alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016487765/7-terduga-teroris-akan-beraksi-di-sulteng-dan-sulsel
7 Terduga Teroris Akan Beraksi di Sulteng dan Sulsel
AMBON - Tertangkapnya salah seorang terduga teroris berinisial WR di Desa Dulah Darat, Kecamatan Dulah Utara Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Kamis, (13/9), dan menyusul enam terduga teroris sebelumnya yang diamankan di Gunung Malintang, Kota Ambon oleh Densus 88 Mabes Polri, pekan lalu, terungkap kalau ketujuh terduga teroris tersebut merupakan sel dari kelompok Laskar Asoyibah di Pakistan yang berencana melakukan aksinya di Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafly Amar, mengatakan terduga teroris berinisial WR yang tertangkap di Kota Tual, Kabupaten Malra merupakan pengembangan penangkapan enam orang terduga teroris sebelumnya di kawasan Gunung Malintang, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau. Kota Ambon.

“Jadi yang diperiksanya tujuh orang. Yang sudah A1, bukti cukup, itu dua orang. Jadi masih ada waktu tiga hari lagi. Saat ini baru dikabarkan dua buktinya sudah cukup, yakni Supri dan Jumu,” papar Boy dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 14 September.

Menurut dia, WR merupakan tokoh penting karena pernah ikuti pelatihan Laskar Asoybah di Pakistan. Laskar Asoybah dulu informa­sinya terlibat aksi di Mumbay. “Jadi ini alumni yang pernah berlatih di sana. Dari hasil monitoring akan melakukan aksi di Sulteng dan Sulsel,” ujar Boy, yang menambahkan WD dalam waktu dekat akan dibawa ke Jakarta untuk dilakukan penahanan.

Sementara itu, WR, Jumat 14 September pagi, kemarin, sekira pukul 07.30 WIT tiba di Bandara Internasional Pattimura menggunakan penerbangan Wings Air, dari Bandara Dumatubun, Tual. WR menaiki pesawat komersil itu bersama puluhan penumpang lain saat tiba di Bandara Pattimura telah ditunggui sejumlah aparat keamanan dan langsung digiring ke salah satu dari dua mobil yang telah diparkir di tangga pesawat.

Dengan tangan terborgol dan memakai penutup kepala warna hitam, terduga teroris ini terlihat dikawal sepuluh personel polisi langsung keluar dari areal parkir Bandara Internasional Pattimura dan dibawah ke markas Densus 88/Antiteror Polda Maluku di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Dari informasi yang diperoleh RADAR AMBON, kemarin, menyebutkan saat tiba di markas Densus 88 di Tantui terduga teroris WR dikonfrontir dengan para terduga teroris lainnya yang sebelumnya telah tertangkap di kawasan Gunung Malintang, Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, yakni S, U, J, A, B dan P.

Salah satu tujuan dilakukan konfrontir ini yakni perihal lokasi penyimpanan berbagai bukti lain soal keterlibatan mereka dengan jaringan teroris di Poso serta dugaan masih adanya senjata disembunyikan dan hingga kini belum diketemukan Densus 88, kendati sejumlah wilayah disekitar kawasan Gunung Malintang dan beberapa lokasi lain atas petunjuk salah satu terduga teroris telah dilakukan pencarian. Alhasil dari konfrontir itu kabarnya ada perbedaan soal lokasi penyimpanan sejumlah barang bukti lain termasuk penyimpanan senjata.

Apalagi sebelumnya dikabarkan WR mempunyai senjata api (senpi) jenis FN. Namun saat penangkapan yang dilakukan Densus 88 di Tual, tidak diketemukan senpi tersebut dari WR. Karenanya ada dugaan senpi jenis FN dimaksud salah satu bukti lain, yang memang masih disimpan pada lokasi tertentu. Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Johanis Huwae, yang dihubungi RADAR AMBON perihal ini, enggan menanggapinya. Karena kata juru bicara Polda Maluku tersebut, itu bukan kewenangannya.

“Maaf saya tidak bisa memberikan penjelasan soal ini. Nanti besok (hari ini, Red), akan ada keterangan resmi dari Polda Maluku,” tegas Huwae. (REE)

sumber : IYAA.com
________________
knapa kasus teroris selalu muncul disaat ada kasus besar yang melanda indonesia ..........contoh kasur besar saat ini yang jadi rebutan KPK dan POLRI = SIMULATOR SIM emoticon-Bingung (S)
ini mungkin untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari noda di polisi dengan munculnya penangkapan diduga-duga
betul kata tsnya, setuju. Giliran ada kasus besar yang membayangi kelompok tertentu, langsung deh tiba tiba banyak "terduga" teroris ditangkepin
kalaupun seandainya untuk menutupi kasus simulator, kita pun emang dari dulu tidak pernah ada andil apa-apa untuk menuntaskan kasus simulator, wong cuma cengegesan di kaskus emoticon-Big Grin
wah pemasukan polishit nambah lagi neh,berita TERORIS PALING MAHAL .. sory oot emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By unwell
kalaupun seandainya untuk menutupi kasus simulator, kita pun emang dari dulu tidak pernah ada andil apa-apa untuk menuntaskan kasus simulator, wong cuma cengegesan di kaskus emoticon-Big Grin


post of the week!

bener bgt gan. emoticon-Ngakak (S)
Paling tidak tidak ditangkap pake pelor

So.....

Tuduhan kalau terduga teroris selalu ditembak mati = Failed
keknya ada semacam pola lepas tangkap deh emoticon-Malu
bgitu ada kasus di kalangan pejabat, trus seakan dialihkan ke masalah teroris... emoticon-Malu