alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016555199/ini-dia-para-gerilyawan-militan-jokowi-di-pilkada-dki-keyakinan-modal-kemenangan
Ini Dia Para Gerilyawan Militan Jokowi di Pilkada DKI, Keyakinan Modal Kemenangan
Ini Dia Para Gerilyawan Militan Jokowi di Pilkada DKI, Keyakinan Modal KemenanganJakarta, Seruu.com - Kemenangan Joko Widodo dan Basuki dalam hitung cepat Pilkada DKI Putaran kedua membuat banyak pihak bertanya-tanya, apa resep yang digunakan oleh figur yang dikenal masyarakat tidak "neko-neko" tersebut. Bayangkan, untuk menundukkan hati warga Jakarta, Jokowi bahkan menegaskan tidak akan memasang baliho dan gembar-gembor di iklan-iklan media maupun di jalan raya.


Namun hal itu sedikit terjawab saat tim seruu mendatangi salah satu posko relawan pemenangan Jokowi yang bermarkas di Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat.


Posko Perjuangan Rakyat atau kerap disingkap Pospera, mulai mencanangkan diri mereka sebagai bagian dari relawan militan pemenangan Jokowi dan Basuki bahkan sejak nama keduanya belum resmi diusung oleh PDI Perjuangan dan Gerindra menjadi kandidat Cagub dan Cawagub.


Ini Dia Para Gerilyawan Militan Jokowi di Pilkada DKI, Keyakinan Modal KemenanganDeklarasi yang akhirnya digelar mendatangkan sosok Jokowi dan Basuki yang akrab dipanggil Ahok ketengah-tengah masyarakat miskin yang sudah sejak lama menjadi bagian dari kegiatan sosial yang dilakukan komunitas yang berada dibawah koordinasi Mustar Bona Ventura tersebut.


Ditemui saat mengadakan syukuran kecil kemenangan sementara Jokowi-Basuki di markasnya, Kamis (20/9/2012) malam, Mustar dengan merendah menyatakan bahwa prinsip yang dipegang teguh para relawan dalam menjalankan tugasnya menjadi kunci kemenangan yang diraih Jokowi-Basuki saat ini.


"Buat kami memenangkan Jokowi sama artinya dengan memenangkan Rakyat, karena perubahan yang dicita-citakan oleh masyarakat Jakarta khususnya tercermin dari kesederhanaan dan keteguhan prinsip mas Jokowi dalam menjalankan tugasnya di SOlo selama ini. Rakyat butuh pemimpin yang amanah, yang bisa dipercaya, tidak korup dan tidak haus kekuasaan. Rakyat butuh solusi untuk Jakarta, jadi buat kami ketika kami memenangkan Jokowi, maka kami sedang berjuang untuk memenangkan cita-cita rakyat," tutur Mustar menjelaskan alasannya kenapa para relawan Pospera mampu memberikan waktunya bahkan hingga 1 x 24 jam untuk pemenangan Jokowi.


Jadi cuma karena itu militansi dibangun? tanya kami untuk mencari tahu apa yang membuat para relawan mampu bertahan dengan sedemikian militannya.


"Kalau bukan dengan keyakinan gimana lagi mas? , kan mereka nggak ada yang ngegaji menang juga gak jadi apa-apa, tidak otomatis membuat mereka langsung jadi pejabat atau mendapatkan keuntungan, tapi dengan prinsip dan keyakinan itu maka kami percaya, Jakarta yang bebas macet, bebas banjir, dan sejahtera dimana para pedagang kakilima mendapat tempat yang layak, orang miskin mendapat jaminan kesehatan, dan warga yang tidak punya rumah jadi memiliki tempat tinggal bisa terwujud saja, itu sudah lebih dari cukup buat kami," paparnya panjang lebar.


Dalam catatan seruu.com sejak awal pilkada putaran pertama, para relawan Pospera telah berulangkali mencatatkan hits pemberitaan dan menjadi buah bibir dalam sepakterjangnya memperjuangkan Jokowi. Sejumlah aksi sempat mereka gelar untuk mendesak para Lurah dan birokrat di bawah pemprov DKI memposisikan diri netral di Pilkada.


Mereka bahkan menggelar kunjungan ke sejumlah kelurahan serta merilis data terkait sejumlah pejabat dibawah Pemprov DKI yang tidak netral sebagai warning kepada mereka agar tidak berlaku curang dalam Pilkada.


Ini Dia Para Gerilyawan Militan Jokowi di Pilkada DKI, Keyakinan Modal KemenanganBelakangan dalam Pilkada putaran II, para relawan ini bahkan menjadikan dirinya agen-agen penjualan baju kotak-kotak yang menjadi semacam trade mark bagi para pendukung Jokowi. Termasuk diantaranya mengkampanyekan kentongan yang di Solo menjadi simbol Jokowi melawan terorisme, namun di Jakarta mereka jadikan simbol Jokowi dalam melawan teror kebakaran yang kerap melanda warga.


Di masa kampanye, ide merekapun tidak muluk-muluk, hanya mengundang Jokowi untuk bertamu ke rumah-rumah kumuh warga Jakarta. Mempertontonkan kemiskinan Jakarta dihadapan sang calon.

"Kami ingin, pak Jokowi tidak silau dengan gedung-gedung tinggi, rumah-rumah mewah dan loby-loby hotel yang bertebaran di Jakarta. Pemilih Jokowi, masyarakat Jakarta yang seusngguhnya ya yang berada di gang-gang sempit, pemukiman kumuh yang sering kebanjiran, lorong-lorong pasar tradisional yang kerap jadi korban penggusuran dan pangkalan-pangkalan ojek yang menjadi transportasi tercepat menghadapi kemacetan Jakarta. Ini jakarta yang harus diyakinkan oleh Jokowi," terang Mustar menjelaskan alasannya menjadikan kunjungan ke rumah warga sebagai bagian dari kampanye yang harus dilakoni sang cagub.


Akhirnya di masa tenang, relawan Pospera dengan militansinya menggelar ronda anti kampanye SARA dan kampanye hitam sebagai bagian dari agenda mereka jelang pencobolosan. Selama 24 jam penuh, para relawan Pospera di berbagai pelosok Jakarta melakukan pengawasan lingkungan mencegah adanya pelanggaran terhadap hal-hal yang diyakini bisa mengganggu stabilitas keamanan jelang Pilkada.


"Kami ini taat aturan, dan cuma ingin Pilkada bisa digelar secara fair, jujur, tanpa provokasi, intimidasi dan tanpa embel-embel politik uang. Kami ingin masyarakat menjalankan haknya sebagai warga Jakarta tanpa disertai rasa ketakutan. Biarkan mereka memilih dengan kesadaran politik yang dimiliki, bukan karena diancam, dipengaruhi dan diintimidasi," tandasnya.


Ronda itupun membuahkan hasil, 3 orang pengedar selebaran SARA dan kampanye gelap lewat booklet anti-Jokowi berhasil diringkus. Salah satunya bahkan merupakan ketua KPPS di kawasan Tambora. Sementara pelaku lainnya yang diringkus 8 jam jelang pencoblosan ternyata terorganisir dan menggunakan mobil, komunikasi aktif via telepon bahkan dibayar sejumlah uang dalam melakukan aksinya.


"Itu bukti, yang kami khawatirkan bukan sekedar bualan. Ini bukti masih ada oknum-oknum yang coba berlaku tidak fair di Pilkada ini. Penangkapan itu buktinya. Selama ini semua dengan mudah dimentahkan dan seolah olah yang kami khawatirkan itu, justru dituding sebagai fitnah yang tidak beralasan. Maka kami berikan bukti, pelaku dan saksinya sekaligus," jelas Mustar. "Semua sudah ada di panwaslu dan Polisi, kami langsung serahkan ke mereka," imbuhnya.


Apa kata Jokowi melihat aktivitas para relawan Pospera tersebut?. "Luar biasa semangat dan militansi dari relawan pospera. Terima kasih, Saya yakin tanggal 20 September ada kejutan besar dari rakyat, " tutur Jokowi dalam sambutannya di markas Pospera, Minggu (16/9/2012) saat memberikan pembekalan terhadap 3000 relawan pemantau yang disebar oleh Pospera jelang Pilkada Putaran kedua.


Lebih lanjut Jokowi menegaskan, bahwa untuk meraih kemenangan, berbagai unsur harus bekerja ekstra, dimulai dari relawan dan saksi yang ada di tempat TPS. Mereka bisa mengawasi agar tidak terjadi kecurangan saat pemungutan suara.


"Saya harap saksi dan relawan mengawasi proses pemungutan, penghitungan, rekapitulasi, dan penetapan perolahan suara. Jangan sampai hasil suara dicurangi, " tambahnya. [Jokowi : Relawan Pospera Militan Dan Revolusioner]


Tetap Waspada

Ini Dia Para Gerilyawan Militan Jokowi di Pilkada DKI, Keyakinan Modal KemenanganMenanggapi hasil quick count, Pospera ternyata tidak mengendurkan militansi mereka. Mustar justru menilai bahwa perjuangan rakyat untuk memenangkan pasangan Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilkada DKI Putaran Kedua belumlah usai. Pasalnya kemenangan saat ini masih sementara karena faktanya Komisi Pemilihan Umum belum mengeluarkan keputusan.


"Kami berharap dan sekaligus mengingatkan kepada seluruh relawan, simpatisan dan warga masayrakat yang berjuang bersama untuk memenangka pasangan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI ini tetap menjalankan tugasnya hingga tuntas, yaitu mengawal suara hingga penghitungan akhir di KPU DKI," terang Mustar dalam kesempatan doa bersama relawan Pospera, di markas Pospera jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Kamis (20/9/2012) petang.


Menurut Mustar sejauh ini perjuangan yang sudah dimulai sejak awal jangan sampai dirampas di menit-menit terakhir. "Jangan juga karena kita terlena dengan hitung cepat, ternyata bobol dalam mengawasi perjalanan kotak suara di TPS masing-masing. Buat kami ini satu minggu kedepan masih menjadi hari-hari perjuangan bagi seluruh relawan Pospera," tandasnya. [Pospera : Perjuangan Belum Selesai, Suara Harus Dikawal Sampai Akhir].

tim seruu.com/mus




Sumber : http://www.seruu.com/indonesiana/met...i-diatas-angin



Hmmm, ok juga














Tetap waspada, jangan sampe ada manipulasi suara sampai dengan pengumuman oleh KPUD emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By ** SENSOR **SENSOR
Tetap waspada, jangan sampe ada manipulasi suara sampai dengan pengumuman oleh KPUD emoticon-Angkat Beer


wow....dapet pertamax emoticon-Matabelo

setuju gan, KPUD harus di pantau emoticon-Cool
jangan-jangan ada putaran ke 3 lagi nih emoticon-Ngakak
jokowi dan ahok dibebani harapan bertubi2 dari rakyat..
kalau khianat azabnya bertubi-tubi juga emoticon-Smilie
TSnya kok gak isa di cendolin?
congratz buat JOKOWI-AHOK
para relawan tetap mengawal suara sampai KPUD mengumumkan hsl PILKADA
mantab pantesan bs menang gan emoticon-Big Grin
startegi jitu emoticon-Big Grin
ane suka quote Ahok kemaren gan...yg dia bilang astaghfirullah sampe 3x karena memang amanah ini berat...jadi bukan syukur alhamdulillah... emoticon-2 Jempol
Pertanyaannya: Ape kasus manipulasi KPU kemaren sudah divonis..? hehehehe...emoticon-Cape d... (S)

Setuju bro ati2... !
semoga militansiny terbayar dengan kinerja positif dari pemerintahan jokowi
tinggal tungguh keputusan KPUD NIII
harapan jakarta ada di pundak anda JOKOWI-AHOK
masyarakat mementau kerja anda jgn takut sama anggota legislatif (DPRD DKI) yang sebagian besar pendukung No urut 1
Kawal terus sampe KPUD. Manipulasi terbesar justru pasti disana.

jakarta baru

rakyat bekerja tanpa takut,tanpa lelah dan tanpa memikirkan apapun melainkan kemenangan jokowi - ahok untuk menduduki DKI 1, pasukan yang ikhlas membantu tanpa di bayar sepeser pun.
dahsyat atmosfer kemerdekaan dari jokowi dan ahok ini.
jadi ingat kata2 nya pak jokowi tadi malam : organisasi kita ga jelas, kerja sendiri2,tim sukses kerja sendiri,simpatisan kerja sendiri,saksi kerja sendiri,grilyawan kerja sendiri,media kerja sendiri, tapi gapapa biarpun oraganisasi nya ga jelas yang penting hasil nya jelas,,hehe

terimakasih pak jokowi dan ko ahok yang telah mempersatukan kami rakyat jakarta tanpa membedakan golongan,kasta,dll kemarin di jl.borobudur 22 menteng semua rakyat bersatu dari mulai pedagang,ormas,rakyat kecil,konglomerat merayakan kegembiraan.
hampir saja kami rakyat jakarta terpecah karena isu SARA yang di pakai sebagai senjata oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

terimakasih buat semua simpatisan dan yang sudah support mas jokowi dan basuki, sekarang jakartaku melihat secercah harapan baru emoticon-2 Jempol
team jokowi tolong ketua panwaslu yg norak itu diselesaikan secepatnya!!yg kacamata dan sepatunya selalu sewarna itu loh.. yg gayanya mirip ababil galau..

jijik bgt kalo ingat waktu di ilc, masalah bandot irama kemaren. setelah selesai tanyangan dia malah bisik2 genit gitu sama dewi putri si bandot.. dimana letak netralitas nih orang???tolol kok bisa dapat jabatan ketua panwaslu ya???
Keren. Modal ketulusan doang.
Ada yang tidak bisa dibayar dengan uang, padahal banyak yang mengira humanity itu telah luntur di Jakarta.
ni dia gerilyawan militan dari pdip ( bendera)

bareng ratanasarumpaet datang ke kpud melaporkan roma irama tuk di hukumberat

Jakarta Penangkapan aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Mustar Bona Ventura diprotes pihak keluarga. Mereka menuntut polisi membebaskan Mustar karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun penjara.

"Saya harap dia dibebaskan 1x24 jam, karena ancaman hukuman di bawah 5 tahun dan di bawah undang-undang dia mesti dibebaskan, setelah pemeriksaan," kata keluarga Mustar, Herlan Manurung, melalui sambungan telepon, Selasa (16/2/2010).

Selain itu, Herlan juga menuding polisi telah melakukan teror terhadap keluarga sebelum melakukan penangkapan Mustar di Bandung pada Senin (15/2/2010) kemarin.

"Sehari sebelum penangkapan di Bandung, polisi datang ke rumah Mustar di Bogor. Mereka datang jam 3 pagi. Polisi mengacak-ngacak rumah orang tua Mustar, padahal Mustar tidak tinggal di sana," terangnya.

Selain itu, polisi juga telah melakukan tindakan yang diluar etika. "Polisi mengambil foto orang tua Mustar dan rumah," terang Herlan yang kini bermukim di New York, AS ini.

Polisi juga menginterogasi ayah dan ibu Mustar untuk mengetahui kebiasaan Mustar. Saat itu ada sekitar 10 orang polisi berpakaian preman mendatangi rumah Mustar di Bogor.

"Keluarga sampai ketakutan. Padahal tindakan Mustar tidak ada hubungannya dengan keluarga. Kita juga akan melapor ke Komnas Ham," tambahnya.

Mustar dan temannya, Ferdi Semaun, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik Ibas Cs hingga sejumlah politisi yang juga tim sukses SBY-Boediono seperti Hatta Rajasa, Djoko Suyanto, Andi Mallarangeng, Choel Mallarangeng, Rizal Mallarangeng dan Hartati Moerdaya.

Mustar dan Ferdi menyebutkan Ibas Cs diduga telah menerima aliran dana dari Bank Century. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Mustar dan Ferdi tidak pernah memenuhi panggilan polisi. Akhirnya Mustar ditangkap polisi di sebuah mal di Bandung pada Senin malam.

Keduanya dijerat pasal 310 KUH Pidana subsider Pasal 311 KUH Pidana dan 315 KUH Pidana, tentang pencemaran nama baik, dengan ancaman penjara di bawah 5 tahun.
lumayan dapat pejwan. makasih atas kerja keras tim relawan. Lanjutkan kerja kalian, ane dukung gan. Perjuangan belum selesai, awasi kertas2 suara dari jahanam2 itu.
teamwork yang bagus,kompak, n kreatif..
semoga janji2 jokowi bisa terrealisasi ya






draculay
Gan kalau boleh dibuatkan page dokumentasi para gerilyawan, nantinya jadi inspiratif di daerah2.emoticon-I Love Indonesia (S)