alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016596264/toni-jaya-laksana-peras-telkomsel
Peringatan! 
Toni Jaya Laksana Peras Telkomsel?
Quote:emoticon-afro WELLCOME emoticon-afro

Quote:Sorry kalo emoticon-Repost (S) cuma mau menyampaikan berita dan pendapat.. emoticon-I Love Kaskus (S)

Quote:Toni Jaya laksana Peras Telkomsel

Quote:Telkomsel Pailit?
Toni Jaya Laksana Peras Telkomsel?

Kartu Prima: Kerjasama Telkomsel dan Prima Jaya Informatika yang gagal
Toni Jaya Laksana Peras Telkomsel?


Quote:Telkomsel diputuskan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat atas permohonan yang diajukan oleh PT Prima Jaya Informatika. Pembekuan kontrak secara sepihak dengan Prima Jaya yang dilakukan Telkomsel pada bulan Juni 2012 menjadi pemicu dari persoalan ini. Kontrak tersebut berisi perjanjian kerjasama antara Telkomsel dan Prima Jaya, selaku perusahaan penyedia dan pendistribusi Kartu Prima Voucher Isi Ulang dan Kartu Perdana Prabayar yang berlabel Kartu Prima.

Kerjasama tersebut seharusnya berlangsung selama dua tahun. dan mulai berlaku tanggal 1 Juni 2011. Dalam perkembangan kasusnya muncul nama Toni Jaya laksana selaku CEO PT Prima Jaya Informatika yang dinilai bertanggungjawab atas putusan pailit yang dijatuhkan terhadap Telkomsel.
Perjanjian kerja sama tersebut juga berisi tentang, Prima Jaya menyanggupi untuk membentuk Komunitas Prima sebanyak 10 juta anggota. Tapi target tidak tercapai sampai bulan Juni 2012. DI samping itu, pemicu permasalahannya adalah ketika pada tanggal 9 Mei 2012, Prima Jaya Informatika melakukan pemesanan produk yang disetujui oleh Telkomsel. Akan tetapi tidak ada pembayaran, yang seharusnya diberikan oleh Prima Jaya kepada Telkomsel terkait pemesanan tersebut. Bahkan pada tanggal 20-21 Juni 2012, Prima Jaya kembali melakukan pemesanan produk kepada Telkomsel, padahal belum ada pembayaran dari pemesanan sebelumnya. Menyikapi hal ini Telkomsel menolak pemesanan yang kedua tersebut karena dinilai jelas merugikan pihak Telkomsel. Akan tetapi, secara keseluruhan Telkomsel belum memutuskan perjanjian kerjasama tersebut.

Setahun berlalu, Telkomsel menilai PT Prima Jaya Informatika dinilai melakukan wan prestasi, karena tidak dapat menjual 10 juta kartu perdana dan 120 juta kartu voucher isi ulang. Pihak Prima Jaya mengatakan, anak perusahaan Telkom itu telah menghentikan kerjasama secara sepihak dan menyebabkan kerugian sebesar Rp 5,260 miliar. Pengadilan pun menilai bahwa langkah Telkomsel ini adalah sepihak. Pengadilan tidak membahas bahwa langkah yang diambil Telkomsel ini berdasarkan perjanjian kerjasama.

Telkomsel sudah berupaya mengundang, bernegosiasi, dan mencari solusi agar permasalahan pencapaian target penjualan terpecahkan, karena melihat kontrak sudah berjalan setahun dan tinggal setahun lagi. Akan tetapi, disaat Telkomsel melakukan usaha untuk mediasi, secara mendadak Prima Jaya mengajukan tuntutan pailit kepada Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Kartu Prima: Ditumbalkan demi kepentingan oknum?
Toni Jaya Laksana Peras Telkomsel?

Jika diperhatikan sebenarnya pola yang digunakan oleh Prima Jaya dalam menuntut Telkomsel, dapat dikatakan sebagai suatu hal yang diakal-akali. Seperti yang kita tahu, bagaimana mungkin perusahaan sebesar Telkomsel tidak dapat membayar utang yang hanya berjumlah Rp 5,260 miliar. Dapat dikatakan bahwa hal ini terjadi berkat peran Toni Jaya laksana. Toni merupakan tokoh dibalik permohonan untuk pailitkan Telkomsel. Toni yang mengajukan tuntutan, sengaja memanfaatkan celah hukum dari perjanjian kerjasama penyediaan dan pendistribusian Kartu Prima.

Pola dari alur kasus gugatan pailit Telkomsel terlihat tidak natural. Pihak Prima Jaya sangat terlihat sekali terlalu memaksakan dalam pengajuan permohonan pailit Telkomsel. Hal ini mengindikasikan bahwa Prima Jaya memanfaatkan celah hukum untuk mendapatkan keuntungan. Pengadilan pun mengamini permohonan Prima Jaya. Selain itu, Prima Jaya juga dapat dikatakan melakukan pemerasan terhadap Telkomsel dengan dalih ganti rugi yang seharusnya ditanggung oleh Prima Jaya. Mungkinkah kasus gugatan pailit Telkomsel ini hanya motif pemerasan yang dilakukan oleh prima Jaya? Benarkah kasus ini terjadi karena keinginan Toni Jaya Laksana? Siapakah Toni Jaya Laksana yang menjabat sebagai CEO Prima Jaya Informatika?

Prima Jaya mengajukan permohonan kepada Pengadialan Niaga Jakarta Pusat untuk mempailitkan Telkomsel karena dinilai tidak dapat membayar utang yang sudah jatuh tempo. Prima Jaya mengajak PT Extend Media Indonesia mengajukan permohonan yang sama untuk mendukung permohonannya. Hal ini disebabkan karena untuk mempailitkan suatu perusahaan, dibutuhkan dua perusahaan penuntut. Permohonan Prima Jaya pun disetujui oleh pengadilan karena didukung oleh permohonan yang diajukan oleh Extend Media. Telkomsel diputuskan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat karena tidak membayar dua utang yang jatuh tempo dan juga dituntut oleh Prima Jaya untuk menanggung kerugian sebesar Rp 5,3 miliar. Kerugian yang di klaim oleh Toni Jaya laksana inilah yang tidak jelas bagaimana kemunculannya.

Telkomsel selaku pihak penyedia kartu, bagaimana bisa tiba-tiba merugikan pihak lain dalam hal ini Prima Jaya selaku pihak pendistribusi? Sedangkan pemesanan barang yang pertama kali dilakukan Prima Jaya kepada Telkomsel saja belum ada pembayaran. Lantas tiba-tiba Prima Jaya yang seharusnya masih memiliki utang terkait pemesanan yang pertama kali, menuntut Telkomsel yang membekukan kontrak karena meragukan keseriusan Prima Jaya yang tidak mau menyelesaikan pembayaran pemesanan yang pertama kali, dengan tuntutan bahwa Telkomsel telah merugikan Prima Jaya karena pemutusan kontrak secara sepihak. Bahkan karena pemanfaatan celah hukum ini Telkomsel dipailitkan oleh pengadilan.

Telkomsel akan mengajukan kasasi untuk membawa persoalan ini ke tingkat Mahkamah Agung (MA), karena merasa dirugikan dengan putusan pailit yang dijatuhkan oleh pengadilan. Telkomsel juga dirugikan oleh tuntutan penanggungan kerugian senilai Rp 5,3 miliar yang dituntut oleh Prima Jaya. Kontraknya sendiri hanya bernilai Rp 5,2 miliar berupa voucher, dan yang tidak memenuhi komitmen dan target penjualan yang terdapat dalam kontrak sendiri adalah pihak Prima Jaya. Penuntutan Prima Jaya kepada Telkomsel pun dalam hal ini menunjukan indikasi adanya tindakan penuntutan yang memanfaatkan celah hukum yang dilakukan oleh PT Prima Jaya Telekomunikasi kepada Telkomsel.


Sumber = Click Here
Sumber = Click Here
Sumber = Click Here

Spoiler for jangan dibuka:
baguslah kalau telkomsel bangkrut.... toh perusahaan milik singapur juga emoticon-Ngacir
sempet denger dari istri. baru ini liat detailnya. walaupun saya ngga suka ama kepongahan telkomsel, tapi kalau dilihat perkaranya sih telkomsel ngga salah emoticon-I Love Indonesia (S)
ah, gak tahu deh mana yang bener. Tapi canggih juga yang bisa mem-pailit-kan perusahaan sekaliber Telkomsel hanya dengan duit 5,3 Milyar emoticon-Ngacir
Kejamnya persaingan bisnis....
TELKOMSEL perusahaan besar....bisa dijatuhkan seperti ini....
coba liat ada unsur apa dibalik kasus ini...
Apakah perebutan Kekuasaan yang ingin menguasai TELKOMSEL??? atau Perebutan Pasar (Pesaing Telkomsel) untuk menguasai Pasar TELKOMSEL??


mesti dibikin PANSUS... PANSUS TELKOMSEL....
nanti biaya telepon Gratis....asal pk kartu dari provider yg sama T*LKoMSEL...
jiaaah Promosi ujung2nya di DPR...emoticon-Cape d... (S)
ruwet juga liat alur masalahnya...
Ooh...ternyata telkomsel dipihak yg dirugikan to?
masih ngutang aja bisa nuntut ganti rugi emoticon-Cape d... (S)
pinter keblinger kali
waduh, udh jelas dirugikan eh malah dipailitkan ?
rumit bner dah...
Ada masalah ato g ada masalah, sebisa mungkin layanan bwt kami2 ini jangan terganggu y SEL.. emoticon-Sorry
masih belum tau nih kebenarannya entah si toni jaya mau dikambing hitamkan oleh pejabat telkomsel yang korup atau memang benar isi tulisan ini,kita lihat saja dipengadilan nanti deh.
mana yang benar mana yang salah, tapi saya yakin kalo yang menipu itu salah dan akan kena imbasnya....
dikadalin telkomsel sama prima jaya emoticon-Ngakak

ane selaku konsumen produk telkomsel jadi miris ngeliat alur kejadian...dibuat pailit gara2 5 milyar.....menggelikan emoticon-Cape d...

beginilah hukum di Indonesia..gampang dimainin tikus, elit bisnis dan penjahat-penjahat intelektual emoticon-Busa:
bagus lah kalo pailit begitu
teltongseng produk termahal yg pernah ane punya
masa aktif paling singkat, bawaan nya pake nya buru buru melulu karena di kejar masa aktif yg bentar lagi mo abis
pulsa juga termahal
internet unlimited apalagi, bisa jebol kantong ngongkosin nya
serba mahal kalo produknya teltongseng ini
ane mau ketawa emoticon-Big Grin
nih TS peliharaanya siapa sih?

daripada buat fitnah ga jelas gitu,mending hadapin di pengadilan,lebih elegan khan?
atau sekarang buruh tsel udah idiot semua?




yang berani teriak baru satu lho, padahal kasus gini udah biasa, apalagi di level subkon 2nd layer, nge-cut project seenaknya kelakuan siapa tuh? emoticon-Big Grin
telkompret sinyalnya emang ampe mblusuk ke pedasaan gan, tp mahal amir e, mana skrg susah dikodok lagi
boilout telkomsel mirip2 centuryemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By victor2000
baguslah kalau telkomsel bangkrut.... toh perusahaan milik singapur juga emoticon-Ngacir


perlu banyak banyak baca koran ya....biar pikirannya terbuka luas....
Saat ini jumlah saham Telkom Indonesia di Telkomsel sebesar 65 persen, sedangkan sisanya sekitar 35 persen dikuasai Singapore Telecomunication (SingTel)
Biar agak berimbang beritanya :

dahlan--direksi-telkomsel-terlalu-percaya-diri

telkomsel-pailit-kronologi-sengketa-dengan-pt-prima-jay

Menurut gw emang TSEL ini manajemennya udah kacau, yang pernah kerjasama dengan perusahaan arogan ini pasti paham lah.

Duit 5.3 M emang ga masalah buat TSEL, tapi dasar arogan emang ga mau bayar dan pandang sebelah mata perusahaan kecil kaya prima jaya ini akhirnya diputusin pengadilan pailit baru kalang kabut.. dasar amatiran.



Quote:Original Posted By victor2000
baguslah kalau telkomsel bangkrut.... toh perusahaan milik singapur juga emoticon-Ngacir


Baguslah S'pore pailit, toh yg banyak punya kepentingan mayoritas juga org sini emoticon-Hammer