alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016523436/it039s-about-lifestyle-konsumen-indonesia-belanja-22-juta-kali-pertahun
Love 
[it's about lifestyle] Konsumen Indonesia Belanja 2,2 Juta Kali Pertahun
Penduduk yang berjumlah 250 juta menjadikan Indonesia sebagai pasar yang menarik bagi produsen dan retailer, terutama untuk barang konsumsi harian (FMCG). Tumbuhnya kelas menengah di perkotaan juga menjadi pasar yang menggiurkan, tak heran dari hasil survei pasar, konsumen Indonesia sedikitnya berbelanja lima kali dalam seminggu.

Sektor makanan dan minuman merupakan pangsa pasar terbesar selama ini. Menduduki sekitar 81 persen konsumsi harian, kata Fabrice Carraso, Managing Director Kantar Worldpanel untuk Vietnam, Indonesia, dan Filipina, dalam keterangan persnya, Rabu (19/9).

Hasil Survei yang dilakukan Kantar Worldpanel sepanjang tahun 2011 menemukan produk makanan dan minuman menjadi barang konsumsi harian paling banyak dibeli konsumen, yaitu sebesar 81 persen. Disusul produk perawatan pribadi sebanyak 10,6 persen dan produk rumah tangga sebanyak 8,4 persen. Untuk sektor makanan dan minuman meliputi beras 25,4 persen, mie instan 8,2 persen, minyak goreng 7,5 persen dan gula 6,3 persen. Sektor lain seperti barang keperluan pribadi dan rumah hanya mendapat porsi sekitar 20 persen dari pengeluaran harian.

Dijelaskannya, masyarakat Indonesia dalam sepekan setidaknya lima kali mengunjungi tempat pembelanjaaan, seperti minimarket, warung, supermarket atau toko. Mereka banyak membeli produk fast moving consumer goods (FMCG), yaitu barang kebutuhan sehari-hari seperti shampo, sabun, mie instan, cairan pembersih lantai, dan lainnya.

Dalam satu tahun, tercatat ada sebanyak 2,2 juta kali kunjungan untuk berbelanja ke berbagai tempat. Data ini merupakan hasil survei atas 7.000 rumah tangga yang menjadi responden permanen Kantar Worldpanel di berbagai wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi dengan rincian 5540 rumah tangga di perkotaan dan 1460 rumah tangga di desa, sambungnya.

Temuan di lapangan menunjukkan, ada 20 kategori produk teratas pilihan konsumen tahun lalu. Dari semua produk tersebut, 13 produk diantaranya didominasi makanan dan minuman. Bahkan empat produk diantaranya menguasai setengah dari alokasi dana mereka. Ada konsentrasi belanja yang sangat besar dalam kategori-kategori ini -terutama konsumsi nasi, diikuti oleh beberapa kategori utama seperti susu formula pertumbuhan, kopi, dan biscuit.

Kami memantau perilaku pembelian dari para sampel ini secara mingguan dan terus-menerus. Data yang digunakan antara lain apa saja yang mereka beli, dimana mereka membeli, berapa yang mereka bayarkan, apakah mereka membeli barang promosi, dan lain-lain, jelasnya.

Dari hasil riset yang dilakukan Kantar sejak Januari 2011 di 33 kota besar di Indonesia juga mendapati, walaupun kebiasaan masyarakat sering berbelanja, namun masyarakat Indonesia umumnya hanya membeli beberapa item produk saja. Perilaku masyarakat yang berbelanja dalam seminggu sebanyak lima kali itu, terutama didominasi dari kalangan menengah.

Kelas masyarakat ini posisinya paling banyak dan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 70 persen masyarakat menengah yang tersebar di kota-kota besar dan ini merupakan peluang bagi pengusaha, peritel, dan pabrik yang memproduksi barang-barang FMGC untuk meningkatkan usaha mereka.

Hanya saja antusiasme untuk produk sehat pada kategori makanan dan minuman di Indonesia masih rendah. Namun, seiring kesadaran masyarakat atas pentingnya produk-produk yang menunjang kesehatan diyakini hal ini akan mulai meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut tentunya memberikan kesempatan bagi produsen untuk menawarkan pilihan produk-produk yang sehat seperti produk makanan rendah garam, rendah sodium, rendah gula dan rendah kalori untuk menjawab kebutuhan konsumen.

Tentunya gerakan menuju sehat ini akan membutuhkan proses edukasi yang intensif, namun ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi para produsen yang harus ditangkap di mana di masa depan yang akan menjadikan produsen dapat menjadi pemimpin pasar dalam produk sehat ini, jelas Soonlee Lim, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia.

http://www.jpnn.com/index.php?mib=be...tail&id=140248

kira2 termasuk wajar g y?