alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016605495/menhub-faktor-keselamatan-di-jalan-pada-manusia
Menhub: Faktor Keselamatan Di Jalan Pada Manusia
Menhub: Faktor Keselamatan Di Jalan Pada ManusiaMenhub: Faktor Keselamatan Di Jalan Pada Manusia

Jakarta, Suara.Asia.- Fokus utama untuk meningkatkan keselamatan jalan yang pertama adalah faktor manusia, untuk itu upaya untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas di jalan harus dimulai dari pembenahan faktor manusianya. Demikian disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) E. E. Mangindaan di sela-sela acara gerak jalan santai dalam rangka Kampanye Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2012, yang berlangsung di lokasi car free day Jalan Thamrin dan Bundaran HI, Minggu pagi (23/9).

Menurut Menhub semua manusia yang terlibat berlalu lintas di jalan harus memahami aspek-aspek keselamatan. Persyaratan tertentu juga harus dipenuhi, misalnya seorang pengemudi kendaraan bermotor layaknya harus melalui training terlebih dahulu sehingga ketika pada akhirnya mendapatkan Surat Ijin Mengemudi, benar-benar memahami pentingnya disiplin berlalu-lintas. Setelah faktor manusia maka fokus selanjutnya menurut Menhub adalah kendaraan itu sendiri. Kendaraan haruslah laik jalan, misalnya apakah kendaraan itu sudah diuji, baik itu emisinya, remnya dan lain sebagainya. Fokus ketiga adalah alat untuk uji kendaraan. Biasanya alat untuk uji itu bersifat statis, Menhub mengatakan saat ini sedang dikembangkanalat uji dinamis (mobile). “Kalau statis jika kendaraannya tidak datang maka tidak diuji, kalau mobile kita yang mengejar kendaraan tersebut untuk diuji, kalau perlu di jalan kita tahan kita uji. Sehingga ada kroscek dan cek ricek di lapangan,” ujarnya.

Fokus keempat adalah rambu-rambu lalu lintas. Tahun ini Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 10.000 rambu-rambu untuk ditempatkan pada 10 ribu tempat di 250 kota di seluruh Indonesia. Selanjutnya menurut Menhub perlu dilakukan koordinasi antar instansi pemerintah sehingga tercipta sistem manjemen lalu lintas yang baik. “Bagaimana kita atur supaya PU bikin jalan yang benar, Kemenhub menyediakan rambu-rambunya dan Korlantas mengatur lalu lintasnya, untuk itu koordinasi sistem manjemen yang bagus harus kita lakukan,” tambah Menhub.

Gerak jalan santai yang dilakukan dari Kantor Kementerian Perhubungan ke Bundaran HI dan kembali ke kantor Kementerian Perhubungan di jalan Merdeka Barat dilakukan dalam rangka Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2012. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso mengatakan Pekan Nasional Keselamatan Jalan tahun ini adalah yang keenam kali diselenggarakan. “Kegiatan ini merupakan momentum titik tolak kebangkitan aksi keselamatan melalui program dekade aksi keselamatan jalan 2011-2020 sesuai dengan resolusi PBB No. A/RES/64/255, “ ujarnya. Dalam kampanye kali ini diantaranya ditampilkan kegiatan penggelindingan bola keselamatan dari Kantor Menteri Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat hingga Bundaran HI. Bola keselamatan tersebut sesampai di Bundaran HI ditandatangani oleh Menhub, dan diikuti semua warga masayarakat yang hadir, sebagai tanda komitmen untuk peduli dengan keselamatan jalan.

Pada kesempatan tersebut Suroyo juga menambahkan bahwa Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan akan diimplementasikan ditingkat provinsi menjadi rencana aksi keselamatan jalan. Untuk mempersiapkan provinsi-provinsi tersebut, maka sejak tahun 2010 pekan keselamatan jalan mulai dilaksanakan di daerah dengan melalui anggaran APBN yang dititipkan dalam satuan kerja lalu lintas dan angkutan jalan provinsi, di tahun 2010 dialokasikan di 7 provinsi, 2011 dialokasikan di 10 provinsi, sedangkan untuk tahun 2012 dialokasikan untuk 10 provinsi. Pelaksanaan pekan keselamatan jalan di 10 provinsi diawali dengan statment gubernur yang mengajak seluruh jajarannya beserta sektor swasta dan masyarakat untuk saling bersinergi menekan jumlah korban dan tingkat keparahan korban lalu lintas di wilayah masing-masing. (HH/sa01)

http://suara.asia/menhub-faktor-kese...-pada-manusia/