alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016613597/densus-88-salah-tangkap-memalukan
Densus 88 Salah Tangkap, Memalukan
JAKARTA Terjadinya kembali kesalahan penangkapan oleh tim Densus 88 Anti Teror Polri saat mencari terduga teroris dinilai sebagai insiden yang memalukan. Kejadian itu menunjukkan adanya kerjasama yang tidak solid antara Densus dengan intelijen.

"Salah tangkap dan penyiksaan sudah beberapa kali terjadi dalam penangkapan terduga teroris. Terulangnya kasus-kasus seperti ini tentu sangat memalukan," ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane, hari ini.

Sebagaimana diberitakan, Densus 88 Anti Teror Polri menangkap Dul Rahman, 20 tahun, di depan Solo Square, Griyan, Laweyan Solo Jawa Tengah pada 22 September 2012. Setelah diperiksa hampir sepuluh jam, korban akhirnya dilepaskan begitu saja tanpa penjelasan apa-apa termasuk permintaan maaf.

Menurut Neta, seharusnya hal itu tidak terjadi lagi. Apalagi, belakangan ini masyarakat telah memberi apresiasi terhadap kinerja Polri dalam hal pemberantasan teroris. Sangat disayangkan jika prestasi tersebut masih dikotori dengan salah tangkap, disertai penyiksaan terhadap orang yang tidak bersalah tentu sangat disayangkan.

"Dalam kasus salah tangkap dan penyiksaan terhadap orang tak bersalah ini seharusnya Kapolri minta maaf, dan mengingatkan jajarannya agar bersikap profesional," jelas Neta.

Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Solo mendesak Kapolri meminta maaf kepada Dul Rahman, 20, terkait peristiwa salah tangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror terhadap yang bersangkutan, Sabtu (22/9) pagi lalu. JAT menilai apa yang dilakukan Densus 88 tidak profesional dan proporsional.

Dul Rahman adalah anggota JAT asal Sudimoro RT 002/RW 010, Parangjoro, Grogol, Sukoharjo, yang turut ditangkap aparat Densus 88 saat pasukan elit polisi tersebut menangkap terduga teroris di Griyan, Pajang, Laweyan, Solo. Ia dibawa polisi menggunakan mobil dan diinterogasi polisi di Mapolresta Solo. Namun, lantaran polisi tidak bisa membuktikan bahwa Dul Rahman terkait jaringan teroris, ia dilepaskan pukul 19.30 WIB.

Dul Rahman didampingi Amir JAT Mudiriyah Solo, Muh Sholeh Ibrahim, saat menggelar jumpa pers di Masjid Baitussalam, Tipes, Solo, Minggu (23/9) kemarin telah menyampaikan, Dul Rahman ditangkap polisi berpakaian preman saat ada penjagaan ketat di sekitar Solo Square (SS) karena sedang ada penangkapan terduga teroris di Griyan sekitar pukul 10.30 WIB. Ketika itu ia baru saja keluar dari SS lalu melihat ada banyak polisi di sekitar 100 meter dari SS. Karena penasaran ia berusaha mendekat ingin mengabadikan peristiwa tersebut dengan kamera. Tetapi, sebelumnya ia mengecek kamere digital yang dibawanya.

Pas saya cek ternyata kamera saya rusak. Tiba-tiba ada beberapa polisi bersenjata menghampiri saya meminta kamera. Setelah mengetahui kamera saya rusak polisi itu meminta ponsel dan mengecek isi pesan singkat, urai Dul Rahman.

Polisi langsung curiga setelah tahu SMS di ponsel Dul Rahman berasal dari nama-nama ustad. Lalu polisi membuka bajunya. Tahu ia mengenakan baju koko polisi langsung membawa Dul Rahman ke mobil secara paksa. Saya teriak minta tolong, tapi polisi menindih saya. Saya salah apa kok ditangkap? Apa semua yang berbaju koko teroris? Saya bilang seperti itu tapi enggak digubris, imbuh Dul Rahman.

Saat diinterogasi Dul mengaku ditanya soal identitas dan keperluannya. Ia juga mengaku sebelum sempat menjawab apa yang ditanyakan polisi ia ditampar polisi beberapa kali di muka. Akibatnya, mulut di bagian dalamnya berdarah dan terasa sangat sakit. Ketika meludah air liurnya keluar bercampur darah cukup banyak. Interogasi menurut Dul dilakukan polisi hingga pukul 15.30 WIB. Setelah itu ia dibiarkan saja hingga akhirnya barang-barangnya dikembalikan dan dilepaskan pukul 19.30 WIB.

Atas tindakan itu, sambung Sholeh, JAT mendesak Kapolri meminta maaf kepada Dul Rahman dan mengembalikan nama baiknya. JAT juga meminta Provos Mabes Polri pro aktif mengusut para pelaku penganiayaan.

Kepada Presidan RI, Susilo Bambang Yudhoyono, agar mengevaluasi keberadaan Densus 88 Antiteror karena sudah tak independen, sering menembak mati korban, menganiaya, tidak ada kebebasan menentukan penasihat hukum dan kerap salah tangkap, ulas Sholeh kepada wartawan. Ia meminta pula Komnas HAM menyeret dan mengadili oknum Densus 88 yang terlibat dalam pelanggaran HAM.

sumber : IYAA.com
______
Densus budaknya siapa sih gan emoticon-Malu (S)
salah tangkap masih mendingan gan, lah kalau salah tembak mati tuh yang katanya "teroris" gimana...
paling selanjutnya disebut teroris jaringan "anu"...
biasa ada teroris binaan sendiri, ada dana dari amrik...
buset...dapat sms dari ustad aja bisa dianggap teroris...emoticon-Big Grin
lha ini HP ane banyak jg sms dari ustad,preman,anggota DPRD,pedagang pasar,PNS dll...tentunya kaskuser jg...
terus kalo ketangkep dianggap apa ya ...mbah nya teroris kali ya....Densus 88 Salah Tangkap, Memalukan soalnya jaringannya kan besar...bwakakakakakk Densus 88 Salah Tangkap, Memalukan






mikiro lan makaryo ojo muk sendiko
Quote:Original Posted By 0ralucu
buset...dapat sms dari ustad aja bisa dianggap teroris...emoticon-Big Grin
lha ini HP ane banyak jg sms dari ustad,preman,anggota DPRD,pedagang pasar,PNS dll...tentunya kaskuser jg...
terus kalo ketangkep dianggap apa ya ...mbah nya teroris kali ya....Densus 88 Salah Tangkap, Memalukan soalnya jaringannya kan besar...bwakakakakakk Densus 88 Salah Tangkap, Memalukan






—mikiro lan makaryo ojo muk sendiko™

oralucuemoticon-Mad:

vibot katareganacvaioua
ajkgangyqaw'
agjasg;ea ghew bjsethyr
namaya tindak pencegahan tp klo mang ga terbukti ya polisi harus minta maaf ma yang bersangkutan
intelnya yg badan gede rambut cepak,kemana2x tgn kiri megang HT trus pake jaket item di pinggangnya dikit nonjol

koplak kuadrat,kalau ginian terus mana ada yg percaya telolis itu anak2x ababil yg bisa ngerakit bom nitrogliserin & mau ngeledakin borobudur

nitrogliserin ditenteng pake jerigen emoticon-Big Grin
auw auw

wajarlah, dapet beberapa kesalahan" kecil

emoticon-Bingung
Quote:Original Posted By 0ralucu
buset...dapat sms dari ustad aja bisa dianggap teroris...emoticon-Big Grin
lha ini HP ane banyak jg sms dari ustad,preman,anggota DPRD,pedagang pasar,PNS dll...tentunya kaskuser jg...
terus kalo ketangkep dianggap apa ya ...mbah nya teroris kali ya....Densus 88 Salah Tangkap, Memalukan soalnya jaringannya kan besar...bwakakakakakk Densus 88 Salah Tangkap, Memalukan






—mikiro lan makaryo ojo muk sendiko™


mbah, kalau ketemu sama mbahnya teroris kayaknya malah nggak berani nangkep emoticon-Blue Guy Peace

coba itu sms para pejabat sipil/tni/polri yang dicurigai "nakal" di cek juga smsnya gimana ya, hehehe, terus ditentukan termasuk mbahnya teroris bukan.

emoticon-I Love Indonesia (S)
udah lah mending salep 88 jadi aktor sinetron aja,kan tuh pasukan pada narsis najis

ato ga lanjutin tuh ngawas UN emoticon-Ngacir


http://nasional.kompas.com/read/2008...nsus.88.di.un/
kalo salah tangkep masih wajar gan, yang gak wajar kalo udah salah tangkep terus korbanya babak belur emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By RTAK.II
salah tangkap masih mendingan gan, lah kalau salah tembak mati tuh yang katanya "teroris" gimana...
paling selanjutnya disebut teroris jaringan "anu"...
biasa ada teroris binaan sendiri, ada dana dari amrik...


teroris binaan mandiri dibiayai negara/polri gan?

kalau gitu termasuk program rekayasa ketahanan negara dan kurikulum manajemen konflik ?

emoticon-Berduka (S)
Salah tangkap ? emoticon-Amazed untung masih dibebaskan, tidak langsung "dibungkam" emoticon-Big Grin

Memang kelewat sih cara kerja yang tidak profesional. emoticon-Nohope
Intelijennya parah abis gan kalo bisa kejadian salah tangkep gitu
Pihak Densus wajib merehabilitasi nama baik orang yang sudah ditangkap tersebut.
serba salah densus 88 ini

nangkep mati disalahkan
nangkep hidup dianggap rekayasa

apalagi salah tangkap, makin dimaki2

lain kali lebih teliti pak densus emoticon-I Love Indonesia (S)
Memalukan... Mana yg katanya intelijennya dah bekerja? Data2 aja gk bener kek gini.
Coba yuk kita kerjain si Densus :

- sms-an sama temen ente, tapi bahasanya seolah2 teroris lagi ngerencanain sesuatu.
- atau pake facebook/email juga bisa
- ke mall mewah kayak Grand Indonesia atau Pacific Place, tapi pake kostum "seolah" teroris, lengkap dengan jenggot
- mulai ngoleksi buku-buku paham radikal. Gak usah dibaca gapapa, yang penting buat bikin orang ketar-ketir aja
- belanja bahan-bahan bom



Peringatan : Ane gak tanggung jawab kalo ente menjalankan semua langkah di atas... emoticon-Smilie
sian banget yang ditangkep, dari segi psikologis pasti trun tuh emoticon-Cape d... (S)
namanya juga manusia gak luput dari kesalahan....lagian yg ditangkep muke dan namanya juga mendukung buat jadi teroris emoticon-Stick Out Tongue
bisa saja lho yaaaaaaaaaaaaa, bisa jadi boleh jadi mungkin saja andaikata seandainya:
yang ditangkap tu sebenernya mata2 densus, pura2 ditangkap agar keliatan sebagai musuh densus, eh tiba2 diklaim salah tangkap, agar dapat alasan tu mata2 bisa dilepas dan bekerja di lapangan lagi. emoticon-Cool
dah pada pinter nipu nih. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ferywu
mbah, kalau ketemu sama mbahnya teroris kayaknya malah nggak berani nangkep emoticon-Blue Guy Peace

coba itu sms para pejabat sipil/tni/polri yang dicurigai "nakal" di cek juga smsnya gimana ya, hehehe, terus ditentukan termasuk mbahnya teroris bukan.

emoticon-I Love Indonesia (S)


ooo kalo itu jelas bukan teroris..
paling di tuduh jadi pedagang buah....ada apel malang,apel washington...emoticon-Ngakak

mikiro lan makaryo ojo muk sendiko