alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016428793/jebakan-kelas-menengah-permintaan-avanza-sampai-20000-unit-perbulan
Jebakan kelas Menengah? Permintaan AVANZA sampai 20.000 unit perbulan!
Jebakan kelas Menengah? Permintaan AVANZA sampai 20.000 unit perbulan!

Toyota Minta Daihatsu Tambah Produksi Avanza
Rabu, 12/09/2012 17:04 WIB

Jakarta - Menyadari semakin banyaknya pesaing Avanza dan inden yang tak pernah surut, Toyota pun berharap kapasitas produksi Avanza di pabrik Daihatsu bisa mencapai 20.000 unit per bulan. Hal tersebut disampaikan Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), Joko Trisanyoto di Bandung. "Permintaan diler kini mencapai 20.000 per bulan. Tapi baru bisa produksi 16.000 - 17.000 per bulan. Jadi kita akan meningkatkan kapasitas produksi sampai 20.000 unit. Belum tahu mulainya kapan. Tahun depan? Mudah-mudahan. Kan ADM mestinya nambah. Kita sekarang sudah submit request (ke Daihatsu), tapi belum ada jawaban," ujar Joko. Joko menuturkan dengan kapasitas produksi sekarang jelas tidak bisa memenuhi permintaan bulanan Avanza. "Karena masih 16.000-17.000 unit saja per bulan. Kita harapkan bisa 20.000 unit produksi dalam satu bulan," pungkasnya.
[url]http://oto.detik..com/read/2012/09/12/170452/2016301/1207/toyota-minta-daihatsu-tambah-produksi-avanza[/url]

Jebakan kelas Menengah? Permintaan AVANZA sampai 20.000 unit perbulan!


Indonesia Diminta Waspada Jebakan Kelas Menengah
Kamis, 13 September 2012 | 15:41 WIB


TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Rahayu meminta pemerintah tidak terlalu terlena dengan pertumbuhan masyarakat kelas menengah saat ini. Berdasarkan pengalaman negara lain, pertumbuhan kelas menengah ini dikhawatirkan malah bisa menjadi jebakan bagi negara tersebut. "Negara itu nantinya sulit tumbuh ke tingkat berikutnya, jadi hanya bisa sampai kelas menengah," ujar Destry ketika menyampaikan paparan Outlook Makro Ekonomi di Jakarta, Kamis, 13 September 2012.

Ia mencontohkan Filipina, yang telah berstatus negara kelas menengah sejak tahun 80-an. Perkembangan tingkat masyarakat yang cukup signifikan inilah yang membuat Asian Development Bank menempatkan kantor pusatnya di sana. Tetapi, jika dilihat keadaannya saat ini, kondisi Indonesia malah lebih baik ketimbang Filipina. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi di Filipina saat itu tidak disertai usaha lain seperti inovasi, pengembangan teknologi, serta peningkatan pendidikan masyarakatnya. Indonesia saat ini bersituasi kurang lebih sama seperti Filipina. Jika pemerintah tidak mengupayakan hal-hal tersebut, bukan tidak mungkin Indonesia akan terjebak di kelas menengah saja.

Ciri-cirinya, menurutnya, sudah terlihat dengan posisi kualitas Sumber Daya Manusia yang masih relatif rendah dibanding negara ASEAN lainnya. Berdasar data UNDP, Indonesia saat ini masih berada di peringkat 108 jauh di bawah Malaysia yang berada di peringkat 57. Belum lagi jika dilihat dari proporsi pekerja lulusan universitas terhadap total pekerja. Berdasar data ILO, baru sebanyak 7 persen total pekerja yang merupakan lulusan universitas. Lebih rendah dibanding Thailand yang sebanyak 17 persen, bahkan Filipina yang sebanyak 29 persen.

Ia menekankan, pemerintah harus lepas dari jebakan ini dengan memperbaiki tiga hal yang masih menjadi kekurangan, yakni menggenjot pasar tenaga kerja untuk menghasilkan sumber daya berkualitas, pengembangan teknologi agar semakin banyak industri bernilai tambah, "Dan terakhir adalah infrastruktur harus terus dibangun," kata dia.
http://www.tempo.co/read/news/2012/0...Kelas-Menengah

Jebakan kelas Menengah? Permintaan AVANZA sampai 20.000 unit perbulan!
Suasana sebuah pusat perbelanjaan yang masih relatif sepi pengunjung di Jakarta Selatan, Selasa

BANK DUNIA: Kelas menengah Indonesia 134 juta orang
Rabu, 07 Maret 2012 | 15:28 WIB

JAKARTA: Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan ditopang pertambahan jumlah masyarakat kelas menengah yang bertambah 8-9 juta per tahun. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pertambahan kelas menengah terbukti mendongkrak konsumsi dalam negeri yang selanjutnya menjaga pertumbuhan ekonomi di level 6,5% pada 2011.

Konsumsi diketahui menyumbang 70% pertumbuhan ekonomi Indonesia. Padahal pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi sejumlah negara bergerak negatif akibat dampak krisis finansial di kawasan Eropa. “Saat kondisi ekonomi global tidak menggembirakan, kita justru tumbuh dengan baik, yakni 6,5%," ujarnya di sela rapat kerja Kementerian Perdagangan, Rabu 7 Maret 2012.

Daya beli, lanjut Hatta, meningkat. NTP (nilai tukar petani) yang jadi salah satu ukuran juga naik. Demikian pula indeks kepercayaan konsumen. "Ada permintaan yang luar biasa dari kelas menengah,” ujarnya

Bank Dunia menyebutkan, 56,5% dari 237 juta populasi Indonesia masuk kategori kelas menengah, dengan nilai belanja US$2-US$20 per hari. Artinya, saat ini ada sekitar 134 juta warga kelas menengah di Indonesia.
http://www.bisnis.com/articles/bank-...134-juta-orang

Belum diantisipasi

Potensi pertumbuhan masyarakat kelas menengah masih memungkinkan. Pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2012 sekitar 6,7 persen. Asumsi makro antara lain menyebutkan, setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen akan menciptakan 450.000 lapangan kerja baru. Bakal ada sekitar 30 juta orang yang memperoleh pekerjaan. Hatta Rajasa mengutip analisis Jepang menyebutkan, tahun 2015, lebih dari 100 juta penduduk Indonesia akan berpenghasilan 3.000 dollar AS per tahun.

Lembaga riset dari Inggris, Euromonitor, menyebutkan, pada tahun 2020 pendapatan sekitar 60 persen penduduk Indonesia mencapai Rp 7,5 juta per bulan atau 10.000 dollar AS per tahun. ”Ada 8 juta-9 juta warga Indonesia yang naik kelas menengah,” ujar Hatta. Pertumbuhan ekonomi yang berlanjut dan membaiknya harga-harga komoditas ekspor, seperti kelapa sawit mentah dan batubara, menimbulkan dampak berganda pada masyarakat, termasuk menumbuhkan kelas menengah. Masuknya modal asing di pasar modal juga menjadi pendorong pendapatan sejumlah anggota masyarakat.

Berdasarkan catatan Litbang Kompas, kebijakan pemerintah secara gradual menaikkan gaji pegawai negeri sipil setiap tahun juga mendorong tumbuhnya kelas menengah. Kenaikan gaji dan remunerasi juga dialami karyawan swasta, terutama di industri yang mencatat pertumbuhan signifikan, seperti otomotif, penerbangan, perkebunan, dan pertambangan. Di sektor swasta pun setiap tahun terjadi peningkatan upah minimum mengikuti inflasi dan kenaikan upah sundulan.

Kenaikan penghasilan ini bisa terlihat dari simpanan masyarakat di perbankan yang terus melonjak. Lembaga Penjamin Simpanan, pekan lalu, menyebutkan, simpanan bank umum pada Oktober 2011 mencapai Rp 2.625 triliun, naik Rp 38,18 triliun dibandingkan September 2011. Jumlah rekening juga tumbuh dari 100,324 juta rekening pada September 2011 menjadi 100,681 juta rekening pada Oktober 2011. Kenaikan terbesar tercatat pada segmen simpanan dengan nominal di atas Rp 5 miliar, yakni Rp 23,22 triliun. Per akhir Oktober 2011, total simpanan di atas Rp 5 miliar mencapai Rp 1.081 triliun atau sebesar 41,21 persen dari seluruh simpanan di bank.

Hanya saja, pertumbuhan masyarakat kelas menengah ini belum diantisipasi kalangan pengusaha dan pemerintah. Hatta Rajasa mengemukakan, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan investasi di dalam negeri sehingga industri manufaktur dalam negeri terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan domestik. Yang nyata terjadi, impor buahan-buahan dan sayuran Indonesia sudah mencapai Rp 17,6 triliun. Semua impor ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Ironisnya, bahkan impor juga terjadi pada produk ikan dan garam. ”Kita harus bisa memanfaatkan momentum tumbuhnya kelas menengah ini untuk ’jualan’ investasi,” ujar Tony. Belakangan ini, ratusan perusahaan waralaba asing datang mengincar pasar Indonesia.
http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...k.Diantisipasi

-------------

Kebanyakan kelas menengah di Indonesia itu adalah buruh, orang bayaran perusahaan, hanya kebetulan bisnis perusahaannya lagi 'booming', maka gaji mereka cukup lumayan. Makanya kalau ada krisis, mereka akan di PHK dan jatuh miskin kembali. Kelas menengah itu pun pasti akan rontok kembali! Kelas menengah kita itu berkembang pesat pasca Reformasi lalu, umumnya berasal dari kelas pekerja buruh, yang menikmati kenaikan pendapatan sangat besar dalam 5 tahun terakhir ini.

Ada 2 kelas buruh di negara kita saat ini, Buruh Negara (sering disebut PNS) dan Buruh Industri (buruh Swasta). Buruh Negara yang disebut PNS, banyak diantara mereka menjadi kelas menengah akibat gaji PNS yang terus dinaikkan 10-15% pertahunnya secara rutin. Disamping itu, adanya renumerasi PNS seperti di Kemenkeu itu atau sertifikasi Guru Dan Dosen. Itu belum termasuk yang kaya akibat korupsi atau karena memperoleh cipratan proyek APBN yang kini hampir Rp 1.500 triliun.

Di sektor Swasta, juga berkembang pesat, baik PMA maupun PMDN dan UMKM. Buruh-buruh pada level manager menenga-keatas di dunia industri itu, menikmati pula lonjakan gajinya akibat perusahaan mereka mengalami 'booming' di dalam negeri maupun export. Gajinya mereka terus naik dan masih diberi bonus-bonus besar akibat laba perusahaan terus meningkat pesat. Buruh Negara (PNS) dan buruh Swasta inilah yang menjadi kunci kemajuan ekonomi RI saat ini. Sayangnya kelas menengah yang tumbuh dari kalangan bisnis yang inovatif, masih kecil sekali, terutama yang ada di sektor UMKM. Ini rawan sekali! Sekali kita resesi, otomatis semua kekayaan kelas menengah asal buruh itu akan rontok, mirip kalangan menengah di AS dan Eropa saat ini yang jatuh miskin akibat PHK besar-besaran akibat ekonomi negaranya kena krisi keuangan.
Quote:Original Posted By s4nit0re

Kebanyakan kelas menengah di Indonesia itu adalah buruh, orang bayaran perusahaan, hanya kebetulan bisnis perusahaannya lagi 'booming', maka gaji mereka cukup lumayan. Makanya kalau ada krisis, mereka akan di PHK dan jatuh miskin kembali. Kelas menengah itu ppun pasti akan rontok kembali!


buruh naek kelas nih..^^

kalau ada krisis mau yang kelas atas-menengah-bawah roto semua gan...^^
kelas menengah itu mungkin yg termasuk rentan yah.

ibarat kasarnya masih ababil.
Quote:Original Posted By s4nit0re

Kebanyakan kelas menengah di Indonesia itu adalah buruh, orang bayaran perusahaan, hanya kebetulan bisnis perusahaannya lagi 'booming', maka gaji mereka cukup lumayan. Makanya kalau ada krisis, mereka akan di PHK dan jatuh miskin kembali. Kelas menengah itu ppun pasti akan rontok kembali!


tapi buruh pabrik kelas manager itu mah, kalo kelas spv ke bawah paling cuma bisa nyicil supri x
apalg bl AVANZA bs kredit. Yg penting gengsi,,,,,
Quote:Original Posted By ziyu
apalg bl AVANZA bs kredit. Yg penting gengsi,,,,,


kredit gpp gan yang penting bisa bayar...^^
Kelas menengah berkembang kok malah dikritik

kelas menengah berkembang itu tujuan semua negara.... Baik buruknya negara tergantung kelas menengahnya
takut seperti jaman orba ya?
pertumbuhan yg tinggi rontok dalam setahun emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By s4nit0re

Kebanyakan kelas menengah di Indonesia itu adalah buruh, orang bayaran perusahaan, hanya kebetulan bisnis perusahaannya lagi 'booming', maka gaji mereka cukup lumayan. Makanya kalau ada krisis, mereka akan di PHK dan jatuh miskin kembali. Kelas menengah itu ppun pasti akan rontok kembali!


Makanya disitu disebutkan, kelas menengah itu harus bisa melakukan efisiensi dan inovasi supaya bisa meningkatkan competitiveness... Kalo gak kompetitif ya siap2 aja rontok...

Jadi artinya ini tren positif, artinya banyak orang yang mendapat kesempatan untuk naik ke menengah-atas...
Quote:Original Posted By bung.kus
Kelas menengah berkembang kok malah dikritik

kelas menengah berkembang itu tujuan semua negara.... Baik buruknya negara tergantung kelas menengahnya


ini peringatan aja gan, supaya negara kita ga kejebak middle income trap seperti yang dialami malaysia dan filipina. kita pengen indo supaya jadi negara high income dan negara maju. untuk itulah kita ada MP3EI agar lolos dari middle income trap.
mobil kaleng


----------------------------- emoticon-Kaskus Lovers -----------------------------

Kaskus is providing basic human rights such as freedom of speech.
yang ane amati dari perilaku penjualan mobil di indonesia sih begini gan, ...

modusnya pada penjualan avanza & xenia wkt peluncuran pertama:
- diiklankan sebagai mobil murah, harga 80jutaan.
- pesanan dibuka seluas-luasnya
- karena fasilitas minim, ... tambah ini-itu harganya menjadi 100juta ke atas
- pemesan harus bayar uang muka/tanda jadi, ... istilahnya indent, ...
- menunggu pesanan bisa berbulan-bulan, ... mungkin bisa setahun ???, ...
- pemesan tidak bisa beralih pilihan ke mobil merk lain karena kadung bayar uang muka.
- pelan-pelan harga dikerek naik, ...

modus seperti itu diulang lagi pada penjualan avanza & xenia versi facelift, ...

tipuan publik, ekonomi diatas daun kelor
rupiah, saham, tanah digoreng semua emoticon-Mad:
selama rupiah berdiri diatas lidi, gak bakalan kwatt gan emoticon-cystg:
makanya jangan jadi kelas menengah yang pekerja, mustinya kelas menengah pengusaha lapak di kaskus
Jadi, masih pantaskah indonesia disebut sebagai negara miskin ? emoticon-Big Grin

Inilah contoh gaya hidup gengsi, hedonis, dan metropolis.....
gimana gak jadi negara kelas menengah wong PNS aja jumlahnya banyak gitu.. mindset mayoritas sini jarang ada yang mau wirausaha sih (bagus buat gw tapi emoticon-Ngacir)
Quote:Original Posted By Megasar
Jadi, masih pantaskah indonesia disebut sebagai negara miskin ? emoticon-Big Grin

Inilah contoh gaya hidup gengsi, hedonis, dan metropolis.....


Masih gan, miskin dalam hal Mental dan Spiritual ____emoticon-Ngacir
kalo ane liat "jebakan kelas menengah" kurang sreg dalam hal pengertiannya

ane lebih suka "cobaan kelas menengah"

dan satu2nya yg bsa dongkrak naek SDM kta ya cmn pemerintah,
asal pemerintah kta gak goyang kayak 98 aja,
ane yakin ke depan kta bisa setara dengan Amerika bahkan China
Quote:Original Posted By s4nit0re

Kebanyakan kelas menengah di Indonesia itu adalah buruh, orang bayaran perusahaan, hanya kebetulan bisnis perusahaannya lagi 'booming', maka gaji mereka cukup lumayan. Makanya kalau ada krisis, mereka akan di PHK dan jatuh miskin kembali. Kelas menengah itu ppun pasti akan rontok kembali!


Ya mau gimana lagi, orang menengah juga pengen ngerasain punya mobil gan, & berharap kedepannya stabil atau malah jd kelas atas emoticon-Big Grin
maka nya pemerintah batasi kendaraan mobil dan motor, sehingga pertumbuhan jumlah kendaraan stabil...kalo kendaraan tidak dibatasi ya, terima aje konsekuensi nya subsidi bbm membengkak terus..contoh tuh malaysia masa waktu mobil paling lama 3 tahun...setelah itu harus ganti mobil baru ..mobil lama nya di potong dan dilempar ke negara2 baru berkembang.....sehingga jumlah kendaraan di malaysia stabil