alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016434051/kasihan-makin-berat-beban-pelajaran-bisa-bikin-anak-gila
Kesel 
Kasihan, Makin Berat Beban Pelajaran Bisa Bikin Anak Gila!

Kasihan, Makin Berat Beban Pelajaran Bisa Bikin Anak Gila!
ilustrasi guru mengajar





JAKARTA .Makin beratnya beban pelajaran ditambah dengan keinginan orangtua mengikutkan anak untuk les ini itu potensial membebani otak anak, di luar kemampuan mereka. Bahkan mereka bisa gila!

Psikiater Prof Dr dr LK Suryani SpKJ berpandangan, dewasa ini terjadi kecenderungan semakin muda usia penderita sakit kejiwaan karena anak-anak tidak siap menerima beban pelajaran di sekolah.

Suryani yang juga pendiri dan Direktur "Suryani Institute for Mental Health" itu di Denpasar, Kamis, mengatakan, berdasarkan hasil penelitiannya dan kunjungan ke tempat praktiknya, sudah ada anak SD yang mengalami gangguan jiwa.

Menurut dia, penyebab terbesarnya karena beban pelajaran sekolah, anak-anak dituntut cepat bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Apalagi ditambah mereka harus belajar di sekolah hingga sore hari.

"Tetapi sayangnya guru tidak mau mendidik, maunya mengajar saja," ujarnya. Ia berharap para guru memahami perkembangan mental anak, jangan memaksa belajar, tetapi hendaknya membuat murid TK serta siswa SD dari kelas I sampai III terangsang mempunyai semangat belajar, mau belajar, dan berani berbicara.

"Sekarang terlalu sedikit waktu santai untuk anak-anak, bahkan TK sudah les. Idealnya sampai kelas III tidak ada PR. Bukankah tidak jarang yang mengerjakan PR pembantu dan orang tua agar anaknya tidak malu?" katanya.
Dengan gaya hidup seperti itu, ketika dewasa, mereka umumnya untuk bangun pagi saja harus dibangunkan dan malas ke kantor serta tidak bisa mengurus diri sendiri.

"Di dalam mendidik, seyogyanya guru jangan menganggap anak sudah tahu macam-macam sehingga tidak perlu dididik calistung. Harusnya anak-anak juga diajak menyanyi dan bercerita untuk mengekspresikan emosi," katanya.
Lewat cerita, lanjut dia, juga untuk memasukkkan nilai baik dan buruk karena para orang tua tidak ada waktu bercerita. Hingga usia 10 tahun adalah masa untuk membuat anak mampu melihat situasi.

"Jika dapat memberikan pendidikan tanpa beban pada anak dan mereka senang, di sanalah akan ada harapan punya masa depan. Kalau orang tua sering ribut apalagi terjadi sejak dalam kandungan, hal itu akan menyulut gangguan jiwa pada anak-anak," ujarnya.

Di sisi lain, ia melihat kecenderungan para orang tua menuntut agar anaknya paling hebat secara akademis, padahal pandai saja sebenarnya tidak cukup. Justru menjadikan anak mandiri dan kreatif jauh lebih penting. Ia tidak memungkiri, memang jika punya anak kreatif berat, anak akan banyak protes dan nakal.

"Seyogyanya biarkan anak berkembang, belajar apa yang diperlukan anak, dan jangan orang tua justru memaksakan kehendak. Adakan waktu ngobrol saat makan dan sebelum tidur," kata Suryani.

Pendidikan

Quote:emoticon-Cape d... (S)

setuju !!!....

emoticon-Shakehand2



dari kaskuser...


Quote:Original Posted By krupukalengan
Bagaimana guru mau mendidik dengan baik jika 1 kelas isinya 40 anak?
Bagaimana guru mau mengajar dengan baik jika beban kurikulum lebih banyak daripada alokasi waktu.
Bagaimana guru mau mengajar dengan benar kalau kondisi siswa saja sudah tidak siap menerima pelajaran.

Ga setiap siswa bisa menerima pelajaran dengan cepat.
Ga setiap siswa bisa belajar dengan baik dirumah.
Ga setiap siswa punya kesempatan belajar tmbahan diluar.
Ga setiap siswa punya kesadaran belajar dan mikir masa depannya
Ga setiap siswa punya niat belajar baik.

Ga setiap ortu siswa bisa mengajari anaknya.
Ga setiap ortu siswa menyuruh anaknya belajar dng rajin
Ga setiap ortu tau bagaimna cara belajar yang baik.
Ga setiap ortu bisa menjadi tempat bertanya.

Dan hanya pemerintah yg selalu menjadikan anak didik kelinci percobaan.
bonus buat vbotemoticon-Peace

Spoiler for buguru edan:

mikiro lan makaryo ojo muk sendiko
setuju juga. emoticon-shakehand
berdayakan otak kanan, jangan otak kiri saja. emoticon-Ngacir
Kalau semua guru seperti gambar illustrasi berita ini, anak-anak dijamin rajin ke sekolah, dan jarang absen kalau gak terpaksa, dan sekolah bukanlah menjadi beban lagi.
selalu suka dengan trit² dari Pakdhe 0ralucu, terutama gambar² ilustrasi'nya. emoticon-Big Grin

ngilangi ngantuk... emoticon-coffee
Quote:Original Posted By Theist
Kalau semua guru seperti gambar illustrasi berita ini, anak-anak dijamin rajin ke sekolah, dan jarang absen kalau gak terpaksa, dan sekolah bukanlah menjadi beban lagi.

dan saya yakin muridnya sebagian besar adalah PRIA emoticon-Malu (S)
sepertinya saya pernah membaca ini

emoticon-Repost
Quote:Original Posted By 0ralucu
bonus buat vbotemoticon-Peace

Spoiler for buguru edan:

—mikiro lan makaryo ojo muk sendiko™


kalau guru ane seperti di gambar ane jamin betah belajar berjam-jam emoticon-Genit:

*belajar mata pelajaran biologi emoticon-Malu
anak dipaksa onani otak secara berlebih emoticon-Amazed
emang iya gan.. makanya terkadang 1bulan itu pasti anak ada gak masuknya alasan sakit atau izinlah padahal minggat emoticon-Ngakak (S)

Quote:Promosi produk dengan pemaksaan (dafuq did i just watch?)
Mbah Google Rajanya BeatBox
Arsip pict of jokes
Anggota DPR yang PLAYBOY
Quote:Original Posted By 0ralucu
bonus buat vbotemoticon-Peace

Spoiler for buguru edan:

—mikiro lan makaryo ojo muk sendiko™



Harusnya ini ilustrasi buat guru bidang biologi sub organ reproduksi, bukan bidang studi matematika, fisika or kimia.....emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By Theist
Kalau semua guru seperti gambar illustrasi berita ini, anak-anak dijamin rajin ke sekolah, dan jarang absen kalau gak terpaksa, dan sekolah bukanlah menjadi beban lagi.


dan dijamin bapaknya rela nungguin anaknya selama sekolah

sebetulnya sekolah itu jangan sampai mengganggu maen
kalo anak sudah gak bisa bermain, sibuk belajar. berarti sudah salah sistem pendidikannya.
cepat cepat ortu menyelamatkan anak itu, dipindah ke seolah yang lebih nyantai
Quote:Original Posted By Rizier
setuju juga. emoticon-shakehand
berdayakan otak kanan, jangan otak kiri saja. emoticon-Ngacir



Setuju gan...imbangi antara IQ and IQ juga, istilahnya Iptek dan Imtaqemoticon-Add Friend (S)emoticon-Add Friend (S)
Quote:Original Posted By gringsing1
dan dijamin bapaknya rela nungguin anaknya selama sekolah

sebetulnya sekolah itu jangan sampai mengganggu maen
kalo anak sudah gak bisa bermain, sibuk belajar. berarti sudah salah sistem pendidikannya.
cepat cepat ortu menyelamatkan anak itu, dipindah ke seolah yang lebih nyantai


ntar di luar para ibu2 malah demonstrasi emoticon-Ngakak (S)
zaman sekolah anak sekarang sudah sekolah pake bimbel juga, emang ngga cape pulang sekolah harus les lagi sampe larut malam, mendingan kaya zaman dulu pulang sekolah bisa main tenis meja, bulu tangkis, sepakbola dll...
ngga ada yang namanya bimbel2an
tau gak...sekrang anak SD kelas 1 dah diajari bahasa Inggris lho...gila gak tuh.. emoticon-Hammer

membaca tulisan bahasa Indonesia aja masih susah,,malah disuruh belajar bhs inggris yang tulisan sama lafalnya sering berbeda emoticon-Cape d... (S)
bukan anak nya yang gila

tapi ibu nya yang gila karena bapak nya tergila gila dengan ibu guru emoticon-Big Grin
bah kalo gurunya kek yang digambar bisa2 otak sama kont*l kerja "keras" emoticon-Ngakak (S)
Pendidikan di Indonesia emang terlalu berat,
apa lagi ada orang tua yang menuntut begini dan begitu,
sehingga si anak pun akan semakin tertekan,
kurikulumnya juga berat, dan juga orangtua jaman skrg pgn anaknya serba bisa :/ menyalurkan minat anak sih boleh2 aja, tapi bukan karena ngejer gengsi :/ kan banyak tuh kasusnya anak stres gr2 disuru les ini itu biar ortunya ada bahan pamer kalo ketemu dgn koleganya. aneh emoticon-Cape d... (S)