alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016419584/ledakan-di-depok-perakit-bom-tambora-menyerah
[Ledakan di Depok] Perakit Bom Tambora Menyerah
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - M Thoriq, perakit bom di Tambora, Jakarta, semula dicurigai sebagai Mr X yang terluka parah di lokasi ledakan kantor Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok. Bapak satu anak itu kabur dari rumahnya, Gg Melati VII, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, setelah terjadi ledakan, Rabu (5/9/2012) lalu.

Dugaan Mr X itu adalah Thoriq, lantaran ada kesamaan profil bom rakitan dan material yang ditemukan di Tambora dan Beji, Depok.
Namun dugaan itu terbantahkan, dan mengarah mengarah kepda Yusuf Rizaldi, pengontrak rumah di Jl Nusantara Raya 63, Beji, Depok, karena profil dan urutan kejadian terkait Rizal cocok dengan peristiwa ledakan di Depok, Sabtu malam.

Apalagi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Untung S Rajab, Minggu (9/9/2012) malam menyatakan M Thoriq menyerahkan diri kepada polisi. Namun Kapolda tidak menyebutkan lokasi Thoriq menyerahkan diri. Ia hanya mengatakan pria penjual pulsa elektrik itu bakal menjalani pemeriksaan awal di Polda Metro Jaya.
Kini, petugas kepolisian sedang berusaha memastikan, Mr X adalah Rizal. Laki-laki itu diduga sedang meracik bom pipa di rumah Bom Depok. Caranya, melakukan tes DNA terhadap dua anak kembar pasangan Rizal-Siti Nafsah, Thoriq (2,5) dan Taufik (2,5). Dua Balita itu, kemarin siang terlihat dibawa ibunya ke RS Polri dr Soekanto untuk diambil sampel DNA.
Siti Nafsah tiba di RS Polri sekitar pukul 13.50, ditemani sejumlah perempuan. Istri Rizal bersama dua anak laki-laki kembarnya langsung masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), tanpa bersedia memberi keterangan kepada wartawan.

Sebelumnya, Nafsah harus menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, setelah pada sekitar pukul 01.00 dibawa anggota Densus 88 bersamaan penggerebekan rumahnya, di Jl Petojo Binatu V/18, RT, 9/RW 8, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta.
"Saya sendiri yang menemai Siti Nafsah dan dua anaknya ke Polda Metro Jaya," kata Abdul Gani, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan Petojo.
Dini hari itu, sejumlah petugas juga membawa sebuah kardus mi instan yang berisi CD (compact disc), dan sejumlah buku-buku bertuliskan jihad yang diambil dari dalam rumah Rizal. "Polisi menggeledah rumah, kira-kira sekitar 30 menit," kata Gani.
Penggeledahan dini hari itu dilanjutkan pada sekitar pukul 15.00 kemarin. Tim Gegana dan INAFIS (Indonesia Automatic Fingger Print Identification System) datang memeriksa kediaman Rizal. Rumah itu kemudian diberi garis polisi (police line).

Istri Menangis

Siti Hafsah sudah lama tinggal di kawasan itu, bersama kedua orang saudaranya, yakni Siti Fatimah dan Muhamad Toha. Namun kedua saudaranya itu telah menikah dan meninggalkan rumah itu. Sedang orangtuanya telah meninggal.

Indah (44), tetangga samping rumah keluarga Rizal, mengungkapkan, perkenalan Hafsah dan Rizal berlangsung sekitar 2004 lalu. Saat itu Hafsah masih berprofesi sebagai guru mengaji privat. Setiap mengajar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ia selalu menunggu bus di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.
Di tempat itu ia mengenal Rizal, seorang pedagang buku agama di Harmoni. Pernikahan mereka dilangsungkan di tahun yang sama, resepsi digelar di kawasan Petojo. Namun mulai dari lamaran hingga resepsi pernikahan, orangtua kandung Rizal tidak pernah muncul. Yang pernah kelihatan hanya orangtua angkatnya, warga Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Kehidupan keluarga tersebut mulai berubah setelah kelahiran anak kembar mereka, Thoriq dan Taufik. Perlahan, mereka mulai terbuka terhadap warga lain. Segala aktivitas Rizal diketahui, yaitu setiap pukul 06.00-08.00 pergi berdagang bubur di kawasan Tanah Sereal, Tambora, menggunakan sepeda motor.
Siang hari, jika ada pasien, Rizal siap mempraktikan ilmu pengobatan alternatif, mulai dari bekam hingga rukyah. Pada malam hari, Rizal berbelanja buah di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Mengenai tamu yang pernah bertandang ke rumah Rizal, Indah mengungkapkan sejumlah pria pernah datang bertamu.
Para tamu di antaranya pria berjanggut cukup panjang. "Kalau ada tamu, pasti diterima di ruangan depan. Warga pasti tahu, karena ruang tamu itu kelihatan dari rumah," ujar Indah.

Terakhir kali, Indah bertemu Rizal pada Jumat (7/9) saat keluar dari kawasan itu mengendarai sepeda motor. "Saat itu ia mengendarai sepeda motor bebek Honda Grand, membawa tas ransel terisi penuh, serta termos nasi yang kerap digunakan Rizal untuk berjualan bubur bayi. Ia mengaku hendak pergi ke Medan," katanya.
Siangnya, saat bertemu Nafsah, ia melihat ada yang aneh pada perilaku tetangganya itu. Saat itu, Nafsah menangis tersedu-sedu ketika bertemu dengannya. "Saya sempat meledek. Saya bilang, Siti Nafsah sekarang jadi single parent (orangtua tunggal) dong. Eh terus dia makin menangis, saya jadi bingung," kata Indah.
Siangnya, Indah mengaku kembali bertemu Hafsah di depan kediamannya. Kebetulan saat itu ibu-ibu di wilayah tersebut sedang berkumpul. Bermaksud hanya bercanda, ia kemudian mengumumkan kepada para tetangga bahwa saat itu Hafsah menjadi orangtua tunggal. "Dia (Siti Hafsah) malah nangis lagi, tentu saja saya makin bingung," ujar Indah.

Sudah melapor RT

Ketua RT 004, RW 013, Kelurahan Beji, Depok, Arifin, membenarkan orang bernama Yusuf Rizaldi sebagai penyewa bangunan yang diipasang spanduk Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara. "Saya tidak tahu apakah yang luka parah itu Yusuf atau bukan," kata Arifin ketika ditemui di Polres Depok, Minggu.
Arifin bersama istrinya terpaksa harus menginap di Polres Depok untuk dimintai keterangan terkait aktivitas Yusuf selama ini. Dikatakan, sekitar 15 menit setelah ledakan, ia sempat melihat lokasi. Kemudian ia dibawa ke kantor polisi. "Jadi saya tidak tahu siapa yang terluka parah," katanya.
Arifin menambahkan, Yusuf mempunyai tinggi badan sekitar 168 cm dan berat kurang lebih 60 kilogram dan rambut lurus. "Dia memelihara jenggot sedikit. Orangnya ramah dan santun," ujarnya.

Arifin menjelaskan, Yusuf telah melakukan aktivitas di lokasi leadakan sejak awal puasa, namun baru awal Agustus 2012 datang melapor kepada RT setempat. Saat melapor ia menyebut rumah kontrakannya akan dijadikan kantor pengelola yatim piatu.
"Di sini hanya kantor, sedangkan anak yatim piatunya ada di Tangerang," kata Arifin menirukan penjelasan Yusuf.
Lokasi yang disewa berada di pinggir jalan, di depannya terdapat tiang listrik SUTET bertegangan 70.000 volt, posko FBR Depok, dan warung rokok, sehingga terlihat tersembunyi. (tribunnews/rek/fer/zal)

Sumber

Ternyata deket markas FBR, Depok. Tanya kenapa? emoticon-Bingung
Quote:Original Posted By ananda26
Lokasi yang disewa berada di pinggir jalan, di depannya terdapat tiang listrik SUTET bertegangan 70.000 volt, posko FBR Depok, dan warung rokok, sehingga terlihat tersembunyi.

salah satu target adalah KOMUNITAS BUDHA

sumber : http://jogja.tribunnews.com/m/index....mbora-menyerah

dari semua lokasi ledakan bom akibat ulah teroris (katanya), biasanya dipasang hanya "police line",
tapi di beji depok ini sangat spesial.....lokasinya ditutup pada pagar depan secara keseluruhan dengan spanduk sehingga tidak bs dilihat sm sekali


kalo sampe ditutupin segitu luas, berarti ada "sesuatu" yg ditutupin dong gan ?
aneh banget... emoticon-Bingung (S)
kok terduga terorisnya bisa menyerahkan diri??
Quote:Original Posted By ananda26
Lokasi yang disewa berada di pinggir jalan, di depannya terdapat tiang listrik SUTET bertegangan 70.000 volt, posko FBR Depok, dan warung rokok, sehingga terlihat tersembunyi.

salah satu target adalah KOMUNITAS BUDHA

sumber : http://jogja.tribunnews.com/m/index....mbora-menyerah

dari semua lokasi ledakan bom akibat ulah teroris (katanya), biasanya dipasang hanya "police line",
tapi di beji depok ini sangat spesial.....lokasinya ditutup pada pagar depan secara keseluruhan dengan spanduk sehingga tidak bs dilihat sm sekali


“Nggak tahu kok saat itu jalan lagi sepi. Kebetulan
orang-orang FBR sedang tidak nongkrong. Padahal
biasanya mah ramai,” jelas Samin.

[URL="http://majalah.detik..com/cb/3d58e6f4d1774e9cd062cc780d540b39/2012/20120910_MajalahDetik_42_Lapsus1.pdf"]lapsus majalah detik halaman 4[/URL]
ada skenario besar yg dimainkan disini emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By ananda26
Lokasi yang disewa berada di pinggir jalan, di depannya terdapat tiang listrik SUTET bertegangan 70.000 volt, posko FBR Depok, dan warung rokok, sehingga terlihat tersembunyi.

salah satu target adalah KOMUNITAS BUDHA

sumber : http://jogja.tribunnews.com/m/index....mbora-menyerah

dari semua lokasi ledakan bom akibat ulah teroris (katanya), biasanya dipasang hanya "police line",
tapi di beji depok ini sangat spesial.....lokasinya ditutup pada pagar depan secara keseluruhan dengan spanduk sehingga tidak bs dilihat sm sekali


Lha kok umat Budha gan? Biasanya targetnya zionis, remashon, rematik, encok pegel linu, sering lemah sering lesu ... eh ....
Emang mau bales dendam gara2 kasus rohingya atau ada hubungannya sama kasus korupsi hartati? emoticon-Bingung

Ane jadi bingung, negara ini kok banyak banget konspirasinya.... emoticon-Berduka (S)
ane gak ngerti nih ama yg ini emoticon-Bingung
terlalu banyak kejanggalan dah ama nih kasus emoticon-Hammer