alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016489723/ekonomianggaran-negara-dinilai-terkuras-untuk-bayar-utang
[Ekonomi]Anggaran Negara Dinilai Terkuras Untuk Bayar Utang
Anggaran Negara Dinilai Terkuras Untuk Bayar Utang


[Ekonomi]Anggaran Negara Dinilai Terkuras Untuk Bayar Utang




TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Koalisi Anti Utang, Dani Setiawan menyatakan rancangan anggaran pendapatan belanja negara (RAPBN) 2013 masih terkuras untuk pembayaran cicilan pokok dan bunga utang. Hal ini, katanya, akan berdampak langsung berkurangnya porsi anggaran untuk sektor yang lebih vital dan prioritas.

Dani memaparkan dalam RAPBN 2013 porsi pembayaran cicilan bunga dan pokok utang mencapai Rp 171,7 triliun atau 15 persen terhadap belanja pemerintah pusat. Rinciannya untuk pembayaran bunga Rp 113,24 triliun dan pokok utang luar negeri sebesar Rp 58,4 triliun. "Angka itu naik 2,4 persen dibanding tahun ini yang sebesar Rp 167,5 triliun," kata dia, Ahad 16 September 2012.

Menurut dia, besarnya cicilan bunga itu disebabkan besarnya pembayaran bunga obligasi rekapitulasi perbankan. Soal terkurasnya anggaran untuk pembayaran utang ini, dampaknya bisa dilihat dari minimnya anggaran untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dan pelayanan umum. Alokasi pembayaran utang bahkan jauh lebih besar ketimbang anggaran kesehatan yang hanya Rp 50,9 triliun dan total anggaran ketahanan pangan Rp 83 triliun.

Kondisi ini, katanya, akan terus dipertahankan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan kebijakan net negative flow di mana penarikan utang baru lebih sedikit daripada pembayaran utang. "Ini langkah konyol dan bukan solusi permasalahan utang," ungkapnya.

Jika pemerintah serius ingin menghapus hutang, menurutnya hal itu bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah sikap politik pemerintah dengan desakan penghapusan utang dari DPR. DPR, kata dia, bisa membuat suatu tim yang khusus untuk menegosiasi pengurangan atau penghapusan utang-utang negara baik dari luar maupun dalam negeri.

Tim tersebut anggotanya juga bisa diperluas untuk memberi tekanan politik lebih tinggi kepada pemerintah seperti Badan Pemeriksa Keuangan misalnya. Sehingga nanti tim tersebut memiliki kekuatan mendesak pemerintah untuk melakukan diplomasi dan kajian lebih dalam untuk mengurangi pembayaran bunga obligasi.

BPK di sini memperketat perannya dalam mengaudit utang-utang pemerintah yang kemudian dioptimalkan oleh DPR untuk aksi pengawasan atau hasil audit dijadikan semacam alarm pemerintah untuk mengurangi utang.

Dengan begitu, diperkirakan dalam 5 tahun utang-utang pemerintah akan berkurang secara signifikan. Langkah diplomasi seperti ini, katanya, sudah pernah dilakukan oleh pemerintah Myanmar dan terbukti mereka mampu menghapus utang mereka terhadap Jepang yang sebesar US$ 3 miliar. Pakistan juga pernah melakukan hal serupa terhadap Amerika Serikat.

Dalam negosiasi tersebut, minimal negara harus memiliki bargain politik dan penawaran keuntungan ekonomi dari apa yang bisa dilakukan dengan penghapusan utang tersebut. "Agenda penghapusan utang adalah agenda untuk menegakkan konstitusi dan mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat," tegasnya.

GUSTIDHA BUDIARTIE
-------------------------------------------------------
Ada beberapa pendapat yang mengatakan....Hutang boleh saja jikalau dipakai untuk...Pembangunan.... emoticon-Big Grin

Nyatanya...Kebijakan pemerintah...IMPOR bahan pangan, hanya untuk kesejahteraan? Industri kecil menjerit...Tarif listrik naik... emoticon-Embarrassment keran impor dibuka lebar2....tanpa memperhatikan SDA yang kita miliki...

Ibarat seorang yang berhutang dengan kredit card.....Hutang hanya untuk 'kemewahan'.....dan korupsi makin merajalela.... emoticon-Embarrassment

Mau dibawa kemana negara RI?........Semoga ini hanya imajinasi keliru saya saja.... emoticon-Nohope
kok terkuras sih??...bukannya kalo dah jatoh tempo memang harus wajib bayar...^^

penempatan di post2 laennya kali yang kurang efisien...^^^
utang ngga bisa dihapus. pengelolaan negara butuh utang, tapi yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara mengelola utang yang sehat dan tidak membebani anggaran negara.
yang bisa saya nilai adalah pemerintah harus lebih maksimal menggenjot pemasukan negara dari pajak. kan menurut laporan salah satu lembaga survey resmi Indonesia udah keluarkan statement kalau jumlah masyarakat kelas menengah kita naik. berarti, sumber pajak harusnya meningkat. nah pengelolaan pajaknya itu yang harus dicek. saya yakin, kalau pajak dihitung, dibayar, disetor dan dikelola secara BENAR dan JUJUR, kita bisa mengurangi utang.

TRIT ANE GAN (SUDI MAMPIR)

______________________________
satu KASKUS, satu INDONESIA, selamanya
VCC 100%BuKanKloNenGanBiaSa
bener juga komn TS emoticon-Big Grin
kalo dari yang ane denger dari yang pernah kerja di Bank yang namanya hutang itu dipake buat investasi... lhah klo ini buat impor pangan, trus mana letak investasinya? kepret dah... emoticon-Malu
Masalah utang ini emang susah ya.. klo diliat dari perbandingan PDB dengan utang,seharusnya masih bisa dikelola dengan baik.. yg mungkin harus ditingkatkan itu pendapatan negara sehingga trade balance indonesia bisa positif (lebih banyak ekspor daripada impor) dan pengembangan investasi terutama produk lokal.. nah masalahnya iklim investasi disini sangat tidak mendukung karena infrastruktur dan urusan administrasi yg kacau balau..

masalahnya lagi untuk membentuk infrastruktur yg bagus itu harus dibalance dengan pengereman tingkat konsumsi yg berlebih karena kredit konsumsi yg murah dan pengereman kredit bukan opsi yg populer,melihat kondisi orang sini yg lebih senang shopping dibanding investasi... kalau mau dipaksakan membangun infrastruktur sekaligus subsidi sana-sini + anggaran yg tidak tepat sasaran ya siap-siap aja ngutang lagi.. ngutang lagi dikorup lagi,belum lagi subsidi dan anggaran yg ngga penting di abuse sama orang-orang licik.. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By gravitasinol
Masalah utang ini emang susah ya.. klo diliat dari perbandingan PDB dengan utang,seharusnya masih bisa dikelola dengan baik.. yg mungkin harus ditingkatkan itu pendapatan negara sehingga trade balance indonesia bisa positif (lebih banyak ekspor daripada impor) dan pengembangan investasi terutama produk lokal.. nah masalahnya iklim investasi disini sangat tidak mendukung karena infrastruktur dan urusan administrasi yg kacau balau..

masalahnya lagi untuk membentuk infrastruktur yg bagus itu harus dibalance dengan pengereman tingkat konsumsi yg berlebih karena kredit konsumsi yg murah dan pengereman kredit bukan opsi yg populer,melihat kondisi orang sini yg lebih senang shopping dibanding investasi... kalau mau dipaksakan membangun infrastruktur sekaligus subsidi sana-sini + anggaran yg tidak tepat sasaran ya siap-siap aja ngutang lagi.. ngutang lagi dikorup lagi,belum lagi subsidi dan anggaran yg ngga penting di abuse sama orang-orang licik.. emoticon-Big Grin


kredit konsumsi tak perlu di rem asal mampu bayar...pengawasannya aja yang perlu diperketat...^^
namanya hutang kalo sudah jatuh tempo bukannya harus dibayar ya?
lagian untang indonesia kan secara rasio PDB udah berkurang banyak, kalo diliat angkanya doang emang jadi trilyunan emoticon-Hammer
yang tereak-tereak indo masih impor pangan, emangnya cuma pangan yang diimpor? ternyata salah satu komponen impor penting kita adalah mesin dan alat berat cuy. kalo ditarik analoginya indo sebagai petani, sekarang petani masih ngutang buat beli cangkul, bukan jual cangkul demi bayar utang!
utang kan habis buat bayar pns dan REMUNERASI nya.. negara ini sudah gagal. pns itu musuh rakyat, kerja enteng tapi serakah menjarah uang negara emoticon-Cape d... (S)
pilih mana, pajak dinaikkan, utang nambah, ato subsidi bbm dicabut.....emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kabei
pilih mana, pajak dinaikkan, utang nambah, ato subsidi bbm dicabut.....emoticon-Big Grin

none of the above lah emoticon-Mad
pajak dinaikin, utang tambah, subsidi dicabut, tetap aj yg makmur dan ngerasain manfaatnya cuman pejabat. kalo rakyat kecil mah siap2 aj mampus emoticon-Mad
Quote:Original Posted By kabei
pilih mana, pajak dinaikkan, utang nambah, ato subsidi bbm dicabut.....emoticon-Big Grin


Kalau maunya orang sini sih... pajak turun, utang turun, subsidi ditambah. emoticon-Embarrassment
Gimana bei, pro rakyat kan emoticon-Stick Out Tongue

/sarcasm
rakyat udah kering tinggal keringat sejak dulu

emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By kabei
pilih mana, pajak dinaikkan, utang nambah, ato subsidi bbm dicabut.....emoticon-Big Grin

kalo gw lebih setuju kalo bbm subsidi di cabut,,
Quote:Original Posted By mjbr
kalo gw lebih setuju kalo bbm subsidi di cabut,,


Awas gan, ente nanti dihujat dan didemo sama partai wong cilik emoticon-Stick Out Tongue
Subsidi BBM di cabut aje...
harga pokok naek, gaji pokok gue juga naek, Solar naek sih sebodo amat orang dapet jatah juga dari kantor... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ajacid
kredit konsumsi tak perlu di rem asal mampu bayar...pengawasannya aja yang perlu diperketat...^^


yoi.. lagian susah sih ngeremnya.. tingkat bunga kredit udah gede aja masih aja nambah mobil baru.. emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By mjbr
kalo gw lebih setuju kalo bbm subsidi di cabut,,


Quote:Original Posted By fothermucker
Subsidi BBM di cabut aje...
harga pokok naek, gaji pokok gue juga naek, Solar naek sih sebodo amat orang dapet jatah juga dari kantor... emoticon-Big Grin


wah ente berdua ga bakal bisa jadi presiden emoticon-Ngakak (S)
miris melihat Indonesia banyak utang nya
Quote:Original Posted By hoshigake
none of the above lah emoticon-Mad
pajak dinaikin, utang tambah, subsidi dicabut, tetap aj yg makmur dan ngerasain manfaatnya cuman pejabat. kalo rakyat kecil mah siap2 aj mampus emoticon-Mad


gw maklumin kok emoticon-Big Grin, pajak ga mau bayar, utang pengen lunas dan subsidi ditambah emoticon-Smilie
giliran ada lowongan jadi PNShit berlomba lomba pada daftar emoticon-shakehand:
seharusnya pajak jangan dikorupsikan