot project," kata Hamid.

Desk khusus tersebut akan diisi gabungan dari unsur Kemdikbud, pemerintah provinsi, dan direktur pembinaan masyarakat Polda Metro Jaya.

Keluarkan Siswa
Sementara itu, Kepala SMAN 6 Jakarta Kadarwati Mardiutama mengatakan SMAN 6 sudah mengeluarkan sebanyak 42 siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib, bullying, atau intimidasi kepada siswa lain. Dia juga memberikan pembinaan kepada siswa berupa surat perjanjian (SP) 1-3 sebagai bentuk peringatan kepada siswa yang melanggar tata tertib.

Secara terpisah, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mencabut status rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dari SMAN 70 Jakarta. Hal itu dilakukan sebagai bentuk sanksi institusi akibat aksi tawuran yang terus berulang.

"Kenapa sekolah-sekolah favorit yang menjadi contoh justru terjadi tawuran. Kita tidak tahu caranya. Pernah kami diskusikan. Mungkin sekolah-sekolah seperti itu akan kami beri sanksi institusi, kalau selama ini dia RSBI, kami turunkan menjadi non-RSBI," kata Musliar usai pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Kampus Universitas Indonesia, Depok, hari ini.

Musliar berpendapat apabila sanksi institusi diberikan maka secara alami siswa yang baik akan melarang siswa yang ingin berbuat jahat. Menurutnya, pemerintah dan sekolah sudah melakukan sejumlah upaya namun tawuran terus berulang.

Misalnya, pemerintah daerah beberapa bulan lalu mengumpulkan para aktivis organisasi dan siswa-siswa nakal dari 25 SMA di Jakarta. Mereka diberi pendidikan di Lembang oleh Kopassus. Selain itu, sekolah juga sudah melakukan upaya pertukaran murid dan guru. [C-5]
Quote:Satgas beranggotakan kepala sekolah, ikatan alumni, komite sekolah, OSIS, tokoh masyarakat, pemerhati dan praktisi pendidikan. Pembentukannya terutama di kota-kota besar yang dinilai rawan dengan masalah sosial, tidak hanya Jakarta.

kepala sekolah emang harus proaktif ama siswanya. jngan maunya terima duitnya saja tapi kaga ada kerjaannya, cuman tanda tangan rapot doank.

Quote:Original Posted By rokodong
mending gandeng yang ini aja.. jamin tawuran pasti berhenti emoticon-Big Grin


bakal tawuran lagi gan, rebutan itu cewe. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By autoband
^
^
Bisa minta tolong dispoiler pic-nya, atau lbh baik didelet emoticon-fuck

[JAKARTA] Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan penyelesaian masalah tawuran yang terus berulang antara SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta akan ditangani oleh desk atau tim khusus. Mendikbud bertekad tawuran, yang menewaskan satu siswa hari Senin (24/9), adalah peristiwa terakhir dan tidak akan terulang lagi.

"Saya sampaikan, kejadian ini memang iya berulang kali terjadi dan puncaknya adalah hari Senin kemarin. Oleh karena itu, kita semua bertekad selesai sudah. Masa seperti Israel dan Palestina. Jaminannya apa? Ayo kita bersama-sama," kata Nuh dalam konferensi pers di SMAN 6 Jakarta, Selasa (25/9).

Hadir dalam konferensi pers Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta Taufik Yudi, Kepala SMAN 6 Kadarwati Mardiutama, Kepala Sekolah SMA Saksono Liliek Susanto, dan perwakilan Komite Sekolah.

Nuh menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena dunia pendidikan masih saja mengalami adanya kekerasan. Dia juga menyatakan dukacita sangat mendalam bagi keluarga korban, Alawy.

Dia menjelaskan tugas desk adalah memantau perkembangan masalah dari hari ke hari kemudian merumuskan program aksi yang harus dilakukan kedua sekolah.

"Kita tidak ingin terjadi hal ini lagi. Kita tutup, kita stop kejadian-kejadian yang lalu. Mulai hari ini kita ingin buka lembaran baru untuk kehidupan harmonis bertetangga," tandas Nuh.

Nuh menegaskan pemerintah untuk sementara tidak akan berbicara mengenai sanksi untuk pihak-pihak tertentu termasuk bagi kepala sekolah. Saat ini, pemerintah mendahulukan rekonsiliasi untuk mendamaikan kedua sekolah. Menurutnya, pemerintah juga belum membicarakan apakah ada penggabungan (merger) atau relokasi atas kedua sekolah itu.

"Kalau dalam suasana masih panas ini kita beri sanksi, bubar nanti. Temanya bukan beri sanksi itu, tapi temanya rekonsiliasi," ujar Nuh.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad mengatakan desk khusus akan bekerja secara permanen. Kantornya terletak di Lantai 13 Gedung D Kemdikbud. Desk itu tidak hanya menangani masalah SMAN 6 dan SMAN 70, tetapi juga semua persoalan kekerasan di sekolah, kenakalan siswa, dan radikalisme di kalangan siswa.

"Dua sekolah ini akan menjadi pilot project," kata Hamid.

Desk khusus tersebut akan diisi gabungan dari unsur Kemdikbud, pemerintah provinsi, dan direktur pembinaan masyarakat Polda Metro Jaya.

Keluarkan Siswa
Sementara itu, Kepala SMAN 6 Jakarta Kadarwati Mardiutama mengatakan SMAN 6 sudah mengeluarkan sebanyak 42 siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib, bullying, atau intimidasi kepada siswa lain. Dia juga memberikan pembinaan kepada siswa berupa surat perjanjian (SP) 1-3 sebagai bentuk peringatan kepada siswa yang melanggar tata tertib.

Secara terpisah, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mencabut status rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dari SMAN 70 Jakarta. Hal itu dilakukan sebagai bentuk sanksi institusi akibat aksi tawuran yang terus berulang.

"Kenapa sekolah-sekolah favorit yang menjadi contoh justru terjadi tawuran. Kita tidak tahu caranya. Pernah kami diskusikan. Mungkin sekolah-sekolah seperti itu akan kami beri sanksi institusi, kalau selama ini dia RSBI, kami turunkan menjadi non-RSBI," kata Musliar usai pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Kampus Universitas Indonesia, Depok, hari ini.

Musliar berpendapat apabila sanksi institusi diberikan maka secara alami siswa yang baik akan melarang siswa yang ingin berbuat jahat. Menurutnya, pemerintah dan sekolah sudah melakukan sejumlah upaya namun tawuran terus berulang.

Misalnya, pemerintah daerah beberapa bulan lalu mengumpulkan para aktivis organisasi dan siswa-siswa nakal dari 25 SMA di Jakarta. Mereka diberi pendidikan di Lembang oleh Kopassus. Selain itu, sekolah juga sudah melakukan upaya pertukaran murid dan guru. [C-5]


Saya setubuh ama ini, ada baiknya para siswa-siswa yang nakal itu dilepas aja ke militer. Dikasih pendidikan kebangsaan dan kedisiplinan, saya kira ini langkah yang tepat emoticon-Add Friend (S)

nb: Militer =/= organisasi sipil sok militer. Mereka gak pake kekerasan fisik ala acara ospek beberapa pendidikan tinggi di Indonesia beberapa waktu lalu emoticon-Mad:
masalahnya sudah banyak satgas yg di bentuk tapi hasilnya nol

sebaiknya pendekatan yang lain aja agama culture atau psikolog atau apa kek
ane dukung pak! malah kalo perlu ditembak ditempat aja buat para pelaku, di tembak pantat nya aja, biar mewek-mewek sekalian emoticon-Mad
ah elah pake satgas lagi emoticon-Ngakak (S)
daripada bikin satgas, mending tangkepin tuh yang tawuran terus masukin ke batujajar, 3 hari doank cukup emoticon-linux2
urusan nangkep mah sat samapta/reskrim juga bisa, ga perlu bikin satgasus
Quote:Original Posted By GPO2A
masalahnya sudah banyak satgas yg di bentuk tapi hasilnya nol

sebaiknya pendekatan yang lain aja agama culture atau psikolog atau apa kek


satgas anti mafia hukum... satgas narkoba..

kayaknya solusi yang paling praktis yah ini..

ane bayangkan ketika diminta LPJ mengenai tawuran.. jawabannya pasti begini:

oooh selow.. kami sudah bertindak.. kami buat satgas.. bla.. bla.. bla..

seakan2 tidak tau tentang konsep analisa masalah.. akar masalah.. emoticon-Cape d... (S)

HARAP DIINGAT: masalah kekerasan bukan hanya terjadi pada SISWA SEKOLAH, warga kampung a.k.a masyarakat juga sering melakukannya: lihat kasus main hakim sendiri, bentrok warga, sweeping dsb dsb

ini permasalahan kronis yang menyerang semua lapisan.. terlalu dangkal kalau hanya diserahkan pada satgas..
Quote:Original Posted By GPO2A
masalahnya sudah banyak satgas yg di bentuk tapi hasilnya nol

sebaiknya pendekatan yang lain aja agama culture atau psikolog atau apa kek


Ane sepakat pendekatan agama, terutama dimulai dr tingkat paling rendah; dlm keluarga emoticon-Add Friend (S)
Jaman sekarang,orang tua terlalu sibuk nyari duit sampai2 perhatian ke anak kurang intens....banyak orang tua sekarang menganggap kalo sayang ke anak itu dengan memanjakan apa yg anak mau dituruti,sedangkan sang anak tidak diberi bekal sopan-santun & tepo seliro....akibatnya banyak bocah yg beringas diluaran,yo wess tawuran deh & bacok2an tanpa nurani lagi....cacat permanen deh kehidupan jaman sekarang emoticon-Cape d... (S)
nanti namanya densus 88 anti tauran ya gan emoticon-Big Grin
halah gak perlu, buang2 uang aja...

pake peluru yang biasa buat nembak gajah aja, tembakin satu2
reaksioner.

emoticon-Big Grin


giliran anak sekolah elit yang mati rame banget dah.


.
satgas lagi satgas lagi... tipikal... emoticon-Ngacir
kebanyakan satgas tapi kerja gak optimal!

jaman sekarang... orang yg dituakan seakan gak punya pengaruh!

masuk kuping kanan... keluar dalam bentuk sperma...
agama nomer satu tuk pondasi regenerasi emoticon-I Love Kaskus (S)

NB : ternyata jadi orang tua tugasnya sangat berat yah gan emoticon-Matabelo
lowongan pekerjaan baru emoticon-Big Grin

jangan cuman nyalahin anak2 sekolah. coba kita ngaca ke guru2 sekarang..
bayaran dah gede banget tapi kualitas anak didiknya malah melorot..

mungkin gurunya sibuk ngitungin gaji, smp gak tau kalo muridnya ada yg tawuran.....

trus juga skr mata pelajaran yg membangun moral siswa dah berkurang..
contohnya mata pelajaran TATA KRAMA , sdh tdk kita jumpai di sekolah2.
Lah kemaren pada tawuran lagi karena ngga ada yg jaga pos perdamaian deket TKP.
Ada yg bisa jelasin job desc satgasnya? Berapa orang?

Demen banget bikin satgas kaya majikannya. emoticon-Shutup
cuma satu kata

PERCUMA

buang2 biaya dan rencana aja _____emoticon-Ngacir
tauran gak akan pernah berhenti
×