alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016447218/polri-tarik-penyidik-kpk-yang-tangani-kasus-simulator-sim
Peringatan! 
Polri Tarik Penyidik KPK yang Tangani Kasus Simulator SIM
Polri Tarik Penyidik KPK yang Tangani Kasus Simulator SIM


Polri Tarik Penyidik KPK yang Tangani Kasus Simulator SIM

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu dari 20 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang ditarik kembali ke Kepolisian diketahui tengah menangani kasus dugaan korupsi proyek ujian simulator surat izin mengemudi (SIM) Korps Lalu Lintas Polri. Kepolisian menarik kembali 20 penyidiknya yang bertugas di KPK dengan alasan masa kerja para penyidik tersebut telah habis.

"Yang kontrak kerjanya tidak diperpanjang ini, hanya satu yang menangani kasus simulator," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Namun dia membantah penarikan 20 penyidik oleh Polri ini terkait dengan kasus simulator SIM yang tengah disidik KPK.

Seperti diketahui, KPK dan Polri sama-sama tengah menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM. Hubungan KPK dan Polri seolah menegang sejak sejumlah penyidik KPK melakukan penggeledahan di gedung Korlantas Polri beberapa waktu lalu.

Polri Tarik Penyidik KPK yang Tangani Kasus Simulator SIM


Dalam kasus ini, KPK menetapkan dua jenderal Polisi sebagai tersangka, yakni mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Djoko Susilo, dan Wakil Kepala Korlantas Brigjen (Pol) Didik Purnomo. KPK juga menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka kasus ini, yaitu Sukotjo S Bambang dan Budi Susanto.

Adapun Didi, Budi, dan Sukotjo, juga ditetapkan Polri sebagai tersangka. Meskipun membantah ada hubungan antara penarikan 20 penyidik ini dengan kasus Korlantas yang juga ditangani KPK, Johan mengakui kalau jumlah ini adalah yang terbanyak yang pernah dikembalikan ke Polri.

"Sebelumnya ada dua, atau tiga, karena kontrak kerja mereka sudah habis, tidak diperpanjang," katanya. Lazimnya, para penyidik Polri bertugas selama empat tahun di KPK dan dapat diperpanjang kontraknya selama empat tahun lagi. Johan mengatakan bahwa dari 20 penyidik yang tidak diperpanjang kontraknya itu, ada yang baru setahun, dua tahun di KPK.


Berita terkait


20 Penyidik Ditarik, KPK Koordinasi dengan Kapolri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi akan berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian RI terkait ditariknya 20 penyidik yang bertugas di KPK oleh Polri. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, pihaknya masih membutuhkan para penyidik tersebut.

"Pimpinan KPK akan koordinasi dengan Kapolri, karena sangat penuh (kasus) dibanding jumlah penyidik kita yang terbatas," kata Johan di Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Sebagai gambaran, kata Johan, satu penyidik di KPK bisa menangani tiga hingga empat kasus korupsi. Apalagi, menurutnya, beberapa penyidik yang kontrak kerjanya di KPK tidak diperpanjang itu baru bertugas satu hingga dua tahun. Seusai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2005 Tentang Sistem Manajemen Manusia Sumber Daya KPK, seorang penyidik Polri bisa bertugas di KPK selama empat tahun dan kontraknya bisa diperpanjang hingga empat tahun lagi.

Secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli mengatakan, kepolisian menyadari bahwa penarikan tersebut membuat komisi antikorupsi tersebut kekurangan sumber daya manusia.Terkait hal ini, kepolisian mengaku siap memberikan penggantinya.

"Jika KPK membutuhkan pengganti akan dipersiapkan lagi penyidik yang terbaik," terang Boy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepolisian mengirimkan surat ke KPK yang isinya tidak memperpanjang kontrak 20 penyidiknya di KPK. Surat tersebut diterima KPK pada 12 September lalu.

Hingga kini belum ada keputusan final dari koordinasi antara pimpinan KPK dengan Kapolri. Johan mengatakan, bukan kali ini saja seorang penyidik yang bertugas di KPK harus kembali ke institusinya. Namun selama ini, biasanya penyidik yang kembali ke Polri hanya satu atau dua orang, belum pernah sampai 20 penyidik.

Saat ditanya apakah tidak diperpanjangnya kontrak 20 penyidik ini terkait kasus simulator SIM yang seolah menjadi rebutan KPK dengan Polri, Johan membantahnya.

"Sama sekali tidak ada hubungannya," ujar Johan.

SUMBER

SUMBER

---------------------------------------------------------------

Dari 20 yang di tarik ada 1 orang yang sedang menangani kasus Simulator SIM.... Kayaknya memang agak susah kalo Indonesia mau maju, wong lembaga hukumnya aja gak mau bebas dari KORUPSI...

Entah terkait atau tidaknya penarikan penyidik ini dengan kasus Simulator SIM, yang jelas banyak rakyat berharap kasus ini bisa di selesaikan sesegera mungkin.. emoticon-Angkat Beer
Negara maju salah satu syaratnya adalah, penegakan Hukum yang adil.. emoticon-I Love Indonesia (S)
coba ane berperan sebagai salah satu petinggi:

"Sekarang saya perintahkan ente untuk menarik si anu. Tarik kembali ke Mabes. Lumayan dari dia kita bisa korek informasi untuk menentukan langkah-langkah berikutnya. Lagian si anu sepertinya mulai terpengaruh. Jangan dibikin lama-lama di dalam sana, gak baik untuk kesehatan si anu dan kita"
Quote:Original Posted By sanobayu
coba ane berperan sebagai salah satu petinggi:

"Sekarang saya perintahkan ente untuk menarik si anu. Tarik kembali ke Mabes. Lumayan dari dia kita bisa korek informasi untuk menentukan langkah-langkah berikutnya. Lagian si anu sepertinya mulai terpengaruh. Jangan dibikin lama-lama di dalam sana, gak baik untuk kesehatan si anu dan kita"


Cocok om ente jadi petinggi.... emoticon-Big Grin

apa penarikan ini ada kaitannya dengan rencana KPK yg mau pake Rutan milik TNI? emoticon-Embarrassment
usul, kalo kpk pinjam penyidik dari polisi militer untuk menangani kasus2 yg melibatkan polri bgmn ya.emoticon-Blue Guy Peace
emang dari 1/4 milyar manusia di sini susah cari penyidik emoticon-Embarrassment

sebenarnya susah apa "pilih-pilih" emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By fothermucker
Cocok om ente jadi petinggi.... emoticon-Big Grin

apa penarikan ini ada kaitannya dengan rencana KPK yg mau pake Rutan milik TNI? emoticon-Embarrassment


nah, ini gan
Fenomena KPK yang lebih "merapatkan" diri ke TNI merupakan salah satu indikasi bahwa KPK sebagai lembaga sipil ternyata tidak bisa percaya pada Polri. Padahal sejak dwi fungsi ABRI dicabut dan Polri berpisah dengan 3 angkatan, diharapkan Polri bisa mereformasi diri untuk lebur ke dalam pemerintahan sipil. Tapi ternyata setelah 12 tahun yang ada Polri hanya mengalami sedikit perubahan.
Bagi ane ini satu kegagalan Polri sendiri. Ketika Polri diberi kepercayaan sebesar itu ternyata Polri tidak mampu menanggungnya.
Terus terang KPK sebagai lembaga sipil butuh patner sekaligus perlindungan, dan ketika Polri yang diharapkan sebagai pelindung tidak mampu, maka satu-satunya lembaga yang berpotensi sebagai pelindung yang tersisa adalah TNI.

Dan kembali ada celah kecil, untuk militer kembali lagi ke wilayah sipil emoticon-Big Grin

#koplak

neggara kok g ada yang beres... saling menjatuhkan.. lagian ngapain polri ngurusin KPK.. kalo ada korupsi KPK yang ngurusin. knp polri. ikut2an yah emoticon-Cape d... (S)
Lebih mantap pake penyidik Militer, nggak usah pake penyidik polisi lagi. Giliran yang kena polisi, selalu banyak ini itunya
Quote:Original Posted By sanobayu
nah, ini gan
Fenomena KPK yang lebih "merapatkan" diri ke TNI merupakan salah satu indikasi bahwa KPK sebagai lembaga sipil ternyata tidak bisa percaya pada Polri. Padahal sejak dwi fungsi ABRI dicabut dan Polri berpisah dengan 3 angkatan, diharapkan Polri bisa mereformasi diri untuk lebur ke dalam pemerintahan sipil. Tapi ternyata setelah 12 tahun yang ada Polri hanya mengalami sedikit perubahan.
Bagi ane ini satu kegagalan Polri sendiri. Ketika Polri diberi kepercayaan sebesar itu ternyata Polri tidak mampu menanggungnya.
Terus terang KPK sebagai lembaga sipil butuh patner sekaligus perlindungan, dan ketika Polri yang diharapkan sebagai pelindung tidak mampu, maka satu-satunya lembaga yang berpotensi sebagai pelindung yang tersisa adalah TNI.

Dan kembali ada celah kecil, untuk militer kembali lagi ke wilayah sipil emoticon-Big Grin


Kepercayaan itu pada akhirnya bukan memperbaiki diri, akhirnya dipergunakan untuk memperkaya diri, mungkin seperti itulah singkatnya yah om... emoticon-Embarrassment

terbukti setiap ada kasus ditubuhnya selalu secepat mungkin di tutup2i, ini bukan pertama kali, sebelumnya kita pasti masih ingat "Rekening Gendut Jenderal POLRI" ....

Kembali ke KPK, semoga 5 tahun kedepan sudah punya para penyidik2 handal tanpa harus bergantung dengan POLRI dan Kejaksaan...

agar kedepannya KPK bisa lebih Independent dalam memberantas porisi, terutama di dua lembaga tersebut... emoticon-I Love Indonesia (S)
anne gak mau komeng masalah korupsinya. cuma anne pikir aneh, ujian SIM pakai simulator. Anne yakin sopir jago sekalipun bakal susah lulusnya. Tapi anak-anak SD yang biasa main game, bakal cepet ngerti dan lulus kalau di test pakai simulator itu.
Ane ga bs bayangin tuh penyidik yg kemaren geledah korlantas polri begitu tau ditarik balik gimana yah reaksinya, selama ga da penyidik independen mah jgn coba2 menyentuh pati polri deh apalagi yg aktif.

Gara-gara kasus korupsi simulator SIM tersebut, kantor Satpas Polda Metro Jaya Daan Mogot, Jakarta Barat aman dari calo karena PM bertebaran hampir di seluruh sudut kantor. Kemarin tanggal 12 September, saya mengikuti ujian teori untuk ketiga kalinya dan lulus. Pas ujian praktik malah gak lulus dan disuruh datang lagi nanti tanggal 26 September. Di satu sisi saya kesal karena terasa menyulitkan dan sangat menyita waktu. Namun di sisi lain saya bangga karena bisa mengikuti proses pembuatan SIM dengan prosedur yang ada, tanpa calo. emoticon-I Love Indonesia
Quote:Original Posted By sonson3071
usul, kalo kpk pinjam penyidik dari polisi militer untuk menangani kasus2 yg melibatkan polri bgmn ya.emoticon-Blue Guy Peace


Lebih bagus, karena mereka pada dasarnya berasal dari akar yang sama bila ditinjau dari sejarah / latar belakang eksistensi mereka di republik ini. Paling tidak, mereka lebih banyak mengetahui daripada masyarakat awam, khususnya tentang intrik-intrik yang berlaku.
Quote:Original Posted By Rambing90
Gara-gara kasus korupsi simulator SIM tersebut, kantor Satpas Polda Metro Jaya Daan Mogot, Jakarta Barat aman dari calo karena PM bertebaran hampir di seluruh sudut kantor. Kemarin tanggal 12 September, saya mengikuti ujian teori untuk ketiga kalinya dan lulus. Pas ujian praktik malah gak lulus dan disuruh datang lagi nanti tanggal 26 September. Di satu sisi saya kesal karena terasa menyulitkan dan sangat menyita waktu. Namun di sisi lain saya bangga karena bisa mengikuti proses pembuatan SIM dengan prosedur yang ada, tanpa calo. emoticon-I Love Indonesia


Yang bener gan gak ada calo nya? emoticon-Belo
maap ane dopos gara2 perpormens testing emoticon-Hammer
Quote:Kepolisian menarik kembali 20 penyidiknya yang bertugas di KPK dengan alasan masa kerja para penyidik tersebut telah habis.
memang udah abis masa kerjanya ...
emoticon-Embarrassment emoticon-Embarrassment
roger//////roger

Para Oknum polkis lagi Galau...roger!!!! senggol dikit bisa kena semua...roger
Quote:Original Posted By fothermucker
Yang bener gan gak ada calo nya? emoticon-Belo


PM banyak. Polisi gak ada yang berani muncul.
Quote:Original Posted By ipput
memang udah abis masa kerjanya ...
emoticon-Embarrassment emoticon-Embarrassment


emang udah abis put, yg jadi penyidik pun cuma satu orang... emoticon-Big Grin
cuma emang karena momen nya aja nihhh, makannya jadi hot
dan ada sedikit tanda tanya....

Quote:Original Posted By Rambing90
PM banyak. Polisi gak ada yang berani muncul.


oalah pantesan,, sukses deh gan ujian sim nya... emoticon-Big Grin